Goeroe Indjil

82/137

KELAKOEAN KITA DALAM MINTA DO'A

Baik dalam koempoelan sembahjang, atau dibiiik sendiri, patoetlah kita berteloet dihadapan Toehan waktoe mengoetjapkan pemohonan kita kepadanja. Toehan Isa, jang mendjadi toeladan kita, “berteloetlah Ia dan meminta do'a.”3 Dari hal moerid-moeridnja adalah diseboetkan, “laloe berteloetlah ia seraja meminta do'a”4 Paoeloes menerangkan, “Akoe menjembah soedjoed kepada Bapa Toehan kita Isa al-Maseh.”5 Akan mengakoe dosanja bangsa Israil, maka Ezra berteloet.6 Daniel, “berteloetlah ia dan minta do'a dan mengoetjap sjoekoer kepada Allahnja.”7 GI 252.2

Kehormatan jang benar terhadap sama Allah adalah digerakkan oleh satoe pengertian tentang kebesaran dan hadiratnja. Dengan perasaan ini terhadap sama Dia jang tidak kelihatan, maka tiap-tiap hati haroeslah merasa dalam betoel. Waktoe dan tempat sembahjang itoe adalah soetji, karena Allah ada disitoe; dan sebagai kehormatan ada dinjatakan dalam pendirian dan kelakoean, maka perasaan jang menggerakkan itoe nanti lebih dalam. “Namanja poen soetji dan hebat adanja,”8 menerangkan Daoed. Kalau malaekat-malaekat waktoe menjeboetkan nama itoe menoedoengi moekanja, maka dengan kehormatan jang bagaimanakah haroes kita jang djatoeh, berdosa, dan berbibir nadjis akan menjeboetkan nama jang moelia itoe? GI 252.3

Baik betoellah diperhatikan orang-orang toea dan moeda perkataan al-Kitab jang toendjoekkan bagaimana soetjinja tempat jang diisi oleh hadiratnja Allah. “Djangan engkau hampir kemari; tanggalkanlah kasoet dari pada kakimoe, karena tempat engkau ada berdiri itoe tanah jang soetji adanja,”9 memerintah Dia kepada Moesa. Jakoeb poen soedah berteriak sesoedah memandang chajal dari pada malaekat-malaekat itoe, “sebenarnja Toehan adalah pada tempat ini! maka tidak koeketahoei . . . bagaimana hebat tempat ini! Boekannja lain melainkan roemah Allah djoega akan inilah pintoe soerga adanja.”10 GI 253.1

“Tetapi Toehan adalah dalam roemah kesoetjiannja; berdiamlah dirimoe dihadapan hadiratnja, hai isi segenap boemi!”11 GI 253.2

* * * * *

Permintaan do'a jang berboenga-boenga tiada perloe diadakan dikoempoelan. Tetapi satoe permintan do'a jang pendek, jang dilajangkan dalam pertjaja, nanti melembekkan hatinja jang mendengar, tetapi selama permintaan do'a jang pandjang itoe, dia orang menoenggoe-noeggoe dengan tidak sabar sebagai ingin tiap-tiap perkataan akan menoetoepnja. Kalau sadja pendeta itoe lebih doeloe bergoemoel dengan Allah dalam biliknja, sehingga merasa memegang perdjandjian, “Mintalah, nanti diberikan kepadamoe,” tentoe sadja dia nanti datang teroes kepada toedjoean do'anja dalam koempoelan sembahjang, serta meminta dengan tekoen dan pertjaja boeat kasihan bagai dia dan orang-orang pendengarnja. GI 254.1