MEMBINA POLA MAKAN DAN DIET

51/60

BAGIAN II — TEH DAN KOPI

Pengaruh Rangsangan Teh dan Kopi

732. Makanan dan minuman yang merangsang saat ini tidak mem-bangun kesehatan dalam kondisi puncak. Teh, kopi dan tembakau me-rangsang dan mengandung racun. Bahan-bahan ini bukan hanya tidak perlu, tetapi berbahaya. Makanya bahan ini harus dibuang kalau kita mau menambahkan pertarakan kepada pengetahuan. MMD 410.3

733. Teh meracuni tubuh. Orang Kristen harus meninggalkannya. Pengaruh kopi sederajat dengan pengaruh teh, tetapi kopi membawa akibat yang lebih buruk kepada tubuh. Pengaruhnya merangsang dan membangkitkan tenaga di atas normal untuk sementara, tetapi tidak lama kemudian menurunkannya di bawah normal. Peminum teh dan peminum kopi mempunyai tanda di dahinya. Kulit sedikit berubah wama, nampaknya kurang bergairah. Pancaran kesehatan tidak terlihat di wajahnya. MMD 410.4

734. Segala jenis penyakit terbawa ke dalam tubuh manusia dengan penggunaan teh dan kopi dan juga narkotik, candu dan tembakau. Semua bahan ini harus ditinggalkan, bukan hanya satu tetapi semuanya. Karena semuanya menyakiti dan merusak kuasa tubuh, mental dan spiritual. Maka bahan itu harus ditinggalkan dari segi kesehatan. MMD 411.1

(Menabur Bibit Maut — 655). MMD 411.2

735. Jangan pernah meminum teh, kopi, bir, anggur alkohol atau minuman keras lainnya. Air adalah cairan terbaik untuk membersihkan jaringan. MMD 411.3

736. Teh, kopi dan tembakau, begitu juga minuman beralkohol, mempunyai tingkat yang berbeda sebagai bahan perangsang tiruan. Pengaruh teh dan kopi hingga kini cenderung searah dengan anggur alko-hol, sari buah bercuka, minuman keras dan tembakau. MMD 411.4

Kopi adalah alat yang menyakiti. Untuk sementara bahan itu me-rangsang pikiran untuk melakukan gerakan abnormal. Tetapi akibatnya ialah pengurasan tenaga, penurunan daya tahan tubuh, kelumpuhan mental, moral dan kuasa fisik. Pikiran menjadi lemah kecuali seorang berusaha keras untuk mengalahkan kebiasaan itu, kegiatan otaknya akan berkurang secara permanen. Semua pengganggu saraf ini menguras tenaga inti. Kegelisahan yang disebabkan oleh saraf yang berantakan, kekurangsabaran, kelemahan mental, semua menjadi unsur pemberontakan melawan kemajuan rohani. Apakah baru sesudah ini mereka yang mengikuti pertarakan dan reformasi sadar melawan keja-hatan minuman yang merusak ini? Dalam beberapa kasus, menghentikan kebiasaan minum teh dan kopi sama susahnya dengan meninggalkan minuman keras. Uang yang digunakan pembeli teh dan kopi sama dengan uang yang dibuang. Benda-benda itu senantiasa mendatangkan bahaya kepada pemakainya. Mereka yang menggunakan teh, kopi dan candu dan alkohol kadang-kadang mencapai usia lanjut, tetapi ini bukanlah satu dalih supaya menggunakan bahan perangsang tersebut. Hari Tuhan yang dahsyat itu saja yang dapat menjelaskan apa yang dapat dilakukan orang-orang ini tetapi gagal melakukannya karena kebiasaan tidak bertarak. MMD 411.5

Mereka yang mencari teh dan kopi untuk perangsang dalam pe-kerjaan akan merasa pengaruh jahat seperti gemetar dan kurang pe-ngendalian diri. Saraf yang sudah letih memerlukan ketenangan dan istirahat. Alam membutuhkan waktu untuk mengembalikan tenaganya yang sudah terkuras. Tetapi jikalau tenaganya dicambuk dengan bahan perangsang, maka setiap kali ini diulangi, terjadilah pengurangan tenaga inti. Untuk sementara, kemungkinan lebih banyak yang dapat dilakukan di bawah pengaruh perangsang yang non-alamiah itu, tetapi lambat laun tenaga itu lebih sulit dibangkitkan untuk mencapai taraf yang diinginkan. Akhirnya tubuh alamiah yang sudah kehabisan tenaga itu tidak lagi bereaksi. MMD 412.1

Akibat Buruk Berhubungan dengan Penyebab Lain

Kebiasaan minum teh dan kopi mempunyai akibat yang lebih besar daripada yang disangka. Banyak orang yang membiasakan diri meminum minuman perangsang menderita sakit kepala, lemah saraf, dan kehilangan banyak waktu sewaktu menderita penyakit. Mereka membayangkan diri tidak dapat hidup tanpa perangsang, dan mereka tidak sadar akan pengaruhnya terhadap kesehatan. Yang paling membahayakan ialah akibatnya sering dikaitkan dengan penyebab lain. MMD 412.2

Pengaruh Terhadap Pikiran dan Moral

Dengan menggunakan bahan perangsang, seluruh tubuh menderita. Susunan saraf tidak seimbang, lever lamban bekerja, dan peredaran dan kualitas darah terganggu, dan kulit menjadi kurang aktif dan berubah warna. Pikiran juga terganggu. Pengaruh langsung dari bahan perangsang ini ialah rangsangan kepada otak untuk kegiatan yang tidak perlu. Kemudian tubuh bertambah lemah dan kurang sanggup bereaksi. Pengaruh berikut ialah rasa letih, bukan hanya tubuh dan pikiran, tetapi juga moral. Sebagai akibatnya kita dapat melihat laki-laki dan perempuan yang menderita saraf, pertimbangan kurang sehat dan pikiran kurang beres, mencari kesalahan orang lain dengan kaca pembesar, dan akhirnya tidak dapat mengenal kelemahannya sendiri. MMD 412.3

Apabila peminum teh dan kopi bertemu dalam acara sosial, maka sekarang nyatalah akibat kebiasaan tersebut. Semua orang meminumnya dengan bebas, dan sementara pengaruh rangsangan itu dirasakan, lidah mulai longgar, maka mulailah membicarakan kejelekan orang lain. Kata-kata mereka tidak sedikit dan tidak terpilih. Potongan-potongan gosip pun mulailah dibagi, dan terlalu sering racun skandal pun ditebarkan. Para penggosip yang lalai ini lupa bahwa mereka mempunyai saksi. Seorang Pengamat sedang mencatat kata-kata mereka di dalam buku surga. Semua kritik tidak sehat, laporan yang mengada-ada, perasaan dengki, yang diucapkan di bawah pengaruh teh, juga dicatat oleh Yesus sebagai yang melawan diri-Nya. “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” MMD 413.1

Kami sudah menderita karena kebiasaan salah nenek moyang kami. Namun berapa banyak orang yang berlaku lebih buruk dari mereka dalam segala jalannya! Candu, teh, kopi, tembakau dan minuman keras dengan cepat mematikan pijar kehidupan yang masih sisa dalam diri manusia. Setiap tahun, manusia meminum jutaan botol minuman keras, milyaran rupiah telah digunakan untuk membeli tembakau. Begitu juga hamba-hamba selera, sementara menghabiskan pendapatan mereka untuk pemanjaan nafsu, mereka merampas makanan dan pakaian dari anak-anak mereka, begitu juga manfaat pendidikan. Keadaan masyarakat tidak akan benar kalau kejahatan ini masih berlangsung. MMD 413.2

Menciptakan Rangsangan Saraf, Bukan Kekuatan

737. Engkau sangat gelisah dan tidak tenang. Teh mempengaruhi saraf, dan kopi melumpuhkan otak. Keduanya sangat merusak. Engkau harus berhati-hati dengan makananmu. Makanlah makanan yang me-nyehatkan, yang bergizi, supaya engkau berpikir tenang. Engkau tidak perlu terangsang dan tenggelam dalam hawa nafsu. MMD 413.3

738. Teh berfungsi sebagai perangsang. Karena itu dapat memabukkan sampai batas tertentu. Fungsi kopi dan minuman populer lainnya sama saja. Pengaruh pertama ialah rasa gembira. Saraf perut di-rangsang, lalu otak terganggu dan terangsang untuk memberikan tenaga ekstra kepada jantung dan tenaga jangka pendek untuk seluruh tubuh. Rasa lelah dilupakan, nampaknya kekuatan tubuh bertambah. Intelek dibangkitkan dan imajinasi semakin jelas. MMD 413.4

Oleh karena pengaruh ini, banyak orang menyangka bahwa teh dan kopi itu membawa kebaikan besar bagi mereka. Tetapi ini adalah satu kekeliruan. Teh dan kopi tidak memelihara tubuh. Pengaruhnya dirasakan sebelum berlangsung pencernaan dan asimilasi sari makanan. Yang dirasakan sebagai kekuatan ialah rangsangan saraf. Setelah usai pengaruh perangsang itu, tenaga non-alamiah itu menurun, dan akibatnya ialah setingkat kemalasan dan kelemahan. MMD 414.1

Penggunaan perangsang saraf ini secara terus-menerus akan me-nimbulkan sakit kepala, tidak bisa tidur, denyut jantung berdebar, sembelit, gemetar dan banyak kejahatan lainnya, karena bahan itu menguras tenaga. Saraf yang sudah letih memerlukan ketenangan dan istirahat, bukan rangsangan dan kerja lembur. Tubuh secara alamiah membutuhkan waktu untuk mengganti tenaga yang sudah habis. Apabila tenaganya dicambuk dengan penggunaan bahan perangsang, banyak yang dapat dilakukan untuk sementara. Tetapi setelah tubuh itu semakin lemah karena penggunaan tenaga yang terus-menerus, lambat laun tubuh semakin sulit menghasilkan tenaga sebanyak yang diinginkan. Keinginan akan bahan perangsang semakin sulit dibatasi. Kemauan mengeras dan tubuh tidak kuasa lagi menyangkal keinginan yang nonalamiah itu. Maka bahan perangsang yang semakin keras didambakan sampai tubuh alamiah itu tidak lagi bereaksi. MMD 414.2

(Teh dan kopi merusak perut, — 722). MMD 414.3

Tidak Bergizi

739. Dengan cara bagaimanapun, bahan-bahan perangsang yang bersifat sementara tidak dapat meningkatkan kesehatan. Bahan itu ke-mudian menimbulkan reaksi yang membuat tubuh itu bermutu lebih rendah. Teh dan kopi mencambuk tenaga untuk sementara, tetapi setelah hilang pengaruh yang bersifat sementara itu, maka timbullah perasaan depresi. Bahan minuman ini tidak mempunyai gizi apa pun. Hanya susu dan gula yang di dalamnya itulah gizi yang diperoleh dari secangkir kopi susu, atau teh susu. MMD 414.4

Persepsi Rohani Ditumpulkan

740. Teh dan kopi merangsang. Pengaruhnya sama dengan temba-kau, hanya lebih sedikit kalau dibandingkan. Mereka yang menggunakan racun yang pelan-pelan ini, seperti pemakai tembakau, berpikir bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa bahan itu, karena mereka merasa sangat tidak enak kalau tidak memiliki berhala itu.... Mereka yang memanjakan selera yang diselewengkan melakukan itu untuk perusakan kesehatan dan intelek. Mereka tidak dapat menghargai nilai perkara rohani. Kepekaan perasaannya sudah tumpul, dosa tidak lagi kelihatan seperti dosa, dan kebenaran tidak dianggap lebih besar nilainya dari harta dunia. MMD 415.1

741. Minum teh dan kopi adalah dosa, suatu pemanjaan yang membahayakan jiwa sama seperti yang lain. Berhala kesayangan ini menimbulkan rangsangan, melemahkan kegiatan susunan saraf. Setelah pengaruh yang bersifat sementara itu hilang, tenaga menurun sehingga memerlukan rangsangan yang lebih meningkat. MMD 415.2

742. Mereka yang menggunakan tembakau, teh dan kopi harus membuang berhala itu, dan uang pembelinya dimasukkan ke dalam perbendaharaan Tuhan. Sebagian orang tidak pernah mengadakan korban bagi pekerjaan Allah. Mereka tertidur dan tidak menyadari tuntutan Allah. Sebagian orang yang paling miskin bergumul mati-matian untuk menyangkal bahan-bahan perangsang ini. Orang ini berkorban secara pribadi, tetapi ini tidak diperlukan karena pekerjaan Allah sedang menderita kekurangan dana. Tetapi hati setiap orang akan diuji, tabiat setiap orang akan dibangun. Umat Allah harus bekerja berdasarkan prinsip, mereka harus menghidupkan prinsip hidup itu. MMD 415.3

Kecanduan, Mengganggu Kebaktian Rohani

743. Teh, kopi dan tembakau mempunyai pengaruh buruk terhadap tubuh. Teh itu memabukkan, walaupun lebih kurang disbanding yang lain. Pengaruhnya sama sifatnya dengan minuman keras. Kopi mempunyai kecenderungan yang lebih besar untuk mengelamkan intelek dan melumpuhkan tenaga. Kopi itu tidak sekuat tembakau, tetapi pengaruhnya sama. Argumentasi yang menentang penggunaan tembakau sama dengan yang menentang penggunaan teh dan kopi. MMD 415.4

Mereka yang biasa menggunakan teh, kopi, tembakau, candu atau minuman keras, tidak dapat menyembah Allah pada waktu melakukan pemanjaan yang dibiasakan itu. Biarlah mereka tetap berbakti kepada Allah sementara meninggalkan bahan-bahan perangsang ini dan kemurahan Ilahi akan tidak berdaya untuk mengangkat, menghidupkan dan meningkatkan kerohanian doa atau kesaksian mereka. Orang-orang yang mengaku Kristen ini harus memperhatikan sarana kebahagiaan. Apakah itu berasal dari atas atau dari bawah? MMD 416.1

Kecanduan Bukanlah Tidak Bersalah

744. Setan sadar bahwa dia tidak begitu dapat menguasai pikiran. Ini terbukti jikalau selera dikuasai, bukan dimanjakan. Dia tetap berusaha menuntun manusia kepada pemanjaannya. Di bawah pengaruh makanan yang tidak menyehatkan, hati nurani semakin kebal, pikiran jadi gelap, dan terjadilah kerusakan pada kesanggupan berpikir. Tetapi kesalahan pelanggar itu tidak berkurang, karena hati nuraninya sudah dilanggar sampai menjadi kebal. MMD 416.2

Karena keadaan pikiran sehat bergantung kepada keadaan tenaga inti yang normal, seorang harus berhati-hati untuk tidak menggunakan bahan perangsang atau narkotik! Namun kita melihat sejumlah besar orang yang mengaku Kristen masih menggunakan tembakau. Mereka menangisi kejahatan ketidakbertarakan. Namun, sementara berbicara melawan minuman keras, orang ini memunculkan sari tembakau. Harus ada perubahan perasaan tentang penggunaan tembakau sebelum mencapai akar kejahatan itu. Kita meneliti masalah itu lebih cermat. Teh dan kopi merangsang selera untuk menginginkan rangsangan yang lebih keras. Sekarang semakin jauh kita menelitinya, yaitu tentang penyediaan makanan. Kita bertanya: Apakah pertarakan dilakukan dalam segala hal? Apakah di sini dilakukan reformasi yang penting bagi kesehatan dan kebahagiaan? MMD 416.3

Setiap orang Kristen sejati akan menguasai selera dan nafsunya. Kecuali dia bebas dari perhambaan selera, dia tidak dapat menjadi hamba Kristus yang sejati dan penurut. Pemanjaan selera dan nafsu menumpulkan pengaruh kebenaran dalam hati. MMD 416.4

Kalah Perang Melawan Selera

745. Ketidakbertarakan dimulai di meja makan kita, yaitu dalam penggunaan makanan yang tidak menyehatkan. Setelah lama melakukan pemanjaan, alat pencernaan jadi lemah, makanan yang dimasukkan ke dalam perut tidak memuaskan selera. Maka timbullah keadaan tidak sehat, dan semakin membesar keinginan untuk makanan yang lebih merangsang. Teh, kopi dan makanan daging membawa pengaruh langsung. Di bawah pengaruh racun ini tata saraf dirangsang, dan dalam beberapa kasus, intelek nampaknya dikuatkan untuk sementara dan angan-angan hati semakin jelas. Karena bahan-bahan perangsang itu menghasilkan kekuatan untuk sementara, pemakainya menyimpulkan bahwa mereka benar-benar membutuhkannya, lalu terus menggunakannya. Tetapi setiap aksi, ada reaksi. Susunan saraf yang sudah dirangsang di luar kebutuhan sekarang meminjam tenaga cadangan. Kekuatan tubuh yang bersifat sementara ini pasti diikuti dengan depresi. Sementara bahan perangsang ini menguatkan tubuh, maka alat tubuh mengeluarkan tenaga setelah terangsang, dan tenaga itu hilang sebanding dengan rangsangan. Selera itu dididik untuk meng-inginkan sesuatu yang lebih keras. Ada kecenderungan untuk menambah tingkat rangsangan sampai pemanjaan menjadi kebiasaan. Kemudian timbullah keinginan yang terus-menerus akan rangsangan yang lebih keras seperti tembakau, anggur beralkohol dan minuman keras. Semakin dimanjakan selera itu, semakin sering semakin sulit dikendalikan. Semakin lemah tubuh, semakin tidak sanggup berfungsi tanpa bahan perangsang non-alamiah. Nafsu keinginan akan hal ini semakin bertambah sampai kemauan membengkak, akhirnya nampaknya tidak ada lagi kuasa untuk menyangkal keinginan non-alamiah dalam pemanjaan ini. MMD 417.1

Satu-satunya Jalan yang Aman

Jalan aman satu-satunya ialah jangan jamah, jangan cicip, jangan pegang, jangan minum teh, kopi, anggur beralkohol, tembakau dan mi-numan beralkohol. Kebutuhan manusia sekarang ini dua kali lipat besarnya dibanding dengan orang beberapa generasi yang lalu. Generasi sekarang ini membutuhkan pertolongan untuk menguasai kemauan yang dikuatkan oleh anugerah Allah, supaya dapat melawan penggodaan Setan dan menolak pemanjaan selera yang sudah diselewengkan, walaupun keinginan itu kecil. MMD 418.1

Pertentangan Antara Kebenaran dan Pemanjaan Diri

746. Kenyataan yang berkaitan dengan Korah dan kawankawannya dicatat sebagai amaran bagi umat Allah, khususnya mereka yang hidup di bumi ini pada akhir zaman. Korah dan kawan-kawan memberontak terhadap Musa dan Harun, melawan Tuhan dan kebenaran. Setan telah menuntun orang-orang untuk meniru perbuatan Korah, Datan dan Abiram dalam menimbulkan kegaduhan di antara umat Allah. Mereka yang membiarkan diri melawan kesaksian sederhana itu menjadi tertipu sendiri. Mereka benar-benar berpikir bahwa yang memikul beban pekerjaan Allah adalah orang-orang yang ditinggikan di antara bangsa Tuhan, dan bahwa nasihat dan teguran mereka tidak dihiraukan. Mereka telah bangkit melawan kesaksian sederhana yang Allah mau supaya mereka menentang penggunaan bahan-bahan perusak seperti teh, kopi dan tembakau. Kesaksian ini telah mengganggu golongan tertentu karena menyangkut pemusnahan berhala mereka. Mereka harus memegang kesaksian ini dan menegur kesalahan umat Allah. Untuk sementara, banyak yang belum memberi keputusan, apakah mengorbankan seluruhnya benda-benda perusak itu atau menolak kesaksian sederhana yang dipegang dan menyerah kepada dorongan selera. Mereka menempati satu posisi yang tidak pasti. Ada pertentangan antara keyakinan akan kebenaran dengan pemanjaan diri. Mereka menjadi lemah karena belum memberikan keputusan, sehingga masih banyak yang memanjakan selera. Sudah rusak kesanggupan merasakan perkara-perkara yang kudus karena penggunaan racun yang bekerja dengan lambat ini. Akhirnya mereka mengambil keputusan terakhir, mereka tidak mau menyangkal diri dan bersedia menanggung risikonya. Keputusan yang menakutkan ini serta-merta membangun satu tembok pemisah antara mereka dengan orang-oran yang menyucikan diri dari segala keonaran daging dan roh sebagaimana Allah telah perintahkan, dan mereka yang menyempurnakan kesalehan dalam takut akan Tuhan. Kesaksian tulus yang muncul di hadapan mereka menimbulkan ketidaksenangan. Mereka merasa bebas memeranginya sambil berusaha meyakinkan diri dan orang lain bahwa mereka tidak benar. Mereka katakan bahwa masyarakat itu benar tetapi kesaksian yang menegur itulah yang menyusahkan. Ketika mereka mengangkat panji-panji pemberontakan, maka semua yang melawan yang sakit rohani, yang lumpuh, yang mogok, yang buta, sama-sama bersatu untuk mencerai-beraikan dan menanam bibit perpecahan. MMD 418.2

Akar Kebiasaan Tidak Bertarak

747. Usaha besar diadakan untuk menghapus kebiasaan tidak bertarak. Tetapi banyak usaha yang tidak ditujukan kepada sasaran. Pen-dukung reformasi pertarakan harus sadar akan akibat jahat dari peng-gunaan makanan yang tidak menyehatkan, bumbu masak, teh dan kopi. Semoga Allah memberkati setiap petugas pertarakan. Tetapi kami me-ngundang mereka supaya melihat lebih dalam meneliti kejahatan yang mereka perangi, agar mereka merasa pasti bahwa mereka tidak goyah dalam reformasi. MMD 419.1

Khalayak ramai harus diberitahu bahwa keseimbangan kuasa men-tal dan moral bergantung kebanyakan pada keadaan tubuh yang sehat. Semua bahan perangsang non-alamiah yang melemahkan dan meme-rosotkan kondisi tubuh cenderung untuk menurunkan keserasian intelek dan moral. Kebiasaan tidak bertarak terletak pada fondasi moral dunia yang merosot. Dengan memanjakan selera yang diselewengkan, manusia kehilangan kuasanya untuk melawan pencobaan. MMD 419.2

Reformator pertarakan mempunyai tugas untuk dilaksanakan, yaitu mendidik manusia dalam hal ini. Ajarlah mereka bahwa kesehatan, tabiat, atau kehidupan itu sendiri, semua terancam bahaya karena penggunaan bahan perangsang yang menguras tenaga dan menggiatkannya kepada gerakan mendadak yang tidak normal. MMD 419.3

Kuasa Alam dan Keteguhan Bekerjasama

Sehubungan dengan teh, kopi, tembakau, dan minuman alkohol, tindakan yang paling aman ialah: jangan menyentuhnya, jangan mencicipinya, jangan memegangnya. Kecenderungan teh dan kopi dan minuman sejenis berada dalam arah yang sama dengan minuman alkohol dan tembakau. Dalam beberapa kasus, menghentikan kebiasaan ini sama sulitnya dengan seorang pemabuk menghentikan minuman keras. Mereka yang bermaksud meninggalkan bahan perangsang ini, untuk sementara akan merasa kehilangan sesuatu, dan menderita karena tanpa kebiasaannya. Tetapi dengan kebulatan tekad, mereka akan memerangi keinginan itu dan berhenti merasakan kehilangannya. Alam memerlukan sedikit waktu untuk penyembuhan dari penyalahgunaan itu. Tetapi, berikanlah alam kesempatan itu, dia akan kembali bergairah dan melakukan tugasnya dengan baik dan agung. MMD 420.1

748. Setan mencemari pikiran dan merusak jiwa dengan peng-godaannya yang licik itu. Maukah jemaat kita merasakan dan melihat dosa pemanjaan selera yang diselewengkan? Maukah mereka mening-galkan teh, kopi, makanan daging, dan makanan yang merangsang, lalu mengalihkan biaya pembeli benda-benda yang merusak itu kepada usaha penyebaran kebenaran?... Kuasa apakah yang perlu dimiliki pecandu tembakau yang dapat menghentikan lajunya kebiasaan tidak bertarak? Di dunia kita ini harus ada revolusi menentang tembakau sebelum kapak diayunkan untuk menebang akar pohon. Kita meneliti permasalahan itu semakin dekat. Teh dan kopi membesarkan selera yang sedang berkembang mendambakan perangsang yang lebih keras seperti tembakau dan minuman keras. MMD 420.2

749. Mengenai makanan daging, kita semua dapat berkata: biar-kanlah itu. Semua orang harus dapat menyaksikan dengan jelas untuk menentang teh dan kopi, jangan pernah menggunakannya. Bahan ini termasuk narkotik, merusak otak dan organ tubuh lainnya.... MMD 420.3

Biarlah setiap anggota jemaat kita menyangkal setiap selera yang mementingkan diri. Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk teh, kopi dan makanan daging, itu berarti dibuang. Bahan-bahan ini menghalangi pengembangan fisik, mental dan kuasa rohani. MMD 420.4

Saran Setan

750. Sebagian orang berpendapat bahwa mereka tidak dapat me-lakukan reformasi, dan bahwa kesehatan akan dikorbankan jikalau me-reka mencoba meninggalkan teh, tembakau dan makanan daging. Ini adalah saran Setan. Bahan-bahan perangsang yang merusak inilah yang merongrong pembangunan tubuh dan persiapannya untuk menghadapi penyakit akut, oleh merusak mesin tubuh yang halus itu, dan meruntuhkan pertahanan yang dibangun untuk melindungi dari penyakit dan pembusukan dini.... MMD 421.1

Penggunaan bahan perangsang non-alamiah adalah perusak kese-hatan. Otak mendapat pengaruh yang melumpuhkan, sehingga tidak mungkin dapat mengenal perkara-perkara abadi. Mereka yang memuja berhala ini tak dapat menilai keselamatan yang diberikan Kristus bagi mereka dengan hidup menyangkal diri, menderita dan tertekan, dan akhirnya menyerahkan nyawa-Nya untuk menyelamatkan orang sekarat dari kematian. MMD 421.2

(Pengaruh teh dan kopi kepada anak-anak — 354, 360) MMD 421.3

(Teh dan kopi di sanatorium kita — 420, 424, 437, 438) MMD 421.4

(Teh, kopi dan makanan daging tidak perlu — 805) MMD 421.5

(Penolakan akan teh, kopi dan sebagainya, membuktikan para pekerja menjadi reformator kesehatan praktis — 227, 717) MMD 421.6

(Akibat meminum kopi dan teh walau makan siang dan malam — 233) MMD 421.7

(Mereka yang mendambakan teh dan kopi perlu diberi penerangan — 779) MMD 421.8

(Mengadakan perjanjian dengan Allah untuk meninggalkan teh, kopi dan sebagainya — 41) MMD 421.9

(Teh dan kopi tidak digunakan oleh E.G. White, Daftar Tambahan 1:18, 23) MMD 421.10

(Teh sewaktu-waktu digunakan E.G. White sebagai obat, Daftar Tambahan 1:18) MMD 421.11