Kerinduan Segala Zaman — 1

34/44

33 — SIAPAKAH SAUDARA-SAUDARAKU?

ANAK-ANAK Yusuf tidak menaruh simpati kepada Yesus dalam pekerjaan-Nya. Berita yang sampai kepada mereka mengenai kehidupan-Nya dan pekerjaan-Nya mengherankan dan mengejutkan mereka itu. Mereka mendengar bahwa Ia berdoa semalam-malaman, bahwa sehari-harian Ia dikerumuni oleh orang banyak, dan hampir tidak ada waktu makan bagi-Nya. Sahabat-sahabat-Nya merasa bahwa Ia me-nyusahkan diri-Nya sendiri dengan pekerjaan yang tidak henti-hentinya; mereka tidak sanggup menceritakan sikap-Nya terhadap orang-orang Farisi, dan ada pula beberapa yang takut bahwa pertimbangan-Nya sedang tidak menentu. KSZ1 343.1

Saudara-saudara-Nya mendengar tentang ini, dan juga tuduhan yang dihadapkan oleh orang-orang Farisi bahwa Ia membuangkan Setan de-ngan kuasa Setan. Mereka merasakan teguran tajam yang menimpa me-reka karena hubungan mereka dengan Yesus. Mereka mengetahui huruhara apa yang terjadi oleh sebab perkataan dan pekerjaan-Nya, dan bukan hanya takut karena ucapan-ucapan-Nya yang keras, tetapi marah atas celaan Yesus di hadapan ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka telah mengambil keputusan bahwa Ia mesti dibujuk atau terpaksa menghentikan cara bekerja yang demikian dan mereka memaksa Maria bersatu dengan mereka, dengan anggapan bahwa oleh kasih-Nya kepada Maria mereka dapat membujuk dengan lebih bijaksana. KSZ1 343.2

Sebelumnya Yesus telah mengadakan tanda mukjizat yang kedua kali menyembuhkan seorang yang dirasuk Setan, buta dan bisu, dan orangorang Farisi mengulangi tuduhannya. “Dengan kuasa penghulu Setan Ia mengusir Setan.” Mat. 9:34. Kristus dengan jelas menerangkan bahwa mempertalikan pekerjaan Roh Kudus dengan Setan, itu berarti dengan sendirinya mereka telah putus dari pancaran berkat. Orang-orang yang berbicara melawan Yesus sendiri, dengan tidak mengindahkan Keilahian-Nya, masih dapat menerima pengampunan; karena melalui Roh Kudus mereka dibawa melihat kesalahan mereka dan bertobat. Dosa apa pun, jika jiwa bertobat dan percaya, kesalahan itu akan dibasuhkan di dalam darah Kristus; tetapi barangsiapa yang menolak pekerjaan Roh Kudus berarti menempatkan dirinya sendiri di tempat pertobatan dan iman tidak dapat datang lagi padanya. Dengan Roh Kudus Tuhan bekerja dalam hati; jika manusia dengan sengaja menolak Roh Kudus, dan mengatakan bahwa itu datangnya dari Setan, mereka memutuskan saluran yang olehnya Allah dapat berhubungan dengan mereka. Jika akhirnya Roh itu ditolak, tidak ada lagi yang dapat diperbuat oleh Allah untuk jiwa yang demikian. KSZ1 344.1

Orang-orang Farisi kepada siapa Yesus mengucapkan amaran ini tidak percaya akan tuduhan yang mereka lemparkan kepada-Nya. Tidak seorang pun dari antara pembesar-pembesar itu yang tidak merasa tertarik kepada Juruselamat. Mereka telah mendengar suara Roh di dalam hati mereka yang menyatakan bahwa Ialah yang diurapi bagi Israel, dan mendorong mereka mengaku bahwa mereka sendirilah murid-muridNya. Di dalam terang hadirat-Nya mereka insaf akan ketidaksucian mereka, dan telah lama merindukan satu kebenaran yang tidak dapat mereka ciptakan. Tetapi sesudah penolakan mereka pada-Nya maka terlalu hina untuk menerima Dia sebagai Mesias. Mereka berjalan pada jalan kurang percaya, sehingga mereka terlalu sombong untuk mengakui kesalahan mereka. Untuk mencegah mengakui kebenaran, mereka berusaha dengan sengit serta putus asa melawan ajaran Juruselamat. Bukti kuasa dan kemurahan-Nya menggusarkan mereka. Mereka tidak dapat mencegah Juruselamat untuk mengadakan mukjizat, mereka tidak dapat mendi-amkan ajaran-Nya; tetapi dengan segala daya upaya mereka berusaha menyalahkan Dia dan memalsukan perkataan-Nya. Roh Tuhan yang me-yakinkan masih mengikuti mereka, dan mereka harus mendirikan rin-tangan untuk menahan kuasa itu. Alat yang paling berkuasa yang telah datang atas hati manusia sedang bergumul dengan mereka, tetapi mereka tidak mau menyerah. KSZ1 344.2

Bukannya Allah yang membutakan mata manusia atau mengeraskan hati mereka. Ia telah mengirimkan terang untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan memimpin mereka pada jalan yang benar; oleh karena peno-lakan akan terang ini mata dibutakan dan hati dikeraskan. Sering kema-juan berjalan secara pelahan-lahan dan hampir tidak kelihatan. Terang itu datang pada jiwa melalui firman Allah, melalui hamba-hamba-Nya, atau langsung dengan Roh Kudus; tetapi jika satu sinar terang tidak diin-dahkan, maka penglihatan rohani menjadi kaku dan pernyataan terang yang kedua tidak dapat dilihat dengan jelas. Maka kegelapan pun makin bertambah, sehingga gelaplah jiwa itu. Demikianlah yang terjadi dengan pemimpin-pemimpin orang Yahudi. Mereka yakin bahwa kuasa Ilahi ada di dalam Kristus, tetapi untuk menolak kebenaran, mereka menghubungkan pekerjaan Roh Kudus dengan Setan. Dengan melakukan hal ini, mereka sengaja memilih penipuan; menyerahkan diri kepada Setan, sebab itu mereka dikendalikan oleh kuasanya. KSZ1 345.1

Yang berhubungan erat dengan amaran Kristus mengenai dosa me-lawan Roh Kudus ialah amaran melawan kemalasan dan perkataan-per-kataan jahat. Perkataan menunjukkan apa yang terkandung di dalam hati. “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati.” Tetapi perkataan itu lebih dari menunjukkan tabiat; perkataan itu mempunyai pengaruh atas tabiat. Manusia dipengaruhi oleh perkataan mereka sendiri. Sering di bawah dorongan hati yang sesat, diajak oleh Setan, mengucapkan ke-cemburuan atau prasangka jahat, mengatakan yang tidak sungguh-sung-guh mereka percayai; tetapi ucapan yang demikian ada akibatnya di dalam pikiran. Mereka ditipu oleh ucapan mereka sendiri, dan mulai mempercayai hasutan bahwa yang diucapkan oleh Setan itu benar adanya. Jika sekali mengucapkan suatu pendapat dan keputusan, mereka terlalu sombong untuk menariknya kembali, dan berusaha membuktikan bahwa mereka benar, sehingga mereka yakin demikianlah yang sebenar-nya. Sangat berbahaya mengucapkan perkataan yang mengandung kera-gu-raguan, berbahaya meragukan dan mengritik terang Ilahi. Sifat lalai dan kritik yang tidak hormat mempunyai akibat atas tabiat, memanjakan rasa tidak hormat dan kurang percaya. Banyak orang yang telah meman-jakan sifat semacam ini jatuh dengan tidak sadar ke dalam bahaya, se-hingga ia telah siap mengritik dan menolak pekerjaan Roh Kudus. Yesus berkata: “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” KSZ1 345.2

Kemudian Ia menambahkan suatu amaran kepada mereka yang sudah dipengaruhi oleh perkataan-Nya, yang sudah mendengar Dia dengan gembira, tetapi tidak menyerahkan diri mereka bagi berdiamnya Roh Kudus. Bukan saja oleh perlawanan, tetapi karena lalai sehingga jiwa itu dibinasakan. “Apabila roh jahat keluar dari manusia, Kristus berkata, “ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke ru-mah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya dan mereka masuk dan berdiam di situ.” KSZ1 346.1

Banyak orang pada zaman Kristus, sebagaimana juga pada zaman ini, yang atasnya kuasa Setan tampak telah dipatahkan; dengan anugerah Allah mereka dilepaskan dari roh-roh jahat yang telah menguasai jiwa-nya. Mereka bergembira di dalam kasih Allah; tetapi, sebagaimana pen-dengar di tempat yang berbatu-batu yang terdapat dalam perumpamaan itu, mereka tidak tinggal di dalam kasih-Nya. Mereka tidak menyerahkan diri mereka setiap hari kepada Tuhan, agar Kristus dapat tinggal dalam hatinya; dan bila roh jahat itu kembali, dengan “tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya,” mereka sepenuhnya dikuasai oleh kuasa Setan. KSZ1 346.2

Apabila jiwa menyerah kepada Kristus, suatu kuasa yang baru me-lingkupi hati yang baru. Suatu perubahan terjadi, yang tidak dapat di-sempurnakan oleh usaha manusia bagi dirinya sendiri. Itulah pekerjaan yang luar biasa, membawa unsur-unsur yang luar biasa ke dalam keadaan manusia. Jiwa yang telah berserah kepada Yesus menjadi benteng-Nya sendiri, yang diadakan-Nya di dalam suatu dunia yang memberontak, dan Ia bermaksud agar tidak ada penguasa lain di dalamnya selain dari pada kuasa-Nya sendiri. Suatu jiwa yang dijaga oleh pesuruh-pesuruh surga kuat terhadap serangan Setan. Kecuali kita menyerahkan diri ke dalam pengawasan Kristus, maka kita akan dikuasai oleh si jahat itu. Kita tidak dapat mengelakkan apakah kita berada di bawah kuasa yang satu atau yang lain, dari antara dua kuasa besar yang bergumul untuk menguasai dunia ini. Tidak perlu kita dengan sengaja memilih melayani kerajaan kegelapan supaya berada di bawah kuasanya. Hanyalah dengan melalaikan persekutuan kita dengan kerajaan terang. Jika kita tidak bekerja sama dengan utusan-utusan surga, Setan akan memiliki hati itu, dan menjadikannya sebagai tempat tinggalnya yang tetap. Satu-satunya pertahanan kita melawan kejahatan ialah dengan hadirnya Kristus di dalam hati melalui iman di dalam kebenaran-Nya. Kecuali kita dihu-bungkan dengan Allah, kita tidak dapat melawan akibat-akibat yang najis dari cinta diri, pemanjaan diri sendiri, dan godaan terhadap dosa. Kita dapat meninggalkan banyak tabiat yang buruk, pada saat kita berpisah dengan Setan; tetapi tanpa adanya hubungan yang hidup dengan Allah, melalui penyerahan diri kita sendiri kepada-Nya dari saat ke saat, maka kita akan dikalahkan. Tanpa adanya pengenalan secara pribadi dengan Kristus, dan hubungan yang terus menerus, maka kita berada di bawah naungan musuh itu dan akan melaksanakan perintahnya hingga akhir dunia ini. KSZ1 346.3

“Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula. Demikain juga,” kata Kristus, “akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.” Tidak ada yang menjadi lebih keras daripada orang-orang yang menganggap enteng undangan kemurahan itu. dan mengabaikan Roh anugerah. Pernyataan yang paling umum dari dosa melawan Roh Kudus ialah dengan meremehkan undangan surga secara terus menerus supaya bertobat. Tiap langkah di dalam penolakan akan Kristus berarti satu lang-kah menuju penolakan akan keselamatan, dan dosa melawan Roh Kudus. KSZ1 347.1

Orang-orang Yahudi telah melakukan dosa yang tidak dapat diampuni dengan penolakan akan Yesus; dan dengan menolak undangan kemurahan, kita pun dapat melakukan kesalahan yang sama. Kita menyakiti hati Raja kehidupan itu, dan mempermalukan Dia di hadapan rumah ibadah Setan dan di hadapan semesta alam jika kita menolak mendengar utusanutusan-Nya, dan sebagai gantinya kita mendengarkan wakil-wakil Setan, yang menarik jiwa jauh dari Kristus. Selama seseorang berbuat serupa, ia tidak mempunyai pengharapan atau keampunan, dan akhirnya ia akan kehilangan semua kerinduannya untuk diperdamaikan dengan Allah. KSZ1 347.2

Ketika Yesus masih mengajar orang banyak, murid-murid-Nya mem-bawa berita bahwa ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya ada di luar, dan i-ngin melihat Dia. Ia mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, “Te-tapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepadaNya: Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku? Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: Ini ibu-Ku dan saudarasaudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” KSZ1 348.1

Semua orang yang mau menerima Kristus melalui iman dipersatukan kepada-Nya dengan satu ikatan yang lebih erat daripada persaudaraan manusia. Mereka menjadi satu dengan Dia, sebagaimana Ia satu dengan Bapa. Sebagai seorang yang percaya dan yang melakukan firman-Nya, ibu-Nyalah yang paling dekat dengan Dia melebihi hubungan yang a-lamiah. Saudara-saudara-Nya tidak akan menerima faedah dari hubungan mereka dengan Dia kecuali mereka menerima Dia sebagai Juruselamat pribadinya. KSZ1 348.2

Betapa besar pertolongan yang akan diperoleh kaum keluarga-Nya di dunia jika mereka percaya kepada-Nya yang turun dari surga, dan bekerja sama dengan Dia dalam menyelesaikan pekerjaan Allah! Kurang percaya mereka melontarkan bayang-bayang gelap atas kehidupan Yesus di dunia. Itu adalah sebagian cawan pahit yang diteguk-Nya bagi kita. KSZ1 348.3

Permusuhan yang timbul dalam hati manusia melawan Injil sangat di-rasakan oleh Anak Allah, dan itulah yang paling menyakitkan Dia di da-lam rumah-Nya; karena hati-Nya penuh keramahan dan kasih, dan Ia sa-ngat menghargai hubungan yang ramah di dalam keluarga. Saudara-saudara-Nya ingin supaya Ia mengabulkan pikiran-pikiran mereka, sedang-kan arah yang demikian bertentangan dengan pekabaran Ilahi-Nya. Mereka memandang kepada-Nya karena memerlukan nasihat mereka. Mereka menghakimi Dia dari segi pandangan manusia dan menganggap bahwa jika Ia mau mengatakan perkara-perkara yang dapat diterima oleh ahli -ahli Taurat dan orang-orang Farisi, Ia dapat menyingkirkan perban-tahan yang dapat ditimbulkan oleh perkataanNya. Mereka berpikir bah-wa Ia tidak berhak menyatakan bahwa diri-Nya mempunyai kuasa Ilahi, dan menempatkan diri-Nya di hadapan para rabi sebagai seorang yang mengecam dosa-dosa mereka. Mereka tahu bahwa orang-orang Farisi sedang mencari alasan hendak menuduh Dia, dan mereka rasa bahwa Ia telah memberikan kepada mereka cukup banyak alasan untuk itu. KSZ1 348.4

Dengan ukuran mereka yang dangkal itu mereka tidak dapat menduga tugas yang akan dilakukan-Nya dan oleh sebab itu tidak menaruh simpati kepada-Nya di dalam penderitaan-Nya. Perkataan mereka yang kasar, dan tidak dihargai menunjukkan bahwa mereka belum mempunyai pene-rimaan yang benar akan tabiat-Nya, dan tidak dapat memperhatikan bah-wa Keilahian telah berpadu dengan kemanusiaan. Mereka sering melihat Dia penuh dengan duka; tetapi gantinya menghibur Dia, roh dan perka-taan mereka hanya melukai hati-Nya. Perasaan hati-Nya yang amat halus itu tersiksa, motif-Nya telah disalah mengerti, pekerjaan-Nya tidak dipahami. KSZ1 349.1

Saudara-saudara-Nya sering menghadapkan filsafat orang-orang Farisi yang membosankan dan amat tua itu, dan menganggap bahwa mereka dapat. mengajar Dia yang mengetahui semua kebenaran dan mengerti segala rahasia itu. Mereka dengan bebas mempersalahkan apa yang tidak mereka mengerti. Dengan cepat mereka mencela segala yang ada pada-Nya, sehingga jiwa-Nya letih dan susah. Mereka mengaku beriman kepada Allah, dan mereka mengira sedang membenarkan Allah, sedangkan Allah ada di antara mereka di dalam tubuh, tetapi mereka tidak mengenal Dia. KSZ1 349.2

Perkara-perkara yang demikian inilah membuat jalan-Nya penuh dengan duri. Kristus sangat disakiti oleh kurang penghargaan di rumah-Nya sehingga bagi-Nya lebih baik pergi ke tempat di mana perkara yang demikian itu tidak ada. Ada satu rumah tempat bertamu yang disukaiNya,—rumah Lazarus, Maria, dan Marta; karena di dalam suasana iman dan kasih Roh-Nya mendapat perhentian. Namun demikian belum seorang pun di atas dunia yang dapat memahami tugas-Nya, atau menge-tahui beban yang dipikul-Nya demi kepentingan manusia. Sering Ia men-dapat keteduhan hanya di saat sendirian, dan berhubungan dengan Bapa-Nya yang di surga. KSZ1 349.3

Orang yang dipanggil menanggung sengsara karena Kristus, yang menderita oleh salah paham dan kurang percaya walaupun di rumahnya sendiri, dapat memperoleh hiburan dalam pikiran bahwa Yesus telah me-nanggung hal yang demikian juga. Ia digerakkan oleh kasih terhadap me-reka itu. Ia mengundang mereka mendapatkan persahabatan di dalam Dia, dan hiburan yang diperoleh-Nya, di dalam hubungan dengan Bapa. KSZ1 350.1

Mereka yang menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi tidak ditinggalkan sebagai yatim piatu, menanggung pencobaan sendirian. Ia menerima mereka sebagai anggota keluarga surga; Ia mengundang supaya memanggil Bapa-Nya sebagai Bapa mereka. Mereka adalah “anakanak-Nya” yang dikasihi oleh Allah, terikat kepada-Nya oleh ikatan yang paling manis dan kekal. Kasih-Nya terhadap mereka amat luas dan lembut, melebihi apa yang ibu dan bapa rasakan terhadap kita di dalam keadaan kita yang tanpa pertolongan, karena yang Ilahi lebih tinggi dari yang bersifat manusia. KSZ1 350.2

Tentang hubungan Kristus dengan umat-Nya, terdapatlah sebuah gambaran yang indah di dalam hukum yang diberikan kepada bangsa Israel. Bilamana seorang Ibrani jatuh miskin dan terpaksa melepaskan harta pusakanya, dan menjual dirinya sendiri sebagai hamba, tugas untuk menebus dia dan hak warisnya jatuh kepada seorang keluarga yang ter-dekat: Lihat Imamat 25:25, 47-49; Rut 2:20. Jadi pekerjaan untuk me-nebus kita dan warisan kita, yang telah hilang karena dosa, jatuh kepada-Nya, orang yang “terdekat” dengan kita. Karena mau menebus kita Ia menjadi kerabat yang terdekat bagi kita. Lebih erat daripada bapa, ibu, saudara, teman, atau kekasih ialah Tuhan Juruselamat kita. “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.” “Oleh karena engkau ber-harga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” Yesaya 43:1, 4. KSZ1 350.3

Kristus mengasihi makhluk-makhluk surga yang mengelilingi takhta-Nya; tetapi dengan apakah dapat diperhitungkan kasih yang besar yang dengan itu Ia mengasihi kita? Kita tidak dapat memahaminya, tetapi kita dapat mengetahui itu dengan benar di dalam pengalaman kita sendiri, jikalau kita mempertahankan hubungan kita dengan Dia, betapa indahnya kita melihat orang-orang yang menjadi saudara laki-laki dan saudara perempuan Tuhan kita! Bukankah kita mau cepat mengenal tuntutan-tuntutan tentang hubungan Ilahi kita? Diangkat ke dalam keluarga Allah, tidakkah sepatutnya kita menghormati Bapa kita dan saudara kita? KSZ1 350.4