Membina Anak yang Bertanggung Jawab

83/84

Bagian 19— HARI PEHUKUMAN

Pasal 82—Jamnya Sudah Larut

Setan Sedang Mengerahkan Bala Tentaranya. Setan sedang mengerahkan bala tentaranya, dan apakah kita secara pribadi siap menghadapi peperangan yang mengerikan yang ada di hadapan kita itu? Apakah kita sudah menyiapkan diri kita dan keluarga kita untuk memahami kedudukan musuh dan cara musuh itu berperang? Apakah anak-anak kita sedang membentuk kebiasaan untuk mengambil keputusan, sehingga mereka bisa menjadi kokoh dan pantang menyerah di dalam setiap hal yang menyangkut prinsip dan tugas? Saya berdoa agar kita semua dapat memahami tanda-tanda zaman, dan supaya kita dapat menyediakan diri kita dan anak-anak kita sedemikian rupa sehingga pada masa peperangan Allah bisa menja- di perlindungan dan pertahanan kita. 1 MABJ 581.1

Bersedialah untuk Menghadapi Kejutan yang Dahsyat Itu. Pelang-garan sudah hampir mencapai batasnya. Kekacauan memenuhi dunia ini, dan satu kegentaran yang hebat segera akan turun ke atas umat manusia. Kesusahan sudah dekat sekali. Umat Allah harus bersiap sedia terhadap apa yang akan menimpa dunia ini sebagai satu kejutan yang dahsyat. MABJ 582.1

Waktu Kita Amat Berharga. Kita hanya mempunyai sedikit, sedikit saja masa percobaan di mana kita dapat bersedia bagi kehidupan yang baka di kemudian hari. 2 MABJ 582.2

Banyak Keluarga Tidak Bersedia. Pada hari Sabat dan hari Minggu dalam khayal pada waktu malam, tampaknya saya seakan-akan sedang menyampaikan kesaksian saya di hadapan orang banyak. Dalam kedua pertemuan ini saya tampaknya sedang berada di satu tenda raksasa yang padat oleh manusia. Tuhan telah memberikan kepada saya satu pekabaran yang pasti bagi orang banyak itu. Beban saya adalah untuk keluarga-keluarga yang tidak bersiap sedia bertemu dengan Tuhan. Satu tugas yang istimewa ada di atas bahu saya untuk menunjukkan kepada umat Allah kebutuhan untuk mencari Tuhan dengan cara menyelidiki hati dengan saksama dan dengan bersungguh-sung-guh. MABJ 582.3

Orangtua yang benar-benar bertobat akan menyatakan di dalam kehidupan rumah tangga mereka bahwa mereka sedang menuntun hidup mereka ke bawah disiplin Firman Allah. . . . Bagi ibu dan bapa mendidik anak-anak mereka dengan benar adalah tugas yang paling penting dalam hidup mereka. 3 MABJ 582.4

Pertanyaan-pertanyaan yang Khidmat Bagi Orangtua. Para bapa dan ibu, bagaimanakah catatan hidupmu? Sudahkah engkau setia kepada tanggung jawabmu? Apabila engkau melihat anak-anakmu itu cenderung untuk mengikuti satu jalan yang engkau tahu akan mengakibatkan kenajisan dalam pikiran, kata-kata dan perbuatan, sudahkah engkau, dengan lebih dahulu memohon pertolongan Allah, berusaha menunjukkan kepada mereka bahaya yang sedang mereka hadapi? Sudahkah engkau menunjukkan kepada mereka bahayanya mengikuti jalan pilihan mereka sendiri? Para ibu, adakah engkau mengabaikan pekerjaan yang telah diberikan Allah kepadamu—tugas yang terbesar yang pernah diserahkan kepada manusia fana? Apakah engkau menolak memikul tanggung jawab yang telah diberikan Allah kepadamu? Di dalam masa kepicikan yang sudah dekat di hadapan kita, bilamana hukuman Allah dijatuhkan kepada orang-orang yang najis dan tidak suci, akankah anak-anakmu itu mengutuki engkau oleh karena kelalaianmu? 4 MABJ 582.5

Orangtua yang Baru dalam Pekabaran Ini Memerlukan Petunjuk. Mereka yang menyampaikan pekabaran rahmat yang terakhir kepada dunia ini harus merasa bahwa adalah tugasnya untuk memberikan petunjuk kepada para orangtua sehubungan dengan agama rumah tangga. Pergerakan pembaruan mereka yang besar itu harus dimulai dengan menghadapkan kepada para bapa dan ibu, dan anak-anak, prinsip-prinsip hukum Allah. Apabila tuntutan-tuntutan hukum itu dikemukakan, dan orang banyak diyakinkan akan tanggung jawab dari keputusan mereka itu, bukan hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga bagi anak-anak mereka. Tunjukkan bahwa penurutan kepada Firman Allah adalah satu-satunya pelindung kita terhadap yang jahat yang sedang menghanyutkan dunia ini menuju kehancuran. 5 MABJ 583.1

Anak-anak Muda Kita Memerlukan Pertolongan dan Dorongan. Sekaranglah waktu dan kesempatan kita untuk bekerja bagi anak-anak muda itu. Katakan kepada mereka bahwa sekarang ini kita sedang berada dalam satu krisis yang berbahaya, dan kita ingin mengetahui bagaimana agar kita dapat memahami peribadatan yang sejati itu. Anak-anak muda kita harus ditolong, diangkat dan diberi dorongan, tetapi dalam cara yang benar; bukan seperti yang mereka kehendaki, melainkan dalam satu cara yang akan menolong mereka untuk memiliki pikiran yang disucikan. Mereka memerlukan agama yang benar dan yang menyucikan lebih daripada segala sesuatu yang lain. 6 MABJ 583.2

Jangan Berlambatan. Peristiwa-peristiwa mendatang melemparkan bayangannya pada jalan kita. Para bapa dan ibu, saya minta agar engkau mengadakan usaha yang amat sungguh-sungguh sekarang ini bagi anak-anakmu. Berikan kepada mereka pengajaran keagamaan setiap hari. Ajar mereka mengasihi Allah dan supaya setia kepada prinsip-prinsip kebenaran. Dengan disertai iman yang agung dan dalam, sambil dituntun oleh pengaruh Ilahi dari Roh Allah, bekerjalah, bekerjalah sekarang. Jangan tunda itu satu hari ataupun satu jam. 7 MABJ 583.3

Laksanakan Satu Pekerjaan yang Menyeluruh. Para orangtua, rendahkanlah hatimu di hadapan Allah. Mulaikan suatu pekerjaan yang menyeluruh dengan anak-anakmu. Minta kepada Tuhan agar Ia mengampuni pelanggaranmu terhadap firman-Nya karena melalaikan pendidikan anak-anakmu pada jalan yang harus mereka tempuh. Mintalah terang dan bimbingan, mintalah angan-angan hati yang peka, dan untuk pandangan yang terang agar engkau dapat melihat kesalahan dan kegagalanmu. Allah akan mendengar doa seperti itu dari satu hati yang rendah dan hancur. 8 MABJ 583.4

Pengakuan Mungkin Perlu. Jikalau engkau telah gagal dalam tugasmu kepada keluargamu, akuilah dosa-dosamu itu di hadapan Allah. Kumpulkan anak-anakmu di sekelilingmu dan akui kelalaianmu. Katakan kepada mereka bahwa engkau ingin mengadakan suatu pembaruan di dalam rumah tangga, dan minta mereka menolong engkau untuk menjadikan rumah tangga itu sebagaimana seharusnya. Bacakan kepada mereka segala petunjuk yang terdapat di dalam Firman Allah. Berdoalah bersama-sama mereka dan minta agar Allah memelihara hidup mereka, dan menolong mereka untuk menyiapkan diri bagi satu rumah di dalam kerajaan-Nya. Dengan cara ini engkau dapat memulaikan suatu pekerjaan pembaruan; dan kemudian teruskan untuk memelihara jalan Tuhan. 9 MABJ 584.1

Berikan kepada Anak-anak Teladan Penurutan yang Ketat. Tugas khusus orangtua adalah untuk menjadikan hukum Allah jelas kepada anak-anak mereka dan untuk menganjurkan agar mereka menaatinya, agar mereka dapat melihat pentingnya menurut kepada Allah sepanjang umur hidup mereka. Ini adalah pekerjaan Musa. Ia harus menegaskan kepada orangtua akan tugas mereka untuk memberikan kepada anak-anak mereka satu teladan penurutan yang ketat. Dan hal ini merupakan pekerjaan yang lebih dari apa pun juga dan harus dilaksanakan di dalam rumah tangga sekarang ini. Itu harus menyertai pekabaran malaikat yang ketiga. Kebodohan bukanlah merupakan satu maaf mengapa orangtua harus lalai mengajar anak-anak mereka apa artinya melanggar hukum Allah. Terang itu berkelimpahan, dan tidak seorang pun harus berjalan dalam kegelapan. Tidak seorang pun harus menjadi lalai. Allah adalah guru kita sekarang ini sebagaimana halnya Ia adalah guru bani Israel, dan semua orang terikat oleh kewajiban yang amat suci untuk menurut hukum-Nya. 10 MABJ 584.2

Berdoa dan Berusaha untuk Keselamatan Mereka. Ajarkan kepada anak-anakmu bahwa hati harus dilatih menyangkal diri dan mengendalikan diri. Motivasi kehidupan harus selaras dengan hukum Allah. Jangan sekali-kali merasa puas melihat anak-anakmu bertumbuh terpisah dari Tuhan. jangan sekali-kali merasa tenang sementara mereka itu bersikap dingin dan acuh tak acuh. Berserulah kepada Allah siang dan malam. Berdoa dan berusahalah bagi keselamatan jiwa anak-anakmu. “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.” Itu adalah roda yang memberikan tenaga dan keseimbangan kepada tabiat. Tanpa adanya rasa takut kepada Tuhan, maka mereka akan gagal melaksanakan tujuan yang besar dari hidup mereka. 11 MABJ 584.3

Bertindaklah Sebagai Pembangunan Tabiat. Para orangtua yang sedang menantikan kedatangan Tuhan kedua kali, harus menyadari dengan lebih dalam akan tanggung jawab mereka sebagai pembangun tabiat. Allah menempatkan di hadapan mereka kesempatan untuk menguatkan pekerjaan-Nya melalui penyerahan dan usaha anak-anak mereka. Ia ingin melihat sekumpulan besar orang muda yang berasal dari rumah tangga umat-Nya yang telah menyerahkan hati mereka kepada-Nya untuk maju dan memberikan pelayanan terbaik dari kehidupan mereka karena pengaruh kesalehan dalam rumah tangga. Dibimbing dan dilatih oleh pengajaran-pengajaran yang baik dalam rumah tangga, pengaruh kebaktian pagi dan petang, dan oleh teladan yang baik dari orangtua yang takut dan mengasihi Allah, mereka telah belajar menyerah kepada Allah sebagai guru mereka, dan bersedia untuk memberikan kepada-Nya pelayanan yang berkenan sebagai anak-anak lelaki dan perempuan yang setia. Anak-anak muda seperti itu bersiap sedia untuk menampilkan kepada dunia kuasa dan anugerah Tuhan. 12 MABJ 585.1