MEMBINA POLA MAKAN DAN DIET

3/60

Bab II—Makanan dan Kerohanian

Tidak Bertarak Berarti Dosa

47. Janganlah seorang yang mengaku saleh menganggap sepele kesehatan tubuh dan memuji dirinya lalu menyatakan hal tidak bertarak bukan dosa dan tidak akan mempengaruhi kerohanian. Antara alam moral dan tubuh terdapat hubungan yang sangat erat. MMD 43.1

48. Pada nenek moyang kita yang per-tama, keinginan tidak bertarak telah meng-akibatkan kehilangan Eden. Pertarakan dalam segala hal lebih banyak hubungannya dengan pemulihan kita ke Eden daripada yang kita sadari. MMD 43.2

49. Pelanggaran hukum fisik adalah pelanggaran hukum Allah. Yesus Kristus adalah Khalik kita. Dialah Pencipta diri kita. Dia telah menciptakan susunan tubuh manusia. Dialah Pencipta hukum fisik, Dia pula Pencipta hukum moral. Manusia yang lengah dan tidak peduli tentang kebiasaan dan praktik hidup yang menyangkut kesehatan, mereka berdosa terhadap Tuhan. Banyak orang yang mengaku mengasihi Yesus Kristus tidak menunjukkan rasa khidmat dan penghormatan kepada-Nya, yang telah menyerahkan hidup-Nya untuk menyelamatkan mereka dari kematian kekal. Dia tidak disegani, dihormati dan dikenal. Ini ditunjukkan dengan rusaknya tubuh mereka karena pelanggaran hukum alam. MMD 43.3

50. Pelanggaran hukum alam secara terus-menerus adalah pelanggaran hukum Allah secara terus-menerus. Segala beban penderitaan, kesengsaraan, kerusakan, penuaan, penyakit dan ketololan, semuanya sudah membanjiri dunia. Bandingkanlah itu dengan keadaan yang seharusnya menurut rancangan Allah pada mulanya, sungguh seperti sebuah rumah orang kusta. Generasi yang sekarang lemah dalam otak, moral dan kuasa tubuh. Semua kesengsaraan ini sudah menumpuk dari generasi ke generasi karena manusia berdosa melanggar hukum Allah. Dosa paling besar dilakukan melalui pemanjaan selera yang sudah rusak. MMD 44.1

51. Pemanjaan yang keterlaluan, baik dalam hal makan, minum dan tidur atau melihat, adalah dosa. Gerakan kuasa tubuh dan pikiran sehat yang seimbang akan membawa kebahagiaan. Makin ditinggikan dan dimurnikan kuasa itu, semakin murni dan asli kebahagiaannya. MMD 44.2

(Allah menandai dosa pemanjaan — 246) MMD 44.3

Bilamana Penyucian Mustahil Diadakan

52. Dari semua cacat penderitaan yang menyiksa umat manusia, sebagian besar diakibatkan oleh kebiasaan-kebiasaan mereka yang salah karena sengaja mengabaikan, atau karena tidak menanggapi terang yang diberikan Allah sehubungan dengan hukum-hukum kehidupan mereka. Adalah tidak mungkin bagi kita memuliakan Allah sementara masih melanggar hukum kehidupan. Kita tidak mungkin dapat mempertahankan pengabdian kepada Allah sementara nafsu selera dimanjakan. Tubuh yang sakit dan intelek yang kacau menghalangi pengabdian jiwa-raga, karena pemanjaan nafsu yang terus-menerus. Rasul Paulus memahami pentingnya kondisi tubuh yang sehat untuk penyempurnaan tabiat umat Allah. Dia katakan. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” Dia menyebutkan buah-buah Roh Kudus, di antaranya ialah pertarakan atau pengendalian diri. “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” MMD 44.4

(Mustahil memperoleh kesempurnaan Kristen sementara masih dikekang hawa nafsu — 356). MMD 45.1

Sengaja Mengabaikan Berarti Menambah Dosa

53. Adalah satu tugas bagi kita untuk mengetahui bagaimana ca-ranya memelihara kondisi kesehatan tubuh yang paling baik. Adalah satu kewajiban mulia untuk menghidupkan terang Allah yang telah diberikan-Nya dengan anugerah. Sekiranya kita menutup mata dan tidak mau melihat karena takut terhadap kesalahan-kesalahan kita sendiri yang kita tidak mau membuangnya, dosa kita bukan dikurangi, melainkan ditambah. Kalau terang itu ditolak dalam satu hal, itu tidak akan dihargai dalam hal lain. Dosa itu sama besarnya, apakah kita melanggar hukum kesehatan atau melanggar salah satu dari Sepuluh Hukum, karena kita tidak dapat melakukan salah satu tanpa melanggar Hukum Allah. Kita tidak dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwaraga sambil mengasihi nafsu selera kita lebih daripada mengasihi Allah. Dari hari ke hari kita mengurangi kekuatan kita untuk memuliakan Allah, padahal Dia menuntut segenap tenaga pikiran dan jasmani kita. Dengan kebiasaan-kebiasaan kita yang salah, kita semakin melepaskan pegangan hidup namun masih mengaku pengikut Kristus, yang siap untuk jamahan terakhir bagi kebakaan. MMD 45.2

Saudaraku, engkau mempunyai satu pekerjaan untuk dilakukan. Tidak ada orang lain yang dapat melakukannya bagimu. Bangunlah dari tidurmu. Kristus akan menganugerahkan hidup bagimu. Ubahlah cara hidupmu; cara makan, cara minum dan cara kerja. Sementara engkau mengikuti arah yang engkau telah jalani bertahun-tahun, engkau tidak dapat membedakan dengan jelas perkara yang kudus dan yang kekal. Perasaanmu telah dikebalkan dan intelekmu digelapkan. Engkau tidak bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengetahuan akan kebenaran walau diberi kesempatan bagimu. Engkau tidak bertambah dalam kerohanian, tetapi semakin terjerumus dalam gelap. MMD 45.3

54. Manusia adalah mahkota ciptaan Allah, diciptakan dalam citra Allah dan dibentuk sebagai gambar Allah.... Manusia sangat tinggi nilainya bagi Allah, karena dia dibentuk dalam citra-Nya sendiri. Fakta ini haruslah meyakinkan kita betapa pentingnya pengajaran, dengan kata-kata dan contoh perbuatan dosa pencemaran, oleh memanjakan selera atau oleh kegiatan lain yang penuh d+osa; tubuh yang dibentuk untuk mewakili Allah di dunia ini. MMD 46.1

(Hukum alam dicanangkan dengan jelas — 87). MMD 46.2

Pengaruh Pelanggaran Hukum Fisik Terhadap Pikiran

55. Allah menuntut kemajuan yang berkesinambungan dari umatNya. Perlu kita pelajari bahwa selera yang dimanjakan adalah penghalang besar pada perbaikan mental dan penyucian jiwa. Dengan segala pengetahuan kita tentang reformasi kesehatan, banyak di antara kita makan dengan tidak teratur. MMD 46.3

56. Janganlah menyediakan lebih banyak makanan atau lebih bervariasi pada hari Sabat dibanding dengan hari-hari lain. Sebaliknya, makanan harus lebih sederhana dan lebih sedikit, agar pikiran lebih terang dan lebih kuat untuk memahami perkara-perkara rohani. Lambung yang terlalu penuh membuat otak buntu. Kata-kata yang paling berharga mungkin didengar juga tetapi tidak dihargai, karena pikiran dibingungkan oleh makanan yang tidak teratur. Kalau seseorang makan terlalu kenyang pada hari Sabat, mereka lebih banyak bergerak daripada berpikir membuatnya tidak pantas menerima manfaat Sabat pada kesempatan yang mulia itu. MMD 46.4

57. Telah ditunjukkan padaku bahwa beberapa dari perkumpulan kemah kita keadaannya jauh dari yang dikehendaki Tuhan. Para peserta datang tanpa persiapan akan kunjungan Roh Kudus Allah. Biasanya kaum wanita menggunakan banyak waktu sebelum pertemuan itu untuk menyediakan pakaian dan perhiasan lahiriah, bukan perhiasan batin. Perhiasan batiniah yang sangat bernilai di pemandangan Tuhan. Banyak pula waktu digunakan untuk memasak makanan yang tidak perlu; persediaan kue mewah, dan segala jenis yang merusak pemakannya secara positif. Sekiranya kaum wanita itu menyediakan makanan sehat secara sederhana, maka seluruh keluarga lebih bersedia menerima firman yang hidup, dan lebih lunak menerima pengaruh Roh Kudus. MMD 47.1

Seringkali perut dijejali dengan makanan yang jarang dimakan di rumah, di mana kegiatan gerak badan dilakukan dua atau tiga kali lipat. Inilah yang menyebabkan otak itu sangat malas sehingga tidak dapat menghargai perkara-perkara abadi. Setelah selesai acara perkemahan, mereka kecewa karena tidak dapat menikmati lebih banyak pengaruh Roh Kudus.... Biarlah persiapan pakaian dan makanan dinomor duakan, karena penyelidikan hati secara mendalam dimulai di rumah. MMD 47.2

(Selera yang dimanjakan menghalangi seseorang memahami kebenaran masa kini — 72). MMD 47.3

(Selera yang dimanjakan melumpuhkan perasaan — 227) MMD 47.4

(Selera yang dimanjakan menumpulkan otak — 209, 226) MMD 47.5

(Selera yang dimanjakan menyebabkan seseorang tidak sanggup membuat rencana dan memberi nasihat — 71) MMD 47.6

(Selera yang dimanjakan melemahkan kuasa pikiran, rohani dan tubuh anak-anak — 346) MMD 47.7

(Tidur di bawah kebenaran firman yang sedang terbakar — 222) MMD 47.8

(Kekuatan mental dan moral bertambah karena makanan sehat — 85, 117, 206) MMD 47.9

(Pengaruh makanan daging terhadap kekuatan mental — 678, 680 682, 686) MMD 47.10

(Lagi-lagi perkemahan dan makanan — 124). MMD 48.1

Pengaruh Terhadap Penghargaan akan Kebenaran

58. Engkau memerlukan pikiran yang segar dan cerdas untuk menghargai tabiat kebenaran yang ditinggikan, untuk menilai penebusan, dan untuk menghitung berapa harganya perkaka-perkaka abadi. Jikalau engkau sudah salah jalan dan memamjakan kebiasaan-kebiasaan makan yang salah sehingga melemahkan kuasa intelek, engkau tidak dapat menghargai keselamat-an dan hidup kekal. Ini akan memberi inspirasi padamu untuk menyesuaikan hidupmu dengan hidup Kristus. Engkau tidak akan berusaha dan berkorban dalam penyesuaian diri kepada kehendak Allah sebagaimana tuntutan-Nya. Penyesuaian ini penting, karena itu memberikan kepadamu suatu kesanggupan moral menghadapi jamahan terakhir kebakaan. MMD 48.2

59. Sekalipun kamu ketat memilih kualitas makananmu, apakah kamu memuliakan Allah dalam tubuh dan rohmu yang menjadi milik-Nya dengan mengambil begitu banyak ma-kanan? Mereka yang menjejali perut dengan makanan, mereka juga membebani alam, sehingga tidak dapat menghargai kebenaran yang mereka dengar. Mereka tidak dapat membangkitkan kepekaan perasaan otak yang sudah dilumpuhkan untuk menyadari nilai penebusan dan pe-ngorbanan besar yang telah diberikan kepada manusia berdosa. Orang seperti itu tidak dapat menghargai upah yang sangat besar dan indah yang disediakan bagi para pemenang yang setia. Janganlah biarkan sifat kebinatangan yang ada pada kita menguasai moral dan intelek. MMD 48.3

60. Sebagian masih memanjakan hawa nafsu yang berperang me-lawan jiwa. Inilah penghalang yang selalu mengganggu kemajuan ke-rohanian. Mereka selalu disiksa oleh hati nurani yang menuduh kesalahan. Ketika kebenaran dinyatakan, mereka siap untuk dipersalahkan. Mereka tertuduh sendiri dan merasa yang hal itu sengaja dipilih untuk menyinggung masalah mereka. Mereka merasa sedih dan terluka sehingga menarik diri mereka dari perhimpunan orang-orang saleh. Mereka meninggalkan perkumpulan karena merasa hati nurani mereka tidak lagi terganggu. Akhirnya keinginan mereka hilang untuk menghadiri kumpulan dan mengasihi kebenaran. Kemudian mereka kembali dan bergabung dengan pemberontak; kecuali bertobat sepenuhnya, mereka berada di bawah kibaran panji-panji Setan yang hitam. Sekiranya mereka ini menyalibkan hawa nafsu daging yang berperang melawan jiwa, mereka akan keluar dari jalan itu di mana panah-panah kebenaran akan beterbangan melewati mereka. Tetapi sementara mereka memanjakan hawa nafsu, dengan demikian mereka memuja berhala, mereka menempatkan diri sebagai sasaran panah-panah kebenaran. Kalau kebenaran saja yang dibicarakan, mereka pasti terluka kena panah itu.... MMD 48.4

Bahan-bahan perangsang non-alamiah dapat merusak kesehatan dan melumpuhkan otak sehingga tidak mungkin lagi menghargai perkara-perkara abadi. Mereka yang memuja berhala ini tak dapat menilai keselamatan dengan benar, di mana Kristus telah menyelamatkan manusia berdosa dari kematian. Ini dilakukan-Nya dengan penyangkalan diri, penderitaan dan kecaman yang tak habis-habisnya, dan akhirnya menyerahkan diri-Nya yang tak berdosa itu sebagai korban. MMD 49.1

61. Mentega dan daging merangsang. Bahan ini melukai lambung dan merusak selera. Saraf-saraf otak yang peka itu sudah dilumpuhkan. Selera kebinatangan bertambah dan mengorbankan kecakapan intelek dan moral. Kuasa yang lebih tinggi ini bertambah lemah, yang seharusnya adalah pengatur, sehingga perkara-perkara abadi tidak lagi dibedakan. Maka terjadilah kelumpuhan kerohanian dan pengabdian diri. Setan merasa menang melihat betapa mudahnya dia dapat masuk melalui selera sehingga menguasai intelek laki-laki dan perempuan, yang seharusnya dibutuhkan oleh Pencipta untuk melakukan satu pekerjaan yang besar dan baik. MMD 49.2

(Mustahil bagi yang tidak bertarak untuk menilai penebusan -119) MMD 49.3

(Yang tidak bertarak tak dapat bersikap lunak terhadap pengaruh kebenaran yang menyucikan — 780) MMD 49.4

Pengaruh Atas Kesanggupan Membedakan dan Memutuskan

62. Apa saja yang mengurangi kekuatan fisik itu juga melemahkan pikiran, dan menurunkan kesanggupannya untuk membedakan yang benar dari yang salah. Kita menjadi kurang sanggup memilih yang baik, dan kekuatan kemauan menurun untuk melakukan apa yang kita tahu benar. MMD 50.1

Penyalahgunaan kuasa tubuh akan memperpendek usia, padahal hidup kita dapat digunakan untuk kemuliaan Allah. Kita juga tidak layak melakukan pekerjaan Allah. MMD 50.2

63. Mereka, yang telah menerima terang tentang kesederhanaan makanan dan pakaian, dalam penurutan hukum fisik dan moral, yang masih menyimpang dari terang yang menunjukkan tugas mereka, akan menghindari tugas dalam hal-hal lain. Dengan menolak salib, yang me-reka harus pikul agar selaras dengan hukum alam, mereka menumpulkan hati nurani. Mereka akan melanggar Sepuluh Hukum untuk menghindari celaan. Yang lain tidak mau memikul salib lalu menghina beban yang memalukan itu MMD 50.3

64. Mereka yang mendatangkan penyakit ke atas dirinya sendiri, dan merasa puas dengan itu, tentu memiliki tubuh dan pikiran yang tidak sehat. Mereka tidak dapat menimbang bukti-bukti kebenaran atau memahami tuntutan Allah. Juruselamat kita tidak akan mengulurkan tangan-Nya cukup rendah untuk mengangkat orang seperti itu dari ke-adaan yang merosot sementara mereka tetap berusaha menenggelamkan diri lebih dalam. MMD 50.4

Semua orang dituntut untuk melakukan apa yang mereka dapat lakukan dalam memelihara kesehatan tubuh dan kecerdasan otak. Kalau mereka puas dengan selera kotor, dan dengan demikian menumpulkan kepekaan mereka dan menurunkan daya pikir, sehingga mereka tidak dapat menghargai tabiat Allah yang ditinggikan, atau kesukaan mempelajari firman-Nya, maka mereka akan merasa pasti, bahwa Allah tidak menerima persembahan mereka yang tidak layak seperti halnya persembahan Kain. Allah menuntut mereka supaya membersihkan diri dari segala kekotoran tubuh dan pikiran, menyempurnakan kesucian dalam takut akan Tuhan. Setelah manusia melakukan segalanya dengan kuasa untuk memulihkan kesehatan, oleh menyangkal selera dan nafsu kotor, agar dia memiliki pikiran sehat dan angan-angan hati yang disucikan, agar dia mempersembahkan kepada Allah satu persembahan dalam kebenaran, maka dia diselamatkan oleh satu mukjizat kemurahan Allah seperti bahtera di atas air yang berkecamuk. Nuh telah melakukan segala yang dituntut Allah dari padanya dalam pembuatan bahtera yang tangguh; barulah Allah melakukan yang tak dapat dilakukan manusia dan melindungi bahtera itu dengan kuasa-Nya yang ajaib. MMD 50.5

65. Penyalahgunaan perut untuk pemuasan selera adalah sumber utama kesusahan yang menimpa jemaat. Mereka yang makan dan bekerja secara tidak bertarak tanpa pertimbangan, biasanya bicara dan bertindak tanpa pertimbangan pula. Orang yang tak bertarak tidak dapat menjadi orang yang sabar. Tidak bertarak bukan artinya minum minuman beralkohol. Dosa karena makan tidak bertarak, makan terlalu sering, terlalu banyak, makan makanan mewah yang tidak sehat, semuanya merusak fungsi alat pencernaan, mengganggu pikiran, merusak pertimbangan, mengganjal pemikiran sehat yang menggunakan pertimbangan dan tindakan yang tenang. Maka inilah sumber kesusahan yang menimpa jemaat. Karena itu, agar umat Allah berada dalam keada-an yang sama seperti Dia, di mana mereka dapat memuliakan Dia dengan tubuh dan jiwa, yang sebenarnya adalah milik-Nya, mereka harus dengan senang hati dan rajin menyangkal pemuasan selera dan bertarak dalam segala hal. Barulah mereka dapat memahami kebenaran dalam keindahan dan kejelasannya. Mereka membawanya dalam kehidupannya; dan dengan tujuan yang lurus, bijaksana dan masuk akal, mereka tidak memberi kesempatan bagi musuh kebenaran untuk mencela kebenaran itu sendiri. MMD 51.1

66. Saudara dan saudari G bangkitlah, saya mohon padamu berdua. Kamu belum menerima terang reformasi kesehatan, apalagi melakukannya. Sekiranya kamu sudah membatasi selera, kamu tidak perlu melakukan kerja lembur atau mengeluarkan biaya tambahan; yang lebih menguntungkan lagi, kamu akan memperoleh kondisi kesehatan fisik yang lebih baik dan tingkatan daya intelek yang lebih tinggi untuk menghargai kebenaran abadi, kamu akan mempunyai pikiran yang lebih cerah untuk menimbang bukti-bukti kebenaran, kamu akan lebih bersedia untuk memberikan kepada orang lain dasar-dasar pengharapan yang ada padamu. MMD 51.2

67. Sebagian orang mengejek pekerjaan reformasi ini dan menga-takan itu tidak perlu, bahwa itu adalah satu rangsangan untuk meng-alihkan pikiran dari kebenaran masa kini. Mereka mengatakan bahwa hal itu terlalu dibesar-besarkan. Orang seperti itu tidak tahu apa yang mereka katakan. Sementara laki-laki dan perempuan yang mengaku saleh dihinggapi penyakit mulai dari batok kepala sampai ke telapak kaki, sementara tenaga tubuh, pikiran dan roh dilemahkan karena pemuasan hawa nafsu dan pekerjaan yang terlalu berat, bagaimanakah mereka dapat menimbang bukti-bukti kebenaran, dan memahami segala tuntutan Allah? Kalau kuasa moral dan intelek sudah dikelabui, mereka tidak dapat menghargai nilai pendamaian atau sifat pekerjaan Allah yang diagungkan itu, dan tidak senang pula mempelajari firman-Nya. Bagaimanakah seorang yang mengalami gangguan saraf siap memberi jawaban kepada setiap orang yang bertanya tentang dasar-dasar iman yang ada padanya, dengan sabar dan rasa takut? Berapa cepatkah orang itu akan menjadi bingung dan tergoncang, dan dengan imajinasinya yang sudah kabur, dapatkah ia dituntun untuk memandang segala perkara di bawah terang yang sama sekali salah, dan dengan kurangnya kesabaran dan ketenangan yang menandai hidup Kristus, dapatkah orang itu menolak pernyataannya sementara menghadapi seorang yang tidak berakal? Untuk memandang segala perkara dari sudut ukuran agama yang tinggi, kita harus menjadi reformator yang saksama supaya menjadi seperti Kristus. MMD 52.1

Saya melihat bahwa Bapa kita yang di surga telah memberikan berkat besar kepada kita, yaitu terang reformasi kesehatan, supaya kita dapat menuruti tuntutan-Nya kepada kita, dan memuliakan Dia dalam jiwa raga kita yang adalah milik-Nya, dan akhirnya kita dapat berdiri tanpa cacat-cela di hadapan takhta Allah. Iman kita menuntut agar kita meninggikan standar dan melangkah maju. Sementara banyak orang mempertanyakan arah yang dituju reformator kesehatan lainnya, selaku orang yang berakal sehat, mereka sendiri harus melakukan sesuatu. Bangsa kita berada dalam kondisi yang menyedihkan, karena menderita berjenis-jenis penyakit. Banyak orang sudah menderita penyakit. Mereka sangat menderita karena kebiasaan-kebiasaan salah dari orangtua mereka. Namun, mereka tetap menuruti jalan yang salah, dan anakanak mereka menyusul. Mereka jatuh sakit dan tidak menyadari bahwa kebiasaan mereka yang salah mendatangkan penderitaan besar. MMD 52.2

Ada beberapa orang yang cukup memahami bagaimana kebiasa-an-kebiasaan makan mereka yang berhubungan dengan kesehatan, tabiat, kegunaan mereka di dunia ini, dan tujuan mereka yang kekal. Saya melihat bahwa adalah tugas bagi mereka, yang sudah menerima terang dari surga dan yang telah menerima keuntungan kalau berjalan di dalamnya, untuk menyatakan keinginan yang lebih besar bagi mereka yang masih menderita karena kurang berpengetahuan. Para pemelihara Sabat yang sedang menantikan kedatangan Juruselamat, seharusnya menjadi orang yang tidak menyatakan kekurangan minat dalam pekerjaan reformasi yang besar ini. Laki-laki dan perempuan haruslah dididik dan para pendeta dan orang awam harus merasa bahwa beban pekerjaan itu terletak pada mereka untuk mengajarkan dan menekankannya kepada orang lain. MMD 53.1

68. Kebiasaan-kebiasaan fisik menunjang peranan penting bagi kemajuan setiap orang. Lebih teliti kamu dalam hal makanan, lebih sederhana dan tanpa bahan perangsang, maka lebih mantap pertahanan tubuh dalam kegiatan yang seimbang, dan lebih jelaslah konsep tentang tugasmu. Setiap kebiasaan dan praktik hidup haruslah diteliti dengan saksama, agar kelemahan tubuh jangan menudungi segala sesuatu. MMD 53.2

69. Kesehatan kita ditunjang oleh apa yang kita makan. Jikalau selera kita tidak dikuasai oleh pikiran yang disesuaikan, jikalau kita tidak bertarak dalam hal makan dan minum, kita tidak memperoleh ke-sehatan tubuh dan mental untuk mempelajari firman Tuhan dengan semboyan “Beginilah Firman Tuhan!” Apakah yang akan kulakukan supaya dapat mewarisi hidup kekal? Kebiasaan yang tidak sehat akan menghasilkan kondisi yang tidak sehat dalam organ tubuh. Lalu perutnya yang halus selaku mesin hidup akan terluka dan akhirnya tidak sanggup melakukan tugasnya dengan baik. Cara makan dan minum dekat dengan gerbang dosa dan pencobaan. MMD 53.3

70. Apabila Juruselamat manusia dengan kekuatan Ilahi-Nya me-rasa perlu berdoa, betapa lebih besar manusia lemah dan berdosa seharusnya merasa kebutuhannya dalam doa yang sungguh-sungguh dan senantiasa. Waktu Kristus diserang pencobaan yang luar biasa, Dia tidak makan. Dia menyerahkan diri pada Allah. Melalui doa yang sungguh-sungguh dan kepasrahan sempurna kepada Bapa-Nya, Dia keluar sebagai pemenang. Mereka yang mengaku memegang kebenaran masa kini, di atas semua golongan yang mengaku umat beragama, haruslah meniru Teladan Agung dalam doa. “Seorang murid haruslah menjadi serupa dengan Gurunya.” MMD 54.1

Meja makan kita sering dipenuhi dengan makanan mewah yang tidak menyehatkan dan tidak perlu, karena kita menggandrunginya le-bih daripada penyangkalan diri, bebas dari penyakit dan kecerdasan otak. Yesus dengan sungguh-sungguh mencari kekuatan dari Bapa-Nya. Anak Allah menganggap ini lebih berharga bagi-Nya daripada duduk di meja makan yang penuh makanan mewah. Dia telah membuktikan pada kita bahwa doa sangat penting menerima kekuatan melawan kuasa kegelapan dan melakukan tugas yang dipercayakan pada kita. Kekuatan kita sendiri adalah kelemahan, tetapi yang diberikan Allah pada kita adalah kuasa, sehingga setiap orang yang memperolehnya lebih besar daripada seorang pemenang. MMD 54.2

(Selera yang dimanjakan mengacaukan pikiran — 237) MMD 54.3

(Selera yang dimanjakan menumpulkan hati nurani — 72). MMD 54.4

Akibatnya Terhadap Pengaruh dan Kegunaan

71. Kasihan kalau perut itu dijejali dengan makanan yang tidak menyehatkan sedangkan kita harus menyangkal diri. Makanan yang dijejalkan demikian membusuk di dalam perut. Penderitaan perut itu mempengaruhi otak. Pemakan yang gelojoh tidak menyadari bahwa dia sedang merusak dirinya sehingga tidak sanggup memberikan nasihat yang bijaksana, dan menurunkan kualitasnya dalam meletakkan renca-na bagi kemajuan pekerjaan Tuhan. Memang demikianlah halnya. Dia tidak dapat mengenal perkara-perkara rohani. Di dalam rapat, dia mengatakan tidak yang seharusnya Amin atau Ya. Dia membuat rencana yang terlalu muluk-muluk. Makanan yang telah ia makan melumpuhkan otaknya. MMD 54.5

Pemanjaan diri menghalangi manusia untuk menyaksikan kebenaran. Rasa syukur yang kita persembahkan kepada Allah karena berkat-Nya sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimasukkan ke dalam perut. Pemanjaan selera adalah penyebab pertengkaran, percekcokan, perse-lisihan paham dan banyak lagi kejahatan. Kata-kata kasar diucapkan, perbuatan tak senonoh dilakukan, praktik ketidakjujuran diikuti dan hawa nafsu dinyatakan, dan banyak lagi, karena saraf otak sudah dirusak oleh penjejalan perut. MMD 55.1

72. Beberapa orang tak dapat diyakinkan tentang pentingnya ma-kanan dan minuman demi kemuliaan Allah. Pemanjaan hawa nafsu mempengaruhinya dalam segala aspek kehidupan. Hal ini nampak da-lam lingkungan keluarga, jemaat, kumpulan permintaan doa, dan di dalam tabiat anak-anak mereka. Itulah yang menjadi kutuk dalam kehi-dupan mereka. Kamu tidak dapat meyakinkan mereka akan kebenaran masa kini. Allah telah menyediakan dengan limpahnya kelangsungan hidup dan kebahagiaan semua makhluk ciptaan-Nya. Jikalau hukum-Nya tidak dilanggar, dan semua orang berlaku sesuai dengan kemauan Ilahi, maka kesehatan, damai dan kebahagiaan akan dialami gantinya kesengsaraan dan kejahatan yang berkesinambungan. MMD 55.2

73. Penebus dunia ini mengetahui bahwa pemanjaan selera akan membawa kelesuan fisik, organ yang berhubungan dengan pengertian begitu dimatikan sehingga perkara-perkara suci dan kekal tak dapat dibedakan. MMD 55.3

Kristus mengetahui bahwa dunia telah menyerah kepada kege-lojohan dan bahwa pemanjaan ini akan merusak kuasa moral. Pemanjaan selera ini begitu kuat mempengaruhi umat manusia sehingga untuk mematahkan kuasa ini, Yesus perlu berpuasa hampir enam minggu demi manusia itu sendiri. Seorang umat Allah mempunyai tugas besar agar dia dapat mengalahkan penggodaan seperti Kristus telah menang. Kekuatan pencobaan untuk memanjakan selera yang salah itu dapat diukur hanya dengan penderitaan Kristus yang tak terperikan selama berpuasa di padang gurun. MMD 56.1

Kristus mengetahui bahwa agar rencana keselamatan dapat dilaksanakan dengan sukses, Dia harus memulai pekerjaan penebusan manusia di mana kerusakan mulai terjadi. Adam jatuh karena pemanjaan selera. Untuk meyakinkan manusia akan kewajibannya terhadap hukum Allah, Kristus memulai pekerjaan penebusan dengan mereformasi kebiasaan-kebiasaan manusia. Penurunan kebajikan dan kemerosotan bangsa adalah berkaitan dengan pemanjaan selera yang sudah diselewengkan. MMD 56.2

Kewajiban Istimewa dan Pencobaan Khusus bagi Gembala

Ada satu kewajiban mulia untuk semua orang, khususnya bagi para gembala yang mengajarkan kebenaran, yaitu mengalahkan selera. Kegunaan mereka akan jauh lebih besar jika mereka menguasai selera dan hawa nafsu. Kekuatan mental dan moral mereka akan lebih kuat jika mereka menggabungkan pekerjaan fisik dengan mental. Dengan kebiasaan yang sangat ketat, dan dengan gabungan pekerjaan fisik dan mental, mereka dapat melakukan lebih banyak pekerjaan dan mempertahankan pikiran yang cerdas. Jikalau mereka mengejar tujuan seperti itu, maka pikiran dan kata-kata mereka akan lebih lancar, kegiatan agama akan lebih bersemangat, dan kesan kepada para pendengar akan lebih nyata. MMD 56.3

Makan dengan tidak bertarak, walaupun makanannya berkualitas akan membawa pengaruh buruk kepada organ tubuh, dan akan menumpulkan perasaan hati yang tajam dan yang suci sekalipun. MMD 56.4

74. Banyak orang membawa ke tempat perkemahan makanan yang sama sekali tidak cocok untuk kumpulan seperti itu, kue-kue mewah dan sejumlah jenis makanan yang akan merusak pencernaan seorang pekerja yang sehat. Tentu saja yang terbaik pun tidak selamanya baik untuk pendeta. Anggota mengirim makanan ini ke meja makannya atau mengundangnya ke meja makan mereka. Dalam hal ini para pendeta tergoda untuk makan terlalu banyak, yaitu makanan yang berbahaya. Bukan hanya kecakapan mereka yang berkurang di perkemahan itu; mereka akan menderita ketidakberesan pencernaan. MMD 57.1

Pendeta harus mengurangi keramahan ini, walaupun nampaknya dia jadi kurang sopan. Biarlah anggota mengurangi kebaikan hati seperti itu demi pendetanya. Mereka bersalah jikalau mereka menggoda pendeta untuk makan makanan yang tidak menyehatkan. Dengan demikian, banyaklah keterampilan berharga hilang dalam pekerjaan Tuhan. Banyak lagi yang walaupun mereka masih hidup tetapi sudah kehilangan separuh dari tenaga pikiran mereka. Di atas segalanya para pendeta harus mengirit tenaga otak dan saraf. Mereka harus menghindarkan se-gala jenis makanan dan minuman yang cenderung mengganggu atau merangsang saraf. Gangguan saraf yang diikuti oleh depresi dan pe-manjaan yang berlebihan akan mengelabui otak sehingga pikiran jadi buntu, lalu timbullah kebingungan. Tidak ada orang yang dapat menjadi pekerja yang sukses dalam perkara rohani kecuali dia mengikuti pertarakan ketat dalam hal kebiasaan menu makanan. Allah tidak akan menurunkan Roh Kudus-Nya kepada mereka yang mengetahui bagaimana mereka harus makan untuk kesehatan tetapi masih mengikuti cara yang akan melemahkan tubuh dan pikiran. MMD 57.2

“Lakukanlah Itu Demi Kemuliaan Allah”

72. Dengan ilham Roh Allah, Rasul Paulus menulis: “apa pun yang kamu lakukan,” walaupun perihal makan dan minum seharusnya dilakukan “demi kemuliaan Allah” bukan memuaskan satu selera yang salah tetapi dalam rasa tanggung jawab. Setiap bagian tubuh manusia ha^-rus dilindungi. Kita harus waspada agar apa yang dimasukkan ke dalam perut janganlah melemahkan pikiran suci dan murni. Tidak dapatkah aku melakukan apa yang menyenangkan hatiku? Itulah yang ditanyakan oleh beberapa orang seakan-akan kami menahankan hal hal yang baik dari mereka, padahal kami hanya menganjurkan cara makan yang bijaksana, agar mereka menyesuaikan kebiasaannya dengan hukum Allah yang sudah ditetapkan. MMD 57.3

Setiap orang mempunyai hak asasi. Kita masing-masing mempu-nyai pribadi dan identitas kita sendiri. Tidak ada orang yang mau membenamkan identitasnya di dalam diri orang lain. Semua orang bertindak sesuai dengan kata hati mereka sendiri. Mengenai tanggung jawab dan pengaruh kita yang diberkati Allah sebagaimana hidup kita, bermula dari pada-Nya. Ini tidak kita peroleh dari manusia, tetapi hanya dari Allah. Kita adalah milik-Nya berdasarkan penciptaan dan penebusan. Tubuh bukanlah milik kita sendiri yang akan kita perlakukan sekehendak kita, untuk merusaknya dengan kebiasaan yang merosot sehingga tidak mungkin bagi kita untuk memberikan pelayanan yang sempurna kepada Allah. Hidup dan pikiran kita adalah milik-Nya. Dia melindungi kita setiap saat. Dia menjaga mesin itu tetap hidup. Jikalau kita dibiarkan menjalankannya sendiri sedetik pun, kita akan mati. Kita sepenuhnya bergantung kepada Allah. Kita mendapat satu pelajaran penting apabila kita memahami hubungan kita dengan Allah, dan hubungan-Nya dengan kita. Kata-kata yang berbunyi: “Kamu bukanlah milikmu sendiri, kamu sudah dibeli dengan harga tunai,” seharusnya tersimpan di dalam ingatan supaya kita dapat senantiasa mengakui hak-hak Allah atas talenta kita, harta benda kita, pengaruh kita dan pribadi kita. Kita perlu mempelajari bagaimana sebaiknya memperlakukan anugerah Allah dalam pikiran, tubuh dan jiwa agar kita dapat memberikan pelayanan yang baik dan sehat kepada-Nya karena kita adalah milik-Nya. MMD 58.1

76. Terang bersinar di jalanmu yang menuju reformasi kesehatan. Begitu juga tugas melakukan pertarakan dalam segala hal itu diserahkan pada umat Allah, pada zaman akhir ini. Saya melihat kamu di antara sejumlah orang yang mundur, melihat sinar dan memperbaiki cara makan, cara minum dan cara bekerja. Sementara sinar kebenaran diterima dan dituruti, sinar itu akan melakukan reformasi dengan saksama dalam kehidupan dan tabiat mereka yang disucikan olehnya. MMD 58.2

Hubungan dengan Hidup yang Menang

77. Makan, minum dan berpakaian, semua membawa pengaruh langsung kepada kemajuan kerohanian kita. MMD 59.1

78. Banyak jenis makanan yang dimakan bebas oleh orang kafir menjadi larangan bagi orang Israel. Ini bukan hanya perbedaan tertentu. Perkara-perkara yang dilarang itu adalah makanan yang tidak sehat. Pengumuman tentang makanan haram itu memberikan satu pelajaran bahwa penggunaan makanan yang merusak kesehatan adalah mencemarkan tubuh. Yang merusak tubuh cenderung merusak juga jiwa. Itu tidak melayakkan dia berkomunikasi dengan Allah, tidak layak juga untuk pelayanan yang kudus dan agung. MMD 59.2

79. Roh Tuhan tidak dapat menolong kita, dan membantu kita dalam penyempurnaan tabiat kita, sementara kita memanjakan selera sampai merusak kesehatan, dan sementara kesombongan menguasai diri. MMD 59.3

80. Semua orang yang mewarisi sifat Ilahi akan lepas dari kebusukan nafsu di dunia ini. Tak mungkin bagi orang yang memanjakan selera untuk memperoleh kesempurnaan Kristen. MMD 59.4

81. Inilah penyucian yang benar. Itu bukan hanya satu teori, satu emosi, atau bentuk kata-kata, tetapi prinsip yang hidup dan aktif me-masuki hidup kita sehari-hari. Itu menuntut agar kebiasaan kita waktu makan, minum, dan berpakaian semua menunjang kesehatan fisik, mental dan moral agar kita dapat mempersembahkan tubuh kepada Tuhan bukan persembahan kebiasaan yang salah, tetapi “satu persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.” (Lihat 254). MMD 59.5

82. Kebiasaan kita akan hal makan dan minum menunjukkan apakah kita orang dunia atau tergolong orang-orang yang diasingkan Allah dari dunia dengan kebenaran-Nya yang perkasa itu. MMD 59.6

83. Sifat tidak bertarak dalam hal makanlah yang menyebabkan ketidakberdayaan sehingga kemuliaan Tuhan dirampas. Oleh karena kegagalan menyangkal diri, banyak di antara umat Allah tak dapat men-capai standar kerohanian yang tinggi yang telah ditetapkan bagi mereka meskipun mereka menyesal dan bertobat, seluruh kekekalan akan me-nyaksikan sesuatu yang hilang dari mereka oleh karena mementingkan diri. MMD 59.7

84. Betapa banyak orang kehilangan berkat Allah yang disimpan bagi mereka dan diberikan dalam keadaan sehat rohani dan jasmani. Ada banyak jiwa yang bergumul untuk memperoleh kemenangan dan berkat khusus sehingga mereka melakukan sesuatu perkara yang besar. Dalam hal ini mereka tetap merasa harus bergumul di dalam doa dan linangan air mata. Apabila orang-orang seperti ini mencari Tuhan dengan doa untuk mengetahui kemauan Allah, kemudian melakukan kehendak-Nya dengan segenap hati tanpa pamrih dan pemanjaan diri, mereka akan merasa tenang. MMD 60.1

Semua penderitaan, semua pergumulan dan air mata, tidak akan membawa berkat yang didambakan. Diri harus seluruhnya diserahkan. Mereka harus melakukan pekerjaan yang pasti sambil mengharapkan kelimpahan kasih karunia Allah yang telah dijanjikan bagi semua orang yang memintanya di dalam iman. MMD 60.2

“Setiap orang yang mau mengikut Aku,” kata Yesus kepada mereka, “ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Marilah kita mengikuti Juruselamat dalam kesederhanaan-Nya dan penyangkalan diri-Nya. Marilah kita meninggikan Yesus dengan kata-kata dan kehidupan kita yang kudus. Juruselamat mendekati mereka yang menyucikan diri bagi Allah. Apabila ada suatu waktu di mana kita memerlukan pekerjaan Roh Allah di dalam hati dan kehidupan kita, sekaranglah waktunya. Marilah kita memegang teguh kuasa Ilahi untuk menghidupkan satu kehidupan yang kudus disertai penyerahan diri. MMD 60.3

85. Nenek moyang kita kehilangan Eden karena pemanjaan selera, dan satu-satunya harapan kita memperoleh Eden kembali ialah melalui penyangkalan selera dan nafsu secara teguh. Pertarakan dalam hal cara makan dan penguasaan segala nafsu akan melindungi intelek dan mem-berikan kekuatan mental dan moral, menyanggupkan manusia mengu-asai semua sifat-sifatnya dan membedakan yang benar dari yang salah, yang suci dari yang biasa. Semua orang yang benar-benar merasakan pengorbanan Kristus pada waktu meninggalkan istana-Nya di surga dan datang ke dunia untuk melawan penggodaan, akan bersenang hati menyangkal diri dan memilih menderita bersama Kristus. Kristus me-nunjukkan dalam hidup-Nya bagaimana cara manusia mengalahkan pencobaan. MMD 61.1

Takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat. Mereka yang telah menang sebagaimana Kristus telah menang akan senantiasa men-jaga diri untuk melawan penggodaan Setan. Selera dan nafsu harus dibatasi sesuai dengan kata hati nurani, supaya intelek tidak me-nyimpang, kuasa pemikiran jelas, sehingga pekerjaan Setan dan jeratnya tidak disalahpahami sebagai sesuatu yang datangnya dari Allah. Banyak orang menginginkan kemenangan dan upah terakhir yang akan diberikan kepada pemenang tetapi tidak sudi bekerja keras menyangkal diri, seperti Penebus. Hanya melalui penurutan dan usaha yang ber-kesinambungan kita akan menang sebagaimana Kristus telah menang. MMD 61.2

Dengan mengendalikan kuasa selera ribuan manusia tidak akan rusak, karena jikalau mereka menang dalam hal ini, mereka akan mem-punyai kuasa moral mengalahkan setiap pencobaan Setan. Tetapi mereka yang menjadi hamba selera akan gagal dalam menyempurnakan tabiat Kristen. Pelanggaran manusia yang terus-menerus selama 6000 tahun telah membawa penyakit, rasa sakit, kematian dan segala akibat-nya. Sementara kita mendekati akhir sejarah, penggodaan Setan untuk memanjakan selera akan lebih berkuasa dan lebih sukar untuk dikalahkan. MMD 61.3

86. Dia yang mengingini terang Allah tentang reformasi kesehatan mempunyai satu pertolongan saat menyucikan diri melalui kebenaran. Dia layak mendapat kekekalan. MMD 61.4

(Hubungan makanan sederhana dengan pengenalan kerohanian, 119) MMD 61.5

(Kegagalan menguasai selera melemahkan kesanggupan melawan pencobaan, 237). MMD 61.6

(Tembok penguasaan diri jangan dirubuhkan, 260). MMD 62.1

(Makanan daging satu penghalang bagi kemajuan rohani, 655, 656, 657, 660, 682, 683, 684, 688). MMD 62.2

(Kuasa memenangkan pencobaan lain diberikan kepada mereka yang menguasai selera, 253). MMD 62.3

(Pembentukan tabiat terhalang oleh ketidakteraturan merawat perut, 719). MMD 62.4