Hidup Yang Menyehatkan

50/62

Bab 33 - Penyakit-Penyakit Moral

Pernyataan-pernyataan Umum

923. Imoralitas ada dimana-mana. Sifat tidak bermoral adalah dosa khusus zaman ini. Tidak pernah perbuatan jahat mengangkat mukanya yang cacat dengan keberanian seperti sekarang.— T., jld. 2, hlm. 346. HM 253.1

924. Suatu kelesuan hawa nafsu bawah sadar, melalui penurutan selera menyimpang, suatu penyerahan konstan jiwa dan tubuh dan roh kepada kecemaran moral, ada pada orang-orang.... Dan selera penuh hawa nafsu ini, dengan kekuatannya yang menghancurkan, telah diturunkan dari para orang tua kepada anak-anak, dan begitu hebat sehingga nama-nama mereka yang menanggungnya tercatat dalam buku sorga sebagai para pelanggar hukum Allah.— U. T., 11 Januari 1897. HM 253.2

925. Polusi moral telah melakukan lebih banyak daripada kejahatan lain menyebabkan merosotnya akhlak bangsa. Ini dipraktikkan sampai sudah menggelisahkan, dan membawa segala macam penyakit. Bahkan anak yang sangat kecilpun, bayi-bayi, dilahirkan dengan iritabilitas organ seksual alami, menemukan kelegaan sementara dalam mengatasinya, yang hanya akan menambah iritasi, dan menuntun pada pengulangan perbuatan itu, sampai suatu kebiasaan terbentuk yang bertambah seiring pertumbuhan mereka. Anak-anak ini, biasanya lemah dan kerdil, ditangani oleh para dokter, dan diberi obat; namun keburukannya tidak hilang. Penyebabnya masih ada.—T., jld. 2, hlm. 391. HM 253.3

926. Banyak yang seharusnya bisa diselamatkan kalau saja mereka telah diajarkan dengan baik mengenai pengaruh praktik ini pada kesehatan mereka. Mereka itu tidak mengetahui fakta bahwa mereka sedang membawa banyak penderitaan pada diri mereka sendiri.— S. A., hlm. 55. HM 254.1

Penyebab Perkara-perkara Pelanggaran Susila Diet

927. Jika pernah ada suatu waktu di mana diet harus yang paling sederhana, itu sekarang. Daging jangan pernah diberikan kepada anak-anak kita. Pengaruhnya menggairahkan dan menguatkan hawa nafsu rendah, dan memiliki suatu kecenderungan menghilangkan kekuatan moral.... Semakin sedikit diet itu memberi panas, maka akan semakin mudah hawa nafsu dikendalikan.— T., jld. 2, hlm. 352. HM 254.2

928. Anda menaruh mentega, telur, dan daging di atas meja, dan anak-anak Anda memakannya. Mereka diberi makan dengan hal-hal yang justru sangat menggairahkan nafsu hewaninya, dan kemudian Anda datang ke pertemuan dan meminta Allah untuk memberkati dan menyelamatkan anak-anak Anda.— T., jld. 2, hlm. 362. HM 254.3

929. Makanan yang mereka taruh di hadapan anak-anak mereka adalah makanan yang mengiritasi lapisan tipis lambung. Rangsangan ini disampaikan, melalui saraf-saraf, ke otak, dan akibatnya adalah nafsu hewani dibangkitkan, dan mengendalikan kekuatan moral.— T., jld. 4, hlm. 140. HM 255.1

930. Dengan menurutkan cara makan dan minum yang salah, beribu-ribu orang telah mengacaukan kesehatan mereka, dan bukan hanya kesehatan mereka yang kacau, tetapi moral mereka disesatkan, karena darah berpenyakit mengalir di dalam vena-vena mereka.— U. T., 30 Agustus 1896. HM 255.2

Kemalasan

931. Membebastugaskan seorang anak muda dari tugas menyehatkan adalah cara terburuk yang bisa dilakukan orangtua. Kehidupan mereka jadi tak bertujuan, pikiran dan tangan tak melakukan apa pun, daya khayalnya aktif, dan dibiarkan bebas memikirkan hal-hal yang tidak baik dan tidak menyehatkan. Dalam kondisi ini mereka cenderung mengikuti lebih bebas lagi sifat buruk yang menjadi dasar dari semua keluhan mereka.... Beberapa ibu dengan tangan mereka sendiri membuka pintu dan sebenarnya mengundang kejahatan, dengan mengizinkan anak-anak mereka tetap bermalas-malasan.— S. A., hlm. 58. HM 255.3

Teman-teman yang Jahat

932. Anak-anak yang berpengalaman dengan sifat buruk ini tampaknya terpesona oleh si Iblis sampai mereka bisa menanamkan pengetahuan jahatnya kepada orang lain.— S. A., hlm. 54. HM 255.4

933. Para tetangga mungkin membiarkan anak-anak mereka datang ke rumah Anda, untuk menginap bersama anak-anak Anda. Di sinilah pencobaannya, dan suatu pilihan bagi Anda, untuk menerima risiko menyinggung tetangga Anda dengan menyuruh pulang anak-anak mereka ke rumah masing-masing, atau memuaskan mereka, dan membiarkan mereka menginap bersama anak-anak Anda, dan dengan demikian memberi kesempatan bagi anak-anak untuk diajarkan pengetahuan itu yang akan menjadi kutukan seumur hidup bagi mereka.— S. A., hlm. 56. HM 255.5

934. Jika Anda berada dalam keadaan di mana pergaulan mereka dengan sesama orang muda tidak selalu bisa dijalankan sebagaimana yang Anda inginkan, maka biarkan mereka mengunjungi anak-anak Anda di hadapan Anda, dan jangan biarkan teman- temannya ini menginap di tempat tidur yang sama, atau bahkan di ruangan yang sama. Akan jauh lebih mudah mencegah kejahatan daripada menyembuhkannya nanti.— S. A, hlm. 58. HM 256.1