Hidup Yang Menyehatkan

45/62

Bab 29 - Otak Dan Sistem Saraf

Fisiologi Sistem Saraf

819. Tiap kemampuan pikiran dan tiap otot memiliki fungsi yang berbeda-beda, dan semua memerlukan latihan agar berkembang dengan baik dan mempertahankan kekuatan yang menyehatkan.— T., jld. 3, hlm. 77. HM 227.1

820. Tiap organ tubuh dijadikan untuk menurut pada pikiran.— T., jld. 3, hlm. 136. HM 227.2

821. Otak adalah pusat tubuh, tempat semua kekuatan saraf dan kerja mental. Saraf yang bekerja dari otak mengendalikan tubuh. Dengan saraf-saraf otak, kesan-kesan mental disampaikan kepada seluruh saraf tubuh seperti kawat telegram; dan saraf itu mengendalikan kerja vital dari semua bagian sistem. Semua organ gerakan diatur oleh komunikasi yang mereka terima dari otak.— T., jld. 3, hlm. 69. HM 227.3

822. Indera... adalah jalan menuju jiwa.— T., jld. 3, hlm. 507. HM 228.1

823. Saraf otak yang berkomunikasi dengan seluruh sistem merupakan satu-satunya media yang melaluinya Surga bisa berkomunikasi dengan manusia, dan mempengaruhi batinnya yang paling dalam. Apa pun yang mengganggu sirkulasi arus listrik dalam sistem saraf, mengurangi kekuatan tenaga vital, dan akibatnya adalah matinya kepekaan pikiran.— T., jld. 2, hlm. 347. HM 228.2

824. Tiap bagian tubuh yang tidak diperlakukan dengan bijak akan menyampaikan lukanya pada otak.— C. E., hlm. 125. HM 228.3

825. Sistem saraf, bila dirangsang berlebihan, meminjam kekuatan cadangan dari sumber daya nantinya untuk digunakan sekarang.— T., jld. 3, hlm. 487. HM 228.4

826. Segala sesuatu yang merintangi gerakan aktif mesin tubuh, mempengaruhi otak secara langsung.— T., jld. 2, hlm. 370. HM 228.5

827. Pikiran yang tenang dan saraf yang stabil tergantung pada sirkulasi yang seimbang dari darah.— H. R. HM 228.6

Contoh-contoh Pengendalian Saraf

828. Ketika pikiran para gembala, guru-guru sekolah, dan para siswa terusmenerus digiatkan dengan belajar, dan tubuh dibiarkan tidak aktif, saraf-saraf emosi terkuras, sementara saraf gerakan tidak aktif.— T., jld. 3, hlm. 490. HM 228.7

829. Segera setelah makan ada daya tarik kuat terhadap tenaga saraf.... Oleh sebab itu, ketika pikiran atau tubuh bekerja berat setelah makan, proses pencernaan terhambat. Vitalitas sistem, yang diperlukan untuk melanjutkan pekerjaan dalam satu arah, terambil untuk bekerja di tempat lain.— T., jld. 2, hlm. 413. HM 228.8

830. Makanan yang mereka taruh di hadapan anak-anak mereka itu mengiritasi lapisan lembut pada lambung. Rangsangan ini disampaikan, melalui saraf-saraf, kepada otak, dan akibatnya adalah hawa nafsu hewani ditimbulkan, dan pengendalian kuasa moral. Dengan demikian akal sehat menjadi hamba dari kualitas- kualitas pikiran yang rendah.— T., jld. 4, hlm. 140. HM 229.1

Opium

831. Racun obat ini, opium, memberikan kelegaan sementara dari rasa sakit, tetapi tidak menghilangkan penyebab rasa sakit. Obat itu hanya membius otak, sehingga melumpuhkan kesanggupannya menerima pesan dari saraf-saraf. Sementara otak tidak sadar, pendengaran, pengecapan, dan penglihatan terkena dampaknya. Ketika pengaruh opium itu menghilang, dan pikiran bangun dari keadaan lumpuhnya, saraf-saraf, yang telah terputus komunikasi dari otak, menjerit lebih nyaring dari sebelumnya... karena rasa sakit tambahan yang diderita sistem dalam menerima racun ini.— H. to L., Bab. 3, hlm. 56. HM 229.2

Gangguan-gangguan Saraf Simpatetis

832. Allah sendiri telah membentuk kita dengan organ-organ dan kecakapan tersendiri. Ini dirancang-Nya untuk bekerja bersama-sama dalam kesesuaian. Jika kita melukai satu, maka semuanya akan terpengaruh.— H. R. HM 229.3

833. Setiap kebiasaan salah yang melukai kesehatan tubuh, memberikan efek pada pikiran.— H. R. HM 229.4

834. Otak adalah benteng pertahanan bagi keseluruhan diri manusia, dan kebiasaan salah dalam makan, berpakaian, atau tidur mempengaruhi otak, sehingga tidak memperoleh apa yang diinginkan siswa itu,- suatu disiplin mental yang baik. Tiap bagian tubuh yang tidak diperlakukan dengan bijak akan menyampaikan cederanya pada otak.— C. E., hlm. 125. HM 229.5

835. Tidak mungkin otak melakukan pekerjaannya yang terbaik apabila kekuatan pencernaan disalahgunakan. Banyak yang makan beraneka ragam makanan dengan tergesa-gesa, yang memicu peperangan dalam lambung, dan dengan demikian membingungkan otak.... Pada waktu makan buang segala perkara dan pikiran berat. Jangan tergesa-gesa, namun makanlah perlahan- lahan dan dengan keceriaan, hari Anda dipenuhi dengan rasa syukur kepada Allah atas semua berkatnya; dan jangan terlibat dalam pekerjaan otak segera setelah satu waktu makan. Berolahraga secukupnya, dan berikan sedikit waktu bagi lambung untuk memulai pekerjaannya.— G. W., hlm. 174. HM 230.1

836. Ketika pikiran atau tubuh kerja keras setelah makan, proses pencernaan terhambat. Vitalitas sistem, yang diperlukan untuk melanjutkan pekerjaan pada satu arah, dialihkan dan dipekerjakan di tempat lain.— T., jld. 2, hlm. 413. HM 230.2

837. Apa yang disebut para pengguna zat-zat perangsang ini sebagai kekuatan hanya diterima oleh saraf-saraf yang bergairah di lambung, yang meneruskan iritasi pada otak, dan ini kemudian dibangkitkan untuk memberikan kerja tambahan pada jantung.— T., jld. 2, hlm. 65. HM 230.3

838. Mereka yang berubah dari tiga kali makan sehari menjadi dua kali makan, pada awalnya akan disulitkan sedikit banyak dengan rasa pusing, terutama sekitar waktu mereka terbiasa memakan makanan yang ketiga kali. Tetapi jika mereka bertahan sebentar, rasa pusing ini akan hilang .— H. to L., Bab. 1, hlm. 56. HM 230.4

Penyebab-penyebab Penyakit Saraf

839. Segala sesuatu yang merintangi kerja aktif mesin tubuh mempengaruhi juga otak dengan cara yang sangat cepat.— T., jld. 2, hlm. 370. HM 230.5

Lingkungan yang Tak Menyehatkan

840. Suatu hal yang merusak bagi kesehatan dan kehidupan anak-anak kecil apabila duduk di bangku ruangan kelas yang keras dengan bentuk kasar, dari tiga sampai lima jam sehari, menghirup udara kotor yang disebabkan oleh banyak nafas. Paru-paru yang lemah jadi terpengaruhi, otak, yang darinya energi sarag seluruh sistem diperoleh, jadi dilemahkan dengan diarahkan melakukan latihan aktif sebelum kekuatan organ-organ mental cukup matang untuk menahan keletihan.— H. to L., Bab. 2, hlm. 43. HM 231.1

841. Di dalam ruangan sekolah memang telah diletakkan dasar yang pasti untuk mendapatkan berbagai penyakit. Namun yang lebih pasti adalah yang paling halus dari semua organ, otak, seringkali secara permanen terluka dengan terlalu banyak digunakan. Ini seringkali menyebabkan peradangan, kemudian sakit gembur-gembur pada kepala, dan kejang dengan akibat yang menakutkan.... Pada anak-anak yang telah bertahan, energi saraf otak menjadi begitu dilemahkan sehingga setelah mereka dewasa tidak mungkin bagi mereka bertahan dari latihan mental yang besar. Kekuatan dari beberapa organ halus otak nampaknya telah dikerahkan.— H. to L., Bab. 2, hlm. 43. HM 231.2

Penyalahgunaan Pikiran

842. Pikiran yang dibiarkan larut dalam bacaan cerita sedang dirusak. Kebiasaan akibat membangun khayalan indah dan sentimentalisme. Daya khayalnya jadi sakit, dan ada kegelisahan yang tak jelas, selera aneh untuk makanan mental yang tak sehat. Ribuan orang sekarang ini berada di dalam rumah sakit jiwa yang pikirannya jadi tidak seimbang oleh bacaan novel.— S. of T., 1884, No. 41. HM 231.3

843. Daya ingat sangat terganggu oleh bacaan yang buruk, yang memiliki kecenderungan mengganggu keseimbangan kuasa akal sehat, dan menciptakan kegelisahan, keletihan otak, dan kelemahan seluruh sistem.— T., jld. 4, hlm. 497. HM 231.4

844. Latihan otak dalam belajar, tanpa mengimbangi dengan latihan fisik, memiliki suatu kecenderungan menarik darah ke otak, dan sirkulasi darah melalui sistem jadi tidak seimbang. Otak mendapat terlalu banyak darah, dan kaki tangan terlalu sedikit.— C. E., hlm. 9. HM 232.1

845. Pikiran seringkali diperlakukan buruk, dan dihalau menuju kegilaan dengan mengejar satu garis pemikiran; penggunaan kekuatan otak yang berlebihan dan melalaikan kebutuhan fisik menciptakan kondisi sistem yang berpenyakit.— Sp. Instr. on Ed. Work, hlm. 14. HM 232.2

846. Keraguan, kebimbangan, dan kesedihan yang berlebihan seringkali melemahkan kekuatan vital, dan menyebabkan penyakit saraf yang bersifat paling melemahkan dan menyusahkan.— R. and H., 1881, No. 43. HM 232.3

Kebiasaan Tidak Teratur

847. Pikiran tidak aus atau rusak begitu sering karena penggunaan yang tekun dan belajar keras, sebagaimana karena makan makanan yang tidak baik pada waktu-waktu yang tidak tepat, dan terhadap perhatian sembrono kepada hukum kesehatan.... Belajar tekun bukanlah penyebab utama merusakkan kuasa mental. Penyebab utamanya adalah diet yang salah, waktu makan yang tidak teratur, dan kurang latihan fisik. Jam makan dan tidur yang tidak teratur melemahkan kekuatan otak.— Y.I., 31 Mei 1894. HM 232.4

Udara yang Tidak Cukup

848. Lambung, hati, paru-paru, dan otak menderita karena menginginkan inspirasi udara yang dalam dan penuh.— T., jld. 2, hlm. 67. HM 232.5

Pakaian yang Tidak Benar

849. Rambut dan bantalan palsu yang menutupi pusat otak, memanaskan dan menggerahkan saraf yang masuk ke dalam otak. Hawa panas yang disebabkan oleh penutup palsu ini menyebabkan darah naik ke otak, mengakibatkan sumbatan. Konsekwensi dari otak yang tersumbat, saraf-sarafnya tidak bekerja dengan baik.— H. R. HM 233.1

850. Kaki dan tangan mereka dibiarkan hampir telanjang.... Jantung, dilemahkan dengan bekerja berlebihan, gagal dalam usahanya, dan kaki tangan jadi terbiasa dingin; dan darah, yang tertahan karena dingin dari kaki dan tangan, masuk ke dalam paru-paru dan otak, dan akibatnya peradangan dan sumbatan paru-paru atau otak .— H. to L., Bab. 5, hlm. 71, 72. HM 233.2

Kesalahan-kesalahan dalam Diet

851. Otak itu sangat berhubungan erat dengan lambung, dan kekuatannya sering sekali digunakan untuk membantu organ-organ pencernaan yang melemah sehingga akibatnya otakpun jadi lemah, tertekan, tersumbat.— T., jld. 2, hlm. 318. HM 233.3

852. Energi saraf-otak jadi kaku dan hampir lumpuh karena makan berlebihan.— T., jld. 2, hlm. 318. HM 233.4

853. Kesehatan Anda sangat terganggu dengan makan berlebihan dan makan pada waktu-waktu yang tidak tepat. Ini menyebabkan naiknya darah ke otak. Pikiran jadi bingung, dan Anda tidak bisa mengendalikan diri sendiri dengan baik. Anda tampak seperti seorang yang pikirannya terganggu. Anda membuat gerakan kuat, mudah marah, dan memandang segala sesuatu dengan cara dibesar-besarkan dan menyimpang.— T., jld. 4, hlm. 501. HM 233.5

854. Jika lambung dibebani dengan terlalu banyak makanan, meskipun itu yang sifatnya sederhana, kekuatan otak dialihkan untuk membantu organ-organ pencernaan. Ada sensasi kebas di otak. Hampir tidak mungkin untuk tetap membuka mata.... Otak dilumpuhkan akibat terlalu banyak jumlah makanan yang dimakan.— T., jld. 2, hlm. 603. HM 234.1

855. Alam bisa menahan penyiksaan sebisanya tanpa melawan, kemudian dia akan bangkit dan membuat usaha besar untuk membebaskan dirinya sendiri dari perlakuan jahat yang ia derita. Lalu timbullah sakit kepala, meriang, demam, kegelisahan, kelumpuhan, dan kemalangan lain yang terlalu banyak untuk disebutkan.— T., jld. 2, hlm. 69. HM 234.2

856. Anak-anak seharusnya jangan dibiarkan makan banyak bahan makanan seperti daging babi, sosis, bumbu-bumbu, kue- kuean basah dan kering yang menggemukkan; karena dengan melakukan itu darah mereka jadi panas, sistem saraf terlalu gerah, dan moral berada dalam bahaya terkena dampak.— T., jld. 4, hlm. 141. HM 234.3

857. Beberapa hewan yang dibawa ke tempat penyembelihan tampaknya menyadari apa yang akan terjadi, dan mereka jadi marah, dan benar-benar gila. Mereka dibunuh sementara dalam keadaan ini, dan daging mereka disiapkan untuk dijual. Daging itu beracun, dan telah menyebabkan keram, kejang, apoplexia, dan kematian mendadak pada mereka yang memakannya.— H. to L., Bab. 1, hlm. 60. HM 234.4

Zat-zat Perangsang

858. Selera terhadap minuman beralkohol didorong oleh pengolahan makanan dengan bumbu dan rempah. Ini menyebabkan keadaan sistem yang panas.... Efek makanan seperti itu menyebabkan kegelisahan.— R. and H., 1883, No. 44. HM 234.5

859. Pada satu tingkatan tertentu teh menghasilkan keadaan mabuk.... Teh menarik kekuatan saraf, dan membuatnya sangat lemah.... Ketika sistem sudah terlalu letih dan memerlukan istirahat, penggunaan teh merangsang alam melakukan kerja yang tidak biasa, tidak alamiah, dan oleh sebab itu mengurangi kekuatannya untuk bekerja dan kemampuannya untuk bertahan; dan kekuatannya pudar jauh lebih cepat dari yang telah dirancang Surga. Teh itu beracun kepada sistem tubuh.... Efek kedua minum teh adalah sakit kepala, terjaga, debaran jantung, salah cerna, getaran saraf, dan banyak keburukan lain.— T., jld. 2, hlm. 64. HM 235.1

860. Pengaruh kopi berada dalam suatu derajat yang sama seperti teh, tetapi efeknya pada sistem lebih buruk lagi. Pengaruhnya itu menggairahkan, dan sejauh rangsangannya naik, sebesar itu pula penurunan kelemahannya.... Kelegaan yang diperoleh darinya [teh dan kopi] itu tiba-tiba, sebelum lambung memiliki waktu untuk mencernanya. Ini menunjukkan bahwa apa yang disebut para pengguna zat-zat perangsang ini sebagai kekuatan hanya diterima oleh saraf-saraf lambung yang terangsang, yang menyampaikan iritasinya kepada otak, dan ini kemudian dibangkitkan untuk memberikan kerja tambahan pada jantung, dan energi jangka pendek ke seluruh sistem. Ini semua adalah kekuatan palsu, sehingga kita akan jadi lebih buruk bila menggunakannya.— T., jld. 2, hlm. 65. HM 235.2

861. Tembakau adalah jenis racun paling menipu dan ganas, setelah mendapat kegairahan, kemudian terdapat pengaruh melumpuhkan pada saraf-sarafnya.— F. of F., hlm. 128. HM 235.3

862. Penggunaan tembakau adalah suatu kebiasaan yang seringkali mempengaruhi sistem saraf dengan cara yang lebih kuat daripada penggunaan alkohol.— T., jld. 3, hlm. 562. HM 235.4

863. Meskipun itu [tembakau] bekerja pada beberapa orang [bayi-bayi yang terpaksa menghirup asapnya] sebagai racun yang lambat, dan mempengaruhi otak, jantung, hati, dan paru-paru, dan kemudian terbuang dan pudar perlahan-lahan, namun pada beberapa orang itu memiliki pengaruh yang lebih langsung, menyebabkan kejang, kelumpuhan, dan kematian mendadak.— H. to L., Bab. 5, hlm. 68. HM 235.5

864. Suatu kecenderungan terhadap berbagai jenis penyakit, sebagaimana penyakit gembur-gembur, keluhan hati, saraf yang gemetar, dan naiknya arah ke kepala, akibat biasa menggunakan sari buah apel asam.... Beberapa orang mati karena sakit paru-paru atau berada di bawah kekuasaan apopleksia hanya dari penyebab ini saja.— R. and H., 1884, No. 13. HM 236.1

Obat-obatan

865. Obat-obatan yang diberikan untuk membius, apa pun itu gerangan, mengacaukan sistem saraf.— H. to L., Bab. 3, hlm. 57. HM 236.2

866. Hati, jantung, dan otak acapkali terpengaruh oleh obat- obatan, dan seringkali semua organ-organ ini dibebani dengan penyakit, dan sasaran yang tak beruntung, kalau mereka hidup, sakit seumur hidup, letih menanggung kesengsaraan yang berlarut- larut.— H. to L., Bab. 3, hlm. 61. HM 236.3

867. Saksikan pengaruh panjang paling ringan dari nux vomica (benih beracun dari pohon Strychnos nuxvomica, mengandung beberapa alkaloid, strychnine dan brucine) terhadap sistem tubuh manusia. Pada permulaannya, energi saraf digairahkan dengan tenaga yang luar biasa begitu bertemu dengan racun obat ini. Kegairahan berlebih ini diikuti dengan kelemahan, dan hasil akhirnya adalah kelumpuhan saraf-saraf.— H. to L., Bab. 3, hlm. 58. HM 236.4

868. Obat-obatan beracun, atau sesuatu yang disebut minuman yang menenangkan... dimasukkan ke dalam tenggorokan bayi yang malang.... Jika dia pulih, ia harus menanggung sedikit banyak efek dalam sistemnya dari obat beracun itu, dan ia mudah mengalami kejang, penyakit jantung, sakit gembur-gembur otak, atau sakit paru. Beberapa bayi tidak cukup kuat menanggung bahkan sedikit pun racun obat; dan saat alam mengerahkan kekuatan untuk melawan pengganggu itu, kekuatan vital dari bayi yang kecil ini terlalu banyak terkuras, dan kematian mengakhiri perlawanan itu.— H. to L., Bab. 5, hlm. 70. HM 236.5

Sifat Buruk

869. Pemikiran-pemikiran yang tak jernih menuntun ke arah tindakan yang tidak benar.... Beberapa... berada dalam bahaya lumpuh otak. Kuasa moral dan intelektual sudah dilemahkan dan jadi kaku.— T., jld. 2, hlm. 408, 409. HM 237.1

870. Banyak yang terseret dalam kematian dini, sementara yang lain memiliki kekuatan jasmani yang cukup untuk melalui cobaan berat ini.... Alam akan membuat mereka mendapat ganjaran atas pelanggaran hukum-hukumnya... oleh sejumlah rasa sakit dalam sistem,... sakit saraf,... gangguan tulang belakang.— S. A., hlm. 63, 64. HM 237.2