MEMBINA POLA MAKAN DAN DIET

2/60

Daftar Isi

Bab I—Mengapa harus Mengadakan Reformasi

Demi Kemuliaan Allah

1. Dalam kehidupan ini hanya satu kontrak diberikan kepada kita, yaitu setiap orang seharusnya bertanya: “Bagaimanakah saya dapat mengumpulkan tenaga yang dapat menghasilkan manfaat yang paling besar?” Bagaimanakah saya dapat melakukan yang terbaik demi kemuliaan Allah dan keuntungan sesama manusia?” Karena hidup itu bernilai hanya kalau digunakan untuk memperoleh keuntungan seperti ini. MMD 15.1

Kewajiban kita yang terutama bagi Allah dan sesama manusia ialah pengembangan diri kita sendiri. Sang Pencipta telah me-ngaruniakan daya pikir kepada kita. Daya pikir ini harus dilatih hingga mencapai taraf kesempurnaan. Dengan demikian kita sanggup melakukan sejumlah kebaikan sesuai kemampuan kita. Kemu-dian waktu itu digunakan sebaiknya untuk membangun dan memper-kuat ketahanan pikiran dan tubuh. Kita tidak patut mengerdilkan atau melumpuhkan fungsi tubuh atau pikiran. Apabila kita melakukannya, kita harus menanggung akibatnya. MMD 15.2

Memilih Hidup atau Mati

Setiap orang mempunyai kesempatan besar untuk menjadikan dirinya sesuai dengan pilihannya. Dia dapat menjangkau berkat-berkat kehidupan ini, dan juga keadaan yang baka. Ia bisa saja membangun satu tabiat yang luhur sambil mendapat kekuatan yang baru pada setiap langkah. Setiap hari dia akan berkembang dalam pengetahuan dan akal budi sambil mengecap kebahagiaan sehingga kebajikan dan anugerah bertambah-tambah. Daya pikirnya semakin kuat apabila digunakan; akal budinya semakin mendalam dan kemampuan otaknya semakin besar. Kecakapan, pengetahuan dan kebajikannya berkembang simetris menjadi kekuatan yang lebih besar. MMD 16.1

Sebaliknya, kesanggupan akan berkarat kalau tidak digunakan. Kesanggupan itu bisa saja berubah karena kebiasaan jahat, kurang pe-ngendalian diri atau karena kurang dukungan moral, dan keuletan beragama. Kemudian hidupnya cenderung merosot sehingga melawan hukum Allah dan aturan kesehatan. Akhirnya selera mengalahkannya sehingga ia hanyut. Lebih mudah baginya untuk membiarkan kuasa kejahatan, yang selalu giat, menyeretnya mundur daripada maju ke de-pan sambil melawan kejahatan itu. Maka timbul pemborosan, penyakit dan kematian. Beginilah sejarah banyak orang yang seharusnya berman-faat dalam melayani Allah dan sesama manusia. MMD 16.2

Carilah Kesempurnaan

2. Allah rindu agar kita mencapai standar kesempurnaan yang dimungkinkan oleh anugerah Kristus. Dia memanggil kita untuk mem-buat pilihan yang benar, menghubungkan diri dengan wakil surgawi dan memegang prinsip yang akan mengembalikan kita kepada citra Ila-hi. Dalam firman-Nya yang tertulis dan di dalam buku alam, Dia telah menyatakan prinsip-kehidupan. Kita harus berusaha mengetahui prinsip-prinsip ini oleh penurutan dan bekerjasama dengan Dia memulihkan kesehatan tubuh dan jiwa. MMD 16.3

3. Semua organ yang hidup adalah milik Tuhan. Dia memilikinya atas dasar penciptaan dan penebusan. Oleh menyalahgunakan salah satu kesanggupan itu, kita merampas penghormatan yang seharusnya diberikan kepada-Nya MMD 17.1

Masalah Penurutan

4. Kita tidak memahami kewajiban kita kepada Allah dalam mempersembahkan kepada-Nya tubuh kita yang sehat, bersih dan mumi. MMD 17.2

5. Kalau kita gagal merawat tubuh kita, itu adalah satu penghinaan terhadap Pencipta. Telah tersedia peraturan-peraturan untuk umat manusia. Kalau ini dituruti, mereka akan terhindar dari penyakit dan kematian dini. MMD 17.3

6. Satu sebab mengapa kita tidak menikmati lebih banyak berkat Tuhan ialah: Kita tidak memperhatikan terang yang diberikan kepada kita dengan sukacita, yaitu tentang hukum yang terkait dengan per-aturan hidup dan kesehatan. MMD 17.4

7. Sebenarnya Allah adalah Pencipta hukum fisik dan hukum moral. Hukum-hukum-Nya dituliskan dengan jari-Nya sendiri pada setiap saraf, setiap otot dan setiap sel otak yang telah dipercayakan pada manusia. MMD 17.5

8. Sang Pencipta telah mengatur organ-organ tubuh kita menjadi satu unit mesin yang hidup. Dengan kebijaksanaan yang luar biasa ma-sing-masing dijadikan-Nya berfungsi. Allah berjanji pada diri-Nya sen-diri untuk memelihara mesin tubuh manusia itu tetap, sehat jika ia mau menurut hukum-hukum-Nya dan bekerjasama dengan Dia. Setiap hu-kum. yang mengatur mesin tubuh manusia, harus dianggap benar-benar Ilahi dalam hal asai usul, sifat dan kepentingannya seperti Firman Allah. Setiap kelalaian, tindakan sembrono, atau penyalahgunaan me-kanisme Allah yang ajaib itu adalah pelanggaran hukum Allah. Begitu pula kalau kita kurang menghargai aturan khusus kesehatan. Kita dapat menyaksikan dan mengagumi pekerjaan Allah di dalam alam, tetapi habitat manusia adalah yang paling mengagumkan. MMD 17.6

(Dosa dalam mengambil satu jurusan pelajaran yang menghabiskan tenaga pikiran atau mengelabui pikiran — 194). MMD 18.1

9. Adalah dosa apabila melanggar aturan-aturan kesehatan sama halnya dengan dosa melanggar Sepuluh Hukum. Keduanya sama-sama melanggar hukum Allah. Mereka yang melanggar hukum Allah dalam organisme tubuh mereka akan cenderung melanggar hukum Allah yang diturunkan di Bukit Sinai. (Baca no. 63). MMD 18.2

Juruselamat kita telah memberi amaran kepada murid-murid-Nya bahwa sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali, satu keadaan akan muncul sama seperti yang telah terjadi sebelum Air Bah. Makan minum akan dilakukan secara berlebihan. Dunia akan menggandrungi kepelesiran. Keadaan seperti ini terjadi pada saat ini. Dunia sudah menye-rah kepada pemanjaan nafsu. Dunia mode akan memperbudak kita dalam kebiasaan-kebiasaan jelek, yaitu kebiasaan yang semakin menciptakan kita seperti penduduk Sodom yang terkutuk itu. Saya merasa heran mengapa penduduk dunia sekarang ini tidak dimusnahkan seperti penduduk Sodom dan Gomora. Saya dapat melihat cukup bukti dari kebejatan moral di dunia ini. Nafsu berahi menguasai pertimbangan sehat, dan perhatian orang banyak tertuju kepada nafsu. MMD 18.3

Memelihara tubuh tetap sehat, agar semua organ tubuh berfungsi teratur, harus menjadi satu pelajaran dalam kehidupan kita. Anak-anak Allah tak dapat memuliakan Dia dengan tubuh yang sakit-sakitan atau pikiran yang kerdil. Mereka yang memanjakan kegelojohan terhadap makanan atau minuman membuang tenaga fisik dan melemahkan kua-sa pikiran. MMD 18.4

10. Oleh karena hukum-hukum alam adalah hukum-hukum Allah, kita harus mempelajari hukum-hukum ini dengan teliti. Kita harus mempelajari semua tuntutannya terhadap tubuh kita sendiri lalu mengikutinya. Mengabaikan hal ini berarti melakukan dosa. MMD 18.5

(Kelalaian yang disengaja menambah dosa — 53) MMD 18.6

“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota tubuh Kris-tus?” “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Ku-dus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” 1 Kor 6:15, 19, 20. Tubuh kita adalah harta Tuhan yang sudah dibeli dan kita tidak bebas memperlakukannya menurut kemauan kita sendiri. Manusia telah melakukan ini. Ia telah memperla-kukan tubuhnya seakan-akan tidak ada hukuman. Dengan nafsu yang diselewengkan, semua organ dan kuasa tubuhnya telah dilemahkan, disakiti dan dilumpuhkan. Ia masih mengejek Allah sekalipun Setan membawa akibat buruk padanya dengan berjenis-jenis pencobaan. Di hadapan Allah ia mempersembahkan tubuhnya yang telah dibeli Kris-tus sebagai milik-Nya. Alangkah sedihnya pengorbanan yang demikian di hadapan Penciptanya. Oleh karena manusia telah berdosa terhadap tubuhnya dan telah merusak kehidupannya, maka Allah telah dihinakan. MMD 19.1

Jika orang benar-benar bertobat, maka dengan sadar mereka akan menghargai aturan-aturan hidup yang telah ditetapkan Allah dalam tubuh mereka. Dengan demikian mereka berusaha menghindari kele-mahan fisik dan pikiran serta kebejatan moral. Penurutan akan hukum-hukum ini haruslah dijadikan satu tugas pribadi. Kita sendiri harus menderita penyakit karena pelanggaran hukum. Kita wajib mem-pertanggungjawabkan kepada Allah kebiasaan dan perbuatan kita. Pertanyaan bagi kita bukanlah: “Apa komentar dunia?” tetapi: “Sebagai orang yang mengaku umat Allah, bagaimana, aku harus mem-perlakukan tempat tinggal yang diberikan Allah padaku? Akankah aku bekerja demi kebaikan jasmani dan rohani dengan memelihara tubuhku sebagai kaabah tempat tinggal Roh Kudus? Atau: Akankah saya me-ngorbankan tubuhku kepada pendapat dunia dan segala kebiasaannya?” MMD 19.2

Hukuman karena Kelalaian

11. Allah telah membentuk hukum yang mengatur keberadaan kita. Hukum ini adalah Ilahi. Dia telah menempatkannya di dalam diri kita. Untuk setiap pelanggaran ada hukuman tertentu yang segera atau lambat akan dirasakan. Umat manusia telah dan masih menderita penyakit. Kebanyakan penyakit ini timbul karena mengabaikan hukum organ tubuh mereka sendiri. Nampaknya mereka tidak perduli masalah kese-hatan. Mereka bekerja dengan sabar untuk menghancurkan tubuh me-reka. Setelah tubuh itu hancur dan menderita, mereka mulai mencari dokter atau meracuni diri sendiri sampai mati. MMD 20.1

Tidak Selamanya Buta

12. Apabila ditanyakan tentang kesehatan, mereka sering menja-wab: “Kami lebih banyak mengetahui daripada melakukannya.” Mereka tidak menyadari tanggung jawab mereka terhadap setiap sinar terang sehubungan dengan kesehatan tubuh. Mereka tidak sadar bahwa setiap kebiasaan diperhatikan Allah. Janganlah perlakukan tubuh itu secara sembrono. Setiap organ tubuh, bahkan setiap jaringannya haruslah dilindungi dari praktik-praktik yang merusak. MMD 20.2

Tanggung Jawab Akan Terang

13. Pada saat terang reformasi kesehatan mulai dipancarkan pada kita bahkan seterusnya, banyak pertanyaan datang setiap, hari: “Apakah saya sedang bertarak dalam segala hal?” Apakah menu makanan saya akan menuntun saya kepada suatu keadaan di mana saya dapat melakukan yang terbaik?” Jika kita tidak dapat menjawab pertanyaan ini dengan tegas, kita kedapatan bersalah di hadapan Allah, karena kita harus bertanggungjawab terhadap terang Allah yang menerangi jalan kita. Allah mengerti kebodohan kita, tetapi begitu sinar terang memancar pada kita, Dia, menuntut agar kita mengubah kebiasaan-kebiasaan yang merusak kesehatan, dan menempatkan diri kita sejalan dengan hukum-hukum fisik. MMD 20.3

14. Kesehatan adalah harta kekayaan. Dari semua harta benda, itu-lah yang paling berharga. Kekayaan, pengetahuan dan kehormatan telah dibeli dengan mengorbankan kekuatan dan kesehatan. Tidak ada di antara ini yang dapat menciptakan kebahagiaan kalau kesehatan sudah hilang. Adalah satu dosa yang mengerikan kalau kita merusak kesehatan yang dikaruniakan Allah kepada kita. Kita akan merasa lemah seumur hidup. Kita akan tetap di pihak yang kalah sekalipun kita memperoleh pendidikan yang tinggi. MMD 20.4

(Contoh penderitaan karena mengabaikan terang -119, 204).
15. Dengan limpahnya Allah telah memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Sekiranya hukum-hukum-Nya tidak dilanggar, sekiranya semua orang bertindak sesuai dengan kemauan Ilahi, maka sebagai hasilnya ialah kesehatan, damai dan kebahagiaan, bukan penderitaan dan kejahatan yang terus-menerus.
MMD 21.1

16. Penurutan yang teliti akan hukum-hukum Allah, yang telah ditanamkan dalam diri kita, akan menjamin kesehatan, dan tidak akan ada keadaan jasmani yang merosot. MMD 21.2

(Reformasi kesehatan satu cara Allah mengurangi penderitaan -78). MMD 21.3

Satu Korban yang Tidak Bercacat

17. Dalam upacara korban bangsa Yahudi dahulu kala, setiap hewan korban harus tidak bercacat cela. Dalam ayat itu dikatakan agar kita mempersembahkan tubuh kita sebagai korban yang hidup, suci dan berkenan di hati Tuhan. Inilah pelayanan kita yang sepatutnya. Kita adalah ciptaan Allah. Sementara memikirkan hasil karya Allah yang mengagumkan dalam tubuh manusia, pemazmur berseru:“Aku bersyukur kepadamu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib.” Banyak orang terdidik dalam ilmu pengetahuan sehingga mengenal teori kebenaran tetapi mereka tidak memahami hukum yang mengendalikan tubuhnya. Allah telah memberikan fasilitas dan keterampilan. Selaku putra-putri Allah kita wajib memanfaatkannya sebaik-baiknya. Jikalau kita melemahkan kuasa tu-buh dan pikiran dengan kebiasaan-kebiasaan buruk atau pemanjaan selera, maka tidak mungkin kita menghormati Allah sebagaimana mestinya. MMD 21.4

18. Allah menuntut agar tubuh kita dise-rahkan pada-Nya sebagai korban yang hidup, bukan yang mati, atau yang sekarat. Persembahan orang Yahudi itu seharusnya tidak bercela. Apakah menyenangkan bagi Allah untuk menerima persembahan yang busuk atau penyakitan? Dia menandaskan bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Dia menghendaki kita untuk memelihara bait ini agar itu menjadi tempat tinggal yang cocok bagi Roh-Nya. Rasul Paulus memberikan nasihat ini kepada kita: “Kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu.” Semua orang harus berusaha untuk memelihara tubuh dalam kondisi sehat, agar mereka dapat melayani Allah dengan sempurna dan melakukan tugasnya dengan baik dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. MMD 22.1

Satu Korban yang Menyedihkan

19. Kita harus memahami cara makan, minum dan berpakaian demi pemeliharaan kesehatan. Penyakit timbul karena pelanggaran terhadap hukum kesehatan. Itu adalah akibat dari pelanggaran hukum alam. Tugas kita yang utama ialah menurut hukum-hukum Allah termasuk kesehatan. Ini menyangkut utang kita kepada Allah, diri sendiri dan sesama manusia. Jikalau diri kita terserang penyakit, kita memperberat beban para sahabat kita, begitu juga kita membebankan tugas kita kepada anggota-anggota keluarga dan tetangga. Apabila terjadi kematian dini sebagai akibat pelanggaran kita terhadap hukum alam, kita membawa dukacita kepada orang lain. Kita menyusahkan tetangga karena kita tidak dapat lagi menolong mereka. Kita merampas ketenangan anggota keluarga. Kita tak dapat lagi menolong mereka sebagaimana mestinya. Kita merampas Allah karena kita tak dapat lagi melayani Dia dalam kemuliaan-Nya. Kemudian, dalam arti yang luas, bukankah kita melanggar hukum Allah? MMD 22.2

Tetapi Allah pemurah, berbelas kasihan dan lemah lembut. Bilamana terang memancar kepada mereka yang telah merusak kesehatan-nya oleh pemanjaan dosa, kemudian mereka menyadari dosa itu lalu bertobat dan mencari pengampunan, maka Allah menerima persembah-an mereka. Oh, betapa lembut kemurahan hati-Nya sehingga Ia tidak menolak orang berdosa yang menderita tetapi bertobat! Dalam kemurahan-Nya, Dia menyelamatkan jiwa mereka dari api. Tetapi betapa memalukan satu korban yang buruk diserahkan kepada Allah yang suci dan murni! Pikiran yang cerdas telah dilumpuhkan oleh kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam pemanjaan dosa. Segala aspirasi dirusakkan sehingga tubuh dan jiwa pun menjadi rusak. MMD 22.3

Mengapa Perlu Terang Reformasi Kesehatan?

20. Allah telah membiarkan sinar terang-Nya menyinari kita pada zaman ini. Kabut dan kegelapan dapat diusir sejauh-jauhnya. Kabut ini telah menebal pada generasi yang lalu oleh karena pemanjaan dosa. Rentetan kejahatan dapat dikurangi, yaitu kejahatan sebagai akibat kegelojohan. MMD 23.1

Dalam kebijaksanaan-Nya, Tuhan merencanakan untuk membawa umat-Nya ke satu tempat di mana mereka akan terpisah dari roh dan praktik dunia, sehingga anak-anak mereka tidak segera terpimpin ke dalam penyembahan berhala dan tidak mudah terseret ke dalam ke-jahatan yang merajalela pada zaman ini. Allah telah merencanakan agar para orang tua yang saleh bersama anak-anak mereka berdiri sebagai wakil-wakil Kristus yang hidup, yaitu calon-calon pewaris hidup kekal. Semua orang yang memiliki sifat Ilahi akan luput dari kejahatan nafsu dunia ini. Tidak mungkin bagi mereka yang memanjakan selera untuk memperoleh kesempurnaan Kristen. MMD 23.2

21. Allah telah membiarkan terang reformasi kesehatan menyinari kita pada zaman akhir ini. Kalau berjalan di dalam terang itu, kita dapat terhindar dari banyak bahaya yang menjerat kita. Setan bekerja dengan kuasa besar untuk menuntun manusia agar mereka memanjakan selera, memuaskan kecenderungan hati sehingga mereka hidup dalam kebodohan. Dia menarik perhatian dalam hidup yang menyenangkan diri dan memanjakan nafsu. Kegelojohan dapat menyedot tenaga tubuh dan pikiran. Mereka yang dikalahkan telah menempatkan diri mereka di wilayah Setan. Di sana mereka akan diganggu dan digoda. Akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh musuh segala kebenaran. MMD 23.3

22. Diperlukan pertarakan dalam segala hal untuk memelihara ke-sehatan. Pertarakan dalam pekerjaan; pertarakan dalam hal makan dan minum, keduanya penting. Bapa kita di surga memancarkan terang re-formasi kesehatan untuk melindungi kita dari kejahatan yang diakibat-kan oleh selera yang tak terkendali. Mereka yang mencintai kesucian dan kemurnian dapat memahami pemanfaatan makanan yang baik yang telah disediakan Allah bagi mereka. Oleh melakukan pertarakan dalam hidup setiap hari, mereka dapat disucikan melalui kebenaran. MMD 24.1

23. Camkanlah dalam hati bahwa tujuan reformasi kesehatan ialah untuk mencapai pengembangan pikiran secara optimum, begitu juga pengembangan tubuh dan jiwa. Semua hukum alam, yang adalah juga hukum Allah, telah dirancang demi kebaikan kita. Kebahagiaan kita dalam hidup ini akan ditingkatkan kalau mau menurutinya. Penurutan ini akan menolong mempersiapkan kita untuk hidup yang akan datang. MMD 24.2

Pentingnya Prinsip-prinsip Kesehatan

24. Saya telah melihat bahwa prinsip-prinsip yang diberikan kepa-da kita pada zaman pekabaran yang mula-mula begitu penting sebagai-mana yang sekarang ini. Prinsip itu harus ditanggapi dengan sepenuh hati. Ada beberapa orang yang tidak pernah mengikuti sinar terang mengenai makanan. Sekaranglah waktunya memindahkan sinar itu dari bawah gantang, dan biarlah itu bersinar terang dan bercahaya. MMD 24.3

Prinsip-prinsip hidup sehat sangat berarti bagi kita secara perorangan atau secara umat.... MMD 24.4

Sekarang ini semua orang diuji dan dinyatakan. Kita telah dibaptiskan ke dalam tubuh Kristus, jikalau kita memisahkan diri dari segala sesuatu yang menarik kita ke bawah, kita akan beroleh kekuatan untuk bertumbuh di dalam Kristus, yang adalah pemimpin kita yang hidup; kita akan melihat keselamatan Allah. MMD 24.5

Hanya kalau kita cerdas menanggapi prinsip-prinsip hidup sehat, kita dapat melihat sepenuhnya segala kejahatan akibat makanan yang tidak seimbang. Setelah melihat kesalahannya, mereka yang berani mengubah kebiasaan akan mendapati bahwa proses reformasi memer-lukan satu pergumulan dan kesabaran. Tetapi sekali selera yang benar sudah dibentuk, mereka akan menyadari bahwa penggunaan makanan yang tadinya mereka anggap tidak berbahaya pasti lambat laun telah menjadi sebab penyakit gangguan pencernaan dan penyakit-penyakit lainnya. MMD 24.6

Di Barisan Depan Para Reformator

25. Umat Allah memegang kebenaran yang penting. Lebih dari se-abad yang lalu, Tuhan telah memberikan kepada kita terang khusus mengenai reformasi kesehatan. Tetapi bagaimanakah kita berjalan di bawah terang itu? Betapa banyak yang menolak untuk hidup sesuai de-ngan nasihat Allah! Selaku satu umat, kita harus maju searah dengan terang yang telah kita terima. Adalah menjadi tugas kita untuk mema-hami dan menghargai prinsip-prinsip reformasi kesehatan. Dalam hal pertarakan, kita harus lebih maju dari umat lain. Namun banyak orang terdidik di antara kita, bahkan para pelayan Injil, yang kurang meng-hargai terang Allah mengenai pelajaran ini. Mereka makan, seenaknya, dan bekerja seenaknya. MMD 25.1

Biarlah para guru dan pimpinan kita berdiri teguh di atas landasan Alkitab yang menyangkut reformasi kesehatan. Biarlah mereka bersaksi tegas kepada mereka yang percaya bahwa kita sedang hidup di zaman akhir sejarah dunia. Harus ada garis pemisah antara mereka yang melayani Allah dengan mereka yang melayani diri sendiri. MMD 25.2

26. Apakah orang-orang yang menantikan penggenapan pengha-rapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” harus ketinggalan di belakang para pemuka agama yang tidak mempercayai kedatangan Ju-ruselamat yang segera akan terjadi? Umat pilihan yang telah disucikan Allah bagi diri-Nya, yang akan dibawa ke surga tanpa mengalami kematian, seharusnya tidak berdiri di belakang orang lain dalam pekerjaan kebajikan. Dalam usaha menyucikan diri mereka dari semua kekotoran daging dan roh, sambil menyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah, mereka seharusnya sudah melangkah lebih jauh dari kelompok umat lain di dunia, sebagaimana kepercayaan mereka lebih tinggi daripada yang lain. MMD 25.3

Reformasi Kesehatan dan Doa untuk Orang Sakit

27. Agar tetap murni setelah disucikan, umat Allah harus memi-liki Roh Kudus di dalam hati dan di rumah tangga mereka. Tuhan telah memberikan kepadaku satu terang bahwa, apabila Israel zaman ini merendahkan diri di hadapan-Nya, dan membersihkan kaabah jiwa dari segala pencemaran, maka Dia akan mendengar doa untuk orang sakit, dan memberkati pengobatan penyakitnya. Apabila manusia di dalam iman berusaha melawan penyakit, dengan menggunakan metode pengobatan sederhana yang telah disediakanNya, usahanya itu akan diberkati Allah. MMD 26.1

Jikalau umat Allah masih mengingini kebiasaan-kebiasaan buruk walaupun sudah menerima banyak terang, atau memanjakan diri dan menolak reformasi, mereka pasti akan menderita akibat-akibat pelanggaran. Jikalau mereka sudah menentukan untuk memuaskan selera yang salah dengan ganjaran apa pun, Allah tidak akan menyelamatkan mereka secara ajaib dari segala akibat pemanjaan itu. Mereka “akan berbaring di tempat siksaan.” Yes 50:11. MMD 26.2

Yang sombong berkata: “Tuhan telah menyembuhkan aku, aku tidak perlu membatasi menu makanan; aku boleh makan dan minum sesuka hatiku.” Mereka ini tidak lagi memerlukan kuasa penyembuhan Allah dalam tubuh dan jiwa mereka. Karena Allah telah bermurah menyembuhkan engkau, janganlah berpikir bahwa engkau dapat meng-ikat diri dengan praktik-praktik orang dunia. Lakukanlah seperti yang diperintahkan Kristus setelah pekerjaan penyembuhan-Nya. “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Yoh 8:11. Janganlah memperilah seleramu. MMD 26.3

28. Reformasi kesehatan adalah satu cabang pekerjaan Allah yang khusus menguntungkan umat-Nya.... MMD 26.4

Saya telah melihat mengapa Allah tidak mendengar doa para hamba-Nya untuk orang sakit di antara kita. Allah tak dapat dimuliakan sementara mereka sedang melanggar aturan kesehatan. Saya juga melihat bahwa Dia membuat reformasi kesehatan dan Lembaga Kesehatan supaya menyediakan jalan bagi jawaban doa dalam iman. Iman dan kebajikan harus berdampingan dalam membebaskan yang tertimpa penyakit di antara kita, dan menyanggupkan mereka untuk memuliakan Allah di sini agar diselamatkan pada kedatangan Kristus. MMD 27.1

29. Banyak orang berharap bahwa Allah akan melindungi mereka dari penyakit hanya karena mereka sudah berdoa pada-Nya. Tetapi Al-lah tidak mendengar doa mereka, karena iman mereka tidak disempurnakan oleh kebajikan. Allah tidak akan melakukan satu muk-jizat untuk melindungi dari penyakit, mereka yang tidak menjaga diri sendiri, tetapi senantiasa melanggar aturan kesehatan dan tidak ber-usaha mencegah penyakit. Apabila kita telah berusaha sekuat tenaga memelihara kesehatan, barulah kita bisa mengharapkan berkat, dan kita dapat meminta Allah untuk memberkati usaha kita dalam memelihara kesehatan dan Dia akan menjawab doa kita jika nama-Nya dapat dimuliakan. Biarlah semua orang sadar bahwa mereka mempunyai suatu pekerjaan yang harus dilakukan. Allah tidak akan melakukan mukjizat dalam memelihara kesehatan mereka yang melakukan sesuatu yang menyebabkan mereka sakit, karena tidak memperhatikan hukum kesehatan. MMD 27.2

Mereka yang memuaskan selera, kemudian menderita karena ku-rang bertarak, lalu meminum obat untuk menghilangkan rasa sakit, bo-leh dipastikan bahwa Allah tidak akan mencampuri penyelamatan nyawa dan kesehatan yang sudah dirusakkan karena kelengahan. Perlaku-an itu telah membawa akibat. Banyak orang mengikuti petunjuk di da-lam firman Allah sebagai usaha terakhir, lalu memohon doa tua-tua jemaat untuk memulihkan kesehatan mereka. Allah tidak layak menja-wab doa yang dilayangkan dengan cara demikian, karena Dia tahu se-kiranya kesehatan mereka dipulihkan, mereka kembali akan mengor-bankan diri di atas mezbah selera yang tidak sehat. MMD 27.3

Satu Pelajaran dari Kegagalan Israel

30. Tuhan telah berfirman kepada Israel zaman purba, bahwa jika mereka bergantung sepenuhnya kepada-Nya dan melakukan semua tuntutan-Nya, Dia akan melindungi mereka dari penyakit yang pernah menyerang bangsa Mesir. Tapi janji ini diberikan dengan syarat penu-rutan. Sekiranya orang Israel mematuhi petunjuk yang mereka terima sehingga beroleh keuntungan dari padanya, mereka akan menjadi bang-sa teladan di dunia dalam hal kesehatan dan kemakmuran. Bangsa Is-rael gagal melakukan rencana Allah. Dengan demikian mereka gagal menerima berkat-berkat yang seharusnya milik mereka. Tetapi dalam diri Yusuf dan Daniel, dalam diri Musa dan Elia dan lain-lain, kita men-dapati contoh hasil rencana kehidupan yang benar. Kesetiaan zaman ini akan memberikan hasil yang sama. Bagi kita ada tertulis: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” 1 Ptr 2:9. MMD 28.1

31. Sekiranya bangsa Israel mematuhi petunjuk yang mereka telah terima, dan beroleh keuntungan dari padanya, mereka akan menjadi bangsa teladan di dunia mengenai kesehatan dan kemakmuran. Jika mereka selaku satu bangsa hidup sesuai dengan rencana Allah, mereka akan dilindungi dari segala penyakit yang menyerang bangsa-bangsa lain. Mereka akan memiliki kekuatan tubuh dan kecerdasan otak mele-bihi bangsa manapun. MMD 28.2

(Lihat juga 641-644). MMD 28.3

Perlombaan Kristen

32. “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya. Tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh satu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh roleh satu mahkota yang abadi.” MMD 28.4

Di sinilah terletak buah-buah pengendalian diri dan kebiasaan-ke-biasaan yang bertarak dalam segala perkara. Berbagai jenis pertanding-an dilakukan oleh bangsa Yunani kuno untuk menghormati ilah-ilah mereka. Rasul Paulus memaparkannya di hadapan kita untuk meng-gambarkan pergumulan rohani dan hadiahnya. Mereka yang mengikuti pertandingan dilatih dalam disiplin yang ketat. Setiap pemanjaan yang cenderung melemahkan kuasa tubuh itu dilarang keras. Mereka dilarang memakan makanan mewah dan meminum anggur beralkohol, agar kondisi tubuh mereka bertambah kuat, ulet, dan kokoh. MMD 29.1

Bagi pemenang yang telah berjuang, mereka dikalungi bunga yang akan layu yang dianggap sebagai penghormatan tertinggi. Para penonton bertempik sorak. Jika untuk memperoleh satu hadiah yang tidak berharga begitu hebat perjuangan, begitu ketat pengendalian diri dan hanya yang terbaik mendapatkannya, betapa lebih besar pengorbanan, betapa lebih rela mengendalikan diri, untuk memperoleh mahkota yang abadi yaitu hidup kekal! MMD 29.2

Ada satu tugas penting yang diberikan pada kita-bekerja dengan tekun dan ulet. Semua kebiasaan, selera dan kemauan kita harus dididik sesuai dengan aturan hidup dan hukum kesehatan. Dengan sarana ini kita dapat memperoleh kondisi puncak dan kecerdasan pikiran untuk membedakan yang jahat dari yang baik. MMD 29.3

Contoh Daniel

33. Untuk memahami pelajaran pertarakan dengan betul, kita harus memperhatikannya dari segi Alkitab. Selain dari penampilan nabi Daniel dan kawan-kawannya di istana Babel, tidak ada sumber lain di mana kita memperoleh gambaran yang paling mengesankan dan meya-kinkan tentang pertarakan yang benar dan berkat-berkatnya.... MMD 29.4

Allah senantiasa menghargai yang benar. Raja Babel telah menawan sejumlah pemuda tangguh dari seluruh negeri. Di antara semuanya terdapatlah tawanan pemuda Ibrani yang tak ada tandingannya. Postur tubuh yang kokoh, kuat dan langkah yang tegap, wajah yang tampan, perasaan yang peka dengan napas yang teratur di samping kebiasaankebiasaan yang baik, semuanya ini membentuk sifat-sifat terhormat yang dimiliki oleh mereka yang senantiasa menuruti hukum. MMD 29.5

Riwayat Daniel dan kawan-kawan telah dicatat dalam Kitab yang diwahyukan untuk kepentingan semua orang muda pada generasi be-rikutnya. Apa yang telah dilakukan orang boleh saja dilakukan orang lainnya. Bukankah pemuda-pemuda Ibrani itu berdiri teguh mengha-dapi banyak pencobaan besar, namun mereka menyandang kesaksian agung menyangkut pertarakan yang betul? Pemuda masa kini dapat memiliki kesaksian yang sama. MMD 30.1

Pelajaran yang dipersembahkan di sini adalah sesuatu yang harus kita perhatikan. Bahaya yang mengancam kita bukannya timbul dari serba kekurangan, tetapi dari kelimpahan. Kita senantiasa tergoda untuk melampaui batas. Mereka yang mau memelihara kuasa yang tak bercela untuk pelayanan Allah, seharusnya menganut pertarakan ketat dalam penggunaan kelimpahan-Nya, begitu juga penahanan diri terhadap semua pemanjaan yang merendahkan dan membahayakan. MMD 30.2

Generasi berikut dikelilingi oleh godaan-godaan selera. Khususnya di kota-kota besar, setiap bentuk pemanjaan dengan mudahnya mengundang selera. Mereka yang menolak untuk menajiskan tubuh mereka seperti Daniel akan menuai upah karena upaya pengendalian diri. Dengan stamina yang lebih tangguh dan ketahanan yang bertam-bah, mereka mempunyai cadangan yang diperlukan dalam keadaan bahaya. MMD 30.3

Kebiasaan-kebiasaan kegiatan fisik yang benar akan meningkatkan kecakapan. Kuasa intelek, kekuatan tubuh dan umur panjang semua bergantung pada keteraturan yang teguh. Tidak ada yang kebetulan dalam hal ini. Allah alam, tidak akan campur tangan melindungi manusia dari akibat pelanggaran hukum alam. Banyak kebenaran dari sebutan ini: “Setiap orang adalah arsitek nasibnya sendiri. Sementara orang tua bertanggung-jawab terhadap pembentukan tabiat dan juga pendidikan serta latihan bagi anak-anaknya laki-laki dan perempuan. Hal itu juga benar bahwa posisi dan kegunaan kita di dunia ini sangat tergantung kepada tindak-tanduk kita. Daniel dan kawan-kawannya menikmati keuntungan dari pendidikan dan latihan yang benar sewaktu masih kecil. Tetapi kesempatan ini saja tidak cukup menjadikan mereka seperti itu. Waktunya tiba apabila mereka harus bertindak untuk diri sendiri sehingga masa depan mereka tergantung pada tindak-tanduk mereka. Lalu mereka memutuskan untuk setia melakukan aturan yang mereka peroleh waktu kecil. Takut akan Allah adalah permulaan segala hikmat. Inilah modal kebesaran mereka. Roh-Nya menguatkan setiap maksud yang benar dan setiap resolusi yang bijaksana. MMD 30.4

34. Para pemuda yang bernama Daniel, Hananya, Misael dan Azarya dalam sekolah latihan ini bukan saja diizinkan masuk istana raja, tetapi juga harus makan makanan dan minum anggur yang berasal dari meja makan raja. Menurut raja dia tidak hanya memberikan penghormatan besar kepada mereka, tetapi menyediakan bagi mereka upaya pengembangan fisik dan mental yang dapat dijangkau. MMD 31.1

Di antara sajian yang dihidangkan di hadapan raja terdapat daging babi dan daging lain yang dinyatakan haram menurut hukum Musa, yang tidak boleh dimakan oleh orang-orang Yahudi. Di sini Daniel menghadapi satu ujian yang sulit. Apakah dia tetap berpegang kepada ajaran nenek moyangnya tentang makanan dan minuman lalu menyinggung perasaan raja dan akan kehilangan bukan hanya pangkat tetapi juga nyawa. Ataukah ia melanggar hukum Allah sehingga menyenangkan hati raja, dan memperoleh kesempatan intelektualitas dan pujian dunia? MMD 31.2

Daniel tidak bertangguh. Dia mengambil keputusan untuk mem-pertahankan kesuciannya apa pun nanti akibatnya. Daniel “berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan ang-gur yang biasa diminum raja.” MMD 31.3

Ada banyak orang yang mengaku Kristen sekarang ini yang meng-anggap bahwa Daniel terlalu fanatik dan mencapnya bodoh dan berpikiran sempit. Mereka menganggap bahwa urusan makan dan mi-num terlalu kecil artinya dalam membuat satu keputusan yang besar. Mungkin salah satu sebabnya ialah pengorbanan setiap kesempatan di dunia ini. Tetapi mereka yang berpikir demikian akan mendapati pada hari penghakiman bahwa mereka sudah lari dari tuntutan Allah yang jelas dan membuat pikiran mereka sebagai standar menentukan salah atau benar. Mereka akan mendapati bahwa apa yang nampaknya tidak penting bagi mereka, bukanlah demikian anggapan Allah. TuntutanNya harus dituruti secara khidmat. Mereka yang menerima dan menuruti hukum-Nya karena menyenangkan melakukannya sementara mereka menolak yang lain karena penurutan memerlukan pengorbanan, menurunkan derajat standar kebenaran, dengan demikian mereka memberi contoh sehingga orang lain menganggap remeh hukum Allah yang kudus. “Beginilah Firman Tuhan” seharusnya menjadi peraturan kita dalam segala hal. MMD 31.4

Tabiat Daniel diberikan kepada dunia, sebagai satu contoh tentang peranan kemurahan Allah dalam diri manusia yang jatuh secara alamiah dan dicemari dosa. Catatan mengenai hidupnya yang agung dan penuh penyangkalan diri adalah pendorong bagi umat manusia. Dari pengalaman ini kita dapat memperoleh kekuatan untuk melawan pencobaan agar kita dapat berdiri teguh menghadapi pencobaan besar dengan kerendahan hati. MMD 32.1

Mungkin juga Daniel dapat membuat alasan yang masuk akal un-tuk meninggalkan kebiasaan bertaraknya yang ketat itu. Tetapi teguran Tuhan lebih berharga daripada pujian raja dunia yang berkuasa, lebih berharga daripada nyawa itu sendiri. Setelah mendapat perhatian dari Melzar pegawai istana yang mengatur pemuda Ibrani itu, Daniel mengajukan permohonan supaya mereka tidak makan makanan raja atau mengecap anggumya. Melzar takut mengabulkan permohonan ini, kemungkinan itu akan menimbulkan ketidaksenangan raja sehingga nyawanya terancam. Sebagaimana lazimnya manusia sekarang ini beranggapan bahwa makanan yang sederhana akan membuat para pe-muda itu berwajah pucat dan sakit lalu kekurangan tenaga otot sedangkan makanan lezat dari meja raja akan membuat mereka kekar dan ganteng sehingga kegiatan fisik sangat menonjol. MMD 32.2

Daniel meminta supaya diadakan percobaan dalam sepuluh hari. Para pemuda Ibrani selama waktu yang singkat ini diizinkan makan makanan sederhana, sementara teman-teman mereka makan makanan raja. Akhirnya permohonan ini diluluskan dan Daniel merasa pasti bah-wa dia sudah menang. Meskipun dia masih muda, dia sudah melihat pengaruh anggur beralkohol dan kehidupan mewah terhadap kesehatan tubuh dan pikiran. MMD 32.3

Pada hari kesepuluh, hasilnya ditemukan bertentangan dergan dugaan Melzar. Bukan hanya dalam penampilan pribadi, tetapi dalam fisik dan mental, mereka yang biasa bertarak menunjukkan kelebihan atas teman-teman mereka yang memanjakan selera. Sebagai hasil percobaan ini, Daniel dan kawan-kawan diizinkan untuk makan makanan sederhana selama pendidikan untuk tugas kerajaan. MMD 33.1

Memperoleh Persetujuan Tuhan

Allah menghargai dan menyetujui keteguhan dan penyangkalan diri para pemuda Ibrani ini. Dia memberkati mereka. “Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagaibagai penglihatan dan mimpi.” Seusai pendidikan selama tiga tahun, setelah raja menguji pengetahuan dan keterampilan mereka, didapatinya bahwa “di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada mereka yang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.” Di sinilah sebuah pelajaran bagi semua orang khususnya bagi orang-orang muda. Penurutan yang sungguh-sungguh akan tuntutan Allah adalah berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Untuk mencapai standar intelek dan moral yang tinggi, seseorang perlu mencari akal budi dan kekuatan dari Allah dan menganut pertarakan ketat dalam segala kebiasaan hidup. Dalam pengalaman Daniel dan kawan-kawan, kita mendapat satu kemenangan prinsip melawan penggodaan pemanjaan selera. Kita melihat melalui prinsip agama bahwa orang-orang muda boleh menang melawan keinginan-keinginan tubuh dan tetap setia kepada tuntutan Allah, sekalipun memerlukan pengorbanan yang besar. MMD 33.2

(Makanan Daniel — 117, 241, 212) MMD 33.3

Tidak Bersedia Menghadapi Seruan Nyaring

35. Sebagaimana telah ditunjukkan pada saya, reformasi kesehatan adalah sebagian dari pekabaran malaikat ketiga. Keduanya berhubungan erat sama seperti lengan dengan tangan pada manusia. Saya melihat bahwa kita sebagai satu umat harus bergerak maju dalam pekerjaan ini. Para pendeta dan kaum awam harus sama-sama bergerak. Umat Allah tidak bersedia menghadapi seruan nyaring dari malaikat yang ketiga. Mereka mempunyai satu pekerjaan untuk diri sendiri. Janganlah membiarkan Allah melakukannya. Dia telah memberikan pe-kerjaan ini bagi manusia untuk diselesaikan. Itu adalah pekerjaan pri-badi. Seorang tidak dapat melakukannya untuk orang lain. “Karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri dari se-mua pencemaran jasmani dan rohani, dengan demikian menyempur-nakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” Kegelojohan adalah dosa besar zaman ini. Selera nafsu memperbudak laki-laki dan perempuan, mengelabui intelektualitasnya dan menumpulkan kesadaran moral begitu rupa sehingga, kebenaran firman Allah yang ditinggikan itu tidak dihargai. Sifat-sifat binatang telah menguasai baik laki-laki maupun perempuan. MMD 33.4

Umat Allah harus mengenal diri mereka supaya mereka dapat di-angkat ke surga. Mereka harus mengenal keadaan tubuh agar bersama pemazmur mereka dapat berseru: “Aku bersyukur kepada-Mu oleh ka-rena kejadianku dahsyat dan ajaib.” Selera mereka harus ditaklukkan di bawah pengawasan organ-organ intelek dan moral. Tubuh itu seha-rusnya menjadi hamba bagi pikiran, bukan pikiran diperhamba tubuh. MMD 34.1

Persiapan Menghadapi Penyegaran

36. Allah menuntut umat-Nya supaya membersihkan diri mereka dari segala pencemaran daging dan roh untuk menyempurnakan kesucian di dalam takut akan Allah. Mereka yang enggan melakukannya dan memaafkan diri dalam pekerjaan ini lalu menantikan Tuhan untuk melakukannya bagi mereka sedangkan Dia menuntut mereka melakukannya sendiri akan didapati berkekurangan pada hari murka Tuhan, tetapi orang-orang sabar di bumi yang telah menjalankan perintah-Nya akan terlindung. MMD 34.2

Telah ditunjukkan pada saya bahwa jika umat Allah tidak berusa-ha melakukan bagiannya tetapi menunggu datangnya penyegaran lalu membuang dosa dan membersihkan kesalahan; jika mereka bergantung pada itu untuk membersihkan mereka dari pencemaran daging dan roh agar mereka siap mengambil bagian dalam seruan nyaring malaikat ke-tiga, maka mereka akan didapati berkekurangan. Penyegaran atau kuasa Allah berlaku hanya bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk itu dengan melakukan pekerjaan yang Allah berikan, yaitu membersihkan diri mereka dari segala pencemaran tubuh dan pikiran, menyempurnakan kesucian dalam takut akan Allah. MMD 34.3

Ajakan Bagi Mereka yang Suka Bertangguh

37. Kegagalan dalam mengikuti prinsip-prinsip yang sehat telah merusak sejarah umat Allah. Telah terjadi kemurtadan yang terus-menerus dalam hal reformasi kesehatan. Sebagai akibatnya, Allah telah dihinakan oleh kemerosotan rohani yang dalam. Penghalang-penghalang telah didirikan. Sekiranya umat Allah berjalan di dalam terang, semua penghalang ini tidak akan kelihatan. Bagi kita yang mempunyai kesempatan besar, apakah kita membiarkan umat manusia di dunia berjalan mendahului kita dalam hal reformasi kesehatan? Apakah kita merendahkan pikiran dan menyalahgunakan talenta kita dengan cara makan yang salah? Akankah kita melanggar hukum Allah yang kudus oleh mengikuti praktik mementingkan diri? Apakah kelengahan kita menjadi buah bibir dan cemoohan? Tegakah kita hidup bertentangan dengan kehidupan Kristus sehingga Juruselamat merasa malu memanggil kita saudara-saudara-Nya? MMD 35.1

Tidakkah lebih baik kita melakukan pekerjaan pengobatan misionaris, yaitu praktik penginjilan dan hidup begitu rupa sehingga damai Allah dapat menguasai hati kita? MMD 35.2

Tidakkah kita menyingkirkan semua batu sandungan dari kaki orang-orang yang tidak percaya, mengingat tugas kita selaku orang Kristen? Jauh lebih baik, janganlah menyandang nama Kristen kalau kamu hanya mengaku Kristen sedang pada saat yang sama kamu memanjakan selera sehingga merangsang nafsu berahi! MMD 35.3

Allah memanggil setiap anggota jemaat untuk mempersembahkan hidupnya pada pelayanan Tuhan. Dia meminta reformasi yang pasti. Seluruh alam ciptaan meraung karena menderita kutuk. Umat Allah harus menempatkan dirinya di mana mereka dapat bertumbuh dalam anugerah setelah tubuh, pikiran dan jiwa disucikan oleh kebenaran. Bilamana mereka melepaskan diri dari pemanjaan yang merusak kesehatan, mereka akan lebih jelas melihat asas kesalehan yang sejati. Maka perubahan hebat akan terjadi dalam pengalaman keagamaan. MMD 35.4

Semua Orang Sedang Diuji

38. Sangat penting bagi kita untuk melakukan bagian kita secara pribadi dan mempunyai pengertian yang mendalam tentang apa, yang harus kita makan dan minum dan bagaimana caranya kita hidup demi memelihara kesehatan. Semua orang akan diuji apakah mereka menerima semua prinsip reformasi kesehatan atau masih mau memanjakan selera. MMD 36.1

Janganlah seorang berpendapat bahwa dalam hal makanan dia dapat melakukan segala sesuatu menurut kehendak hatinya. Biarlah semua orang yang mengelilingi meja makan bersamamu dapat melihat bahwa kamu sendiri mengikuti prinsip aturan makan, begitu pun dalam hal lain, agar kemuliaan Allah dapat dinyatakan. Kamu tidak boleh melakukan yang sebaliknya karena tabiatmu harus dibentuk untuk hidup kekal yang akan datang. Tanggung jawab besar ditempatkan di atas jiwa manusia. Marilah kita memahami tanggung jawab ini dan memikulnya dengan tabah di dalam nama Tuhan. MMD 36.2

Bagi setiap orang yang tergoda memanjakan selera, saya suka berkata: Janganlah menyerah kepada pencobaan, tetapi batasilah dirimu dalam penggunaan makanan sehat. Engkau dapat melatih diri untuk menikmati makanan sehat. Allah menolong mereka yang berusaha menolong dirinya sendiri. Tetapi apabila manusia tidak mau menanggung derita untuk mengikuti jalan pemikiran dan kehendak Allah, bagaimanakah Allah dapat bekerjasama dengan mereka? Marilah kita melakukan bagian kita dalam mempertahankan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Kalau tidak ada takut dan gentar, kita cenderung melakukan kesalahan dalam memelihara tubuh kita. Di hadapan Allah, kita diwajibkan memeliharanya dalam kondisi yang paling memuaskan. MMD 36.3

Reformasi Sejati adalah Reformasi Hati

39. Mereka yang bekerja di dalam pekerjaan Allah tidak boleh mencari kepuasan dunia dan pemanjaan diri sendiri. Para dokter di lembaga-lembaga kita harus dikuasai prinsip hidup reformasi kesehatan. Kaum lelaki tidak akan pernah bertarak dengan sungguh-sungguh kecuali kasih karunia Kristus menjadi prinsip abadi di dalam hatinya. Dengan semua ikrar di dunia ini, kamu suami-istri tidak akan menjadi reformator kesehatan. Pembatasan makanan tidak akan mengubah selera yang sudah salah. Tuan dan Nyonya ... tidak dapat bertarak dalam segala hal kecuali hati mereka diubah oleh kasih karunia Allah. MMD 37.1

Keadaan tidak dapat membuat reformasi. Kekristenan menawar-kan satu reformasi di dalam hati. Yang dikerjakan Kristus di dalam hati akan dikerjakan di bawah perintah intelek seseorang yang sudah bertobat. Rencana yang dimulai dari luar kemudian mengerjakannya ke dalam, ini biasanya gagal, dan selalu akan gagal. Rencana Allah bagimu ialah memulainya di dalam hati sekalipun sukar, kemudian dari dalam hati akan mengalir prinsip-prinsip kebenaran, karena reformasi nampak di luar sebagaimana di dalam. MMD 37.2

40. Mereka yang berusaha mengangkat standar sesuai peraturan Allah, yaitu yang berusaha menurut terang yang mereka dapat dari Allah melalui firman-Nya dan kesaksian Roh Kudus, tidak akan mengubah prinsip untuk memenuhi keinginan sahabat dan handai tolan apakah satu, dua atau semua orang yang hidup bertentangan dengan peraturan Allah yang bijaksana. Jika dalam hal ini kita bergerak dalam prinsip, jika kita menuruti aturan makanan secara ketat, jika selaku orang Kristen kita mendidik selera kita sesuai rencana Allah, kita akan menyebarkan pengaruh yang menyenangkan hati Tuhan. Yang menjadi pertanyaan ialah: “Apakah kita mau menjadi reformator sejati?” (Lihat 720).. MMD 37.3

Masalah Kepentingan Utama

41. Saya diberi petunjuk untuk membawa satu pekabaran kepada bangsa kita tentang reformasi kesehatan, karena sudah banyak yang murtad; mereka tidak setia lagi kepada prinsip reformasi kesehatan. MMD 37.4

Allah merencanakan anak-anak-Nya supaya bertumbuh cukup dewasa di dalam Kristus sebagai laki-laki dan perempuan. Untuk mela-kukannya, mereka harus menggunakan dengan betul setiap kuasa pikir-an, jiwa dan tubuh. Mereka tidak boleh membuang tenaga fisik dan men-tal. MMD 38.1

Kepentingan utama ialah bagaimana cara memelihara kesehatan. Apabila kita menyelidiki hal ini dengan takut akan Allah, kita akan mendapati bahwa sangat baik menyederhanakan makanan demi kema-juan tubuh dan jiwa, begitu juga kerohanian. Marilah kita mempelajari hal ini dengan sabar. Kita memerlukan pengetahuan dan pertimbangan agar bertindak bijaksana dalam hal ini. Hukum alam tidak ditolak, tetapi dituruti. MMD 38.2

Mereka yang telah menerima petunjuk tentang bahayanya peng-gunaan makanan daging, teh dan kopi, makanan mewah yang tidak sehat, setelah bertekad bulat mengikat perjanjian dengan Allah melalui nazar, tidak akan lagi memanjakan selera untuk makanan yang jelas diketahui tidak sehat. Allah menuntut agar selera disucikan, begitu juga mengamalkan penyangkalan diri terhadap perkara-perkara yang tidak baik. Inilah tugas yang harus dilakukan sebelum umat-Nya dapat berdiri di hadapan-Nya sebagai umat yang sempurna. MMD 38.3

Umat Allah yang sisa haruslah satu umat yang sudah bertobat. Penyuguhan pekabaran ini menghasilkan pertobatan dan penyucian jiwa. Kita merasakan kuasa Roh Allah dalam pergerakan ini. Ini satu pekabaran yang pasti dan hebat, menjadi segala-galanya bagi penerima. Pekabaran ini dimasyhurkan dengan seruan nyaring. Kita harus memiliki iman yang benar dan abadi agar pekabaran ini berkumandang dan bertambah penting pada penutupan sejarah dunia. MMD 38.4

Ada sebagian yang mengaku orang percaya dan menerima bagian tertentu dari Testimonies sebagai pekabaran Allah, tetapi menolak bagian-bagian yang mencela selera kesukaan mereka. Orang-orang seperti itu hidup bertentangan dengan kesejahteraan jemaat dan kesejahteraan mereka sendiri. Kita perlu berjalan di dalam terang sementara kita mendapat terang itu. Mereka yang mengaku percaya pada reformasi kesehatan, namun masih melawan prinsip-prinsipnya di dalam kehidupan sehari-hari, sedang menyakiti jiwanya sendiri dan juga mening-galkan kesan yang salah di dalam pikiran orang percaya dan yang tidak percaya. MMD 38.5

Satu tanggung jawab besar terletak pada mereka yang mengenal kebenaran supaya segala pekerjaan mereka sejajar dengan iman dan supaya kehidupan mereka dimurnikan dan disucikan agar mereka ber-sedia melakukan satu tugas yang harus dilakukan dengan segera pada hari-hari penyiaran pekabaran ini. Mereka tidak mempunyai waktu dan tenaga untuk pemanjaan selera. Kata-kata itu diucapkan pada kita sekarang ini dengan penuh kesungguh-sungguhan: “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.” Kis 3:9, 20. Banyak di antara kita miskin rohani dan pasti akan hilang kalau mereka tidak bertobat dengan sungguh-sungguh. Dapatkah kamu menanggung risikonya? ... MMD 39.1

Hanya kuasa Kristus saja yang dapat melakukan perubahan di dalam hati dan pikiran. Perubahan ini harus dialami semua orang yang mengambil bagian dengan-Nya, yaitu hidup baru dalam kerajaan surga. Yesus menjawab, katanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Yoh 3:3. Agama yang berasal dari Allah itulah satu-satunya agama yang dapat menuntun pemeluknya kepada Allah. Untuk melayani Dia dengan baik, kita harus dilahirkan dari Roh Allah. Inilah yang menuntun kepada kewaspadaan. Itu akan memurnikan hati dan membarui pikiran, dan menyanggupkan kita mengenal dan mengasihi Allah. Itu akan memberikan pada kita penurutan akan semua tuntutan-Nya. Itulah ibadah yang benar. MMD 39.2

Satu Garis Depan Terpadu

42. Kita telah diberi tugas memajukan reformasi kesehatan. Tuhan menginginkan agar umat-Nya rukun satu dengan yang lain. Sebagaimana, saudara harus ketahui, kita tidak akan meninggalkan posisi di mana Tuhan menyuruh kita berdiri sejak tiga puluh lima tahun yang lalu. Waspadalah bagaimana kamu menempatkan dirimu menentang pekerjaan reformasi kesehatan. Pekerjaan itu akan maju karena itulah sarana Allah untuk mengurangi penderitaan di dunia kita ini, dan memurnikan umat-Nya. MMD 39.3

Berhati-hatilah dengan sikapmu, jangan sampai kamu kedapatan mendatangkan perpecahan. Saudaraku, sekalipun kamu gagal membawa berkat ke dalam kehidupanmu dan keluargamu, dengan mengikuti prinsip reformasi kesehatan, janganlah membahayakan orang lain dengan menolak terang yang diberikan Allah dalam hal ini. MMD 40.1

43. Tuhan telah memberikan satu pekabaran reformasi kesehatan kepada umat-Nya. Terang ini telah bersinar pada jalan mereka selama tiga puluh tahun. Tuhan tidak dapat mempertahankan hamba-hambaNya dalam satu arus yang bertentangan. Dia merasa sedih ketika hamba-hamba-Nya menentang pekabaran dalam hal ini, yang telah diberikan kepada mereka untuk disampaikan kepada orang lain. Dapatkah Allah merasa senang apabila separuh dari para pekerja setempat mengajarkan prinsip reformasi kesehatan yang berhubungan erat dengan pekabaran malaikat ketiga sebagaimana lengan dengan tubuh, sedangkan yang separuh lagi mengajarkan prinsip yang sama sekali bertentangan? Ini dianggap sebagai satu dosa di pemandangan Allah.... MMD 40.2

Kekecewaan besar menimpa para pekerja Allah yang memiliki kapasitas mental dan memahami dasar-dasar iman, tetapi oleh peng-ajaran dan perbuatan menunjukkan sikap apatis terhadap peraturan moral. MMD 40.3

Terang Allah mengenai reformasi kesehatan tidak dapat diperma-inkan tanpa penderitaan kepada mereka yang mencoba meremehkannya; tidak ada orang yang dapat mengharapkan kemajuan dalam pekerjaan Tuhan sementara mereka menolak terang Allah itu, baik oleh pengajaran atau perbuatan. MMD 40.4

43. Para pendeta perlu memberikan instruksi tentang hidup bertarak. Mereka harus menunjukkan hubungannya dengan makan, bekerja, istirahat dan berpakaian yang menunjang kesehatan. Semua orang yang percaya akan kebenaran pada akhir zaman ada hubungan-nya dengan hal ini. Mereka memikirkannya. Allah menuntut mereka untuk membangkitkan kemauan diri dalam reformasi ini. Dia tidak merasa senang atas perbuatan mereka jika menyepelekan masalah ini. MMD 40.5

Tersandung Atas Berkat

44. Malaikat berpesan: “Jauhkan dirimu dari nafsu daging yang berperang melawan jiwa.” Kamu telah tersandung pada reformasi ke-sehatan. Itu bukanlah suatu tambahan kepada kebenaran. Memang bukan tambahan, karena itu adalah sebagian dari kebenaran. Inilah satu tugasmu yang mendesak lebih daripada apa yang kamu pernah lakukan. Sementara kamu ragu dan mundur, kalau gagal merangkul berkat yang diperuntukkan bagimu, kamu akan kehilangan. Kamu tersandung atas berkat yang ditempatkan surga di jalanmu untuk melancarkan gerak maju. Setan menampilkannya bagimu dalam terang yang paling menyilaukan, agar kamu melawan yang sebenarnya sangat menguntungkan bagimu, yaitu bagi kesehatan tubuh dan pikiranmu. MMD 41.1

(Dalih-dalih untuk melakukan kesalahan dibuat di bawah pengaruh Setan — 710). MMD 41.2

Perhatikan Penghakiman

45. Tuhan memanggil mereka yang mau bergabung dengan pasukan-Nya. Mereka yang sakit-sakitan perlu menjadi reformator ke-sehatan. Allah akan bekerjasama dengan anak-anak-Nya dalam memelihara kesehatan jikalau mereka makan dengan hati-hati dan tidak mau memasukkan beban yang tidak perlu ke dalam lambung. Jalan alam telah diciptakan-Nya kokoh dan aman sesuai anugerah-Nya. Jalan itu cukup lebar bagi semua orang yang mau memakainya. Untuk memelihara hidup kita, Dia telah memberikan produk bumi yang paling menyehatkan. MMD 41.3

Dia yang tidak mengindahkan petunjuk yang telah diberikan Allah dalam firman-Nya dan dalam buah tangan-Nya, dia yang tidak menurut perintah, mempunyai pengalaman yang cacat, menjadi seorang Kristen yang sakit-sakitan. Kehidupan rohaninya lemah, kelihatannya hidup, tetapi hidupnya itu tidak semarak. Dia membuang jauh kesempatan kasih karunia yang berharga. MMD 41.4

Banyak orang merusak tubuhnya dengan mengabaikan hokum kehidupan, dan mereka tidak akan pernah sembuh karena sikap ini, namun sekarang mereka menyesal dan bertobat. Manusia mencoba berlaku lebih bijaksana daripada Allah. Dia membuat bagi dirinya aturan sendiri. Allah memanggil kita untuk memperhatikan perin tah-perintah-Nya; jangan lagi menghina Dia dengan mengerdilkan kuasa tubuh, pikiran dan roh. Kematian dini adalah akibat penyimpangan dari Allah untuk mengikuti jalan dunia ini. Dia yang memanjakan diri akan menanggung hukumannya. Dalam penghakiman kita akan melihat betapa sungguh-sungguh Allah membalas pelanggaran terhadap hukum-hukum kesehatan. Kemudian, sementara kita memeriksa kembali tindaktanduk kita, kita akan melihat pengetahuan akan Allah yang seharusnya kita peroleh, tabiat agung yang seharusnya kita bentuk, sekiranya kita menjadikan Kitab Suci sebagai penasihat. MMD 41.5

Allah sedang menantikan umat-Nya, hendaknya mereka bijaksa-na dalam pengetahuan. Sementara kita memperhatikan kesengsaraan, kejelekan dan penyakit yang telah menyusup ke dalam dunia sebagai akibat dari kebodohan pemeliharaan tubuh, apakah kita mau bertangguh dalam menyampaikan amaran ini? Kristus telah menyatakan bahwa seperti pada zaman Nuh, ketika bumi ini penuh dengan kekerasan dan dicemari oleh kejahatan, begitulah keadaannya ketika Anak manusia datang. Allah telah memberikan terang besar bagi kita. Jikalau kita berjalan dalam terang ini, kita akan melihat keselamatan-Nya. MMD 42.1

Perubahan yang pasti sangat diperlukan. Sudah tiba waktunya bagi kita untuk merendahkan hati yang sombong dan angkuh, dan mencari Tuhan sementara Dia masih dapat ditemukan. Sebagai satu umat, kita perlu merendahkan hati di hadapan Allah, karena bilur ketidaktetapan hati ada di dalam kehidupan kita. MMD 42.2

Tuhan sedang memanggil kita untuk memasuki barisan. Hari sudah senja, malam sudah dekat. Penghakiman Allah sudah terlihat, baik di darat atau di laut. Tidak ada kesempatan kedua diberikan kepada kita. Ini bukanlah waktunya untuk membuat satu gerakan palsu. Biarlah semua orang bersyukur kepada Allah karena kita masih mempunyai kesempatan membentuk tabiat untuk hidup kekal yang akan datang. MMD 42.3