Membina Anak yang Bertanggung Jawab

78/84

Bagian 18—MEMPERTAHANKAN PENGALAMAN KEAGAMAAN

PASAL 77—Kitab Suci dalam Rumah Tangga

Kitab Suci adalah Sebuah Buku yang Sanggup Melakukan Banyak Perkara. Dalam corak ragam dan bahan-bahan pe-lajaran-nya yang mencakup daerah yang luas, Kitab Suci berisi sesuatu yang menarik ba-gi setiap pikiran dan menggugah setiap hati. Pada lembaran-lembarannya terdapat sejarah yang paling kuno; ri-wayat kehidupan yang paling benar; prin-sip-prinsip pemerintahan untuk memerintah negara, untuk mengatur rumah tangga—prinsip yang tidak pernah dapat ditandingi oleh hikmat manusia. Buku ini mengandung falsafah yang paling dalam; sanjak yang paling indah dan mulia, yang paling emosional dan yang paling menye- dihkan. Di dalam nilainya tulisan-tulisan dalam Kitab Suci jauh lebih unggul dari hasil karya pengarang-pengarang manusia biasa, sekalipun bila dipertimbangkan dengan cara demikian; akan tetapi bila ditinjau dalam hubungannya dengan tema inti yang agung itu, semuanya itu mempunyai ruang lingkup yang luasnya tidak terhingga, dan nilai yang tidak terkira. Ditinjau dari sudut pandang ini, setiap topik mempunyai suatu makna yang baru. Di dalam kebenaran-kebenaran yang diucapkan dengan cara yang paling sederhana itu tercakup prinsip yang tinggi seperti langit dan yang mencakup kekekalan. 1 MABJ 533.1

Firman Allah berkelimpahan dalam permata-permata kebenaran yang mahal, dan orangtua harus mengeluarkan semuanya itu dari dalam petinya dan menghadapkannya kepada anak-anak mereka dalam terang yang sebenarnya. ... Di dalam Firman Allah engkau memiliki sebuah gudang harta dari mana engkau dapat mengambil benda-benda yang mahal, dan sebagai pengikut Tuhan engkau harus melengkapi dirimu untuk setiap pekerjaan yang baik. 2 MABJ 534.1

Di dalamnya Allah Menyediakan Sebuah Jamuan Pesta yang Mewah. Dalam memberikan kepada kita kesepakatan untuk mempelajari firman-Nya, Tuhan telah menyediakan di hadapan kita sebuah jamuan pesta yang mewah. Banyaklah manfaat yang bisa diperoleh dari firman-Nya, yang digambarkan oleh Dia sebagai daging dan darah-Nya, roh dan hidup-Nya. Dengan memakan firman ini, kekuatan rohani kita ditambahkan; kita bertumbuh dalam anugerah dan dalam suatu pengetahuan akan kebenaran. Kebiasaan untuk mengendalikan diri dibentuk dan dikuatkan. Segala kelemahan pada masa kanak-kanak seperti, bersungut, kekerasan hati, mementingkan diri, kata-kata yang kasar, tindakan yang disertai kemarahan akan hilang lenyap, dan sebagai gantinya bertumbuhlah sifat-sifat kedewasaan sebagai umat Tuhan. 3 MABJ 534.2

Segala pelajaran yang indah dari cerita dan perumpamaan Kitab Suci, pelajaran dari Firman Allah yang suci dan sederhana itu, adalah makanan rohani bagi engkau dan anak-anakmu. MABJ 534.3

Oh, betapa suatu pekerjaan terdapat di hadapanmu! Maukah engkau melaksanakannya dalam kasih dan takut akan Allah? Maukah engkau menempatkan dirimu dalam hubungan dengan Allah melalui firman-Nya? 4 MABJ 534.4

Itu adalah Ukuran Kejujuran Akhlak. Firman Allah dengan cara bijaksana harus ditanamkan di dalam pikiran yang masih muda dan dijadikan sebagai ukuran kejujuran akhlak mereka, memperbaiki segala kesalahan mereka, menerangi dan menuntun pikiran mereka, yang akan jauh lebih ampuh dalam mengekang dan mengendalikan pembawaan yang emosional ketimbang oleh kata-kata yang keras, yang akan membangkitkan amarah. Pendidikan anak-anak untuk memenuhi ukuran Kitab Suci akan memerlukan waktu, ketekunan dan doa. Hal ini harus diperhatikan jikalau beberapa perkara tentang rumah tangga telah diabaikan. 5 MABJ 534.5

Kebenaran-kebenaran Kitab Suci, jika diterima akan mengangkat pikiran dari kemerosotan dan keduniawian. Jikalau Firman Allah dihargai sebagaimana mestinya, baik orang muda dan orangtua akan memiliki satu kejujuran akhlak, satu kekuatan dalam prin-sip, yang akan menyanggupkan mereka melawan penggodaan. 6 MABJ 535.1

Yang Mahasuci dari Israel telah memberitahukan kepada kita segala hukum dan undang-undang yang harus memerintah semua pikiran manusia. Segala peraturan ini, yang telah dinyatakan “suci, dan adil dan baik,” harus menjadi ukuran dari segala tindak tanduk dalam rumah tangga. Tidak ada penyelewengan dari padanya vang tidak menjadi dosa, oleh karena semuanya itu adalah dasar dari agama yang benar. 7 MABJ 535.2

Itu Menguatkan Pikiran. Jikalau Kitab Suci dipelajari sebagaimana harusnya, maka manusia akan menjadi kuat dalam pikirannya. Pengajaran-pengajaran yang dikemukakan di dalam Firman Allah, kesederhanaan ucapan-ucapannya, tema-tema yang agung yang dihadapkan kepada pikiran, akan memperkembang kesanggupan-kesang-gupan yang ada di dalam diri manusia yang tidak akan dapat di-perkembang dengan cara lainnya. Di dalam Kitab Suci sebuah ladang yang tidak terbatas luasnya terbuka bagi imajinasi. Setelah merenung-renungkan tema-temanya yang agung itu, setelah berhubungan dengan tulisan-tulisannya yang berisi gambaran yang indah itu, seorang pelajar akan pergi dengan pikiran yang lebih suci dan lebih luhur daripada jikalau ia telah menggunakan waktunya itu untuk membaca hasil karya buatan manusia, tanpa menyebutkan sesuatu yang remeh sifatnya. Pikiran yang masih muda itu akan gagal untuk mencapai perkembangan mereka yang paling mulia bilamana mereka melalaikan sumber hikmat yang tertinggi yaitu Firman Allah. Alasan mengapa kita memiliki begitu sedikit manusia yang berpikiran baik, manusia yang mempunyai nilai yang tetap dan stabil, ialah oleh karena Allah tidak ditakuti, Allah tidak dikasihi, prinsip-prinsip agama tidak dinyatakan di dalam hidup sebagaimana harusnya. MABJ 535.3

Allah menghendaki agar kita menggunakan setiap alat yang dapat memperkembang dan memperkuat kuasa pikiran kita . . . .Jikalau Kitab Suci lebih banyak dibaca, jikalau kebenaran-kebenarannya dipahami dengan lebih baik, maka kita akan menjadi orang-orang yang lebih diterangi dan lebih pandai. Tenaga diberikan kepada jiwa oleh menyelidiki halaman-halamannya. 8 MABJ 536.1

Itu adalah Dasar Bagi Kesejahteraan Rumah Tangga, Sosial dan Bangsa. Pengajaran Kitab Suci mempunyai suatu pengaruh yang kuat terhadap kemakmuran manusia dalam segala hubungannya dengan hidup yang sekarang ini. Itu memaparkan asas yang menjadi batu penjuru kemakmuran bangsa—asas oleh mana terikat kesejahteraan masyarakat, dan yang menjadi pelindung bagi keluarga—asas tanpa mana tidak seorang pun bisa mencapai manfaat, kebahagiaan dan kehormatan di dalam hidup yang sekarang ini, atau berharap untuk dapat memperoleh hidup yang kekal, untuk masa mendatang. Tidak ada satu pangkat dalam hidup, tidak ada satu taraf di dalam pengalaman manusia, untuk mana pengajaran Kitab Suci bukan merupakan satu persiapan yang perlu. 9 MABJ 536.2

Pengetahuan Kitab Suci Merupakan Satu Pelindung. Dari sejak seorang kanak-kanak, Timotius mengetahui Kitab Suci; dan pengetahuan ini adalah satu pelindung bagi dia terhadap pengaruh jahat yang mengelilingi dia dan dari penggodaan untuk memilih kepelesiran dan pemuasan diri lebih dari tugas. Pelindung seperti ini diperlukan oleh semua anak-anak kita, dan haruslah menjadi sebagian dari pekerjaan orangtua dan hamba-hamba Tuhan untuk memastikan bahwa anak-anak diberikan pengajaran yang sepatutnya dalam Firman Allah. 10 MABJ 536.3

Kasih akan Kitab Suci Bukanlah Sesuatu yang Alamiah. Anak-anak muda bersifat lalai dan tidak berpengalaman, dan kasih akan Kitab Suci serta segala kebenarannya tidaklah akan datang dengan sendirinya. Kecuali usaha yang sungguh-sungguh diadakan untuk membangun di sekeliling mereka benteng-benteng yang melindungi mereka dari alat-alat Setan, maka mereka akan menjadi korban penggodaannya dan akan ditawan oleh dia menurut kemauannya. Di dalam tahun-tahun permulaan hidup mereka anak-anak harus diajar tentang segala tuntutan hukum Allah dan iman dalam Penebus kita untuk membersihkan diri dari segala noda dosa. Iman ini harus diajarkan setiap hari, melalui pengajaran dan teladan. 11 MABJ 536.4

Anak-anak Muda Terutama Sekali Mengabaikan Pelajaran Kitab Suci. Baik orangtua dan muda mengabaikan Kitab Suci. Mereka tidak menjadikannya sebagai bahan pelajaran mereka, peraturan dalam hidup mereka. Terutama sekali anak-anak muda bersalah dalam kelalaian ini. Kebanyakan mereka mempunyai waktu untuk membaca buku-buku lain, tetapi buku yang menunjukkan jalan yang menuju kepada hidup kekal tidak dipelajari setiap hari. Cerita-cerita dongeng dibaca dengan penuh perhatian, sementara Kitab Suci diabaikan. Buku ini adalah penuntun kita kepada satu kehidupan yang lebih luhur dan lebih suci. Anak-anak muda akan mendapati buku itu sebagai buku yang paling menarik perhatian yang mereka pernah baca jikalau saja imajinasi mereka tidak dirusak oleh membaca cerita-cerita dongeng. MABJ 537.1

Pikiran yang masih muda gagal untuk mencapai perkembangan mereka yang paling luhur bilamana mereka mengabaikan sumber hikmat yang tertinggi yaitu Firman Allah. Bahwa kita berada di dalam dunia milik Allah, di hadirat Khalik itu; bahwa kita dijadikan atas peta-Nya; bahwa Ia menjaga kita dan mengasihi serta memperhatikan kita— semuanya ini adalah tema-tema yang indah untuk dipikirkan dan akan menuntun pikiran kepada ladang meditasi yang luas dan agung. Ia yang membuka pikiran dan hati kepada kebiasaan untuk merenung-renungkan tema-tema seperti itu tidak pernah akan merasa puas dengan bahan-bahan pemikiran yang remeh dan bersifat sensasional. 12 MABJ 537.2

Kelalaian Orangtua Dipantulkan dalam Diri Anak-anak. Sekalipun pada waktu masih kecil sekali, anak-anak memperhatikan; jikalau orangtua menunjukkan bahwa Firman Allah itu bukanlah penuntun dan penasihat mereka, jikalau mereka tidak menghargai pekabaran yang disampaikan kepada mereka, roh acuh tidak acuh yang sama yang bersikap, “saya tidak peduli; saya akan mengikuti jalan saya sendiri,” akan diperlihatkan oleh anak-anak mereka. 13 MABJ 537.3

Berikan kepada Firman Itu Tempatnya yang Terhormat. Sebagai suatu umat yang mempunyai terang yang besar, kita harus menjadi luhur dalam kebiasaan kita, dalam kata-kata kita, dan di dalam kehi- dupan rumah tangga serta pergaulan kita. Berikan kepada Firman itu tempatnya yang terhormat sebagai satu penuntun di dalam rumah tangga kita. Biarlah itu dijadikan sebagai penasihat di dalam menghadapi segala kesulitan, ukuran dari segala perbuatan. Maukah sau-dara-saudaraku diyakinkan bahwa tidak akan pernah ada kemakmuran yang sejati kepada siapa pun juga di dalam lingkungan keluarga kecuali kebenaran Allah, hikmat kebenaran, memerintah? Setiap usaha harus diadakan oleh para bapa dan ibu untuk mengangkat pikiran mereka dari kebiasaan malas yang menganggap bahwa pelayanan kepada Allah itu adalah satu beban. Kuasa kebenaran harus dijadikan alat yang menyucikan di dalam rumah tangga. 14 MABJ 537.4

Orangtua, berikan kepada anak-anakmu, hukum demi hukum, pengajaran demi pengajaran, petunjuk yang terdapat di dalam Firman Allah yang suci itu. Ini adalah pekerjaan yang engkau telah berjanji untuk melaksanakannya pada waktu engkau dibaptiskan. Janganlah ada sesuatu yang bersifat duniawi yang menghalangi engkau dari pekerjaan ini. Perbuatlah dengan segala kesanggupanmu untuk menyelamatkan jiwa anak-anakmu, apakah mereka itu tulang dari tulangmu dan daging dari dagingmu, atau apakah mereka itu telah diterima ke dalam keluargamu dengan pengangkatan. 15 MABJ 538.1

Jadikan Itu Sebagai Buku Pelajaran di dalam Rumah Tangga. Orangtua, jikalau engkau mau mendidik anak-anakmu untuk melayani Allah dan berbuat kebajikan di dalam dunia ini, jadikan Kitab Suci sebagai buku pelajaranmu. Buku ini membuka segala tipu daya Setan. Buku ini adalah alat yang mengangkat umat manusia, alat yang menegur dan memperbaiki kejahatan moral, alat yang dapat menyang-gupkan kita untuk membedakan antara yang benar dan yang palsu. Perkara apa pun yang lain yang diajarkan di dalam rumah tangga atau di sekolah, Kitab Suci sebagai pendidik yang besar itu harus diutamakan. Jikalau kepadanya diberikan tempat ini, maka Allah dihormati, dan Ia akan bekerja bagimu dalam pertobatan anak-anakmu. Ada satu tambang kebenaran dan keindahan yang berkelimpahan di dalam buku yang suci ini, dan orangtua harus menyalahkan diri mereka sendiri jikalau mereka tidak menjadikan buku itu amat menarik kepada anak-anak mereka. 16 MABJ 538.2

“Adalah tertulis” adalah satu-satunya senjata yang digunakan Yesus pada waktu si penggoda itu datang dengan tipu dayanya. Mengajarkan kebenaran Kitab Suci adalah pekerjaan yang agung dan besar yang setiap orangtua harus lakukan. Dalam satu pikiran yang berbahagia dan menyenangkan, tempatkan kebenaran itu seakan-akan itu diucapkan oleh Allah di hadapan anak-anak. Sebagai bapa dan ibu, engkau bisa menjadi bahan pelajaran kepada anak-anakmu di dalam hidup sehari-hari dengan menunjukkan kesabaran, manis budi, dan kasih, dengan mengikat mereka kepada dirimu sendiri. Jangan biarkan mereka berbuat menurut kemauan mereka sendiri. Tetapi tunjukkan kepada mereka dalam pengajaran serta nasihat Tuhan. 17 MABJ 538.3

Pelajari dengan Tekun dan Sistematis. Ikuti satu sistem yang teratur dalam mempelajari Kitab Suci di dalam keluargamu. Abaikan sesuatu yang sifatnya fana,... tetapi pastikan bahwa jiwa diberi makan dengan roti hidup. Adalah mustahil untuk menaksir hasil-hasil yang baik daripada mempelajari Firman Allah dalam satu cara yang ramah dan menyenangkan selama satu jam ataupun setengah jam setiap hari. Jadikan Kitab Suci sebagai penafsirnya sendiri, dengan mengumpulkan segala sesuatu yang dikatakan tentang satu bahan pelajaran tertentu pada waktu yang berbeda-beda dan dalam keadaan yang berbeda pula. Jangan hentikan pelajaran Kitab Suci dalam rumah tanggamu itu bilamana ada tamu yang datang. Jikalau mereka datang sementara engkau sedang belajar, undanglah mereka untuk mengambil bagian di dalamnya. Biarlah terlihat bahwa engkau menganggap lebih penting untuk memperoleh satu pengetahuan tentang firman Allah daripada untuk memperoleh keuntungan atau kepelesiran duniawi. 18 MABJ 539.1

Jikalau kita mau mempelajari Kitab Suci dengan tekun dan dengan disertai doa setiap hari, maka setiap hari kita akan melihat beberapa kebenaran yang indah dalam terang yang baru, jelas dan kuat. 19 MABJ 539.2

Biarlah Semua Mempelajari Pelajaran Sekolah Sabat. Sekolah Sabat memberikan kepada orangtua dan anak-anak satu kesempatan untuk mempelajari firman Allah. Tetapi agar supaya mereka dapat memperoleh keuntungan yang mereka harus peroleh di dalam Sekolah Sabat, baik orangtua dan anak-anak harus menggunakan waktu untuk mempelajari pelajaran-pelajaran itu, sambil berusaha memperoleh satu pengetahuan yang sempurna tentang kenyataan-kenyataan yang dikemukakan dan juga tentang kebenaran rohani yang diajarkan oleh kenyataan tersebut. Terutama sekali kita harus menanamkan ke dalam pikiran anak-anak muda itu tentang pentingnya mencari makna yang sepenuhnya ayat Kitab Suci yang sedang dipelajari. MABJ 539.3

Orangtua, asingkan sedikit waktu setiap hari untuk mempelajari pelajaran Sekolah Sabat bersama dengan anak-anakmu. Jika perlu tiadakan kunjungan untuk beramah-tamah, daripada harus mengorbankan jam-jam yang harus digunakan untuk mempelajari pelajaran-pelajaran tentang sejarah yang suci itu. Orangtua sebagaimana juga anak-anak akan memperoleh keuntungan dari pelajaran ini. Biarlah ayat-ayat Kitab Suci yang lebih penting yang berhubungan dengan pelajaran itu dihafal, bukan sebagai satu kewajiban, melainkan sebagai satu kesempatan. Sekalipun pada mula-mulanya ingatan itu lemah, itu akan memperoleh kekuatan dengan melalui latihan, sehingga setelah satu jangka waktu tertentu engkau akan merasa senang untuk menyimpan firman kebenaran itu dengan cara demikian. Dan kebiasaan ini akan terbukti sebagai satu penolong yang paling berguna kepada pertumbuhan rohani. 20 MABJ 539.4

Orangtua harus merasa bahwa adalah satu tugas yang suci untuk mengajar anak-anak mereka dalam segala hukum dan tuntutan Allah sebagaimana tentang segala nubuatan. Mereka harus mendidik anak-anak mereka di rumah dan mereka sendiri harus menaruh perhatian dalam pelajaran Sekolah Sabat. Dengan belajar bersama anak-anak mereka, mereka menunjukkan bahwa mereka menganggap pentingnya kebenaran yang dinyatakan dalam pelajaran-pelajaran itu dan menolong untuk menciptakan satu selera untuk pengetahuan Kitab Suci. 21 MABJ 540.1

Jangan Merasa Puas dengan Pengetahuan yang Dangkal. Pentingnya mencari suatu pengetahuan yang sempurna tentang Kitab Suci hampir tidak bisa diukur. Diberikan oleh ilham Allah,” sanggup menjadikan kita “bijaksana untuk memperoleh keselamatan,” menjadikan hamba Allah “sempurna, diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”, Kitab Suci menuntut agar kita memberikan perhatian yang khidmat terhadapnya. Janganlah kita merasa puas dengan satu pengetahuan yang dangkal, tetapi harus berusaha untuk mempelajari makna yang sepenuhnya firman kebenaran itu, untuk meminum dari roh hukum-hukum yang Suci itu. 22 MABJ 540.2

Kenakan Pelajaran-pelajaran Itu Kepada Pengalaman Anak-anak. Dalam mengajarkan Kitab Suci kepada anak-anak, kita bisa memperoleh banyak dengan mengamat-amati kecenderungan pikiran mereka, perkara-perkara di dalam hal mana mereka menaruh perhatian dan membangkitkan perhatian mereka untuk melihat apa yang Kitab Suci ajarkan tentang hal-hal ini. Ia yang telah menciptakan kita, dengan segala bakat kita yang berbeda-beda, di dalam Firman-Nya telah memberikan sesuatu bagi setiap orang. Apabila murid-murid melihat bahwa pelajaran-pelajaran Kitab Suci itu kena kepada kehidupan mereka sendiri, ajar mereka untuk memandang kepadanya sebagai satu penasihat.... MABJ 540.3

Kitab Suci berisi satu kesempurnaan, satu kekuatan, satu keda-laman daripada maknanya, yang tidak pernah akan habis. Berikan dorongan kepada anak-anak dan orang muda untuk mencari hartanya, baik secara buah pikiran dan juga pernyataan. 23 MABJ 541.1

Masing-masing Harus Belajar bagi Dirinya Sendiri. Para ibu dan bapa memikul satu tanggung jawab yang berat sehubungan dengan anak-anak mereka. Orangtua yang percaya dan mempelajari Kitab Suci akan menyadari bahwa mereka harus menaati segala perintah Allah, bahwa mereka tidak boleh berjalan bertentangan dengan hukum-Nya yang suci. Mereka yang membiarkan seseorang, sekalipun seorang pendeta, untuk menuntun mereka untuk mengabaikan firman Allah harus pada hari pehukuman menghadapi akibat dari pada tindakan mereka itu. Orangtua tidak boleh mempercayakan jiwa mereka dan jiwa anak-anak mereka kepada pendeta, melainkan kepada Allah, kepada siapa mereka menjadi milik-Nya oleh penciptaan dan penebusan. Orangtua harus menyelidiki Kitab Suci bagi diri mereka sendiri oleh karena mereka mempunyai jiwa untuk diselamatkan atau dibiarkan hilang. Mereka tidak bisa bergantung kepada pendeta untuk memperoleh keselamatan mereka. Mereka harus mempelajari kebenaran bagi diri mereka sendiri. 24 MABJ 541.2

Jadikan Pelajaran Kitab Suci Menarik kepada Anak-anak. Biarlah anak-anak muda diajar untuk menyukai pelajaran Kitab Suci. Biarlah tempat yang utama di dalam pikiran dan kasih sayang kita diberikan kepada Buku di atas segala buku itu, oleh karena hal itu berisi pengetahuan yang kita perlukan lebih dari segala sesuatu yang lainnya. 25 MABJ 541.3

Agar dapat melakukan pekerjaan ini, orangtua itu sendiri harus mengenal firman Allah . . . .Dan gantinya mengucapkan kata-kata yang sia-sia dan menceritakan cerita-cerita dongeng kepada anak-anak mereka, mereka akan berkata-kata kepada mereka tentang hal-hal yang diajarkan dalam Kitab Suci. Buku dimaksudkan bukan hanya untuk orang-orang pintar saja. Itu ditulis dalam satu cara yang sederhana dan jelas untuk disesuaikan dengan pengertian orang awam, dan dengan disertai penerangan yang baik, maka sebagian besar dari padanya dapat dijadikan benar-benar menarik dan berguna kepada anak-anak kecil. 26 MABJ 541.4

Jangan beranggapan bahwa Kitab Suci akan menjadi satu buku yang menjemukan kepada anak-anak. Di bawah seorang pengajar yang bijaksana Firman itu akan menjadi lebih dan lebih diingini lagi. Itu akan menjadi roti hidup bagi mereka; tidak pernah akan menjadi usang. Di dalamnya terdapat kesegaran dan keindahan yang menarik dan mem-pesonakan anak-anak dan orang muda. Itu adalah bagaikan matahari yang bersinar ke atas bumi, dan memberikan terang dan panasnya, akan tetapi tidak pernah menjadi habis. Oleh pelajaran-pelajaran dari sejarah dan pengajaran Kitab Suci, anak-anak dan orang muda dapat mempelajari bahwa mutu segala buku lainnya lebih rendah daripada buku ini. Mereka dapat menemukan di dalamnya sebuah mata air rahmat dan kasih. 27 MABJ 542.1

Orangtua, biarlah segala pengajaran yang engkau berikan kepada anak-anakmu itu sederhana, dan pastikan bahwa hal itu dipahami dengan jelas. Segala pelajaran yang engkau pelajari dari Firman itu harus engkau hadapkan kepada pikiran yang masih muda itu sedemikian jelasnya sehingga mereka tidak akan gagal untuk memahaminya. Oleh pelajaran-pelajaran yang sederhana yang diambil dari Firman Allah dan pengalaman mereka, engkau dapat mengajarkan kepada mereka bagaimana caranya menyesuaikan hidup mereka dengan ukuran yang tertinggi itu. Sekalipun pada masa kanak-kanak dan masa muda mereka dapat belajar untuk menghidupkan yang sungguh-sungguh dan mementingkan orang lain yang akan menghasilkan satu panen kebajikan yang berkelimpahan. 28 MABJ 542.2

Berikan Buah Pikiran yang Paling Segar; Gunakan Metode yang Paling Baik. Bapa kita yang di surga, dalam memberikan firman-Nya, tidaklah mengabaikan anak-anak. Di dalam segala sesuatu yang pernah ditulis manusia, di manakah didapati sesuatu yang begitu memikat hati, sesuatu yang disesuaikan dengan demikian rupa sehingga dapat membangkitkan perhatian anak-anak kecil, seperti halnya cerita-cerita dalam Kitab Suci? MABJ 542.3

Di dalam cerita-cerita yang sederhana ini prinsip yang besar dari hukum Allah bisa dijadikan amat jelas. Jadi oleh gambaran yang disesuaikan kepada pengertian anak-anak, orangtua dan guru dapat memulai secepatnya untuk menggenapi perintah Allah sehubungan dengan hukum-hukum-Nya: “Haruslah engkau mengajarkannya ber- ulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” 29 MABJ 542.4

Penggunaan bahan-bahan pelajaran, papan tulis, atlas dan gam-bar-gambar akan menjadi satu penolong dalam menerangkan segala pelajaran dan menanamkannya di dalam ingatan mereka. Orangtua dan guru harus senantiasa mencari metode-metode yang lebih baik. Mengajarkan Kitab Suci haruslah dengan pikiran kita yang paling segar, dengan cara kita yang terbaik dan dengan usaha kita yang paling sungguh-sungguh. 30 MABJ 543.1

Jadikan Kitab Suci Sebagai Penuntun. Engkau harus menjadikan Kitab Suci sebagai penuntunmu jikalau engkau mau membesarkan anak-anak di dalam pengajaran dan nasihat Tuhan. Biarlah hidup dan tabiat Tuhan dihadapkan kepada mereka sebagai pola untuk mereka tiru. Jikalau mereka berbuat salah, bacakan kepada mereka apa yang Tuhan katakan tentang dosa yang sama itu. Diperlukan perhatian dan ketekunan yang terus-menerus dalam pekerjaan ini. Satu sifat yang salah yang dibiarkan oleh orangtua, tidak diperbaiki oleh guru, bisa menyebabkan seluruh tabiat menjadi rusak dan tidak seimbang. Ajarkan kepada anak-anak bahwa mereka harus mempunyai satu hati yang baru; bahwa satu cita rasa yang baru harus diadakan, motivasi yang baru diilhamkan. Mereka harus memperoleh pertolongan dari Tuhan; mereka harus mengenal tabiat Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya. 31 MABJ 543.2