Kerinduan Segala Zaman — 1

19/44

18 — “IA HARUS MAKIN BESAR”

Dalam waktu singkat pengaruh Yohanes Pembaptis atas bangsa itu sudah lebih besar daripada pengaruh penghulu-penghulu, imamimam, atau raja-rajanya. Sekiranya ia mengumumkan dirinya sebagai Mesias, serta mengobarkan suatu pemberontakan terhadap kerajaan Roma, maka imam-imam dan bangsa itu sudah pasti datang berduyun-duyun ke bawah panjinya. Setiap pertimbangan yang menarik bagi cita-cita para pemenang dunia, sedia hendak didesakkan oleh Setan kepada Yohanes Pembaptis. Tetapi dengan bukti yang ada di hadapannya akan kuasanya, ia telah tetap menolak sogokan yang besar itu. Perhatian yang telah ditujukan kepadanya itu, sudah disalurkan kepada Pribadi yang lain. KSZ1 179.1

Sekarang ia melihat arus kepopuleran beralih dari dirinya sendiri kepada Juruselamat. Hari demi hari para pengikutnya makin berkurang. Ketika Yesus datang dari Yerusalem ke daerah di sekitar Yordan, orang banyak datang berduyun-duyun hendak mendengar Dia. Jumlah muridmurid-Nya kian bertambah setiap hari. Banyak yang datang untuk baptisan, dan karena Kristus Sendiri tidak membaptiskan, Ia mengesahkan pelaksanaan upacara itu oleh murid-murid-Nya. Demikianlah Ia menaruh meterai-Nya atas tugas pendahulu-Nya itu. Tetapi murid-murid Yohanes memandang dengan rasa cemburu kepada popularitas Yesus yang makin bertambah itu. Mereka selalu siap untuk mengecam pekerjaanNya, dan tidak lama kemudian mereka mendapat kesempatan untuk itu. Suatu pertanyaan timbul di antara mereka dan orang-orang Yahudi ten-tang apakah baptisan itu dapat membersihkan jiwa dari dosa; mereka menandaskan bahwa baptisan Yesus pada pokoknya berbeda dengan baptisan Yohanes. Tidak lama kemudian mereka pun sudah berbantah dengan murid-murid Kristus mengenai susunan kata yang pantas digunakan pa-da waktu baptisan, dan akhirnya tentang hak murid-murid Kristus untuk membaptiskan. KSZ1 179.2

Murid-murid Yohanes datang kepadanya dengan pengaduan mereka dengan berkata, “Rabi, orang yang bersama dengan Engkau di seberang Sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Oleh ucapan ini, Setan membawa pencobaan kepada Yohanes. Meskipun tugas Yo-hanes nampaknya sudah hampir berakhir, masih juga mungkin baginya untuk menghalang-halangi pekerjaan Kristus. Sekiranya ia merasa ka-sihan terhadap dirinya sendiri, serta menyatakan dukacita atau rasa kecewa karena ia diganti, maka pasti ia menaburkan benih perselisihan, iri hati dan cemburu, yang sungguh-sungguh merintangi kemajuan Injil. KSZ1 180.1

Yohanes dalam sifatnya memiliki berbagai kesalahan dan kelemahan yang biasa pada manusia, tetapi jamahan kasih Ilahi telah mengubahkan dia. Ia tinggal dalam suatu suasana yang tidak dicemarkan oleh sifat me-mentingkan diri dan sifat suka mencari nama, dan jauh di atas racun kecemburuan. Ia tidak menyatakan simpati terhadap perasaan tidak puas di pihak murid-muridnya itu, melainkan menunjukkan betapa jelas ia me-ngerti hubungannya dengan Mesias, dan betapa senang hatinya menyambut Dia yang baginya ia telah menyediakan jalan. KSZ1 180.2

Katanya, “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacita, dan sekarang sukacita itu penuh.” Yohanes menggambarkan dirinya sebagai sahabat yang bertindak sebagai pesuruh antara dua sejoli yang bertunangan menyediakan jalan untuk pernikahan. Setelah mempelai laki-laki itu me-nerima mempelai perempuannya, maka tugas sahabat itu pun selesailah sudah. Ia bergembira dalam sukacita orang-orang yang persatuannya telah diusahakan olehnya. Demikianlah Yohanes telah dipanggil untuk mengalihkan perhatian orang banyak kepada Yesus, dan bersukacitalah ia menyaksikan sukses pekerjaan Juruselamat itu. Katanya, “Sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” KSZ1 180.3

Karena memandang dalam iman kepada Penebus, Yohanes telah naik ke puncak sifat penyangkalan diri. Ia tidak berusaha menarik orang ke-pada dirinya sendiri, melainkan mengangkat pikiran mereka semakin tinggi dan bertambah tinggi lagi, sampai mereka berharap pada Anak Domba Allah. Ia sendiri hanyalah suatu suara belaka, suatu suara yang berseru-seru di padang belantara. Kini dengan kesukaan ia menerima kesunyian dan kesenyapan, supaya mata semua orang kiranya dialihkan kepada Terang hidup itu. KSZ1 181.1

Orang yang setia kepada panggilannya sebagai pesuruh bagi Allah, tidak akan mencari kehormatan bagi diri sendiri. Kasih bagi diri sendiri akan dilenyapkan oleh kasih bagi Kristus. Tidak ada persaingan akan menodai pekerjaan Injil yang indah itu. Mereka akan mengakui bahwa pekerjaan merekalah untuk memasyhurkan seperti Yohanes Pembaptis dahulukala memasyhurkan “Lihatlah Anak Domba Allah, yang meng-hapus dosa dunia.” Yohanes 1:29. Mereka akan meninggikan Yesus dan dengan Dia manusia akan ditinggikan. “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.” Yesaya 57:15. KSZ1 181.2

Jiwa nabi itu, yang dikosongkan dari diri sendiri, dipenuhi dengan te-rang Ilahi. Sementara ia menyaksikan kemuliaan Juruselamat, ucapan-nya hampir menyamai ucapan yang dikatakan Kristus sendiri dalam wawancara-Nya dengan Nikodemus. Yohanes berkata, “Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya. . . Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas”. Kristus dapat mengatakan, “Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.” Kepada-Nya dikatakan, “Engkau mencintai kea-dilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman sekutu-Mu.” Yohanes 5:30; Ibrani 1:9. Bapa mengaruniakan “Roh-Nya de-ngan tidak terbatas.” KSZ1 181.3

Demikian juga halnya dengan para pengikut Kristus. Kita dapat me-nerima terang surga hanya kalau kita suka dikosongkan dari diri sendiri. Kita tidak akan dapat mengerti tabiat Allah, atau menerima Kristus oleh iman, kecuali kita suka menaklukkan setiap pikiran kita untuk menurut kehendak Kristus. Kepada semua orang yang berbuat demikian, Roh Kudus dikaruniakan “seluruh kepenuhan Keallahan.” Di dalam Kristus “dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan Keallahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Kolose 2:9, 10. KSZ1 182.1

Murid-murid Yohanes telah mengatakan bahwa semua orang datang kepada Kristus; tetapi dengan pengertian yang lebih terang, Yohanes berkata, “Tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu;” begitu sedikit orang yang bersedia untuk menerima Dia sebagai Juruselamat dari dosa. Tetapi “Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku bahwa Allah adalah benar.” “Barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup.” Tidak perlu ada persengketaan mengenai apakah baptisan Kristus atau Yohanes yang menyucikan dari dosa. Rahmat Kristuslah yang memberikan hidup kepada jiwa. Terpisah dari Kristus, maka baptisan, seperti upacara yang lain mana pun, adalah upacara yang tak mengandung arti, “Barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup.” KSZ1 182.2

Berhasilnya pekerjaan Kristus, yang telah disambut oleh Yohanes Pembaptis itu dengan kegembiraan yang begitu besar, dilaporkan juga kepada para pembesar di Yerusalem. Imam-imam dan rabi-rabi telah me-rasa cemburu akan pengaruh Yohanes ketika mereka melihat orang ba-nyak meninggalkan rumah ibadah dan pergi berduyun-duyun ke padang belantara; tetapi di sini ada pula Orang yang memiliki kuasa yang lebih besar lagi untuk menarik khalayak ramai. Para pemimpin bangsa Israel itu tidak sudi mengatakan bersama dengan Yohanes, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Mereka itu bangkit dengan suatu tekad yang baru untuk mengakhiri pekerjaan yang sedang menarik orang banyak itu meninggalkan mereka. KSZ1 182.3

Yesus tahu bahwa mereka akan berusaha sedapat-dapatnya untuk menimbulkan perpecahan antara murid-murid-Nya sendiri dan muridmurid Yohanes. Ia tahu bahwa badai sedang datang yang akan menyapu salah seorang nabi yang terbesar yang pernah diberikan kepada dunia ini. Dengan tujuan hendak menghindarkan segala kesempatan untuk salah pengertian atau perselisihan paham, Ia menghentikan pekerjaan-Nya de-ngan diam-diam lalu pergi ke Galilea. Kita pun juga, sementara setia ke-pada kebenaran, haruslah berusaha menghindarkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan perselisihan dan salah pengertian. Sebab bila saja semuanya ini timbul, akibatnya ialah hilangnya jiwa-jiwa. Bila saja tim-bul keadaan yang mengancam untuk menyebabkan perpecahan, haruslah kita mengikuti teladan Yesus dan Yohanes Pembaptis itu. KSZ1 183.1

Yohanes telah dipanggil untuk memimpin sebagai seorang pembaru. Oleh karena ini, murid-muridnya ada dalam bahaya mengarahkan per-hatian mereka kepadanya, dengan merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada segala usahanya, lalu lupa bahwa ia hanyalah suatu alat yang digunakan Allah dalam pekerjaan-Nya. Akan tetapi pekerjaan Yohanes tidaklah cukup untuk meletakkan dasar jemaat Kristen. Setelah ia melaksanakan tugasnya, satu pekerjaan yang lain harus dilakukan, yang tidak dapat dilaksanakan oleh kesaksiannya. Murid-muridnya tidak mengerti akan hal ini waktu mereka melihat Kristus datang untuk mengambil pekeijaan itu, mereka merasa cemburu dan kecewa. KSZ1 183.2

Bahaya yang sama masih ada sekarang. Allah memanggil seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu; dan setelah pekerjaan itu di-lakukannya sejauh yang sanggup dilakukannya, Tuhan membawa orangorang lain pula, untuk melakukannya lebih jauh lagi. Tetapi, seperti halnya dengan murid-murid Yohanes, banyak orang yang merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada pengerja yang terdahulu itu. Perhatian ditujukan kepada manusia gantinya kepada Tuhan, perasaan cemburu masuk, lalu pekerjaan Allah pun ternodalah. Orang yang dengan demikian dihormati berlebih-lebihan itu, tergoda untuk memelihara kepercayaan pada diri sendiri. Ia tidak menyadari ketergantungannya kepada Allah. Orang diajar untuk bersandar pada manusia untuk mendapat bimbingan dan dengan demikian mereka terjerumus ke dalam kekeliruan, dan tersesat jauh dari Allah. KSZ1 183.3

Pekerjaan Allah hendaknya jangan memakai peta dan ukiran manusia. Kadang-kadang Tuhan akan menggunakan alat-alat yang lain, yang olehnya maksud-Nya dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Berbahagialah mereka yang sudi bila dirinya direndahkan, dengan berkata bersama Yohanes Pembaptis, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” KSZ1 184.1