Membina Anak yang Bertanggung Jawab

66/84

Bagian 15— BERPAKAIAN YANG PANTAS

PASAL 65—Berkat-Berkat Pakaian yang Sopan

Pantas dan Menarik. Dalam hal pakaian, sebagaimana dalam segala hal lainnya, adalah merupakan kesempatan kita untuk menghormati Khalik kita. Ia menghendaki agar pakaian kita bukan saja rapi dan menyehatkan, tetapi juga pantas dan menarik. 1 MABJ 439.1

Kita harus berusaha untuk membuat penampilan terbaik. Di dalam pelayanan bait suci Allah merinci setiap perkara kecil yang berhubungan dengan pakaian orang-orang yang melayani di hadapan-Nya. Dengan demikian kepada kita diajarkan bahwa Ia mempunyai satu kesukaan dalam hal pakaian yang dikenakan oleh orang-orang yang melayani-Nya. Sa- ngat terinci sekali perintah-perintah yang diberikan sehubungan dengan jubah Harun, oleh karena pakaiannya itu bersifat lambang. Demikian pula pakaian para pengikut Tuhan harus bersifat lambang. Di dalam segala perkara kita harus menjadi wakil-Nya. Penampilan diri kita di dalam segala hal harus ditandai oleh kerapian; kesederhanaan dan kesucian. 2 MABJ 439.2

Digambarkan oleh Benda-benda Alam. Oleh benda-benda alam (bunga-bunga bakung) Yesus menggambarkan keindahan yang dihargai oleh surga, sifat rendah hati, kesederhanaan, kesucian, kepantasan, yang akan menjadikan pakaian kita menyenangkan kepada-Nya. 3 MABJ 440.1

Tabiat Bisa Diukur oleh Mode Pakaian. Pakaian dan cara pengaturannya pada diri seseorang pada umumnya terbukti merupakan petunjuk dari pria atau wanita itu. 4 MABJ 440.2

Kita mengukur tabiat seseorang oleh mode pakaian yang dipakainya. Seorang wanita yang sederhana dan beribadat akan berpakaian dengan sederhana. Satu cita rasa yang baik, sebuah pikiran yang diperkembangkan, akan dinyatakan dalam memilih pakaian yang sederhana dan pantas.... Seseorang yang sederhana dan tidak berpura-pura dalam pakaiannya dan dalam pembawaannya menunjukkan bahwa ia memahami bahwa seorang wanita yang sejati ditandai oleh nilai akhlak. Betapa menyenangkan, dan menariknya, kesederhanaan dalam berpakaian itu, yang dalam keindahannya dapat dibandingkan dengan bunga-bunga di padang. 5 MABJ 440.3

Prinsip-prinsip yang Menjadi Penuntun, Dikemukakan. Saya meminta kepada saudara-saudara kita supaya berjalan dengan hati-hati dan dengan bijaksana di hadapan Allah. Ikuti kebiasaan dalam berpakaian sejauh hal itu selaras dengan prinsip-prinsip kesehatan. Biarlah saudari-saudari kita berpakaian dengan sederhana, sebagaimana banyak yang melakukannya, sambil memiliki pakaian yang terbuat dari bahan yang baik dan tahan, yang cocok untuk zaman ini, dan janganlah persoalan tentang pakaian memenuhi pikiran. Saudari-saudari kita harus berpakaian dengan penuh kesederhanaan. Mereka harus menutupi diri mereka dengan pakaian yang sopan, dengan sifat pemalu dan pendiam. Berikan kepada dunia ini sebuah gambaran yang hidup tentang perhiasan batiniah dari anugerah Allah. 6 MABJ 440.4

Ikuti Kebiasaan yang Sedang Berlaku Jikalau Hal Itu Sederhana Menyehatkan dan Enak Dipakai. Umat Tuhan janganlah bersusah- payah untuk menjadikan diri mereka sebagai sebuah bahan tontonan oleh berpakaian yang berbeda dari dunia. Tetapi jikalau, pada waktu mengikuti keyakinan akan tugas mereka sehubungan dengan pakaian yang sederhana dan sehat, mereka dapati bahwa diri mereka ketinggalan mode, mereka tidak perlu menukar pakaian mereka supaya menjadi sama dengan dunia, melainkan mereka harus menunjukkan suatu sikap bebas yang luhur dan keberanian moral untuk jadi benar, sekalipun seluruh dunia berbeda dari mereka. Jikalau dunia memperkenalkan sebuah mode pakaian yang sopan, pantas dan sehat, yang selaras dengan Kitab Suci, maka tidaklah akan mengubah hubungan kita dengan Allah atau kepada dunia untuk mengenakan mode pakaian seperti itu. Umat Tuhan harus mengikuti Tuhan dan menjadikan pakaian mereka selaras dengan Firman Allah. Mereka harus menjauhkan diri dari segala sesuatu yang keterlaluan. Dengan rendah hati mereka harus menempuh jalan yang lurus dengan tidak menghiraukan pujian atau kecaman, dan harus berpegang kepada yang benar oleh karena sifatnya itu sendiri. 7 MABJ 440.5

Jauhkan Segala Sesuatu yang Keterlaluan. Jangan gunakan waktumu untuk berusaha mengikuti segala macam mode pakaian yang bodoh itu. Berpakaianlah dengan cara yang rapi dan menarik, tetapi jangan jadikan dirimu sendiri sebagai bahan pembicaraan baik dengan cara berpakaian yang berlebih-lebihan atau dengan berpakaian dalam cara yang lalai dan tidak rapi. Bertindaklah seolah-olah engkau mengetahui bahwa pandangan surga tertuju kepada dirimu, dan bahwa engkau sedang hidup dalam keadaan yang berkenan atau tidak berkenan kepada Allah. 8 MABJ 441.1

Berhati-hatilah dalam Berpakaian Jangan Disamakan dengan Kesombongan. Ada segolongan orang yang terus-menerus membicarakan tentang kesombongan dan pakaian, yang tidak berhati-hati dengan pakaian mereka sendiri, dan yang berpendapat bahwa adalah satu kebajikan untuk menjadi kotor dan berpakaian tanpa aturan dan cita rasa; dan pakaian mereka sering kelihatan seolah-olah kelonggaran dan kebesaran bagi tubuh mereka. Pakaian mereka kotor, namun demikian orang-orang seperti itu selalu mengeluarkan kata-kata yang melawan kesombongan. Mereka menyamakan keteraturan dan kera- pian dengan kesombongan. 9 MABJ 441.2

Mereka yang tidak hati-hati dan tidak rapi dalam berpakaian jarang yang bersifat luhur dalam perkataan mereka dan memiliki sedikit saja kehalusan dalam perasaan. Kadang-kadang mereka meng-anggap bahwa keganjilan dan kekasaran adalah kerendahan hati. 10 MABJ 442.1

Tuhan Memberikan Sebuah Amaran. Tuhan memperhatikan pengabdian atas pakaian, dan Ia mengamarkan, bahkan memerintahkan agar para pengikut-Nya jangan terlalu memikirkan hal itu. “Dan mengapa engkau khawatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.” . . . Kesombongan dan kemewahan dalam berpakaian adalah dosa untuk mana kaum wanita terutama sekali mempunyai kecenderungan; oleh sebab itu nasihat-nasihat ini secara langsung ditujukan kepada mereka. Oh, betapa rendahnya nilai emas atau mutiara atau perhiasan yang mahal-mahal, bilamana dibandingkan dengan kelemahlembutan dan keindahan Tuhan! 11 MABJ 442.2

Petunjuk Kitab Suci bagi Umat Allah. Kepada saya ditunjukkan ayat-ayat yang berikut ini. Kata malaikat, “Mereka harus mengajar umat Allah.” “Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.” “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan.” 12 MABJ 442.3

Banyak orang yang menganggap nasihat-nasihat ini sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman untuk diperhatikan; tetapi Ia yang memberikan semuanya itu kepada murid-murid-Nya mengerti tentang bahaya yang timbul dari sikap yang menyukai pakaian pada zaman kita ini, dan memberikan kepada kita sebuah amaran. Maukah kita memperhatikan amaran itu dan menjadi bijaksana? 13 MABJ 442.4

Mereka yang sungguh-sungguh berusaha untuk mengikut Tuhan akan memiliki hati nurani yang sadar sehubungan dengan pakaian yang mereka kenakan; mereka akan berusaha memenuhi tuntutan-tuntutan nasihat ini (1 Petrus 3:3-5) yang telah diberikan oleh Tuhan dengan jelasnya. 14 MABJ 443.1

Bahaya-bahaya dalam Mencintai Pakaian. Cinta akan pakaian membahayakan akhlak dan menjadikan seorang perempuan berlawanan sifatnya dengan wanita sejati, yang ditandai oleh kesederhanaan dan kepantasan. Pakaian yang mewah dan bersifat mempertontonkan sering membangkitkan nafsu yang keji di dalam hati orang-orang yang melihatnya. Allah melihat bahwa kehancuran tabiat sering didahului oleh pemanjaan kesombongan dan kesia-siaan dalam berpakaian. Ia melihat bahwa pakaian yang mahal-mahal memadamkan keinginan untuk berbuat kebajikan. 15 MABJ 443.2

Kesaksian dari Kesederhanaan dalam Pakaian. Pakaian yang sederhana dan tidak berpura-pura merupakan sebuah anjuran kepada saudari-saudariku yang masih muda. Engkau tidak akan dapat memancarkan terangmu kepada orang lain dengan cara yang lebih baik daripada kesederhanaanmu dalam pakaian dan pembawaan. Engkau dapat menunjukkan kepada semua orang bahwa, dibandingkan dengan segala perkara yang baka, engkau memberikan sebuah penilaian yang pantas terhadap perkara-perkara dalam hidup yang sekarang ini. 16 MABJ 443.3

Kesederhanaan akan Melindungi dari Seribu Satu Macam Bahaya. Saudari-saudariku, jauhkan dirimu dari penampilan jahat sekalipun. Di dalam zaman yang serba cepat ini, yang dinodai oleh kejahatan, engkau tidak aman kecuali engkau berdiri dalam keadaan waspada. Sifat yang baik dan sederhana jarang ditemukan. Saya mengajak engkau sebagai pengikut-pengikut Tuhan, yang mempunyai suatu pengakuan yang tinggi untuk memupuk sifat kesederhanaan yang indah dan amat berharga itu. Hal ini akan melindungi sifat-sifat yang baik. 17 MABJ 443.4

Kesederhanaan yang murni dalam berpakaian, bilamana digabungkan dengan kesederhanaan tingkah laku, akan mengelilingi seorang pemudi dengan keadaan pribadi yang disegani yang baginya akan merupakan sebuah perisai yang melindungi dari seribu macam bahaya. 18 MABJ 443.5

Suatu Buah Pikiran yang Ketinggalan Zaman. Melatih anak-anak berjalan di jalan sempit kebersihan dan kesucian dianggap sebagai satu pendapat yang ganjil dan ketinggalan zaman. Hal ini amat merajalela bahkan di antara orangtua yang mengaku berbakti kepada Allah, tetapi pekerjaan mereka menyaksikan bahwa mereka adalah orang-orang yang berbakti kepada Mamon. Mereka berhasrat bersaing dengan tetangga-tetangga mereka, dan membandingkan diri, dalam hal pakaian mereka dan anak-anak mereka, dengan anggota jemaat tempat mereka tergabung. 19 MABJ 443.6

Satu-satunya Pakaian yang Diizinkan Masuk ke dalam Surga.Ada satu pakaian yang setiap anak dan orang muda bisa usahakan untuk memperolehnya dengan tidak menjadikan mereka bersalah. Hal itu adalah kebenaran orang suci. Andaikata mereka mempunyai keinginan dan ketekunan yang sama untuk memperoleh pakaian ini seperti dalam usaha untuk menyesuaikan mode pakaian mereka menurut ukuran duniawi, maka dengan segera mereka akan diselubungi oleh kebenaran Tuhan, dan nama mereka tidak akan dihapuskan dari buku kehidupan. Para ibu, sebagaimana halnya juga anak-anak dan orang muda, perlu untuk berdoa, “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaruilah batinku dengan roh yang teguh! ” 19 Kesucian hati dan keindahan roh ini lebih berharga dari emas, baik untuk waktu sekarang ini atau pada waktu kekekalan nanti. Hanya orang yang suci hatinya akan melihat Allah. MABJ 444.1

Kalau demikian, para ibu, ajarlah anak-anakmu, hukum demi hukum, pengajaran demi pengajaran, bahwa kebenaran Tuhan adalah satu-satunya pakaian yang dengannya mereka bisa diizinkan masuk ke dalam surga, dan dengan mengenakan pakaian ini mereka akan senantiasa melakukan tugas-tugas mereka di dalam hidup sekarang ini yang akan memuliakan Allah. 21 MABJ 444.2