Goeroe Indjil

50/137

PENJERAHAN DIRI

Akan mendjadi satoe soeroehan jang tjakap, maka seorang perloelah beroleh satoe keadaan jang lebih dari pada pengetahoean boekoe. Baga'i pengerdja akan menolong djiwa-djiwa itoe perloelah ada penjerahan diri, ketoeloesan, kepandaian, keradjinan, peroesahaan, dan akal-boedi. Oleh mempoenjai segala keperloean ini, maka seorang tiada haroes lebih rendah dari pada jang lain; melainkan, dia akan beroleh satoe pengaroe jang besar bagai kebaikan. GI 156.2

* * * * *

Al-Maseh soedah toendoekkan segala keinginan dan kemaoeannja kebawah djawatannja, jaitoe, pekerdjaan jang bertjapkan kebesaran soerga. Dia soedah taroehkan semoea hal dibawah pekerdjaan jang akan dihabiskannja didoenia ini. Pada waktoe moedanja, apabila iboenja soedah bertemoe sama Dia didalam sekolahnja rabbi-rabbi, serta berkata kepadanja begini, “Hai anakkoe, mengapa engkau berboeat demikian akan kami? bahwa bapamoe dan akoe mentjahari engkau dengan soesah hati.” Dia soedah djawab,—dan pendjawabannja adalah koentji pekerdjaan hidoepnja,—“Mengapa Akoe kamoe tjahari? tidak kamoe tahoe, bahwa ta'dapat tidak adalah Akoe dalam roemah Bapakoe?” 1 GI 156.3

Perbaktian, penjerahan, dan penoeroetan kepada perkataan Allah jang sematjam itoelah mesti terdapat dalam hamba-hamba Allah sebagai soedah dinjatakan dalam al-Maseh. Dia soedah tinggalkan roemahnja jang senang dan damai itoe, meninggalkan kemoeliaan jang diperolehi dengan Allah sebeloem pengalasan doenia, meninggalkan tachtanja atas semesta alam sekalian, dan pergi keloear mendjadi seorang jang bersengsara dan jang tergoda; soedah pergi keloear dalam kesoenji-senjapan akan menaboer dalam air mata, dan akan menjiram benih kehidoepan dengan darahnja goena satoe doenia jang hilang. GI 157.1

Hamba-hambanja poen mesti begitoe pergi keloear akan menaboer. Apabila dipanggil mendjadi satoe penaboer benih kebenaran itoe, maka Iberahim soedah diperintahkan, “Keloearlah engkau dari negerimoe dan dari pada kaoem keloeargamoe dan dari dalam roemah bapamoe, pergilah kenegeri, jang akan koetoendjoekkan kepadamoe kelak.” 2 “Maka keloearlah dia dengan tidak mengetahoei kemana djatoehnja kelak,” 3 sebagai pembawa terangnja Allah, akan menghidoepkan namanja didoenia ini. Dia soedah tinggalkan negerinja, roemahnja, sanak-saudaranja, dan semoea jang dikasihinja dalam doenia ini akan mendjadi satoe pengoembara dan seorang asing. GI 157.2

Begitoe djoega kepada rasoel Paoeloes waktoe minta do'a dalam ka'bah di-Jeroezalem, datanglah pesanan ini, “Pergilah djoega engkau, karena Akoe hendak menjoeroehkan dikau djaoehdjaoeh kepada segala orang kapir.” 4 Maka be- gitoelah semoea orang jang dipanggil akan mendjadi satoe dengan al-Maseh mesti meninggalkan semoea akan mengikoeti Dia. Segala perhoeboengan jang lama mesti dipoetoeskan, dan segala maksoed hidoep mesti dibatalkan, dan segala pengharapan doenia ini mesti diserahkan. Dalam kerdja dan air mata, dalam kesoenjian dan oleh pengoerbanan, maka benih itoe mestilah ditaboerkan. GI 157.3

Orang-orang jang menjerahkan badan, pikiran, dan roh kepada Allah nanti selaloe menerima satoe pembaharoean koeasa badan, pikiran, dan rohani. Semoea bekal jang berkelimpahan dari soerga itoe ada dibawah perintahnja. Al-Maseh berikan sama dia orang nafas dari Roh Soetjinja, jaitoe hidoep dari pada hidoepnja sendiri. Roh Soetji itoelah menaroeh kekoeatan besar akan bekerdja dalam hati dan pikiran. Karoenia Allah membesarkan dan menambahkan segala koeasa mereka itoe, dan tiap-tiap kesempoernaan dari pada tabiat kesoetjian itoe akan datang menolong dia orang boeat menjelamatkan djiwa-djiwa. Oleh bekerdja bersama dengan al-Maseh, maka dia orang disempoernakan dalam Dia, dan dalam kelemahan manoesia dia orang ada dikoeatkan akan berboeat segala perboeatannja jang maha besar. GI 158.1

Peneboes itoe tidak maoe menerima pekerdjaan jang terbagi. Tiap-tiap hari maka pengerdja itoe mesti beladjar peri hal artinja menjerahkan diri sendiri. Dia mesti beldjar perkataan Allah serta mengerti artinja dan menoeroet se- gala peratoerannja. Dengan begitoe dia boleh mentjapai atoeran kemoeliaan orang Masehi. Tiap-tiap hari Allah bekerdja dengan dia serta menjempoernakan tabiat jang akan berdiri dalam waktoe pentjobaan jang penghabisan. Dan tiap-tiap hari orang pertjaja berboeat satoe pentjobaan jang moelia dihadapan orang dan malaekat jang banjak itoe, serta menoendjoekkan apa jang boleh diperboeat oleh indjil sama orang jang soedah djatoeh. GI 158.2

Waktoe al-Maseh memanggil moerid-moeridnja akan mengikoeti Dia, maka Dia boekan poedjikan keoentoengan dalam hidoep ini, Dia tiada djandjikan keoentoengan atau kehormatan apaapa didoenia ini, dan mereka itoe poen tiada berharap menerima apa-apa. Kepada Matioes sedang dia berdoedoek dimedja pemoengoetan tjoekai, maka Djoeroeselamat itoe soedah berkata, “Ikoetlah akoe. Maka bangoenlah ia laloe mengikoet Isa.”5 Boekannja Matioes lebih doeloe minta gadji besar menoeroet djawatannja jang pertama. Dengan tiada bertanja atau bimbang dia lantas mengikoet Toehan Isa. Tjoekoeplah bagai dia bersama dengan Djoeroeselamat itoe soepaja dia boleh mendengar perkataannja dan bekerdja bersama Dia dalam pekerdjaannja. GI 159.1

Begitoelah djoega dengan moerid-moerid jang dipanggil lebih doeloe. Kapan Toehan Isa soeroeh Petroes dan kawan-kawannja mengikoeti Dia dengan sekonjong-konjong dia orang tinggalkan perahoe dan djalanja. Beberapa dari moerid-moerid ini ada membelandjai kawan-kawan- nja dalam penghidoepan; tetapi kapan dia orang terima djempoetan Djoeroeselamat itoe, dia orang boekan bimbang dan bertanja diri, Bagaimanakah nanti hidoepkoe, dan bagaimana poela bekal roemah tanggakoe? Dia orang menoeroet sama panggilan itoe, dan kemoedian apabila Toehan Isa bertanja sama dia orang, “Tatkala kamoe koesoeroehkan dengan tidak membawa poendipoendi atau bekal dan kasoet, adakah kamoe kekoerangan barang sesoeatoe?” maka sahoet mereka itoe, “Tidak.”6 GI 159.2

Sekarang ini Djoeroeselamat itoe memanggil kita sebagai Dia soedah panggil Matioes dan Jahja dan Petroes kepada pekerdjaannja. Kalau hati kita ada didjamah tjintanja, bahwa pertanjaan tentang oepah itoe boekanlah djadi barang jang teroetama dalam hati kita. Kita nanti bergirang akan bekerdja bersama dengan al-Maseh, dan ta'oesah takoet dalam pendjagaannja. Kalau kita boeat Allah kekoeatan kita, maka kita nanti beroleh pengertian jang terang atas pekerdjaan itoe, dan keinginan jang boekan tama', maka hidoep kita poen akan digerakkan oleh satoe toedjoean jang moelia, jang nanti mengangkat kita dari pada maksoed jang lokek. GI 160.1

Banjak dari pada orang-orang jang boleh terpakai tidak maoe dengar soeara Toehan atas semoea. Kaoem-keloearga dan sobat-sobat, adat dan pergaoelan doeloe, telah mengikat keras sama dia orang sehingga Allah boleh memberikan hanja sedikit pengetahoean sama dia orang tentang maksoednja. Toehan maoe berboeat jang lebih banjak bagai hamba-hambanja asal sadja menjerahkan diri betoel-betoel kepadanja, serta menaroeh pekerdjaannja diatas semoea sanak-saudara dan perhoeboengannja didoenia. GI 160.2