Membina Anak yang Bertanggung Jawab

32/84

Bagian 8—TUGAS YANG TERUTAMA-PERKEMBANGAN TABIAT

PASAL 31—Pentingnya Tabiat

Satu-satunya Harta yang akan Dibawa dari Dunia Ini. Suatu tabiat yang dibentuk sesuai dengan peta Ilahi adalah satu-satu-nya harta yang dapat Kita bawa dari dunia ini ke dunia yang berikutnya. Mereka yang berada di bawah petunjuk Tuhan di dalam dunia ini akan membawa bersama mereka setiap sifat Ilahi ke dalam rumah yang di surga. Dan di dalam surga kita akan senantiasa menjadi lebih baik. Kalau demikian, betapa pentingnya perkembangan tabiat itu selama kita hidup sekarang ini. 1 MABJ 169.1

Tabiat yang Sejati adalah Mutu Jiwa. Kesanggupan dan kepandaian mental bukanlah tabiat, oleh karena semuanya ini sering dimiliki oleh mereka yang mempu- nyai sifat-sifat yang berlawanan dengan tabiat yang baik. Reputasi bukanlah tabiat. Tabiat yang sejati adalah suatu mutu jiwa, yang nyata di dalam perbuatan. 2 MABJ 169.2

Tabiat yang baik adalah modal yang lebih berharga daripada emas atau perak. Itu tidak dapat dipengaruhi oleh rasa panik atau kegagalan-kegagalan, dan pada hari di mana segala harta duniawi akan dilenyapkan, itu akan memberikan pahala yang berlimpah. Ketulusan hati, keteguhan dan ketabahan adalah sifat-sifat yang harus diusahakan untuk diperkembangkan oleh semua orang; oleh karena semuanya itu akan melengkapi pemiliknya dengan satu kuasa yang tidak bisa dilawan— satu kuasa yang akan menjadikan dia kuat untuk berbuat kebajikan, kuat untuk menentang kejahatan, kuat untuk menghadapi kesukaran. 3 MABJ 170.1

Dua Unsur yang Perlu. Kekuatan tabiat terdiri dari dua hal kuasa kemauan dan kuasa pengendalian diri. Banyak orang muda menyangka bahwa nafsu yang kuat dan tidak terkendalikan itu adalah kekuatan tabiat; tetapi yang sebenarnya ialah bahwa seseorang yang dikuasai oleh nafsunya adalah seorang manusia yang lemah. Kebesaran dan keagungan yang sejati seorang manusia diukur oleh kuasanya untuk mengalahkan perasaannya, bukan oleh kuasa perasaannya yang mengalahkan dirinya. Orang yang paling kuat adalah orang yang peka terhadap perbuatan yang jahat, tetapi akan mengekang nafsunya dan mengampuni musuh-musuhnya. 4 MABJ 170.2

Lebih Diperlukan daripada Bentuk Luar. Jikalau orang muda menganggap bahwa untuk memiliki suatu tabiat yang indah dan pem-bawaan yang baik itu sama pentingnya dengan usaha mereka untuk meniru mode-mode duniawi dalam pakaian dan pembawaan, maka kita akan melihat bukan hanya seorang seperti sekarang ini, melainkan ratusan orang akan muncul di atas panggung kehidupan yang aktif yang sedia untuk memberikan suatu pengaruh yang dapat memperbaiki masyarakat. 5 MABJ 170.3

Perkembangan Tabiat adalah Satu Pekerjaan Seumur Hidup. Pembentukan tabiat adalah pekerjaan seumur hidup, dan itu adalah untuk masa kekekalan. Jikalau semua orang menyadari hal ini, jikalau mereka mau menyadari bahwa kita ini secara pribadi sedang mengambil keputusan untuk menentukan nasib kita sendiri untuk hidup kekal atau kebinasaan kekal, betapa suatu perubahan akan terjadi! Betapa bedanya masa percobaan ini digunakan, dan betapa bedanya tabiat-tabiat yang akan memenuhi dunia ini! 6 MABJ 170.4

Perkembangan dan Pertumbuhan. Berseminya benih itu menggambarkan permulaan kehidupan rohani, dan pertumbuhan tanaman itu adalah suatu gambaran tentang pertumbuhan tabiat. Tidak akan ada kehidupan tanpa pertumbuhan. Tanaman itu harus bertumbuh, karena kalau tidak, itu berarti mati. Sebagaimana pertumbuhan tanam-an itu tenang dan tidak terlihat, tetapi terus-menerus, demikian pula pertumbuhan tabiat. Pada setiap taraf pertumbuhan hidup kita ini bisa menjadi sempurna; namun demikian, jikalau maksud Allah itu mau digenapkan di dalam kehidupan kita, maka harus ada kemajuan yang terus-menerus. 7 MABJ 171.1

Itu adalah Panen Kehidupan. Panen kehidupan adalah tabiat, dan hal ini yang menentukan nasib, baik untuk kehidupan yang sekarang ini dan juga kehidupan yang akan datang. Panen adalah reproduksi benih yang sudah ditaburkan. Setiap benih akan menghasilkan buah menurut jenisnya. Demikian pula halnya dengan tabiat yang kita man-jakan. Sifat mementingkan diri, cinta diri, meninggikan diri, pemanjaan diri, akan berkembang biak; dan kesudahannya adalah kehancuran dan kebinasaan. “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” 8 Kasih, bersimpati dan manis budi akan menghasilkan buah-buah berkat, satu panen yang tidak akan binasa. 9 MABJ 171.2

Bukti Keagamaan Terbesar. Jikalau ibu-ibu yang takut akan Tuhan mengeluarkan anak-anak yang tabiatnya jujur, dengan prinsip-prinsip dan moral yang baik kepada masyarakat, maka mereka telah melaksanakan suatu pekerjaan rohani yang paling penting dari segala sesuatu yang lainnya. Anak-anak mereka, yang telah dididik dengan saksama untuk menduduki tempat mereka di dalam masyarakat, adalah bukti keagamaan paling besar yang dapat diberikan kepada dunia. 10 MABJ 171.3

Pengaruh Seorang Anak yang Dididik dengan Sepatutnya. Tidak ada pekerjaan yang lebih agung yang pernah dipercayakan kepada manusia selain daripada membentuk tabiat. Anak-anak bukan saja harus dididik, tetapi juga dilatih; dan siapakah yang dapat menceritakan tentang masa depan seorang anak atau anak muda yang sedang bertumbuh? Biarlah perhatian yang paling saksama diberikan kepada pendidikan anak-anakmu. Seorang anak, yang didisiplin dengan sepatutnya di dalam prinsip-prinsip kebenaran, yang memiliki tabiat mengasihi dan takut akan Allah, akan memiliki suatu kuasa yang tidak terduga untuk melakukan kebajikan di dalam dunia ini. 11 MABJ 171.4