Hidup Yang Menyehatkan

36/62

Bab 25 - Organ-Organ Pencernaan

Fisiologi Sistem Pencernaan

661. Lambung memiliki kuasa kendali atas kesehatan dari seluruh tubuh.— H. R. HM 189.1

662. Segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam lambung dan diubah menjadi darah menjadi bagian dari tubuh.— T., jld. 4, hlm. 141. HM 189.2

663. Manfaat yang Anda peroleh dari makanan Anda tidak banyak tergantung pada kuantitas yang Anda makan sebagaimana dengan pencernaannya yang menyeluruh, bukan juga pada kepuasan cita rasa yang begitu besar dengan jumlah makanan yang ditelan sebagaimana dengan panjang waktu makanan itu tetap berada dalam mulut.... Makan perlahan, dan biarkan air ludah bercampur dengan makanan.... Mereka yang terlalu bergairah, gelisah, atau terburu-buru, tidak bisa menyediakan getah lambung yang diperlukan.— R. and H., 1884, No. 31. HM 189.3

664. Kunyahan yang menyeluruh itu berguna baik bagi gigi maupun lambung.— R. and H., 1883, No. 19. HM 190.1

665. Anda yang mengalami gangguan pencernaan. Otak sangat erat berhubungan dengan lambung, dan kekuatannya seringkali dipakai untuk membantu organ-organ yang dilemahkan sehingga otak itu sendiri jadi lemah, tertekan, terlalu dijejali.— T., jld. 2, hlm. 318. HM 190.2

666. Adalah penting agar kita menikmati makanan yang kita makan. Jika kita tidak bisa melakukan ini, tetapi makan secara mekanis, kita gagal terpelihara dan bertumbuh sebagaimana kita akan bertumbuh bilamana kita bisa menikmati makanan yang kita masukkan ke dalam lambung.— T., jld. 1, hlm. 682. HM 190.3

667. Segera setelah makan ada daya tarik kuat terhadap sistem saraf. Kekuatan otak diaktifkan untuk membantu lambung; oleh sebab itu, ketika pikiran dan tubuh terkuras setelah makan, proses pencernaan terhambat. Kekuatan sistem, yang diperlukan untuk melanjutkan pekerjaan pada satu arah, ditarik dan bekerja di tempat lain.— T., jld. 2, hlm. 413. HM 190.4

668. Lambung, ketika kita berbaring untuk beristirahat, harus sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, sehingga lambung bisa menikmati saat istirahat, juga bagian tubuh lainnya. Pekerjaan pencernaan jangan dilanjutkan di waktu istirahat tidur. Setelah lambung, yang sudah terkuras kekuatannya, selesai melakukan pekerjaannya, ia menjadi kelelahan, yang menyebabkan pusing.... Lambung menjadi lelah karena terus dipekerjakan.... tidak mempunyai waktu untuk beristirahat, organ-organ pencernaan jadi dilemahkan, karena itu ada perasaan “pusing,” dan keinginan untuk sering makan.... Lambung harus mendapatkan periode teratur untuk bekerja dan beristirahat.— H. to L., Bab. I, hlm. 56. HM 190.5

Penyebab Salah Cerna

669. Lambung memiliki kuasa kendali atas kesehatan seluruh tubuh.... Saraf-saraf otak sangat erat berkaitan dengan lambung. — H. R. HM 191.1

670. Banyak orang yang sengaja melalaikan struktur tubuh mereka sendiri. Mereka menuntun anak-anak mereka di jalan yang sama menurutkan kehendak hati sendiri seperti mereka, menyebabkan mereka menderita hukuman pelanggaran hukum alam. Mereka pergi ke negara-negara jauh untuk mencari iklim yang lebih baik, namun lambung mereka akan menciptakan suasana berpenyakit dimanapun mereka berada. Mereka membawa penderitaan pada diri mereka sendiri sehingga tidak seorang pun bisa meringankannya.— U. T., 25 Agustus 1897. HM 191.2

Makan Tergesa-gesa

671. Agar memiliki pencernaan yang sehat, makanan harus dimakan perlahan-lahan. Mereka yang ingin menghindar dari pencernaan yang terganggu, dan mereka yang menyadari kewajiban mereka untuk menjaga seluruh kekuatan mereka dalam kondisi yang akan menyanggupkan mereka untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Allah, akan mengingat ini dengan baik. Jika waktu Anda untuk makan terbatas, jangan jejali makanan Anda, tetapi makan lebih sedikit, dan makan dengan perlahan-lahan.... Mereka yang bergairah, gelisah, atau sangat terburu-buru sebaiknya jangan makan dulu sampai mereka tenang atau lega; karena kekuatan vital, sudah sangat terkuras, tidak bisa menyediakan getah lambung yang diperlukan.... Makan perlahan-lahan, dan biarkan air ludah bercampur dengan makanan.— R. and H., 1884, No. 31. HM 191.3

Minum di Waktu Makan

672. Makanan jangan disiram; tidak perlu minum selagi makan.... Semakin banyak cairan yang dimasukkan bersama makanan, maka akan semakin sulit makanan itu dicerna; karena cairan itu harus lebih dahulu diserap.... Banyak orang membuat kesalahan dalam minum air dingin bersama makanan mereka. Diminum bersama makanan, maka air akan mengurangi aliran kelenjar air ludah; dan semakin dingin airnya, maka akan semakin besar bahayanya pada lambung. Air es atau es lemon, diminum bersama makanan, akan menghentikan pencernaan sampai sistem tubuh telah memberikan kehangatan yang cukup bagi lambung untuk menyanggupkannya melanjutkan pekerjaannya kembali.— Idem. HM 191.4

673. Minuman panas itu melemahkan; dan lagipula, mereka yang sesuka hati menggunakannya menjadi budak kebiasaan itu.... Tetapi bila diperlukan sesuatu untuk memuaskan haus, air bersih yang diminum sesaat sebelum atau sesudah makan itu saja yang diperlukan alam. Jangan pernah minum teh, kopi, bir, anggur, atau minuman beralkohol lain. Air putih adalah cairan terbaik yang bisa membersihkan jaringan.— Idem. HM 192.1

Makanan Cair

674. Sup, puding, dan bahan makanan lain sejenis seringkali dimakan terlalu panas, dan sebagai akibatnya lambung dilemahkan. Biarkan agak dingin sebelum dimakan.— Idem. HM 192.2

675. Makan banyak bubur tidak akan memastikan kesehatan bagi organ-organ pencernaan; karena itu seperti cairan.— Y.I., 31 Mei 1894. HM 192.3

676. Bagi mereka yang bisa menggunakannya, sayuran yang baik, disajikan dengan cara yang menyehatkan, lebih baik daripada bubur.— U. T., 11 Januari 1897. HM 192.4

Terlalu Sering Makan

677. Waktu makan kedua jangan pernah dilakukan sampai lambung memiliki waktu untuk beristirahat dari pekerjaan mencerna makanan sebelumnya.— H. to L., Bab. I, hlm. 55. HM 192.5

678. Setelah lambung menyelesaikan pekerjaannya untuk satu kali waktu makan, jangan lagi dijejali sebelum ia mempunyai waktu untuk beristirahat, dan menyediakan persediaan getah lambung yang memadai untuk waktu makan berikutnya. Sedikitnya harus diberikan waktu lima jam di antara tiap waktu makan, dan senantiasa camkan bila Anda mau mencobanya, maka Anda akan mendapati bahwa dua kali waktu makan itu lebih baik daripada tiga kali.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 193.1

679. Jika waktu makan ketiga memang harus dijalankan, haruslah berupa makanan yang ringan, dan beberapa jam sebelum tidur. Tetapi dalam banyak kasus lambung malang yang kelelahan itu akan mengeluhkan keletihan yang sia-sia. Lebih banyak makanan dipaksakan ke dalamnya, yang menggerakkan pencernaan kembali melakukan pekerjaan yang sama sepanjang jam tidur. Saat tidur biasanya terganggu dengan mimpi-mimpi tak menyenangkan, dan di pagi hari mereka terbangun dengan tubuh yang tak segar. Ada perasaan lesu dan kehilangan selera. Kurangnya energi dirasakan di seluruh sistem. Dalam waktu dekat organ-organ pencernaan jadi aus karena tidak mempunyai waktu untuk beristirahat. Orang-orang seperti itu lalu mendapat gangguan pencernaan yang menyengsarakan, dan bertanya-tanya apa yang membuatnya seperti itu. Penyebabnya itu telah membawa akibat yang pasti. Jika kebiasaan ini diturutkan dalam waktu yang lama, kesehatan akan sangat terganggu. Darah jadi kotor, corak kulit pucat, sering muncul ruam kulit. Anda akan sering mendengar keluhan akan rasa sakit yang kerap muncul di wilayah perut; dan sementara melakukan pekerjaan, lambung jadi sangat kelelahan sehingga lambung harus berhenti bekerja dan beristirahat. Mengalami keadaan seperti ini mereka merasa ada yang kurang; karena mereka tampaknya sehat.... Setelah lambung, yang sudah terkuras tenaganya, selesai melakukan tugasnya, lambung kelelahan, yang menyebabkan rasa pusing. Di sini banyak orang yang tertipu, dan berpikir bahwa perasaan itu timbul karena adanya kebutuhan terhadap makanan, dan tanpa memberikan waktu bagi lambung untuk beristirahat, mereka makan lebih banyak lagi, yang untuk sementara itu menghilangkan rasa pusingnya.... HM 193.2

Lambung jadi letih dengan terusmenerus bekerja membuang makanan yang tidak menyehatkan. Karena tidak mempunyai waktu untuk beristirahat, organ-organ pencernaan jadi dilemahkan, oleh sebab itu muncul perasaan “pusing” dan keinginan untuk makan lebih sering.— H. to L., Bab. I, hlm. 55. HM 194.1

680. Orang-orang yang makan berlebihan di acara pesta, dan makanan yang dimasukkan ke dalam lambung terlalu cepat, meninggalkan pengaruh atas tiap serat sistem.— H. R. HM 194.2

Kombinasi Makanan yang Salah

681. Semakin sedikit bumbu-bumbu dan kue-kue ditaruh di atas meja, maka akan semakin baik bagi semua yang menyantap makanan itu. Semua makanan yang campurannya banyak dan rumit itu berbahaya bagi kesehatan manusia. Hewan-hewan dungu sekalipun tidak akan pernah makan campuran seperti itu sebagaimana yang sering dimasukkan ke dalam lambung manusia.... Campuran makanan yang banyak dan rumit itu merusakkan kesehatan manusia.— U. T., 5 November 1896. HM 194.3

682. Karena itu sudah menjadi modenya, sejalan dengan selera yang tak menyehatkan, kue-kuean, pai, dan puding, dan tiap makanan yang merusak dijejali ke dalam lambung. Meja harus dipenuhi segala macam atau selera yang sudah rusak itu tidak bisa dipuaskan. Di pagi hari, para budak selera ini seringkali memiliki nafas yang tidak sehat dan lidah yang kotor. Mereka tidak menikmati kesehatan, dan heran mengapa mereka menderita kesakitan, sakit kepala, dan berbagai penyakit. Penyebab itu telah membawa akibat yang pasti.— H. to L., Bab. I, hlm. 57. HM 194.4

683. Jika kita ingin memelihara kesehatan yang terbaik, maka kita harus menghindari makan sayuran dan buah pada waktu makan yang sama. Jika lambung lemah, maka akan terjadi kesusahan, otak akan dikacaukan, dan tidak mampu mengerahkan upaya mental. Makanlah buah pada satu waktu makan dan sayuran pada waktu makan berikutnya.— Y.I., 31 Mei 1894. HM 195.1

684. Saya sering duduk di meja-meja saudara dan saudari dan melihat bahwa mereka menggunakan susu dan gula dalam jumlah besar. Hal-hal ini menyumbat sistem, mengiritasi organ pencernaan, dan mempengaruhi otak. Segala sesuatu yang merintangi gerakan aktif mesin tubuh, segera mempengaruhi otak. Dan dari terang yang diberikan kepada saya, gula, bila digunakan banyak, lebih berbahaya daripada daging.— T., jld. 2, hlm. 370. HM 195.2

Makan Berlebihan

685. Hampir semua anggota dari keluarga manusia makan lebih dari yang dibutuhkan oleh sistem tubuh. Kelebihan ini membusuk, dan menjadi tumpukan yang tengik.... Jika makanan, sekalipun yang berkualitas sederhana, dimasukkan ke dalam lambung lebih banyak dari yang dibutuhkan mesin tubuh, kelebihan ini menjadi beban. Sistem tubuh membuat usaha keras untuk membuangnya, dan pekerjaan tambahan ini menyebabkan perasaan lelah. Beberapa orang yang terusmenerus makan menyebut ini rasa lapar, tetapi itu disebabkan oleh kondisi kerja berlebih dari organ-organ pencernaan yang disalahgunakan.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 195.3

686. Mereka (pendeta, mahasiswa, dll.) menyibukkan pikiran mereka dengan buku-buku, dan makan dengan porsi seorang buruh. Dengan kebiasaan seperti itu, beberapa orang jadi gendut, karena sistem tubuhnya tersumbat. Yang lain jadi kurus, lemah, dan lesu, karena kekuatan vital mereka dikuras untuk membuang kelebihan makanan; hati jadi terbebani, dan tidak mampu membuang kotoran dalam darah, dan penyakit adalah akibatnya.— T., jld. 3, hlm. 490. HM 195.4

687. Seringkali ketidak bertarakan ini langsung dirasakan dalam bentuk sakit kepala dan salah cerna dan mulas. Suatu beban dimuat di dalam lambung yang tidak bisa ditangani, dan muncul perasaan tertekan. Kepala jadi bingung, lambung memberontak. Namun akibat ini tidak selalu terjadi setelah makan berlebihan. Pada beberapa kasus lambung dilumpuhkan. Tidak ada rasa sakit, namun organ-organ pencernaan kehilangan kekuatan vitalnya. Fondasi mesin tubuh sedikit demi sedikit rusak, dan kehidupan jadi sangat tak menyenangkan.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 196.1

688. Kekuatan otak berkurang banyak karena ditarik untuk membantu lambung mengatasi bebannya yang berat.— T., jld. 2, hlm. 363. HM 196.2

689. Energi saraf otak jadi kebas dan hampir dilumpuhkan karena makan berlebihan.— T., jld. 2, hlm, 414. HM 196.3

Pakaian yang Salah

690. Penekanan pada daerah pinggang merintangi proses pencernaan. Jantung, hati, paru-paru, limpa, dan lambung didesak, tidak memberikan tempat bagi organ-organ ini melakukan kerjanya yang menyehatkan.— H. R. HM 196.4

691. Ketika anggota badan tidak ditutupi pakaian dengan baik, darah tertarik kembali dari arusnya yang alami, dan masuk ke organ-organ dalam, mengganggu sirkulasi dan menghasilkan penyakit. Lambung menerima terlalu banyak darah, dan menyebabkan gangguan cerna.— T., jld. 2, hlm. 531. HM 196.5

Tidak Bertarak

692. Tidak bertarak dalam makan, sekalipun itu makanan dengan kualitas yang benar, akan memberikan pengaruh yang melemahkan terhadap sistem tubuh.... Berpantang keras dalam makan dan minum sangat penting untuk memelihara kesehatan dan kerja giat dari semua fungsi tubuh.... Ketidakbertarakan mulai di meja kita, dengan penggunaan makanan yang tak menyehatkan. Setelah beberapa saat, melalui penurutan selera, organ-organ pencernaan jadi dilemahkan, dan makanan yang masuk tidak memuaskan selera. Kondisi yang tak sehatpun dibentuk, dan ada keinginan kuat untuk memperoleh lebih banyak makanan perangsang.— T., jld. 3, hlm. 487. HM 196.6