Hidup Yang Menyehatkan

53/62

Bab 35 - Doa Untuk Orang Sakit

1015. Adalah kerja yang sia-sia mengajarkan orang-orang agar datang kepada Allah untuk kesembuhan dari kelemahan mereka, kecuali mereka dididik juga untuk meninggalkan kebiasaan salah mereka.— U. T., 25 Agustus 1897. HM 275.1

Peringatan

1016. Banyak yang berharap agar Allah menjauhkan mereka dari penyakit hanya karena mereka meminta kepada-Nya demikian. Tetapi Allah tidak memandang doa-doa mereka, karena iman mereka tidak disempurnakan oleh perbuatan. Allah tidak akan membuat mukjizat mencegah sakit kepada mereka yang tidak peduli pada diri mereka sendiri, namun yang selalu melanggar hukum-hukum kesehatan, dan tidak berusaha untuk mencegah penyakit. Ketika kita melakukan segala sesuatu yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kesehatan, maka kita bisa berharap bahwa hasil berkat akan menyusul, dan kita bisa meminta Allah dalam iman untuk memberkati usaha kita untuk pemeliharaan kesehatan. Ia kemudian akan menjawab doa kita, jika nama-Nya bisa dipermuliakan dengan cara demikian. Namun biarlah mereka semua mengerti bahwa mereka memiliki tugas yang harus dilakukan. Allah tidak akan bekerja dengan cara ajaib untuk memelihara kesehatan orang-orang yang sudah pasti mengambil jalan yang membuat diri mereka sendiri sakit, dengan kekurang perhatian mereka pada hukum-hukum kesehatan.— H. to L., Bab. 4, hlm. 64. HM 275.2

1017. Pada kasus-kasus penderitaan seperti itu di mana Setan mengendalikan pikiran, sebelum berdoa harus ada pemeriksaan diri yang paling dalam untuk menemukan apabila tidak ada dosa yang harus disesah, diakui, dan ditinggalkan. Kerendahan jiwa yang dalam dihadapan Allah itu perlu, dan kepercayaan yang rendah hati dan kokoh pada darah Kristus saja. Puasa dan doa tidak akan mencapai apa pun selagi hati dijauhkan dari Allah oleh perbuatan yang salah.— T., jld. 2, hlm. 146. HM 276.1

1018. Telah diperlihatkan kepada saya tentang begitu banyaknya ketidakadilan, bahkan di tengah orang-orang yang mengaku pemelihara Sabat, sehingga saya tidak ingin bersatu dalam doa bagi mereka yang sejarahnya tidak saya ketahui.— T., jld. 2, hlm. 350. HM 276.2

1019. Sabda apakah yang diberikan Allah kepada mereka yang mengabaikan terang yang memancar luas, dan kemudian meminta untuk didoakan agar mereka bisa disucikan dan disembuhkan? — Firman yang sama yang diberikan-Nya pada Kain: “Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu.”— U. T., 25 Agustus 1897. HM 276.3

Pengajaran

1020. Beberapa orang, jika mereka akan memperoleh kembali kesehatannya, akan turut dalam beberapa pelanggaran hukum alam yang tak diindahkan.— U. T. HM 276.4

1021. Kita terlebih dulu harus mengetahui apakah orang sakit ini suka menahan persepuluhan atau telah membuat masalah di gereja.— U. T. HM 277.1

1022. Ada lebih banyak lagi dari yang kita bayangkan yang sakit secara mental.... Hati yang sakit, pikiran yang kecewa, memerlukan penanganan lembut, dan melalui simpati yang lemah lembutlah kelompok pikiran ini bisa diarahkan kepada Penanggung—beban, dan bila mereka bisa memiliki iman bahwa Ia akan tertarik kepada mereka, penyembuhan tubuh dan pikiran mereka yang berpenyakit akan pasti.— T., jld. 3, hlm. 184. HM 277.2

1023. Setelah para dokter [dari lembaga kesehatan] telah melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk si sakit, mereka meminta Allah untuk bekerja dengan usaha mereka, dan memulihkan kesehatan si sakit yang menderita ini. Ini telah Ia lakukan dalam beberapa kasus menjawab dia yang beriman. Dan ini akan terus Ia lakukan, jika mereka setia, dan menaruh kepercayaan mereka pada-Nya.— T., jld. 2, hlm. 184. HM 277.3

1024. Allah tidak membuat mukjizat di mana Ia telah menyediakan cara-cara yang olehnya pekerjaan itu akan tercapai.— R. and H., 1888, No. 29. HM 277.4

1025. Iman tanpa perbuatan cerdas itu mati, sendirian. Iman dalam kuasa penyembuhan Allah tidak akan menyelamatkan kecuali dipadukan dengan perbuatan baik.— U. T., 25 Agustus 1897. HM 277.5

1026. Allah tidak akan melakukan mukjizat untuk mengubah perkara-perkara alami yang bisa Anda kendalikan.— S. of T., 1884, No. 18. HM 277.6

1027. Banyak yang tidak akan tahan dengan masa pencobaan, dan oleh sebab itu akan disingkirkan.— U. T. HM 277.7

1028. Apabila jalannya sudah bersih untuk melayangkan doa bagi si sakit, masalah itu harus diserahkan kepada Tuhan dengan iman yang tenang, bukan dengan semangat yang meluap-luap. Ia sendiri mengenal kehidupan lama individual itu, dan mengetahui apa masa depannya nanti.... Yang perlu kita lakukan adalah meminta Allah untuk membangunkan orang yang sakit bila itu sejalan dengan kehendak-Nya, sambil mempercayai bahwa Ia mendengar alasan yang kita sampaikan, dan doa-doa yang bersungguh-sungguh yang kita layangkan. Jika Tuhan melihat bahwa itu akan memberikan penghormatan terbaik bagi Dia, maka Ia akan menjawab doa-doa kita. Namun mendesak pemulihan tanpa penyerahan pada kehendak-Nya, tidaklah benar.... Yang bisa dilakukan dalam doa untuk orang sakit adalah dengan bersungguh-sungguh meminta dengan sangat kepada Allah atas nama mereka, dan dalam keyakinan sempurna menyerahkan masalah itu di tangan-Nya.... Jika kehidupan orang sakit itu bisa memuliakan Dia, kita berdoa agar mereka bisa hidup; bagaimanapun juga, bukan sebagaimana yang kita inginkan, namun sebagaimana yang Ia kehendaki. Iman kita bisa jadi sama teguhnya, dan lebih bisa diandalkan, dengan menyerahkan keinginan itu kepada Allah yang Maha bijak, dan tanpa kekuatiran berlebih, dengan keyakinan sempurna, mempercayakan semuanya kepada Dia.... Permohonan-permohonan kita tidak boleh berbentuk suatu perintah, namun merupakan suatu pengantaraan bagi Dia untuk melakukan hal yang kita inginkan dari Dia.— T., jld. 2, hlm. 147-149. HM 278.1

1029. Keinginan kuat untuk pemulihan menuntun pada doa yang sungguh-sungguh; dan ini benar. Allah adalah perlindungan kita dalam sakit sebagaimana dalam keadaan sehat.— T., No. 32, hlm. 71. HM 278.2

1030. Doa akan membuat keyakinan tinggal dalam diri si sakit.— T., No. 32, hlm. 199. HM 278.3

1031. Yesus bisa membatasi kekuatan Setan. Dia adalah dokter yang kepadanya jiwa si sakit yang berdosa bisa percaya untuk menyembuhkan penyakit tubuh juga jiwanya.— T., No. 32, hlm. 205. HM 279.1

1032. Saya akan datang ke hadapan Tuhan dengan permo-honan ini: “Tuhan, kami tidak bisa membaca hati orang sakit ini, namun Engkau mengetahui lebih baik apakah ini untuk kebaikan jiwanya dan untuk kemuliaan nama-Mu untuk mengembalikan kesehatannya. Dalam kebaikan-Mu yang agung, kasihanilah orang sakit ini, dan biarlah kekuatan yang menyehatkan terjadi dalam sis-temnya. Usaha itu haruslah seluruhnya milik-Mu saja. Kami telah melakukan segala yang bisa dlakukan oleh kemampuan manusia; sekarang, Tuhan, kami menaruh perkara ini di kaki-Mu, bekerjalah sebagaimana hanya Allah yang bisa lakukan, dan apabila itu untuk kebaikan-Mu dan untuk kemuliaan-Mu, hentikanlah perkembangan penyakit dan sembuhkan penderita ini.”... Namun setelah saya berdoa dengan sungguh-sungguh untuk orang sakit itu, lalu bagaimana? Apakah saya berhenti melakukan segala sesuatu yang bisa saya lakukan untuk kesembuhannya?—Tidak, saya melakukan semuanya lebih bersungguh-sungguh lagi, dengan banyak doa agar Tuhan mau memberkati cara-cara yang telah disediakan sendiri oleh tangan-Nya; agar Ia boleh memberikan hikmat yang disucikan untuk bekerjasama dengan Dia dalam pemulihan si sakit.— U. T., 11 Maret 1892. HM 279.2

1033. Dalam berdoa untuk orang sakit, adalah penting untuk memiliki iman; karena itu sejalan dengan Firman Allah.... Kadang- kadang jawaban kepada doa kita segera datang, kadang-kadang kita harus menunggu dengan sabar dan terus memohon dengan sungguh-sungguh untuk hal-hal yang kita perlukan. Iman kita diilustrasikan dengan kasus pengumpul remah roti yang mendesak.... Jika permohonan kita dinyatakan oleh Tuhan, maka itu akan dijawab.— Idem. HM 279.3

1034. Kita semua menginginkan jawaban yang segera pada doa-doa kita, dan kita tergoda untuk kecewa jika itu tidak terwujud. Sekarang pengalaman telah mengajarkan kepada saya bahwa ini kesalahan besar. Penundaan itu adalah untuk keuntungan istimewa kita.... Iman diperkuat melalui latihan yang terus-menerus. Penantian ini tidak berarti bahwa karena kita minta Allah untuk menyembuhkan, maka tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita harus sebaik mungkin menggunakan cara-cara yang telah disediakan Tuhan dalam kebaikan-Nya yang penuh kemurahan untuk keperluan kita yang mendesak.... Saya telah mencari Allah dalam iman, dan telah menggunakan tiap manfaat yang diberikan metode higienis, dimana kita bisa lakukan sendiri. Inilah dulu tugas saya.... Dalam pengobatan kita telah menggunakan air dalam berbagai cara, selalu minta Tuhan untuk memberikan kebijaksanaan dalam segala usaha kita, dan menaruh berkat-Nya pada setiap cara terpuji yang digunakan untuk pemulihan kesehatan.... Sebagai mahkluk berakal, melalui kasih karunia Allah saya akan mengambil manfaat dari berkat-berkat Tuhan yang Ia taruh dalam jangkauan saya.— U. T., 11 Maret, 1892. HM 280.1

1035. Saya telah melihat begitu banyak masalah dibawa-bawa sampai berlebihan, bahkan dalam berdoa untuk orang sakit, sehingga saya merasa bahwa bagian ini dari pengalaman kita memerlukan banyak kesungguh-sungguhan, pikiran yang disucikan, kalau tidak kita akan membuat suatu gerakan yang mungkin kita sebut iman, namun yang tidak kurang dari sekedar prasangka. Orang yang sudah lemah karena penderitaan perlu dinasihati dengan bijaksana bahwa mereka boleh bergerak dengan hati-hati; dan sementara mereka menempatkan diri mereka sendiri di hadapan Allah untuk didoakan agar mereka bisa disembuhkan, mereka tidak boleh mengabaikan metode-metode pemulihan kesehatan yang sejalan dengan hukum alam. Jika, dalam berdoa untuk kesembuhan, mereka menolak menggunakan obat sederhana yang disediakan Allah untuk meringakan rasa sakit dan membantu alam dalam usahanya, kalau itu bukan penyangkalan iman, maka mereka sedang mengambil sikap yang tidak bijak. Itu bukan suatu penyangkalan iman, itu merupakan suatu keselarasan yang kuat dengan rencana Allah.... Satu sabda dari Allah, satu sentuhan dari jari Ilahi, bisa saja menyembuhkan Hizkia sekejab mata, namun petunjuk khusus diberikan untuk mengambil sebuah kue ara dan menaruhnya pada bagian tubuh yang sakit, dan Hizkia disembuhkan. Dalam segala sesuatu kita perlu melangkah sejalan dengan pemeliharaan Allah. Agen manusia harus memiliki iman, dan harus bekerja sama dengan kuasa Ilahi, menggunakan tiap kemampuan, mengambil manfaat dari segala sesuatu yang bermanfaat bagi kepandaiannya, dan berjalan selaras dengan hukum-hukum alam; dalam melakukan ini ia tidak menyangkal dan tidak juga merintangi iman.— Idem. HM 280.2

1036. Bilamana Tuhan melakukan mukjizat untuk memulih-kan keajaiban mesin tubuh yang telah dirusak oleh manusia melalui kecerobohan dan kelalaian mereka sendiri dan penurutan mereka pada selera dan hawa nafsu, dengan melakukan hal yang telah di-larang Tuhan, maka Ia akan melayani dosa, yang merupakan pelanggaran dari hukum-hukum-Nya sendiri.— U. T., 19 Mei 1897. HM 281.1

1037. Hubungan antara Allah dan tiap jiwa adalah nyata dan utuh seolah tidak ada jiwa lain yang kepadanya Ia memberikan Anak yang dikasihi-Nya.... Serahkan kebutuhanmu, sukacitamu, kesedihanmu, kesusahanmu, dan ketakutanmu di hadapan Allah.... Tuhan itu sangat berbelas kasihan dan murah hati. Hati-Nya yang penuh kasih tersentuh oleh kesedihan kita, dan bahkan oleh ungkapan kita terhadap kesedihan.... Tidak ada yang mengganggu kedamaian kita yang terlalu kecil untuk mendapat perhatian-Nya. Tidak ada bab dalam pengalaman kita yang terlalu gelap untuk dibaca oleh-Nya; tidak ada kebingungan yang terlalu sulit diatasi-Nya. Tidak ada malapetaka dapat menimpa anak-anaknya yang lemah, tidak ada kekhawatiran mengusik jiwa, tidak ada sukacita yang menggembi-rakan, tidak ada doa tulus yang lepas dari mulut, yang tidak diperhatikan Bapa surgawi, atau yang kepadanya Ia tidak memberikan perhatian langsung. “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”— S. to C., hlm. 117. HM 281.2