Iman dan Perbuatan

2/79

Bab 1 — Ellen White Mengklarifikasi Masalah

(Manuskrip yang ditulis pada tahun 1890 di Institut Kependetaan, Battle Creek, dalam catatan Manuskrip nomor 36 tahun 1890, dan dipublikasikan dalam Review and Herald, 24 Februari dan 3 Maret 1977. Penjelasan penting, mengenai pengenalan 18 tema ini dirangkai secara kronologis.)

Rasul Paulus berkata: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?... Dan be-berapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (1 Korintus 6:9-11). Hilangnya ketaatan, kesalehan, dan penyucian muncul dari penyangkalan terhadap Yesus Kristus kebenaran kita. Kita harus dengan teratur mengembangkan kasih Allah dalam hidup kita. IP 17.1

Sementara sebuah kelompok menodai doktrin mengenai pembenaran oleh iman dan tidak me-medulikan Firman Allah—“Jika engkau mengasihi Aku, maka engkau akan menuruti perintah-perintah-Ku”—terdapat suatu kesalahan besar bagi mereka yang mengaku percaya dan menuruti perintahperintah Allah, tetapi menempatkan diri mereka berlawanan terhadap sinar terang yang baru bagi mereka yang dipantulkan dari Kalvari. Kelompok pertama tidak melihat hal-hal menakjubkan dari hukum-hukum Allah, karena semua orang melakukan perintah Allah. Sedangkan yang lain bertengkar mengenai hal-hal yang sepele dan tidak mempedulikan kemurahan dan kasih Allah. IP 17.2

Banyak orang telah kehilangan karena tidak membuka mata terhadap pengertian hal-hal yang menakjubkan mengenai hukum Allah. Di sisi lain, pemuka-pemuka agama secara umum telah memisahkan antara hukum dan Injil, di zaman kita ini, di sisi lain hampir melakukan hal yang sama dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Kita belum ber-diri teguh mempertahankan kebenaran Kristus dan rencana penting penebusan yang seutuhnya. Kita te-lah meninggalkan Kristus dan kasih-Nya yang tidak ada tandingannya, membawa kasih-Nya ke dalam teori-teori dan diskusi-diskusi dan mengkhotbahkannya. IP 17.3

Orang yang belum bertobat berdiri di depan mimbar berkhotbah. Hati mereka belum pernah merasakan pengalaman, melalui kehidupan, ke-bergantungan, memercayai iman, bukti indah akan pengampunan dosa-dosa mereka. Bagaimanakah mereka dapat mengkhotbahkan kasih itu, simpati, pengampunan Allah kepada semua dosa? Bagaimana mereka bisa berkata: “Lihat dan hiduplah?” Jika memandang pada salib di Kalvari, engkau akan me-miliki keinginan untuk memikul salib. Penebus du-nia tergantung di salib Kalvari. Lihatlah penyelamat dunia, yang tinggal di dalam kepenuhan Allah. Adakah yang dapat melihat pengorbanan Anak Allah yang dikasihi-Nya, dan hatinya tidak mencair dan hancur, dan menyerah kepada hati dan jiwa Allah? IP 18.1

Biarlah hal ini secara utuh tinggal di dalam pikiran kita: Jika kita menerima Kristus sebagai Penebus kita, kita harus menerima-Nya sebagai Pemimpin kita. Kita tidak mendapatkan jaminan dan kepercayaan Kristus sebagai Juruselamat kita sampai kita mengakui Dia sebagai Raja kita dan rela menuruti perintah-Nya. Demikianlah kita membuktikan per-sekutuan kita dengan Dia. Setelah itu barulah kita memiliki iman yang murni karena itu adalah iman yang bekerja. Ia bekerja dengan kasih. Katakan dari hatimu: “Tuhan, aku percaya Engkau telah mati un-tuk menebus jiwaku. Jika Engkau telah memberikan harga sebesar itu demi jiwaku, memberikan hidup-Mu bagiku, aku akan menjawab panggilan-Mu. Aku memberikan hidupku dan seluruh kemungkinannya, dalam semua kelemahanku kepada lindunganMu.” IP 18.2

Keinginan itu harus dibawa ke dalam suatu ke-sesuaian dengan kehendak Allah. Pada saat hal ini sudah terjadi, maka tidak ada terang yang menyinari hati dan ruang pikiran yang akan ditolak. Jiwa tidak akan dihalangi oleh prasangka, dengan menyebut terang itu kegelapan dan sebaliknya kegelapan menjadi terang. Cahaya dari surga disambut sebagaimana cahaya itu memenuhi semua ruang jiwa. Hal ini merupakan ucapan syukur kepada Allah. IP 19.1