Membina Anak yang Bertanggung Jawab

51/84

Bagian 12—PERKEMBANGAN KUASA PIKIRAN

PASAL 50—Apakah Pendidikan yang Benar Itu?

Luasnya Pendidikan yang Benar. Pendidikan yang benar berarti lebih dari mengambil satu jurusan pelajaran tertentu. Hal ini bersifat luas. Itu mencakup perkembangan yang serasi dari segala kesanggupan jasmani dan pikiran. Itu mengajarkan kasih dan takut akan Allah dan adalah satu persiapan untuk melaksanakan tugas-tugas hidup dengan setia. 1 MABJ 313.1

Pendidikan yang sepatutnya mencakup bukan hanya disiplin pikiran, tetapi juga latihan yang akan mencapai akhlak yang sehat dan pembawaan yang baik. 2 MABJ 313.2

Pelajaran besar utama dalam segala pendidikan adalah untuk mengetahui dan memahami kehendak Allah. Kita harus berusaha setiap hari dalam hidup kita untuk memperoleh pengetahuan ini. Untuk mempelajari ilmu pengetahuan melalui tafsiran manusia saja berarti memperoleh satu pendidikan yang palsu, tetapi belajar tentang Allah berarti mempelajari ilmu pengetahuan surga. Kekacauan dalam pendidikan telah timbul oleh sebab hikmat dan pengetahuan Allah tidak ditinggikan. 3 MABJ 313.3

Pengaruh yang Menentang Persaingan dan Ketamakan yang Mementingkan Diri. Pada saat seperti sekarang ini, apakah yang menjadi kecenderungan dari pendidikan yang diberikan? Kepada motivasi apakah ajakan sering diadakan? Untuk kepentingan diri. Banyak pendidikan yang diberikan adalah merupakan satu penyalahgunaan istilah itu sendiri. Pendidikan yang benar itu melawan keinginan yang mementingkan diri, kerakusan untuk memperoleh kuasa, diabaikannya hak-hak dan kebutuhan umat manusia, yang merupakan kutuk dunia kita ini. Rencana Allah dalam hidup ini menyediakan satu tempat bagi setiap manusia. Masing-masing harus memperkembangkan bakatnya dengan sesempurna-sempurnanya; dan kesetiaan dalam melakukan hal ini, baik pemberian itu banyak atau sedikit, memberikan hak kepada seseorang untuk memperoleh kehormatan. MABJ 314.1

Di dalam rencana Allah tidak ada tempat untuk persaingan yang bersifat mementingkan diri. Mereka yang mengukur diri mereka sendiri, dan memperbandingkan diri mereka dengan diri mereka sendiri, tidaklah bijaksana. Apa saja yang kita lakukan harus dilakukan “sesuai dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.” Hal itu harus dilakukan “dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Tuhan adalah tuan dan kamu adalah hamba-hamba-Nya.” 4 Berhargalah pelayanan yang diadakan dan pendidikan yang diperoleh dalam melaksanakan prinsip-prinsip ini. Tetapi kebanyakan pendidikan yang diberikan saat ini sangat jauh berbeda! Dari sejak tahun-tahun permulaan seorang anak, pendidikan sekarang ini merupakan satu ajakan kepada perlombaan dan persaingan; itu memperkembangkan sifat mementingkan diri, akar segala kejahatan. 5 MABJ 314.2

Polanya Telah Diberikan di Taman Eden. Sistem pendidikan yang ditetapkan pada awal dunia ini haruslah menjadi satu pola bagi manusia sepanjang zaman. Sebagai satu ilustrasi dari prinsip-prinsipnya sebuah sekolah teladan telah ditetapkan di Taman Eden, rumah kediaman leluhur kita yang pertama. Taman Eden adalah ruang kelasnya, alam adalah buku pelajarannya, Khalik sendiri adalah gurunya. 6 MABJ 314.3

Dinyatakan di dalam Diri Guru Agung Itu. Di dalam melatih murid-murid-Nya, Juruselamat mengikuti sistem pendidikan yang ditetapkan pada awal dunia ini. Pertama-tama keduabelas murid itu dipilih, dengan beberapa orang lainnya yang melalui pelayanan kepada kebutuhan mereka dari waktu ke waktu telah menggabungkan diri dengan murid-murid itu, membentuk keluarga Yesus. Mereka bersa-ma-sama dengan Dia di dalam rumah, di meja makan, di dalam ruangan, dan di ladang. Mereka menemani Dia dalam perjalanan-perjalanan-Nya, mengambil bagian di dalam ujian dan kesukaran-kesukaran-Nya, dan mengambil bagian di dalam pekerjaan-Nya. MABJ 315.1

Kadang-kadang Ia mengajar mereka ketika mereka duduk ber-sama-sama di lereng gunung, kadang-kadang di tepi laut, atau dari atas perahu nelayan, kadang-kadang sementara mereka sedang berjalan. Kapan saja Ia berkata-kata kepada orang banyak, murid-murid itu membentuk lingkaran yang lebih dekat kepada-Nya. Mereka duduk dekat sekali di samping-Nya, agar mereka jangan sampai kehilangan sesuatu dari pengajaran-Nya itu. Mereka adalah pendengar-pendengar yang penuh perhatian, rindu untuk memahami kebenaran-kebenaran yang mereka harus ajarkan di dalam segala negeri dan kepada segala zaman. 7 MABJ 315.2

Pendidikan yang Benar itu, Bersifat Praktis dan Juga Bersifat Me-ngajar. Pada masa kanak-kanak dan masa muda latihan yang praktis dan yang bersifat mengajar harus digabungkan, dan pikiran itupun akan dipenuhi dengan pengetahuan.... MABJ 315.3

Anak-anak harus diajar mengambil bagian dalam tugas-tugas rumah tangga. Mereka harus diberi petunjuk bagaimana caranya menolong bapa dan ibu dalam hal-hal kecil yang mereka dapat ker-jakan. Pikiran mereka harus dilatih untuk berpikir, ingatan mereka harus dilatih untuk mengingat pekerjaan yang telah ditetapkan bagi mereka; dan di dalam melatih mereka dalam kebiasaan-kebiasaan yang bermanfaat di rumah tangga, mereka sedang dididik dalam melak-sana-kan tugas-tugas yang praktis yang cocok dengan usia mereka. 8 MABJ 315.4

Hal Itu Bukanlah Pilihan Alami Orang Muda. Jenis pendidikan yang akan menyanggupkan orang muda bagi kehidupan yang praktis, pada dasarnya tidak mereka pilih. Mereka menonjolkan keinginan-keinginan mereka, apa yang mereka suka dan tidak suka, pilihan dan kecenderungan-kecenderungan mereka; tetapi jikalau orangtua mempunyai pandangan yang benar tentang Allah, tentang kebenaran, dan tentang pengaruh dan pergaulan-pergaulan yang harus mengelilingi anak-anak mereka, maka mereka akan merasa bahwa di atas bahu mereka tertanggung tanggung jawab yang telah diberikan Allah supaya dengan saksama membimbing anak muda yang belum berpengalaman itu. 9 MABJ 315.5

Hal Itu Bukanlah Satu Cara untuk Melepaskan Diri dari Beban Hidup. Biarlah orang muda diyakinkan dengan pemikiran bahwa pendidikan bukanlah untuk mengajar mereka bagaimana caranya melepaskan diri dari tugas-tugas yang tidak menyenangkan dalam hidup dan dari beban-beban yang berat; bahwa tujuannya adalah untuk meringankan pekerjaan dengan mengajarkan cara-cara yang lebih baik dan tujuan-tujuan yang lebih tinggi. Ajarkan kepada mereka bahwa tujuan hidup yang sebenarnya bukanlah untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk menghormati Khalik mereka dalam melaksanakan bagian pekerjaan mereka di dunia ini, dan memberikan pertolongan kepada mereka yang lebih lemah dan lebih bodoh. 10 MABJ 316.1

Pendidikan Harus Membangkitkan Roh Pelayanan. Lebih daripada segala sarana lainnya, pelayanan untuk Tuhan dalam perkara-perkara kecil dari pengalaman sehari-hari mempunyai kuasa untuk membentuk tabiat dan menuntun hidup kepada jalan pelayanan yang tidak mementingkan diri. Untuk membangkitkan roh ini, untuk mendorong dan mengarahkannya dengan benar, adalah pekerjaan orangtua dan guru. Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dapat diserahkan kepada mereka. Roh melayani adalah roh surga, dan malaikat-malaikat akan bekerja sama dengan setiap usaha untuk memperkembangkan dan memupuknya. MABJ 316.2

Pendidikan seperti itu harus didasarkan atas Firman Allah. Hanya di dalam buku ini prinsipnya diberikan dengan sepenuhnya. Firman Allah harus dijadikan dasar pelajaran dan pengajaran. Pengetahuan yang perlu adalah pengetahuan, tentang Allah dan tentang Dia yang telah diutus-Nya. 11 MABJ 316.3

Hal Itu Menempatkan Pendidikan Moral di Atas Pendidikan In-telek. Anak-anak amat membutuhkan pendidikan yang patut agar mereka bisa berguna di dunia ini. Tetapi setiap usaha yang meninggikan pendidikan pikiran di atas pendidikan akhlak adalah salah arah. Memberikan pengajaran, memupuk, memperhalus dan mengajarkan sopan santun haruslah menjadi beban utama para orangtua dan guru. 12 MABJ 316.4

Tujuannya adalah Pembangunan Tabiat. Golongan pendidikan yang paling tinggi adalah pendidikan yang akan memberikan pengetahuan dan disiplin yang akan menuntun kepada perkembangan tabiat yang terbaik, dan akan melayakkan jiwa untuk hidup yang sebanding dengan hidup Allah. Kekekalan tidak akan hilang dari catatan kita. Pendidikan yang tertinggi adalah pendidikan yang mengajarkan kepada anak-anak dan orang muda kita ilmu pengetahuan tentang kehidupan sebagai pengikut Tuhan, yang akan memberikan kepada mereka satu pengetahuan akan jalan-jalan Allah secara pengalaman, dan akan memberikan kepada mereka pelajaran yang Tuhan berikan kepada murid-murid-Nya tentang tabiat kebapaan Allah. 13 MABJ 317.1

Hal Itu adalah Satu Latihan yang Membimbing dan Memperkembangkan. Ada satu waktu untuk melatih anak-anak dan satu wak-tu untuk mendidik orang muda, dan adalah penting bahwa di sekolah kedua hal ini sedapat-dapatnya digabungkan. Anak-anak dapat dilatih untuk pelayanan dosa atau untuk pelayanan akan kebenaran. Pendidikan yang mula-mula dari orang muda membentuk tabiat mereka baik dalam kehidupan mereka yang sekular dan di dalam hidup keagamaan mereka. Salomo berkata, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.” Bahasa ini adalah positif. Pendidikan yang diperintahkan Salomo adalah untuk membimbing, mendidik, dan memperkembangkan. MABJ 317.2

Agar orangtua dan guru melakukan pekerjaan ini, maka mereka, sendiri harus memahami “jalan” yang harus ditempuh orang muda itu. Hal ini mencakup lebih dari sekadar memiliki pengetahuan dari buku-buku. Hal ini mencakup segala sesuatu yang baik, bernilai, benar dan kudus. Hal itu mencakup dipraktikkannya pertarakan, peribadatan, kebaikan hati antara saudara bersaudara, dan kasih kepada Allah dan kepada satu dengan yang lainnya. Agar dapat mencapai tujuan ini, maka pendidikan jasmani, pikirani,akhlak dan keagamaan anak-anak harus mendapat perhatian. 14 MABJ 317.3

Hal Itu Menyediakan Pekerja-pekerja Bagi Allah. Di atas bahu para bapa dan ibu terletak tanggung jawab untuk memberikan satu pendidikan yang benar kepada anak-anak yang telah dipercayakan kepada mereka. Dalam keadaan apa pun juga janganlah mereka membiarkan urusan dalam bidang lain menyerap pikiran, waktu dan talenta demikian rupa sehingga anak-anak mereka dibiarkan hanyut dan terpisah jauh dari Allah. Mereka tidak boleh membiarkan anak-anak mereka terlepas dari pegangan mereka dan jatuh ke tangan orang-orang yang tidak beriman. MABJ 317.4

Mereka harus berusaha menurut segenap kemampuan mereka untuk memelihara anak-anak mereka agar roh dunia ini jangan meresap ke dalam pikiran mereka. Mereka harus melatih anak-anak mereka untuk menjadi pekerja-pekerja bersama dengan Allah. Mereka harus menjadi tangan manusia kepunyaan Allah, sambil melayakkan diri mereka dan anak-anak mereka bagi satu kehidupan yang tidak pernah akan berakhir. 15 MABJ 318.1

Hal Itu Mengajarkan Kasih dan Takut akan Allah. Hai para orangtua yang bertakwa kepada Tuhan, tidak maukah engkau memeriksa untuk Tuhan, segala keinginanmu, tujuanmu bagi anak-anak, dan melihat apakah mereka itu akan tahan terhadap ujian hukum Allah? Pendidikan yang paling penting adalah pendidikan yang akan mengajarkan kepada mereka tentang kasih dan takut akan Allah. 16 MABJ 318.2

Hal Itu Dianggap oleh Banyak Orang Sebagai Sesuatu yang Ketinggalan Zaman. Pendidikan yang tahan untuk selama-lamanya hampir diabaikan sama sekali sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman dan tidak dikehendaki. Pekerjaan mendidik anak-anak yang harus mencakup pekerjaan membangun tabiat demi kebaikan mereka sekarang ini, kebahagiaan dan ketenangan mereka sekarang ini, dan untuk menuntun langkah mereka pada jalan yang menuju ke atas di mana umat tebusan Allah akan berjalan, dianggap ketinggalan zaman, dan oleh sebab itu tidak perlu. Agar anak-anakmu bisa memasuki gerbang kota Allah sebagai pemenang-pemenang, mereka harus dididik supaya takut akan Allah dan menurut hukum-hukum-Nya dalam hidup sekarang ini. 17 MABJ 318.3

Senantiasa Berkembang, Tidak Pernah akan Selesai. Pekerjaan hidup kita di dunia ini adalah satu persiapan bagi kehidupan yang kekal. Pendidikan; yang dimulai di sini tidak akan diselesaikan di dalam hidup yang sekarang ini; hal itu akan berlangsung terus sepanjang masa kekekalan—senantiasa berkembang, tidak pernah selesai. Hikmat dan kasih Allah dalam rencana penebusan akan dinyatakan lebih sempurna. Juruselamat, apabila Ia menuntun anak-anak-Nya kepada mata air hidup, akan membagikan pengetahuan yang berkelimpahan. Dan hari demi hari pekerjaan Allah yang ajaib itu, bukti-bukti kuasa-Nya dalam menciptakan dan menopang alam semesta ini, akan terbuka di hadapan pikiran dalam keindahannya yang baru. Dalam terang yang memancar dari takhta itu, segala rahasia akan lenyap, dan jiwa akan dipenuhi dengan keheranan atas kesederhanaan perkara-perkara yang tidak pernah dipahami sebelumnya. 18 MABJ 318.4