Hidup Yang Menyehatkan

9/62

Bab 8 - Kesehatan

Pernyataan-pernyataan Umum

92. Kesehatan itu adalah harta yang berharga. Ini adalah hak milik termahal yang bisa dimiliki mahkluk hidup. Kekayaan, kehormatan, atau pendidikan tidak banyak gunanya bila kehilangan kesehatan. Tidak satu pun dari pencapaian ini bisa mempertahankan kebahagiaan jika kesehatan terganggu.— C. E., hlm. 16. HM 37.1

93. Kesehatan harus dijaga sama sucinya dengan karakter.— C. T., hlm. 83. HM 37.2

94. Kuasa fisik, mental, dan moral bukanlah milik kita sendiri, tetapi dipinjamkan oleh Allah, agar digunakan dalam pelayanan- Nya.- H. R. HM 37.3

95. Semakin sempurna kesehatan kita, maka akan semakin sempurna kerja kita.— T., jld. 3, hlm. 13. HM 37.4

96. Pentingnya kesehatan tubuh harus diajarkan sebagai suatu persyaratan Alkitab.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 38.1

97. Semua yang mengaku pengikut Yesus harus merasakan bahwa suatu tugas terletak atas mereka untuk memelihara tubuh mereka dalam kondisi kesehatan yang terbaik, agar pikiran mereka bisa jernih untuk memahami hal-hal surgawi.— T., jld. 2, hlm. 522. HM 38.2

98. Waktu digunakan dengan baik yang diarahkan untuk pembentukan dan pemeliharaan kesehatan fisik dan mental yang baik.... Adalah mudah kehilangan kesehatan, namun sulit memperolehnya kembali.— R. and H., 1884, No. 39. HM 38.3

Sirkulasi

99. Kesehatan sempurna tergantung pada sirkulasi sempurna.— T., jld. 2, hlm. 531. HM 38.4

100. Kesehatan dari seluruh sistem tergantung pada organ pernapasan yang bekerja dengan baik.— H. to L., Bab. 6, hlm. 57. HM 38.5

101. Jika kita ingin mendapatkan kesehatan, kita harus hidup untuk sehat.— H. R. HM 38.6

102. Kita bisa mengerdilkan atau melumpuhkan satu fungsi pikiran atau tubuh dengan bekerja berlebihan, atau dengan penyalahgunaan satu bagian dari mesin tubuh. —R. and H., 1884, No. 39. HM 38.7

103. Tubuh sehat diperlukan untuk intelektual yang sehat.— C. E., hlm. 17. HM 38.8

Iman dan Perbuatan

104. Bilamana kita melakukan segala sesuatu yang bisa kita lakukan pada bagian kita untuk mendapatkan kesehatan, maka kita boleh berharap bahwa berkat-berkat akan kita dapatkan, dan kita bisa meminta kepada Allah dalam iman untuk memberkati usaha kita untuk memelihara kesehatan. Ia akan menjawab doa kita, jika namanya bisa dimuliakan dengan cara demikian; tetapi hendaknya semua memahami bahwa mereka memiliki suatu pekerjaan untuk dilakukan. Allah tidak akan bekerja dalam suatu cara ajaib untuk memelihara kesehatan orang-orang yang sengaja membuat diri mereka sendiri sakit.— H. to L., Bab. 4, hlm. 64. HM 38.9

105. Penurutan yang saksama pada hukum-hukum yang Allah telah tanamkan dalam diri kita akan memastikan kesehatan, dan tidak akan ada kerusakan dari keadaan jasmani kita .— H. R. HM 39.1

Bagaimana Memelihara Kesehatan

106. Banyak yang bertanya kepada saya, Bagaimana caranya saya memelihara kesehatan? Jawaban saya adalah, Berhenti melanggar hukum-hukum keberadaanmu; berhentilah memuaskan selera merusak, makan makanan sederhana, berpakaian yang sehat, yang memerlukan kesederhanaan bersahaja, lakukan kerja yang menyehatkan, dan anda tidak akan sakit.... Banyak yang menderita akibat pelanggaran orang tua mereka. Mereka tidak dapat dicela karena dosa orang tua mereka, namun bagaimanapun juga adalah tugas mereka untuk mengetahui apa yang telah dilanggar orangtua mereka; dan kebiasaan orang tua mereka yang mana yang keliru, mereka harus mengubah cara mereka sendiri, dan menempatkan diri mereka sendiri, dengan kebiasaan yang benar, dalam hubungan yang lebih baik terhadap kesehatan.— H. R. HM 39.2

107. Perbuatan yang sejalan dan menyehatkan dari semua kuasa tubuh dan pikiran menghasilkan kebahagiaan; semakin tinggi dan disempurnakan kuasa-kuasa itu, maka semakin murni, dan sejati kebahagiaan itu. Suatu kehidupan tanpa tujuan itu seperti mayat hidup. Pikiran harus tinggal dalam tema-tema yang berhubungan dengan kepentingan-kepentingan abadi kita. Ini akan menguntungkan kesehatan pikiran dan tubuh.— R. and H., 1884, No. 31. HM 39.3

108.Allah sendiri telah berjanji untuk menjaga mesin tubuh ini bekerja dengan baik bila manusia menuruti hukum-hukumnya dan bekerja sama dengan Allah.— U. T., 11 Januari 1897. HM 40.1