Perdjuangan Segala Zaman

15/54

Satu-satu-nja Djalan Seiamat Jang Mungkin

Malaikat-malaikat itu menjembah sudjud kepadaNja. Mereka menawarkan djiwanja. Isa mengatakan kepada mereka itu bahwa oleh kematianNja, Ia akan dapat menjelamatkan banjak orang, sedangkan djiwa seorang malaikat tidak dapat membajar hutang itu. Hanja djiwaNja sendirilah jang dapat diterima oleh BapaNja sebagai tebusan manusia. Isa lebih djauh memberitahukan kepada mereka itu bahwa merekapun akan beroleh bahagia dalam usaha itu, supaja ber-sama-ber-sama dengan Dia pada berbagai masa untuk menguatkan Dia; karena Ia akan mengambil sifat manusia jang fana, dan kekuatanNja bahkan akan tidak sama dengan mereka itu; mereka akan mendjadi saksi kehinaan dan sengsaraNja jang besar itu; maka apabila mereka kelak menjaksikan sengsaraNja dan kebentjian manusia kepadaNja, mereka akan tergerak dengan rawan hati jang sedalam-sedalam-nja, dan oleh karena tjinta mereka kepadaNja mereka akan ingin hendak menolong dan melepaskan Dia daripada segala pembunuhNja; tetapi mereka se-kali-se-kali tidak akan boleh tjampur tangan untuk menghalangi segala sesuatu jang mereka kelak akan saksikan; tetapi mereka akan mengambil bahagian dalam kebangkitanNja; maka ichtiar selamat itu telah direntjanakan dan BapaNja telah mensahkan rentjana itu. PZ 49.1

Dengan dukatjita jang kudus Isa menghiburkan dan menggembirakan malaikat-malaikat itu serta memberitahukan kepada mereka bahwa mulai pada waktu itu segala orang jang akan ditebusNja kelak akan beserta dengan Dia, dan oleh kematianNja Ia akan menjelamatkan banjak orang dan membinasakan dia jang mempunjai kuasa atas kematian. Maka BapaNja akan memberikan kepadaNja keradjaan dan kemuliaan keradjaan jang dibawah seluruh langit, dan Iapun akan memilikinja se-lama-se-lama-nja. Setan dan orang-orang jang berdosa akan dibinasakan, tidak akan pernah lagi mengatjaukan sorga atau dunia baru jang telah disutjikan itu. Isa menjerukan kepada tentera sorga supaja dipersatu- kan dengan rentjana jang telah disahkan oleh BapaNja dan ber-suka-ber-suka bahwa oleh karena kematianNja manusia jang telah berdosa dapat kembali ditinggikan supaja memperoleh keridlaan Allah dan boleh hidup dalam sorga. PZ 49.2

Kemudian satu kesukaan, kesukaan jang tak dapat digambarkan, memenuhi sorga. Maka tentera sorga menjanjikan satu njanjian pudji-pudjian dan penghormatan. Mereka memetik ketjapinja dan menjanji satu lagam lebih tinggi daripada mereka pernah menjanji dahulu, karena kemurahan dan keridlaan Allah jang begitu besar dalam menjerahkan AnakNja jang kekasih itu mati bagi satu bangsa pemberontak. Njanjian pudji-pudjian dan penghormatan ditjurahkan oleh karena penjangkalan diri dan pengorbanan Isa; bahwa Ia mau berkenan hendak meninggalkan pangkuan BapaNja dan memilih satu kehidupan jang penuh kesusahan dan sengsara, dan mati dengan begitu hina untuk memberikan hidup kepada orang-orang lain. PZ 50.1

Kata malaikat itu, “Adakah pikiranmu bahwa Bapa menjerahkan AnakNja jang kekasih itu dengan tiada pergumulan? Sekali-kali tidak. Bahkan adalah jaitu satu pergumulan bagi Allah jang disorga, apakah membiarkan manusia jang berdosa binasa, atau menjerahkan AnakNja jang kekasih untuk mati ganti dia.” Malaikat-malaikat mempunjai perhatian jang begitu besar terhadap keselamatan manusia sehingga adalah terdapat diantara mereka jang suka menjerahkan kemuliaannja dan memberikan djiwanja bagi manusia jang sedang binasa. ,,Tetapi,” kata malaikat jang mengawal saja itu, ,,hal itu tidak akan berguna suatu apa. Pelanggaran itu begitu besar adanja sehingga djiwa seorang malaikat tidak dapat membajar hutang itu. Tidak ada jang lain melainkan kematian dan pengantaraan AnakNja sadja dapat membajar hutang itu dan menjelamatkan manusia daripada dukatjita dan kemalangan jang kekal.” PZ 50.2

Tetapi pekerdjaan malaikat-malaikat itupun telah ditentukan kepadanja, jaitu untuk naik dan turun dengan balsam jang menguatkan dari kemuliaan sorga untuk menghiburkan Anak Allah dalam kesengsaraanNja dan melajani Dia. Dan lagi, pekerdjaan mereka kelak jaitu mendjaga dan memeliharakan orang-orang jang mendapat karunia daripada malaikat-malaikat jang djahat dan kegelapan jang selalu dilemparkan pada tempat sekelilingnja oleh Setan. Saja melihat bahwa mustahil bagi Allah mengobahkan atau mengganti hukumNja untuk menjelamatkan orang jang hilang dan binasa; oleh karena itu dibiarkanNja AnakNja jang kekasih mati karena pelanggaran manusia. PZ 50.3

Setan kembali bersuka-ria dengan malaikat-malaikat-nja, bahwa oleh menjebabkan kerubuhan manusia, dapatlah ia menurunkan Anak Allah dari kedudukanNja jang tinggi itu. Diberitahukannja kepada malaikat-malaikat-nja bahwa apabila Isa kelak mengambil sifat manusia, dapatlah ia mengalahkan Dia serta mengurungkan hal dilaksanakanNja rentjana selamat itu. PZ 51.1

Kepada saja telah ditundjukkan Setan sebagaimana adanja dahulu, seorang malaikat jang gembira dan mulia. Lantas ditundjukkan pula kepada saja keadaannja sebagaimana adanja sekarang. Ia masih tetap mempunjai satu rupa jang mulia. Bentuk-bentuk-nja masih tetap gagah, karena adalah jaitu seorang malaikat jang telah berdosa. Tetapi air-muka jang dibajangkan pada wadjahnja adalah penuh ketjemasan, keluh-kesah, kemurungan, dengki, bentji, kedjahatan, penipuan, dan segala jang djahat. Dahi jang tadinja begitu mulia, terutama menarik perhatian saja. Dahi itu mulai undur daripada matanja. Saja melihat bahwa telah begitu lama ia selalu mentjenderungkan hatinja kepada kedjahatan sehingga segala sifat-sifat jang baik telah dihinakan, dan tiap-tiap sifat-sifat jang djahat dipertumbuhkan. Matanja adalah penuh ketjerdikan, dan tadjam se-olah-se-olah menerusi sampai dalam-dalam. Lembaga tubuhnja besar, tetapi dagingnja ada kendur pada tangan dan mukanja. Ketika saja melihat dia, dagunja sedang bertelekan pada tangan kirinja. Ia kelihatan sedang ber-pikir-ber-pikir jang dalam. Mukanja tersenjum simpul, hal mana membikin saja ge- metar ketakutan, karena adalah jaitu begitu penuh dengan kedjahatan dan ketjerdikan jang hanja ada pada Setan sadja. Senjuman inilah jang selalu kelihatan pada wadjah mukanja pada saat ia hendak beroleh kepastian tentang korbannja, dan apabila ia mengikat teguh-teguh korban itu dalam djaringnja senjuman ini mendjadi ngeri betul. PZ 51.2

Dengan kerendahan hati dan dukatjita jang tak dapat digambarkan Adam dan Hawa meninggalkan taman jang elok dimana mereka telah hidup dengan begitu senang sampai mereka melanggar perintah Allah. Hawa udara lantas berobah. Tidak lagi jaitu tetap seperti pada waktu sebelum pelanggaran itu. Allah memberikan pakaian kulit kepada mereka itu untuk melindungkan keduanja daripada perasaan kedinginan dan djuga panas jang sekarang menjusahkan mereka. PZ 52.1