Nasihat Bagi Sidang

38/279

BAGIAN II: JEMAAT ALLAH

PASAL 1. - KRISTUS KEBENARAN KITA

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 1 Yoh. 1:9. NBS 75.1

Allah menuntut kita mengaku dosa-dosa kita, dan merendahkan hati kita di hadapan--Nya; tetapi pada saat yang sama kita harus mempunyai keyakinan kepada-Nya sebagai seorang Bapa yang lemah-lembut, yang tidak akan meninggalkan mereka yang percaya kepada-Nya. Umumnya kita berjalan oleh penglihatan, dan bukannya oleh iman. Kita percaya akan perkara-perkara yang kelihatan, tetapi tidak menghargai janji-janji yang indah yang diberikan kepada kita dalam sabda Allah; dan meskipun demikian kita tidak dapat menghina Allah lebih nyata dari-pada oleh menunjukkan bahwa kita tidak mempercayai apa yang dikatakan-Nya, serta meragukan apakah Tuhan bersungguh-sungguh dengan kita atau sedang memperdayakan kita. NBS 75.2

Allah tidak menolak kita karena dosa-dosa kita. Kita mungkin berbuat kesalahan dan mendukakan Roh-Nya; tetapi bila kita bertobat, dan datang kepada-Nya dengan hati yang penuh penyesalan, Ia tidak akan menolak kita. Ada halangan yang harus dikeluarkan. Perasaan-perasaan yang salah telah disimpan dalam hati, dan ada kesombongan, merasa diri sudah cukup, kurang sabar, dan persungutan. Segala perkara ini memisahkan kita dari Allah. Dosa-dosa harus diakui, harus ada pekerjaan rahmat yang lebih besar di dalam hati. Mereka yang merasa lemah dan kecewa boleh menjadi orang-orang yang kuat bagi Allah, dan melakukan pekerjaan yang mulia bagi Tuhan. Tetapi mereka harus bekerja dari suatu pendirian yang tinggi; mereka harus dipengaruhi oleh motif yang tidak mementingkan diri. NBS 75.3

Kita harus belajar dalam sekolah Kristus. Tidak sesuatupun kecuali kebenaran-Nya dapat melayakkan kita menerima salah satu berkat dari perjanjian anugerah. Sudah lama kita merindukan dan mencoba mendapat berkat-berkat ini, tetapi kita belum menerimanya, sebab kita telah memikirkan bahwa kita dapat berbuat sesuatu untuk melayakkan kita menerimanya. Kita tidak melihat di luar diri kita sendiri, dan percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat yang hidup. Jangan hendaknya kita memikirkan bahwa kebaikan dan jasa kita sendiri akan menyelamatkan kita; rahmat Kristus merupakan satu-satunya harapan keselamatan. Dengan perantaraan Nabinya Tuhan menjanjikan, “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” (Yes. 55:7). Kita harus percaya akan janji yang jelas itu, dan tidak menerima perasaan untuk iman. Bila kita percaya kepada Allah sepenuhnya, bila kita bersandar pada jasa-jasa Yesus sebagai Juruselamat yang mengampuni dosa, kita akan menerima segala pertolongan yang kita rindukan. NBS 75.4

Kita memandang kepada diri sendiri, seakan-akan kita mempunyai kuasa menyelamatkan diri sendiri; tetapi Yesus mati bagi kita karena kita tidak berdaya berbuat demikian. Di dalamNya terdapat pengharapan, pembenaran, dan kebenaran kita. Kita tidak boleh putus asa, dan khawatir bahwa kita tidak mempunyai Juruselamat, atau bahwa Ia tidak ada kemurahan terhadap kita. Justru pada saat ini Ia sedang melakukan pekerjaan-Nya untuk kepentingan kita, mengundang kita datang kepadanya dalam keadaan kita yang tidak berdaya, dan diselamatkan. Kita tidak menghormati Dia oleh kurang percaya kita. Sungguh sangat mengherankan bagaimana kita memperlakukan Sahabat kita yang terbaik, dan betapa sedikitnya kita bersandar kepada-Nya yang sanggup menyelamatkan sedapat-dapatnya, dan yang telah memberikan kepada kita setiap bukti kasih-Nya yang besar itu. NBS 75.5

Saudara-saudaraku, kamu berharap bahwa jasa kamu akan memujikan kamu supaya berkenan kepada Allah, dengan anggapan bahwa kamu harus bebas dari dosa sebelum kamu percaya akan kuasa-Nya yang menyelamatkan? Kalau inilah pergumulan yang sedang terjadi dalam pikiran kamu, saya khawatir kamu tidak akan memperoleh kekuatan dan akhirnya akan kecewa. NBS 75.6

Di padang belantara, ketika Tuhan memperkenankan ular-ular berbisa menggigit orang- orang Israel yang memberontak, Musa disuruh meninggikan seekor ular tembaga, dan menyuruh orang-orang yang mendapat luka untuk memandang padanya dan hidup. Tetapi banyak orang tidak melihat adanya pertolongan dalam penawar ini yang ditentukan oleh surga. Orang-orang yang sudah mati dan yang hampir mati ada di sekeliling mereka, dan mereka mengetahui bahwa tanpa pertolongan Ilahi nasib mereka sudah pasti; tetapi mereka meratapi luka-luka mereka, nyeri mereka, kematian mereka yang sudah pasti, sampai kekuatan mereka habis, dan air mata mereka berlinang-linang sedangkan mereka bisa mendapat kesembuhan segera. NBS 76.1

“Sebagaimana Musa telah menaikkan ular itu di padang belantara, begitulah juga wajib Anak manusia dinaikkan, supaya barang siapa yang percaya beroleh hidup yang kekal di dalam Dia.” Kalau engkau menyadari akan dosa-dosamu, janganlah menggunakan segala tenagamu meratapinya, melainkan pandanglah dan hiduplah. Yesus adalah satu-satunya Juruselamat kita; dan meskipun berjuta-juta orang yang perlu disembuhkan menolak kemurahan yang ditawarkanNya, tidak seorang pun yang berharap pada jasa-jasa-Nya akan ditinggalkan sampai binasa. Meskipun kita menyadari keadaan kita yang tidak berdaya tanpa Kristus, kita tidak boleh kecewa; kita harus berharap pada Juruselamat yang telah disalibkan dan telah bangkit. Hendaklah jiwa yang malang, sakit karena dosa, dan kecewa memandang dan hidup. Yesus telah menjanjikan sabda-Nya; Ia akan menyelamatkan semua orang yang datang kepada-Nya. NBS 76.2

Datanglah kepada Yesus, dan terimalah perhentian dan damai. Engkau boleh mendapat berkat itu sekarang juga. Setan menyarankan bahwa engkau tidak berdaya, dan tidak dapat mendatangkan berkat kepada diri sendiri. Memang benar; engkau tidak berdaya. Tetapi tinggikanlah Yesus di hadapannya: ” Saya mempunyai seorang Juruselamat yang telah bangkit. Kepada-Nya saya berharap, dan tidak pernah dibiarkan-Nya saya dalam kebingungan. Dalam nama-Nya saya menang. Ialah kebenaran saya, dan puncak kegirangan saya.” Jangan seorang-pun merasa bahwa padanya tidak ada harapan lagi; karena bukannya demikian halnya. Engkau dapat melihat bahwa engkau berdosa dan celaka; tetapi justru karena keadaan inilah engkau memerlukan seorang Juruselamat. Kalau ada dosa-dosa yang engkau harus akui, janganlah hilangkan kesempatan ini. Kesempatan ini baik sekali engkau gunakan. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh. 1:9). Mereka yang lapar dan dahaga akan kebenaran akan dipuaskan; karena Yesus telah menjanjikannya. Juruselamat yang indah! LenganNya terbuka hendak menerima kita, dan hati kasih-Nya yang mulia itu sedang menunggu hendak memberkati kita. NBS 76.3

Ada orang yang merasa bahwa mereka harus mencoba lebih dulu, dan membuktikan kepada Tuhan bahwa mereka sudah dibarui, sebelum mereka dapat menuntut berkat-Nya. Tetapi jiwa- jiwa yang berharga ini boleh menuntut berkat-Nya sekarang juga. Mereka harus mendapat anugerah-Nya, Roh Kristus, guna menolong kelemahan mereka, kalau tidak mereka tidak dapat membentuk suatu tabiat Kristus. Yesus sangat menghendaki agar kita datang kepada-Nya sebagaimana keadaan kita-berdosa, tidak berdaya, bergantung kepada-Nya. NBS 76.4

Pertobatan, juga keampunan, adalah pemberian Allah melalui Kristus. Oleh pengaruh Roh Sucilah kita diyakinkan dari dosa, dan merasakan perlunya pengampunan. Tidak seorang-pun kecuali yang menyesal mendapat pengampunan; tetapi hanya rahmat Allah menjadikan hati itu menyesal. Ia mengetahui benar-benar segala kelemahan kita, dan Ia akan menolong kita. NBS 76.5

Ada orang yang datang kepada Allah oleh pertobatan dan pengakuan, malahan percaya bahwa dosa-dosa mereka telah diampuni, masih gagal menuntut janji-janji Allah sebagaimana mestinya. Mereka tidak melihat bahwa Yesus adalah seorang Juruselamat yang selamanya hadir; dan mereka tidak bersedia menyerahkan pemeliharaan jiwa mereka kepada-Nya, bersandar kepada-Nya untuk menyempurnakan pekerjaan anugerah yang dimulai dalam hati mereka. Meskipun mereka beranggapan bahwa mereka sedang menyerahkan diri kepada Allah, masih ada sebagian besar sifat suka bergantung kepada diri sendiri. Ada jiwa-jiwa yang sangat teliti dan jujur yang berharap sebagian pada Allah, dan sebagian pada diri sendiri. Mereka tidak memandang kepada Allah, untuk dipelihara oleh kuasa-Nya, melainkan bergantung pada kewaspadaan terhadap pencobaan, serta penuaian tugas-tugas tertentu agar berkenan kepadaNya. Tidak ada kemenangan dalam iman semacam ini. Orang-orang seperti itu bekerja keras dengan sia-sia saja; jiwa mereka selamanya dalam perhambaan, dan mereka tidak mendapat perhentian sampai beban mereka diletakkan di kaki Yesus. NBS 76.6

Kita harus selamanya berjaga-jaga, dan mengabdi dengan sungguh-sungguh dan penuh kasih; tetapi hal ini akan datang dengan sendirinya bila jiwa dipelihara oleh kuasa Allah melalui iman. Kita tidak dapat berbuat apa-apa, sama sekali tidak dapat, untuk memujikan diri kita supaya berkenan kepada Tuhan. Sekali-kali kita tidak boleh berharap pada diri sendiri atau pun pada perbuatan kita yang baik; tetapi bila kita sebagai makhluk-makhluk yang bersalah dan berdosa datang kepada Kristus, kita boleh mendapat perhentian dalam kasih-Nya. Allah akan menerima setiap orang yang datang kepada-Nya dan berharap sepenuhnya pada jasa-jasa Juruselamat yang sudah disalibkan. Kasih timbul di dalam hati. Mungkin tidak ada perasaan sukacita yang luar biasa, tetapi ada kepercayaan yang abadi dan penuh damai. Setiap beban menjadi ringan; karena tanggungan yang dikenakan Kristus ringan adanya. Kewajiban menjadi suatu kegirangan, dan pengorbanan suatu kesenangan. Jalan yang tadinya kelihatan diselubungi kegelapan menjadi terang dengan sinar dari Matahari Kebenaran. Inilah yang disebut berjalan di dalam terang sebagaimana Kristus Yesus pun berjalan di dalam terang.1 NBS 77.1