Hidup Yang Menyehatkan

35/62

Kebersihan untuk Anak-anak

Pernyataan-pernyataan Umum

622. Beberapa contoh telah menarik perhatian saya di mana anak-anak hampir terbunuh oleh kebaikan keliru dari orang tua mereka. — H. R. HM 173.1

623. Pembawaan diri yang tenang dan terkendali dari seorang ibu dalam memperlakukan anaknya sangat berkaitan dengan pembentukan pikiran si anak. Jika bayi gelisah dan mudah terganggu, cara ibu yang berhati-hati dan tidak terburu-buru akan memberikan pengaruh menenangkan dan memperbaiki, dan kesehatan si bayi akan sangat membaik.— H. to L., Bab. 2, hlm. 39. HM 173.2

Diet

624. Menurut saya adalah suatu hal yang kejam dan tak berperasaan apabila para ibu yang bisa menyusui anaknya memberikan botol susu gantinya air susu ibu. Tetapi bila memang diperlukan, harus diberikan perhatian sebesar-besarnya untuk mendapatkan susu dari seekor sapi yang sehat, dan botol, serta susunya manis sempurna. Ini seringkali diabaikan, dan akibatnya, sang bayi mengalami penderitaan yang seharusnya tidak perlu diterimanya. Gangguan lambung dan usus besar kemungkinan terjadi, dan bayi malang itu jadi berpenyakit, jika pada waktu lahirnya dalam keadaan sehat.— H. R. HM 173.3

Pengasuh Upahan

625. Para ibu kadang-kadang tergantung pada orang sewaan.... Seorang asing melakukan tugas-tugas sang ibu, dan memberikan makanan dari air susunya untuk mempertahankan kehidupan. Tidak itu saja. Ia juga menanamkan tabiat dan wataknya kepada anak yang disusuinya itu. Kehidupan si anak menyatu dengan kehidupannya. Jika orang sewaan itu adalah wanita jenis kasar, penuh hawa nafsu dan rewel; jika dia tidak berhati-hati dalam moral, bayi yang disusui memiliki kecenderungan yang sama. Kualitas yang sama dari darah yang mengalir dalam vena-vena pengasuh sewaan berada di dalam tubuh si anak.— H. R. HM 174.1

Sering Makan

626. Anak-anak juga terlalu sering diberi makan, yang mengakibatkan keadaan demam dan penderitaan dalam banyak cara. Lambung seharusnya jangan dibiarkan terus bekera, namun harus memiliki waktu untuk beristirahat. Tanpa itu anak-anak akan suka mengeluh dan mudah marah serta sering sakit.— H. R. HM 174.2

627. Pendidikan pertama yang harus diterima dari ibu pada masa kanak-kanak haruslah mengenai kesehatan fisik mereka. Mereka hanya diberikan makanan sederhana, yang memiliki kualitas yang akan mempertahankan mereka pada kondisi kesehatan yang terbaik, dan diberikan pada waktu-waktu yang teratur, tidak lebih dari tiga kali sehari, dan dua kali makan akan lebih baik daripada tiga kali. Jika anak-anak didisiplin dengan benar, maka mereka akan segera belajar bahwa mereka tidak akan menerima apapun dengan menangis dan rewel. Seorang ibu bijaksana dalam melatih anak-anaknya, tidak sekedar untuk rasa nyamannya sendiri saat itu, namun untuk kebaikan masa depan mereka. Dan ia akan mengajarkan kepada anak-anaknya pelajaran penting mengendalikan selera, dan tentang penyangkalan diri, bahwa mereka harus makan, minum, dan berpakaian dengan cara yang sehat.— H. to L., Bab. 2, hlm. 47. HM 174.3

628. Adalah jauh lebih mudah menciptakan selera yang tak alami daripada memperbaiki dan membentuk kembali selera yang sudah berubah.... Daging yang diberikan kepada anak-anak bukanlah hal terbaik untuk memastikan keberhasilan.... Mendidik anak- anak Anda untuk hidup atas makanan daging itu akan berbahaya bagi mereka.... Daging-daging yang sangat berbumbu, diikuti dengan berbagai macam kue, melemahkan organ-organ penting dari pencernaan anak. Sekiranya mereka terbiasa dengan makanan sederhana yang sehat, maka selera mereka tidak akan menginginkan sajian mewah yang tidak alamiah.— U. T ., 5 November 1896. HM 175.1

Udara Segar

629. Satu kekeliruan besar ibu dalam mengurus bayinya adalah, ia menjauhkan si bayi dari udara segar, yang harus diperoleh si bayi untuk membuatnya kuat. Ini merupakan kebiasaan dari banyak ibu untuk menutupi kepala bayi mereka selagi tidur, dan ini juga, dalam kamar yang hangat, yang jarang diberi ventilasi sebagaimana seharusnya. Ini saja sudah cukup besar dalam melemahkan jantung dan paru-paru, oleh sebab itu mempengaruhi seluruh sistem. Meskipun memang perhatian diperlukan untuk melindungi bayi dari aliran udara atau dari perubahan tiba-tiba atau perubahan besar, perhatian terutama harus diberikan agar si anak menghirup udara bersih yang menyegarkan. Jangan ada aroma tak sedap ada dalam ruangan bayi atau di sekitar si anak; hal semacam itu lebih berbahaya pada bayi lemah itu daripada bagi orang dewasa. — H. to L., Bab. 5, hlm. 66. HM 175.2

630 Namun ada kejahatan yang lebih besar daripada yang sudah disebutkan. Bayi yang terpapar pada udara merusak yang disebabkan oleh banyak nafas, yang beberapa diantaranya sangat menusuk hidung dan berbahaya pada paru-paru kuat orang yang lebih tua. Paru-paru bayi menderita dan jadi berpenyakit dengan menghirup udara dari ruangan yang teracuni oleh nafas cemar pengguna tembakau. Banyak bayi teracuni sampai tak tertolong karena tidur bersama ayah mereka yang pengguna tembakau. Dengan menghirup uap tembakau yang beracun, yang dikeluarkan dari paru-paru dan pori-pori kulit, sistem tubuh si bayi dipenuhi dengan racun. Meskipun hal itu bekerja pada beberapa bayi sebagai racun yang lambat, dan mempengaruhi otak, jantung, hati, dan paru-paru, dan terbuang dan pudar perlahan-lahan, namun pada bayi lain hal itu memiliki pengaruh lebih kuat, menyebabkan kejang, serangan tiba-tiba, lumpuh, dan kematian tiba-tiba.— H. to L., Bab. 5, hlm. 68. HM 175.3

Pakaian Bayi

631.Pakaiannya dibuat terlalu panjang, dan untuk menyesu-aikan dengan bayi, tubuhnya dililit dengan ikatan yang kuat, yang menghindarkan dari kerja jantung dan paru-paru yang bebas. Bayi dipaksa menanggung beban yang tak perlu karena panjangnya kain, dan dengan dibungkus seperti itu, maka mereka tidak bisa menggunakan otot dan tungkai mereka dengan bebas. Para ibu merasa perlu memadatkan tubuh bayi agar mempertahankan bentuknya, seolah takut kalau tidak dibungkus dengan ketat mereka akan cacat bentuknya. Apakah mahkluk ciptaan binatang jadi cacat karena alam dibiarkan melakukan pekerjaannya sendiri? Apakah domba kecil jadi cacat karena tidak dibungkus untuk menjaga bentuk mereka? Justru domba itu terbentuk dengan indahnya. Bayi manusia itu yang paling sempurna, namun paling tak berdaya, dari semua karya ciptaan sang Pencipta, dan oleh sebab itu para ibu mereka harus diajarkan mengenai hukum-hukum fisik, agar mampu membesarkan mereka dengan kesehatan fisik, mental, dan moral. Para ibu, alam telah memberikan bentuk pada bayi-bayi Anda yang tidak memerlukan lilitan atau ikatan untuk menyempurnakannya. Allah telah memberikan kepada mereka tulang dan otot yang cukup untuk mendukung mereka, dan untuk menjaga mesin halus alam di dalamnya, sebelum menyerahkannya pada perawatan Anda. Pakaian bayi harus sedemikian diatur agar tubuhnya tidak mendapat sedikitpun tekanan setelah kenyang makan.... Penyebab besar kematian lainnya diantara bayi dan anak kecil, adalah kebiasaan membiarkan lengan dan bahunya telanjang. Mode ini tidak bisa terlalu dicela. Hal itu telah merugikan kehidupan ribuan orang. Udara, yang memandikan lengan dan tungkai dan bersirkulasi di sekeliling ketiak, mendinginkan bagian sensitif dari tubuh ini yang begitu dekat dengan organ vital, menghambat sirkulasi darah yang menyehatkan, dan menyebabkan penyakit, terutama paru-paru dan otak. — H. to L., bab. 5, hlm. 67-69. HM 176.1

632. Para ibu yang mengenakan pakaian pada anak-anak mereka sesuai mode, membahayakan kesehatan dan kehidupan mereka. Mode membiarkan tungkai anak-anak dalam keadaan telanjang, kecuali dengan satu lapisan penutup, atau paling banyak dua. Jika mereka terpapar pada hawa dingin cuaca musim gugur, musim semi, atau musim dingin, anggota badan mereka bermandikan udara dingin saat itu. Di atas jantung, dimana terdapat jumlah daya hidup terbesar, ditutup dengan empat sampai delapan lapisan. Tangan dan kaki yang tak berpakaian ini jadi terbiasa dingin. Sementara mengadakan perjalanan, sudah biasa melihat gadis kecil berpakaian modis, tapi tidak menyehatkan. Bagian atas tubuh dilapisi dengan terlalu banyak jubah, dan bagian luarnya terbuat dari bulu binatang, sementara tungkainya hampir tak tertutupi.... Ibu orang Kristen, mengapa tidak memakaikan pakaian yang nyaman dan tepat pada putri Anda sebagaimana para putra Anda?... Anggota badan putra Anda terlindungi dengan ketebalan tiga sampai lima lapis; namun yang perempuan hanya satu lapis. Apakah putri Anda lebih lemah? Kalau begitu ia memerlukan perhatian lebih besar. Apakah putri Anda lebih sering berada dalam ruangan, dan oleh sebab itu lebih sedikit dilindungi dari dingin dan badai? Kalau begitu ia memerlukan perlindungan ganda.— H. R. HM 177.1

633. Perhimpunan-perhimpunan dibentuk di kota-kota kita untuk pencegahan dari kekejaman binatang yang bodoh. Itu wajar saja dilanjutkan, dan, karena adanya kecerdasan yang bias dipertanggungjawabkan, yang mampu memperoleh kekekalan hidup, yang lebih bernilai daripada binatang yang bodoh, ada kebutuhan masyarakat yang lebih besar untuk mencegah kekejaman para ibu dalam mendandani gadis kecil kesayangan mereka dengan cara mengorbankan anak-anak itu pada kekejaman mode.— H. R. HM 177.2

Obat-obatan

634. Ada kecenderungan dari banyak orang tua memberikan obat pada anak-anak secara terus-menerus. Mereka senantiasa memiliki persediaan di tangan, dan ketika tampak sedikit gangguan kesehatan, yang diakibatkan oleh makan berlebihan atau kelelahan, obat-obatan mengalir ke dalam tenggorokan mereka, dan bila itu tidak memuaskan, mereka mengirim ke dokter.... Anak itu dicekoki obat terus sampai mati, dan orang tua menghibur diri mereka sendiri bahwa mereka telah melakukan semua yang bisa mereka lakukan demi anak-anak mereka, dan bertanya-tanya mengapa mereka harus mati padahal mereka melakukan begitu banyak untuk menyelamatkan anak-anak itu.... Di atas pusara anak-anak seperti itu seharusnya ditulis, “Mati Karena Penanganan Dengan Obat-obatan.”— H. R. HM 178.1

Sekolah

635. Banyak ibu berpikir bahwa mereka tidak mempunyai waktu untuk mengajar anak-anak mereka, dan supaya mereka terbebas dari keributan dan masalah, mereka mengirim anak-anak ke sekolah. Ruangan sekolah merupakan tempat yang keras bagi anak-anak yang mewarisi jasmani yang sudah dilemahkan. Ruangan-ruangan sekolah biasanya tidak dibangun memenuhi standar kesehatan, namun untuk keringanan biaya. Ruangan-ruangan itu tidak diatur agar mendapat ventilasi sebagaimana seharusnya tanpa harus memaparkan anak-anak pada hawa yang sangat dingin. Tempat duduknya jarang dibuat agar anak-anak bisa duduk dengan nyaman, dan mempertahankan kerangka tubuh mereka yang kecil dan sedang bertumbuh dalam bentuk yang benar untuk memastikan kerja paru-paru dan jantung yang menyehatkan. anak-anak kecil bisa bertumbuh hampir pada tiap bentuk, dan bisa, dengan kebiasaan latihan dan posisi tubuh yang benar, memperoleh bentuk yang sehat. Tidak baik bagi kesehatan dan kehidupan anak-anak kecil duduk di ruangan kelas, di atas bangku-bangku keras dengan bentuk buruk, tiga sampai lima jam sehari, menghirup udara yang kotor oleh banyak nafas. Paru-paru yang lemah jadi terpengaruh, otak, darimana diperoleh energi saraf bagi seluruh sistem, jadi dilemahkan karena dipaksa bekerja aktif sebelum kekuatan organ- organ mental cukup matang untuk bertahan dari kelelahan. HM 178.2

Dalam ruangan kelas itu, fondasi telah diletakkan untuk ber-bagai jenis penyakit. Namun, yang lebih terutama, yang paling halus dari semua organ, otak, seringkali secara menetap terluka dengan penggunaan yang berlebihan. Ini kerap menyebabkan peradangan, kemudian penyakit kepala, dan kejang dengan akibat yang mematikan.... Dari anak-anak itu yang tampaknya memiliki kekuatan jasmani yang cukup untuk bertahan dari perlakukan ini, ada banyak yang membawa serta pengaruh hal tersebut sepanjang kehidupannya. Energi saraf dari otak menjadi begitu dilemahkan sehingga ketika mereka dewasa tidak mungkin bagi mereka bertahan dari latihan mental yang berat. Tenaga dari beberapa organ halus dari otak tampaknya dikeluarkan.... HM 179.1

Selama enam atau tujuh tahun pertama kehidupan seorang anak, perhatian khusus harus diberikan pada latihan fisiknya, bukan pada kecerdasannya. Setelah periode ini, jika keadaan jasmani fisiknya baik, pendidikan dari keduanya harus menerima perhatian .... Orang-orangtua, terutama para ibu, harus menjadi satu-satunya guru dari kanak-kanak seperti itu. Mereka jangan mendidik dari buku. Anak-anak biasanya ingin belajar hal-hal di alam. Mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai hal-hal yang mereka lihat dan dengar, dan orangtua harus meningkatkan kesempatan untuk mengajar dan dengan sabar menjawab pertanyaan- pertanyaan kecil ini.— H. to L., Bab. 2, hlm. 42, 44. HM 179.2

Kebersihan Kaum Ibu

636. Adalah suatu kekeliruan yang pada umumnya dilakukan untuk tidak membuat perbedaan dalam kehidupan seorang wanita sebelum melahirkan anaknya.— T., jld. 2, hlm. 381. HM 180.1

637. Pada generasi-generasi yang di masa silam, jika para ibu telah membekali diri dengan hukum-hukum keberadaan mereka, maka mereka tentunya telah mengerti bahwa kekuatan jasmani mereka, serta sifat moral mereka, dan kecakapan mental mereka, sebagian besar akan diwariskan kepada keturunan mereka. Kelalaian mereka atas permasalahan ini, yang sangat berpengaruh, merupakan suatu kejahatan. Banyak wanita seharusnya tidak pernah menjadi ibu. Darah mereka dipenuhi dengan penyakit kelenjar, yang ditularkan dari orangtua mereka, dan bertambah oleh gaya hidup mereka yang kotor. Kecerdasan telah disurutkan dan diperbudak untuk memenuhi selera hewani, dan anak-anak yang dilahirkan dari orangtua seperti itu telah menjadi penderita yang buruk, dan sedikit gunanya bagi masyarakat.... HM 180.2

Para istri dan ibu yang kalau tidak begitu akan memiliki pengaruh yang berguna atas masyarakat dalam mengangkat standar moral, telah terhanyut melalui keanekaragaman pengasuhan rumah, cara memasak yang mengikuti mode dan merusak kesehatan, dan juga akibat terlalu sering hamil. Mereka terpaksa mengalami penderitaan yang tidak semestinya, keadaan jasmaninya terganggu, dan intelektual telah begitu dilemahkan dengan begitu besarnya sumber kekuatan vital yang terpakai.... Jika sang ibu, sebelum kelahiran keturunannya, selalu bisa mengendalikan diri, menyadari bahwa ia sedang membentuk tabiat pada generasi masa depan, keadaan masyarakat yang ada sekarang tidak akan demikian merosotnya dalam hal karakter sebagaimana masa sekarang ini. HM 180.3

Tiap wanita yang akan menjadi seorang ibu, bagaimanapun keadaan sekelilingnya, harus senantiasa mengusahakan kecende-rungan yang bahagia, ceria, puas, mengetahui bahwa untuk semua usahanya ke arah ini akan mendapatkan hasil sepuluh kali lipat dalam hal fisik juga karakter moral keturunannya. — H. to L., Bab. 2, hlm. 37, 38. HM 180.4

638. Perhatian besar harus diberikan agar sekeliling sang ibu itu menyenangkan dan bahagia.... Tidak setengah perhatian diberikan oleh beberapa wanita selagi mereka sedang mengandung anak dari perhatian yang dilakukan binatang dalam kandang.— T., jld. 2, hlm. 383. HM 181.1

Ibu yang Bekerja Keras

639. Sang ibu, dalam banyak contoh sebelum kelahiran anaknya, diizinkan bekerja keras pagi dan malam, memanaskan darahnya.... Tenaganya seharusnya dihemat.... Beban dan urusannya jarang dikurangi, dan masa itu, yang baginya seharusnya menjadi masa istirahat di antara semua masanya, menjadi salah satu masa yang menyedihkan, melelahkan, dan suram. Dengan terlalu banyak mengerahkan tenaga, ia mengurangi bahan gizi yang telah disediakan bagi keturunannya, dan dengan memanaskan darahnya sendiri, ia menanamkan pada anak itu kualitas darah yang buruk. Keturunannya mengalami daya tahan hidup yang berkurang, kekuatan fisik dan mentalnya juga terenggut.— H. to L., Bab. 2, hlm. 33. HM 181.2

Efek Pekerjaan Ibu yang Berlebihan pada Si Bayi

640. Banyak ibu, sementara menyusui bayi mereka, diizinkan bekerja terlalu keras, dan memanaskan darah mereka dalam memasak, dan bayi yang disusui telah begitu terpengaruh, bukan hanya dengan makanan hangat dari air susu ibunya, tetapi darahnya telah teracuni oleh diet tak menyehatkan dari sang ibu.... Si bayi juga akan terkena dampak oleh kondisi pikiran si ibu. Jika si ibu tak bahagia, mudah gelisah, mudah tersinggung, mudah marah, makanan yang diterima bayi dari ibunya akan terpengaruh, seringkali mengakibatkan mulas, kejang, dan pada beberapa contoh mengakibatkan kejang .— H. to L. Bab. 2, hlm. 39. HM 181.3

Diet

641. Pada periode penting ini pekerjaan ibu harus diringankan. Perubahan besar sedang terjadi dalam sistem tubuhnya. Diperlukan jumlah darah yang lebih besar, dan oleh sebab itu makanan bertambah dengan kualitas gizi paling baik untuk diubahkan menjadi darah. Kecuali dia memiliki persediaan makanan bergizi yang melimpah, dia tidak bisa mempertahankan kekuatan fisiknya, dan keturunannya mengalami penurunan daya hidup... akan terdapat ketidakmampuan keturunan untuk menyediakan makanan yang bisa diubahkan menjadi darah yang baik untuk memelihara sistem tubuh.... Daya tahan tambahan dari ibu harus dipertimbangkan dan disediakan.— T., jld . 2, hlm. 381, 382. HM 182.1

Selera yang Berubah-ubah

642. Namun, di lain sisi, pemikiran bahwa wanita, karena kondisinya yang istimewa, seleranya dibiarkan berubah-ubah, merupakan kesalahan apabila berdasarkan kebiasaan, tetapi tidak dengan pengertian yang benar. Selera wanita dalam kondisi ini bisa berubah-ubah, tidak tetap, dan sulit dipuaskan; dan adat kebiasaan membiarkan dia memperoleh segala sesuatu yang diidamkannya, tanpa mempertimbangkan apakah makanan seperti itu bisa menyediakan nutrisi bagi tubuhnya dan bagi pertumbuhan anaknya. Makanannya haruslah bergizi, tetapi bukan dengan kualitas yang menggairahkan. Adat kebiasaan berkata bahwa bila dia menginginkan daging segar, acar, makanan berbumbu, atau pastei daging, biarkan mereka mendapatkannya; selera itu sendiri harus dipertimbangkan. Ini merupakan kesalahan besar, dan sangat berbahaya. Risikonya tidak bisa diperkirakan. Bilamana ada kebutuhan terhadap makanan sederhana dan perhatian khusus pada kualitas makanan yang dimakan, maka pada masa penting inilah hal itu diperlukan. Wanita yang memiliki prinsip, dan yang sudah diajari dengan benar, tidak akan menyimpang dari kesederhanaan makanan pada masa ini dari semua masa yang dimilikinya. Mereka akan pertimbangkan bahwa kehidupan lain tergantung atas mereka, dan akan berhati-hati dengan semua kebiasaan mereka, terutama dalam hal makan.— T., jld. 2, hlm. 382. HM 182.2

643. Dari makanan yang ingin diterima si ibu, ia tidak bisa menyediakan kualitas darah yang baik, dan oleh sebab itu melahirkan anak-anak yang dipenuhi dengan cairan.— T., jld. 2, hlm. 379. HM 183.1

Pakaian

644. Pakaiannya juga menuntut perhatian. Perhatian harus diberikan untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin. Ia seharusnya tidak menguras tenaga yang tidak perlu ke permukaan tubuh menggantikan kebutuhan berpakaian yang memadai.... Kemakmuran ibu dan anak sangat tergantung pada pakaian yang baik, hangat, dan pemberian makanan yang bergizi.— T., jld. 2, hlm. 382. HM 183.2

645. Sangat banyak anak dilahirkan dengan darah yang ternoda penyakit, melalui kebiasaan salah dari ibu dalam makan dan berpakaian. Sangat banyak keguguran yang sekarang terjadi biasanya bisa ditelusuri dari cara berpakaian yang mengikuti mode. - H. R. HM 183.3

Kebersihan Kamar Orang Sakit

646. Ketika kita melakukan segala sesuatu yang bisa kita lakukan untuk sehat, maka kita bisa mengharapkan hasil yang diberkati terjadi sesudahnya, dan kita bisa meminta Allah dalam iman untuk memberkati usaha kita dalam memelihara kesehatan.— H. to L., Bab. 4, hlm. 64. HM 183.4

647. Ribuan orang telah mati karena membutuhkan air dan udara yang murni, yang seharusnya masih hidup.... Berkat ini mereka perlukan untuk pulih. Jika mereka diberi penerangan, dan menyisihkan obat-obatan, dan membiasakan diri dengan gerak badan di udara terbuka, dan pada udara di dalam rumah mereka, baik musim panas maupun musim dingin, dan menggunakan air yang aman untuk diminum dan untuk mandi, maka mereka akan lumayan baik dan bahagia gantinya mengalami kehidupan yang merana.— H. to L., Bab. 4, hlm. 56. HM 183.5

648. Jika mereka yang sehat memerlukan berkat cahaya dan udara, dan perlu menjalani kebiasaan bersih untuk tetap sehat, maka orang sakit lebih memerlukannya dalam kondisinya yang sakit.— H. to L., Bab. 4, hlm. 54. HM 184.1

Ventilasi

649. Dari mula pertama, yang paling penting, agar kamar orang sakit berventilasi dengan baik. Ini akan berguna bagi penderita, dan sangat perlu untuk mempertahankan mereka yang sehat yang terpaksa berada dalam kamar orang sakit untuk waktu yang lama.— H. to L., Bab. 4, hlm. 54. HM 184.2

650. Terdapat sederet keburukan yang sangat disayangkan yang berasal mula di kamar orang sakit, di mana udara segar ditiadakan. Semua yang menghirup udara beracun ini melanggar hukum-hukum keberadaan mereka, dan harus menderita hukumannya.— H. to L., Bab. 4, hlm. 58. HM 184.3

651. Tiap tarikan nafas udara yang sangat penting di kamar orang sakit itu paling tinggi nilainya, meskipun banyak dari orang sakit sangat lalai mengenai hal ini. Mereka merasa sangat tertekan, dan tidak mengetahui apa masalahnya. Aliran udara segar melalui ruangan mereka akan memberikan pengaruh menggembirakan dan menyegarkan atas mereka.... Kamar orang sakit, sebisa mungkin, harus memperoleh aliran udara melaluinya siang dan malam. Hembusan udara itu jangan langsung menimpa si penderita.— H. to L., Bab. 4, hlm. 59. HM 184.4

652. Pada cuaca sejuk orang sakit harus mendapatkan udara segar sepenuhnya.... Udara segar akan terbukti lebih bermanfaat bagi orang sakit daripada obat-obatan, dan jauh lebih penting bagi mereka daripada makanan mereka. Mereka akan lebih baik dan lebih cepat pulih bila dikurangi makanan daripada dikurangi udara segar.... Kamar mereka mungkin tidak selalu dibangun sedemikian rupa memungkinkan jendela dan pintu terbuka di kamar mereka tanpa aliran udara masuk langsung kepada mereka, dan memaparkan mereka pada hawa dingin. Pada kasus seperti itu jendela dan pintu harus terbuka di dalam ruangan yang bersebelahan, dan dengan demikian membiarkan udara segar masuk di dalam kamar yang dihuni orang sakit.— H. to L., Bab. 4, hlm. 55. HM 184.5

653. Jika tidak ada cara lain yang bisa dipikirkan, orang sakit, sebisa mungkin, harus dipindahkan ke kamar lain dan ke tempat tidur lain, sementara kamar orang sakit, tempat tidur dan kain sepreinya, dimurnikan dengan ventilasi.— H, to L., Bab. 4, hlm. 60. HM 185.1

Suhu

654. Sangat berarti bagi orang sakit untuk memiliki suhu kamar yang tetap. Ini tidak selalu bisa ditentukan dengan benar, jika diserahkan pada penilaian penghuni, karena mereka mungkin bukan penentu yang terbaik dari suhu yang benar. Beberapa orang memerlukan panas daripada yang lainnya, dan bisa merasa nyaman hanya di sebuah kamar yang hangatnya tidak nyaman bagi orang lain. Jika masing-masing mereka bebas mengatur perapian sesuai dengan keinginannya, udara dalam kamar orang sakit tidak akan teratur.... Teman-teman orang sakit, atau penyerta, yang karena menjaga dan merawatnya jadi kurang tidur, dan yang tiba-tiba terbangun dari tidur di malam hari untuk mengurus di kamar orang sakit, mudah kedinginan. Yang seperti itu tidak menjadi alat ukur suhu yang benar bagi suhu yang menyehatkan di kamar orang sakit. Hal-hal ini sepertinya sepele, namun ini sangat berpengaruh pada pemulihan orang sakit. Pada banyak contoh kehidupan dibahaya-kan dengan perubahan ekstrim dari suhu kamar orang sakit.— H. to L., Bab. 4, hlm. 54, 55. HM 185.2

655. Sementara demam tinggi berlangsung, ada kemungkinan besar kedinginan. Tetapi perhatian khusus diperlukan apabila krisis tiba, dan demam berlalu. Kemudian perhatian terus-menerus diperlukan untuk menjaga vitalitas dalam sistem tubuh.— H. to L., Bab. 4, hlm. 60. HM 186.1

656. Udara yang dipanaskan, dan tertekan, mengurangi tenaga, menurunkan kepekaan otak.— T., jld. 1, hlm. 702. HM 186.2

Kebersihan

657. Jika demam menjangkiti satu keluarga, seringkali lebih dari satu orang mengalami demam yang sama. Ini tidak perlu terjadi apabila kebiasaan keluarga itu sudah benar. Jika diet mereka sebagaimana seharusnya, dan mereka melakukan kebiasaan bersih dan menyadari perlunya ventilasi, demam itu tidak akan meluas kepada anggota keluarga yang lain. Alasan mengapa demam itu ada dalam keluarga dan menularkan penghuninya, adalah karena kamar orang sakitnya tidak dibebaskan dari infeksi beracun, dengan kebersihan dan ventilasi yang benar. — H. to L., Bab. 4, hlm. 57. HM 186.3

658. Banyak yang menderita karena benda-benda busuk di sekitar mereka. Mereka tidak menyadari pengaruh hal-hal ini. Gas-gas yang terus menguap dari benda-benda busuk ini meracuni udara; dengan menghirup udara yang cemar itu, darah teracuni, paru-paru kena dampaknya, dan seluruh sistem tubuh berpenyakit. Segala macam penyakit akan dihasilkan dengan menghirup udara yang dicemarkan oleh zat-zat pembusuk itu.— H. to L., Bab. 4, hlm. 61. HM 186.4

Tenang

659.Semua kebisingan dan kehebohan yang tak diperlukan harus dihindarkan dari kamar orang sakit, dan seluruh rumah harus dijaga setenang mungkin. Kelalaian, kealpaan, dan kecerobohan telah menyebabkan kematian dari banyak orang yang seharusnya masih hidup kalau saja mereka menerima pemeliharaan yang benar dari pengurus yang bijaksana dan berhati-hati. Pintu harus ditutup dan dibuka dengan hati-hati, dan pengurusnya jangan tergesa-gesa, tenang, dan terkendali.— H. to L., Bab. 4, hlm. 59. HM 186.5

660.Banyak bahaya menimpa orang sakit karena kebiasaan universal dengan mendapat pengawas di malam hari. Dalam kasus- kasus kritis ini mungkin diperlukan; tetapi seringkali lebih banyak membahayakan daripada membawa kebaikan pada orang sakit dengan melakukan kebiasaan ini.... Sekalipun satu orang pengawas akan memberikan sedikit banyak keributan, yang mengganggu si sakit. Tetapi di mana ada dua orang, mereka seringkali bercakap- cakap, kadang-kadang dengan suara nyaring, tetapi lebih sering dengan suara berbisik, yang lebih menarik bagi saraf-saraf orang yang sakit daripada berbicara keras.... penjaga orang sakit sebisa mungkin, membiarkan orang sakit itu tenang dan beristirahat sepanjang malam, sementara mereka menempati ruangan yang ber-sebelahan.... Orang sakit sering terganggu dengan terlalu banyak pengunjung dan tamu, yang bercakap-cakap dengan mereka, dan melelahkan mereka dengan memperkenalkan topik-topik percakapan yang berbeda-beda, padahal mereka memerlukan istirahat yang tenang dan tak terganggu.... Itu merupakan kebaikan yang keliru yang menuntun begitu banyak orang, demi kesopan santunan, untuk mengunjungi orang sakit. Seringkali mereka mengalami malam penderitaan tanpa tidur setelah menerima para pengunjung. Mereka sedikit banyak bergairah, dan reaksinya terlalu besar bagi energi mereka yang sudah lemah, dan akibat dari kunjungan ini, mereka mengalami kondisi yang sangat membahayakan, dan kehidupan dikorbankan oleh karena tidak adanya kebijaksaan.... Dalam contoh yang sangat banyak kunjungan-kunjungan ini telah mengubah skala ketika si penderita sedang pulih, dan keseimbangan itu telah membelokkan mereka pada kematian. Mereka yang tidak bisa menjadikan dirinya sendiri berguna harus berhati-hati dalam hal mengunjungi orang sakit.— H. to L., Bab. 4, hlm. 58. HM 187.1