Hidup Yang Menyehatkan

27/62

Efek Makan Daging

Efek Fisik

443. Kami tidak ragu mengatakan bahwa daging hewan itu tidak perlu bagi kesehatan maupun bagi kekuatan.— T., jld. 2, hlm. 63. HM 121.4

444. Salah satu kesalahan besar yang banyak dipertahankan orang adalah bahwa kekuatan otot itu tergantung pada makanan hewani. Namun padi-padian sederhana, buah-buahan dari pohon, dan sayuran semuanya memiliki bahan nutrisi yang diperlukan untuk membuat darah yang baik. Ini tidak bisa diberikan oleh makanan daging.— U.T., 5 November 1896. HM 121.5

445. Berbicara untuk mendukung diet ini, mereka berkata bahwa tanpa itu mereka lemah dalam kekuatan fisik. Tetapi kata-kata Guru kita adalah, “Bagaimana manusia berpikir, begitulah dia.” Daging hewan yang mati bukanlah makanan asli untuk manusia. Manusia diizinkan untuk memakannya setelah air bah, karena semua tanaman telah dihancurkan.... Sejak air bah itu manusia telah memperpendek umurnya. Kemerosotan fisik, mental, dan moral cepat berkembang di hari-hari terakhir ini.— U.T., 11 Januari 1897. HM 121.6

446. Kelemahan yang dialami karena meninggalkan daging adalah salah satu alasan terkuat yang dapat saya sampaikan sebagai suatu alasan mengapa Anda harus menghentikan penggunaannya. Mereka yang makan daging merasa terstimulasi setelah makan makanan ini, dan mereka menduga bahwa mereka jadi lebih dikuatkan. Setelah mereka menghentikan penggunaan daging, untuk sementara waktu mereka akan merasa lemah, namun ketika sistem tubuh sudah dibersihkan dari efek diet ini, mereka tidak lagi merasakan kelemahan itu, dan akan berhenti menginginkan daging yang mereka tadinya kira sebagai kekuatan yang penting.— U.T., 30 Agustus 1896. HM 122.1

447. Anda mungkin berkata bahwa Anda tidak dapat bekerja tanpa daging; saya juga mengira begitu dulu, namun saya mengetahui bahwa dalam rencana semula Allah tidak menyediakan penggunaan daging hewan sebagai diet untuk manusia. Selera kotor yang sudah dirusakkanlah yang akan menerima makanan seperti itu. Memikirkan daging hewan membusuk dalam lambung itu rasanya memuakkan.— T., jld. 2, hlm. 61. HM 122.2

448. Makan daging hewan telah menjadikan kualitas darah dan daging yang buruk. Sistem tubuh Anda berada dalam keadaan meradang, disiapkan untuk timbulnya penyakit. Anda besar kemungkinan terkena serangan akut penyakit, dan pada kematian mendadak, karena Anda tidak memiliki kekuatan jasmani untuk melawan dan menyerang penyakit.— T., jld. 2, hlm. 61. HM 122.3

449. Kekuatan-kekuatan fisik berkurang dengan terbiasa menggunakan daging hewan. Makan daging mengacaukan sistem tubuh.— T., jld. 2. hlm. 64. HM 123.1

450. Penggunaan daging hewan cenderung menyebabkan kekotoran pada tubuh.— T., jld. 2, hlm. 63. HM 123.2

451. Diet daging mereka, yang katanya penting itu, tidak diperlukan, dan karena daging itu terdiri dari apa yang mereka makan, otak, tulang, dan otot berada dalam kondisi yang tidak sehat karena mereka hidup dari daging-daging hewan yang sudah mati. Darah mereka sudah kotor dengan diet yang tidak benar ini. Daging yang mereka makan itu berpenyakit, dan seluruh sistem mereka jadi kotor dan buruk.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 123.3

452. Ketika kita makan daging, sari dari apa yang kita makan masuk ke dalam sirkulasi. Kondisi meradangpun tercipta, karena hewan itu berpenyakit, dan dengan mengambil bagian dalam dagingnya, maka kita menanamkan benih penyakit dalam jaringan dan darah kita sendiri. Kemudian, ketika kita terpapar pada perubahan suasana malaria, pada penyakit epidemik dan menular yang sedang berlaku, ini sepantasnya lebih terasa, karena sistem tidak berada dalam kondisi untuk melawan penyakit.— U.T., 5 November 1896. HM 123.4

453. Karena mereka yang makan daging tidak segera merasakan efeknya, bukan menjadi bukti bahwa itu tidak membahayakan mereka. Daging bekerja dengan pasti terhadap sistem, namun orang itu sementara ini tidak menyadarinya .— H. to L., Bab I, hlm. 59. HM 123.5

454. Kecenderungan untuk berpenyakit meningkat sepuluh kali lipat dengan makan daging.— T., jld. 2, hlm. 64. HM 123.6

455. Kebiasaan makan mengutamakan daging menyebabkan berbagai jenis penyakit,—kanker, tumor, penyakit kelenjar, tuberkulosis, dan gangguan-gangguan lainnya.— U. T., 11 Januari 1897. HM 124.1

456. Mortalitas yang disebabkan oleh makan daging tidak dilihat. Kalau dilihat, maka kita tidak mendengarkan uraian dan alasan mendukung penurutan selera terhadap daging.— U. T., 5 November 1896. HM 124.2

457. Sistemnya penuh dengan cairan berpenyakit akibat makan daging. Penggunaan daging babi dalam keluarga Anda telah memberikan kualitas darah yang buruk.— T., jld . 2, hlm. 62. HM 124.3

458. Kanker, tumor, dan berbagai penyakit peradangan lainnya terutama disebabkan oleh makan daging. Dari terang yang Allah berikan kepada saya, lazimnya penyakit kanker dan tumor sebagian besar karena kehidupan kotor makan daging hewan yang sudah mati.— U. T., 5 November 1896. HM 124.4

459. Orang-orang yang hidup terutama makan daging berada dalam bahaya pembusukan saat mereka terjangkit penyakit.— U. T ., 17 Februari 1884. HM 124.5

460. Ketika satu tungkai patah, para dokter menganjurkan pada para pasien mereka agar tidak makan daging, karena akan ada bahaya peradangan yang akan terjadi.— U. T., 5 November 1896. HM 124.6

Efek Mental dan Moral

461. Jika kita hidup terutama pada daging hewan mati, kita akan turut mengambil bagian dalam sifatnya.— T., jld. 2, 5 November 1896. HM 124.7

462. Diet daging mengubah watak, dan menguatkan sifat hewani.... Mendidik anak-anak Anda untuk hidup dari makanan daging akan berbahaya bagi mereka.— U .T ., 5 November 1896. HM 124.8

463. Penggunaannya membangkitkan kecenderungan hewani semakin bertambah, dan menguatkan hawa nafsu hewani. Ketika kecenderungan hewani meningkat, kuasa intelektual dan moral berkurang. Penggunaan daging hewan... mengganggu kepekaan pikiran.— T., jld. 2, hlm. 63. HM 125.1

464. Adalah tidak mungkin bagi mereka yang sebebasnya makan daging memiliki otak yang jernih dan kecerdasan yang aktif.— T., jld. 2, hlm. 62. HM 125.2

465. Makan banyak daging akan mengurangi aktifitas intelektual. Para siswa akan mencapai jauh lebih tinggi dalam pembelajaran bila mereka tidak pernah mencicipi daging. Ketika bagian hewani dari sifat manusia dikuatkan dengan makan daging, kuasa intelektual berkurang cukup banyak.— U. T., 5 November 1896. HM 125.3

466. Makan daging mengacaukan sistem, meredupkan intelektual, dan menumpulkan kepekaan moral.— T., jld. 2, hlm. 64. HM 125.4

467. Diet semacam itu mencemarkan darah dan merangsang hawa nafsu yang lebih rendah. Diet itu mencegah kekuatan pikiran dan melemahkan daya pemahaman, agar dengan demikian Allah dan kebenaran tidak dipahami.— U. T., 11 Januari 1897. HM 125.5

Efek Spiritual

468. Oh, sekiranya tiap orang bisa melihat hal-hal ini sebagaimana telah diperlihatkan kepada saya, mereka yang begitu ceroboh, begitu acuh tak acuh mengenai pembangunan tabiatnya, mereka yang berdalih demi penurutan selera makan daging, tidak akan pernah membuka bibir mereka untuk membenarkan selera atas daging hewan mati.— U. T., 11 Januari 1897. HM 125.6

469. Kehidupan beragama bisa lebih berhasil diperoleh dan dipertahankan jika daging ditiadakan; karena diet ini merangsang aktifitas yang hebat dari kecenderungan penuh hawa nafsu, dan melemahkan sifat moral dan rohani.— U. T., 5 November 1896. HM 126.1

Daging Berpenyakit

470. Diet daging itu suatu pertanyaan yang serius. Bisakah manusia hidup atas daging hewan mati? Jawabannya, dari terang yang Allah sudah berikan, adalah, Tidak, sudah jelas tidak. Lembaga-lembaga kesehatan kita harus memberi pendidikan pada pertanyaan ini.... Mereka harus mengemukakan meningkatnya penyakit di dunia binatang. Kesaksian dari pada pemeriksa adalah bahwa sangat sedikit binatang yang bebas dari penyakit.— U. T., 11 Januari 1897. HM 126.2

471. Penyakit dari berbagai jenis sedang menjangkiti keluarga manusia, dan ini sebagian besar akibat hidup dari daging hewan mati yang berpenyakit.— U. T., Maret 1896. HM 126.3

472. Mereka yang terutama hidup dengan daging tidak bisa menghindar dari makan daging hewan yang masih sedikit ataupun sudah banyak penyakitnya. Proses melayakkan hewan-hewan untuk dipasarkan menghasilkan penyakit dalam diri mereka; dan disiapkan dengan cara sesehat mungkin, mereka jadi dipanaskan dan berpenyakit dalam perjalanan sebelum mereka mencapai pasar. Cairan dan daging dari hewan-hewan berpenyakit ini diterima langsung ke dalam darah, dan masuk melalui sirkulasi tubuh manusia, menjadi cairan dan daging yang sama. Dengan demikian cairan-cairan dimasukkan ke dalam sistem. Dan bila orang itu sudah memiliki darah yang kotor, akan sangat diperburuk dengan makan daging hewan-hewan ini.— T., jld. 2, hlm. 64. HM 126.4

473. Hewan-hewan, yang dagingnya Anda makan seringkali begitu berpenyakit sehingga, bila dibiarkan, mereka akan mati sendiri; namun selagi nafas kehidupan masih ada, mereka dibunuh dan dibawa ke pasar. Anda memasukkan secara langsung cairan-cairan dan racun paling buruk ke dalam sistem tubuh Anda, namun Anda tidak menyadarinya.— T., jld. 2, hlm. 405. HM 126.5

474. Hanya ada sedikit hewan yang bebas penyakit. Banyak yang sudah sangat menderita karena menginginkan cahaya, udara bersih, dan makanan sehat. Ketika mereka digemukkan, mereka seringkali dikurung dalam kandang tertutup, dan tidak diizinkan untuk bergerak badan, dan menikmati sirkulasi udara yang bebas. Banyak hewan malang dibiarkan menghirup racun kotoran yang dibiarkan di dalam gudang dan kandang. Paru-paru mereka tidak bisa tetap sehat sementara menghirup udara kotor seperti itu. Penyakit sampai ke dalam hati, dan seluruh sistem hewan itu berpenyakit. Mereka dibunuh, dan disiapkan untuk pasar, dan orang-orang makan sebebasnya dari makanan hewani yang beracun ini. Banyak penyakit disebabkan dengan cara ini. Tetapi orang-orang tidak bisa diyakinkan bahwa daging yang mereka makanlah yang telah meracuni darah mereka, dan menyebabkan penderitaan mereka. Banyak yang mati karena penyakit yang sepenuhnya oleh makan daging, namun dunia tampaknya tidak semakin bijak.... Makanan daging bekerja dengan pasti terhadap sistem tubuh, namun orang yang bersangkutan untuk sementara tidak menyadarinya.— H. to L., Bab. I, hlm. 59. HM 127.1

475. Hewan-hewan seringkali sudah terbunuh jauh sebelum tiba di tempat penyembelihan. Darah mereka menjadi panas. Mereka dalam keadaan kenyang, dan dihindarkan dari gerak badan yang menyehatkan, dan ketika mereka harus ikut dalam perjalanan jauh, mereka jadi kelelahan, dan dalam kondisi itu dibunuh untuk dijual. Darah mereka sangat meradang, dan mereka yang memakan dagingnya, makan racunnya juga. Beberapa orang tidak segera kena akibatnya, sementara yang lain terserang dengan rasa sakit yang parah, dan mati karena demam, kolera, dan beberapa penyakit tak dikenal lainnya.... Beberapa hewan yang dibawa ke tempat penyembelihan sepertinya menyadari apa yang akan terjadi, dan mereka jadi marah, dan secara harfiah gila. Mereka dibunuh sementara dalam keadaan begini, dan daging mereka disiapkan untuk dijual. Dagingnya itu racun, dan pada mereka yang memakannya mengakibatkan kram, kejang, ayan, dan kematian mendadak.— H. to L., Bab. I, hlm. 59, 60. HM 127.2

476. Babi disiapkan untuk dijual di pasar meskipun sementara wabah penyakit sedang menimpa mereka, dan daging mereka yang beracun telah menyebarkan penyakit menular, dan angka kematian yang besar menjadi akibatnya.— H. to L ., Bab. I, hlm. 60. HM 128.1

477. Daging yang dimakan sedang melakukan kerjanya, karena daging itu berpenyakit.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 128.2

478. Daging yang mereka makan itu berpenyakit, dan seluruh sistem tubuh mereka jadi kotor dan rusak.— U. T., 30 Agustus 1897. HM 128.3

479. Kematian disebabkan oleh makan daging berlebihan yang pada saat akhir sudah busuk.— U. T ., 5 November 1896. HM 128.4

480. Penyakit-penyakit paru, kanker, dan tumor secara mengejutkan umum terjadi di tengah-tengah hewan. Memang benar bahwa para pengawas menolak banyak ternak yang berpenyakit, tetapi banyak yang lolos ke pasaran yang seharusnya ditolak.... Dengan demikian daging yang tak sehat telah masuk ke pasar untuk dikonsumsi manusia. Di banyak tempat, bahkan ikan tidak sehat, dan tidak boleh digunakan. Ini terutama berlaku dimana ikan berhubungan dengan saluran pembuangan kota-kota besar.... Ikan yang mengambil bagian dari saluran pembuangan yang kotor bisa lolos ke perairan-perairan yang jauh dari tempat pembuangan itu, dan ditangkap di tempat-tempat dimana airnya bersih dan segar; tetapi karena saluran yang tidak menyehatkan darimana mereka tadi makan, maka ikan itu tidak aman untuk dimakan.— U. T., 19 Januari 1895. HM 128.5

481.Fakta bahwa daging sebagian besar berpenyakit harus menuntun kita untuk membuat usaha keras untuk menghentikan penggunaannya sama sekali.... Akan sulit bagi beberapa orang untuk melakukan ini, sesulit peminum minuman keras meninggalkan minumannya; tetapi mereka akan lebih baik bila berubah.— U. T., 9 November 1896. HM 129.1