Hidup Yang Menyehatkan

57/62

Bab 39 - Dokter Misionaris

1093. Tugas-tugas seorang dokter itu sulit. Sedikit yang menyadari ketegangan mental dan fisik yang dihadapinya. Tiap energi dan kemampuan harus dikerahkan dengan kekuatiran yang besar dalam menggumuli penyakit dan kematian. Seringkali ia mengetahui bahwa satu gerakan tangan yang tidak terampil, sekalipun sekecil sehelai rambut, dengan arah yang salah bisa mengirim nyawa kepada kekekalan tanpa persiapan.— T., No. 32, hlm. 202. HM 305.1

1094. Dokter yang berusaha keras memberi penerangan pada pasien-pasiennya tentang sifat dan penyebab penyakit mereka, dan mengajarkan mereka bagaimana mencegah penyakit, bisa memiliki pekerjaan yang luhur.— C. T., hlm. 121. HM 305.2

1095. Mengapa dokter Kristen, yang mempercayai, mengharapkan, menanti-nantikan, dan merindukan kedatangan dan kerajaan Kristus, saat penyakit dan kematian tidak lagi memiliki kuasa atas orang-orang kudus, mengharapkan bayaran lebih tinggi atas pelayanannya daripada redaktur Kristen atau pendeta Kristen? Ia bisa berkata bahwa pekerjaannya lebih berat. Itu masih perlu dibuktikan. Biarlah ia bekerja sebagaimana bisa ditanggungnya, dan tidak melanggar hukum-hukum kehidupan yang ia ajarkan kepada pasien-pasiennya. Tidak ada alasan yang baik mengapa ia harus bekerja berlebihan dan menerima bayaran tinggi untuk itu, lebih dari pendeta atau redaktur. Biarlah semua orang yang mengambil bagian dalam lembaga itu dan menerima bayaran untuk pelayanan mereka, bertindak atas prinsip liberal yang sama.— T., jld. 1, hlm. 640. HM 305.3

1096. Para dokter harus tetap sehat. Mereka tidak boleh jatuh sakit karena bekerja berlebihan, atau karena kelalaian mereka sendiri.... Hak istimewa untuk terlepas dari lembaga kesehatan kadang-kadang harus diberikan kepada semua dokter, terutama kepada mereka yang menanggung beban tanggung jawab. Bila ada kekurangan tenaga bantuan sehingga ini tidak bisa dilakukan, maka lebih banyak bantuan harus diperoleh. Membuat para dokter bekerja berlebihan, dan dengan demikian tidak memenuhi syarat untuk melakukan tugas-tugas profesi mereka, merupakan suatu hal yang harus ditakutkan.— T., jld. 3, hlm. 182. HM 306.1

Dokter-dokter Kristen

1097. Setan adalah pemula penyakit; dan dokter sedang berperang melawan pekerjaan dan kekuatannya.— T., No. 32, hlm. 200. HM 306.2

1098. Setiap energi dan kemampuan harus dikerahkan dengan kekhawatiran paling kuat dalam menggumuli penyakit dan kematian.— Idem, hlm. 202. HM 306.3

1099. Ia akan seteguh batu karang terhadap prinsip, namun baik hati dan sopan santun kepada semua orang. Ia akan merasakan tanggung jawab jabatannya, dan praktiknya akan menunjukkan bahwa ia digerakkan oleh motif-motif murni, yang tak memen tingkan diri, dan suatu keinginan untuk menghiasi doktrin Kristus dalam segala sesuatu.— Idem, hlm. 195. HM 306.4

1100. Dokter harus mengetahui bagaimana cara berdoa.— Idem, hlm. 199. HM 307.1

1101. Baik kesehatan tubuh maupun keselamatan jiwa pada satu tingkatan tergantung pada penanganan para dokter. Oleh sebab itu diharapkan mereka itu orang yang tepat, bahwa mereka tidak hanya memiliki pengetahuan ilmiah, tetapi juga pengetahuan tentang kehendak dan jalan Allah.— T., jld. 4, hlm. 566. HM 307.2

1102. Dokter muda memiliki akses kepada Aliahnya Daniel. Melalui kasih karunia dan kuasa Ilahi, ia bisa menjadi sama efisiennya sebagaimana Daniel dalam posisinya yang tinggi. Namun adalah suatu kekeliruan membuat olahan ilmiah itu menjadi hal yang paling penting, sementara prinsip-prinsip keagamaan yang terletak pada dasar praktik yang sukses diabaikan. Banyak orang disanjung sebagai orang yang ahli dalam profesi mereka, yang mencemooh pemikiran bahwa mereka perlu mengandalkan Yesus untuk hikmat dalam pekerjaan mereka. Namun bila orang-orang ini yang percaya pada pengetahuan mereka tentang sains diterangi oleh cahaya sorga, betapa lebih sempurnanya pencapaian mereka! Betapa jauh lebih kuat kuasa mereka, dengan betapa lebih besar kepercayaan yang mereka miliki untuk menangani kasus-kasus sulit! Orang yang dekat berhubungan dengan Tabib agung jiwa dan tubuh, memiliki sumber daya sorga dan bumi pada perintahnya, dan ia bisa bekerja dengan kebijaksanaan, ketelitian yang cermat, yang tidak bisa dimiliki orang tak bertuhan.— T., No. 32, hlm. 204. HM 307.3

1103. Dokter memerlukan lebih dari kuasa dan hikmat manusia agar mereka bisa mengetahui bagaimana menanggulangi banyak kasus membingungkan dari penyakit pikiran dan hati yang dihadapkan padanya. Jika ia mengabaikan kuasa Ilahi, ia tidak bias membantu si penderita, namun bisa menambah kesulitan; namun bila ia berpegang teguh pada Allah, ia akan sanggup membantu pikiran yang terganggu dan berpenyakit.—Idem, hlm. 200. HM 307.4

1104. Jika ia menerima nasihat Allah, ia akan mendapati Penyembuh agung bekerja bersama usahanya, dan ia akan bergerak dengan perhatian paling tinggi, kalau-kalau oleh karena salah penanganan ia akan melukai salah satu ciptaan Allah.— Idem, hlm. 195. HM 308.1

Pencapaian Ilmiah Para Dokter

1105. Banyak yang menjalani tugas-tugas profesi ini tanpa persiapan. Mereka tidak memiliki pengetahuan yang semesti-nya; tidak juga mereka memiliki keterampilan dan kebijakannya, ketelitian dan kecerdasan, yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan.— T., No. 32, hlm. 2. HM 308.2

1106. Banyak dokter tidak secermat dan secerdas seharusnya dalam praktek profesinya. Mereka mengandalkan obat-obatan, padahal keahlian dan pengetahuan yang lebih tinggi akan mengajarkan mereka cara yang lebih unggul.— U. T., 1888. HM 308.3

1107. Apabila dokter-dokter memahami fisiologi dalam pengertian yang paling benar, maka pemakaian mereka terhadap obat-obatannya akan jauh lebih sedikit, dan pada akhirnya mereka akan berhenti menggunakannya sama sekali. Dokter yang tergan-tung pada obat-obatan dalam prakteknya menunjukkan bahwa ia tidak memahami mesin rumit organ tubuh manusia.— U. T., 12 Oktober 1896. HM 308.4

1108. Seorang dokter terampil harus memahami sifat dasar berbagai jenis penyakit, dan harus memiliki pengetahuan yang teliti tentang struktur manusia. Ia harus tepat dalam menangangi pasien- pasien. Ia mengetahui bahwa penundaan itu berbahaya. Ketika tangannya yang berpengalaman ditaruh di atas nadi si penderita, dan ia dengan hati-hati memperhatikan indikasi khusus penyakit itu, pengetahuannya yang lalu menyanggupkan dia menentukan sifat penyakit itu dan penanganan yang diperlukan untuk menghentikan perkembangannya. — T., jld. 4, hlm. 267. HM 308.5

1109. Jika dia itu seorang dokter yang cerdas, ia akan mampu menemukan penyebab penyakit itu.— T., No. 32, hlm. 196. HM 309.1

1110. Jika ia mengamati dan bersikap jujur, ia akan mengakui bahwa dosa dan penyakit memiliki hubungan sebab dan akibat. Dokter itu harus cepat melihat hal ini, dan bertindak dengan benar.— Idem, hlm. 200. HM 309.2

1111. Ada godaan konstan bagi para dokter untuk menjunjung ilmu pengetahuan di atas Allah yang adalah penguasa alam semesta. Terdapat bahaya bahwa para dokter, sedikit demi sedikit akan meninggalkan kesederhanaan iman alkitab dalam kuasa Allah.— U. T., 15 April 1892. HM 309.3

1112. Semua orang yang terlibat dalam kemahiran pengetahuan harus bercita-cita untuk menjangkau anak tangga kemajuan yang tertinggi. Biarkan mereka maju secepat dan sejauh yang mereka bisa capai; biarlah bidang pelajaran mereka seluas yang bisa dijangkau oleh kekuatan mereka, membuat Allah menjadi hikmat mereka; berpegang teguh pada Dia yang tak terbatas dalam pengetahuan, yang bisa menyatakan rahasia tersembunyi selama berabad-abad, yang bisa memecahkan masalah-masalah paling sulit bagi pikiran yang percaya pada Dia satu-satunya yang kekal, yang tinggal dalam terang yang tidak bisa didekati manusia.... Prinsip-prinsip yang sama berlaku di dunia kerohanian dan alamiah.— S. T. on E., hlm. 216. HM 309.4

Hubungan Dokter dengan Hukum-hukum Kesehatan

1113. Adalah dosa yang disengaja pada diri mereka yang mengabaikan hukum-hukum kesehatan atau tidak mengindahkannya; karena mereka dipandang arif melebihi orang lain.— T., No. 32, hlm. 197. HM 310.1

1114. Jika mereka tidak mempraktikkan pengetahuan yang mereka miliki tentang hukum-hukum yang menguasai tubuh mereka sendiri, jika mereka lebih suka memberikan kesenangan daripada kesehatan pikiran dan tubuh, maka mereka tidak cocok diberikan kepercayaan menangani nyawa orang lain.— Idem, hlm. 198. HM 310.2

1115. Ia [sang dokter] diharapkan untuk tidak menurutkan kehendak hati dalam kebiasaan yang akan memperlemah kekuatan hidup.— Idem, hlm. 197. HM 310.3

1116. Para dokter di lembaga-lembaga kita harus diilhami dengan prinsip-prinsip hidup dari reformasi kesehatan. Manusia tidak akan benar-benar bertarak sampai kasih karunia Kristus menjadi suatu prinsip yang menetap dalam hatinya.— U. T., 12 Oktober 1896. HM 310.4

1117. Orang-orang dibutuhkan di lembaga yang akan memiliki rasa takut kepada Allah, yang bisa melayani pikiran-pikiran yang sakit, dan tetap menonjolkan reformasi kesehatan dari sudut pandang keagamaan. —T., jld. 3, hlm. 168. HM 310.5

1118. Jika seorang pria yang memikul tanggung jawab berat sebagaimana seorang dokter, berdosa terhadap dirinya sendiri karena tidak mengikuti hukum-hukum alam, maka ia akan menuai akibat dari perbuatannya sendiri, dan mendapat hukuman yang sudah sepantasnya, di mana tidak ada permohonan banding.... Kemampuannya melakukan kebaikan jadi berkurang. Ia akan menuntun orang lain mengikuti jejaknya. Ratusan orang akan mengikuti teladan satu dokter yang tak bertarak, merasa bahwa mereka aman dalam melakukan apa yang dokter itu lakukan. Dan di hari Allah ia akan menemui catatan perbuatannya sendiri, dan dipanggil untuk memberikan laporan untuk semua kebaikan yang seharusnya ia lakukan, namun tidak dijalankannya, karena oleh perbuatannya sendiri yang disengaja, ia telah melemahkan kekuatan fisik dan mental oleh kesenangan diri sendiri.—T., No. 32, hlm. 198. HM 310.6

Hubungan Dokter pada Pasien-pasiennya

1119. Ia tidak akan memandang pasien-pasiennya sebagai satu bagian mekanisme manusia belaka, namun sebagai satu jiwa yang harus diselamatkan atau yang tersesat.— T., No. 32, hlm. 202. HM 311.1

1120. Kecuali para dokter bisa memperoleh kepercayaan para pasiennya, maka mereka tidak akan pernah menolong mereka.— T., jld. 3, hlm. 79. HM 311.2

1121Jangan pernah seorang dokter mengabaikan pasien- pasiennya.— U. T. HM 311.3

1122. Pekerjaan dokter Kristen tidak berakhir dengan penyembuhan penyakit tubuh; usahanya harus meluas pada penyakit- penyakit pikiran, pada penyelamatan jiwa. Mungkin bukan tugasnya, kecuali diminta, untuk menyampaikan poin-poin kebenaran secara teori; namun ia bisa mengarahkan pasien-pasiennya kepada Kristus. Pelajaran-pelajaran dari Guru Ilahi selamanya mengena. Ia harus menarik perhatian pasien itu pada tanda-tanda baru yang selalu ada dari kasih dan pemeliharaan Allah, kepada hikmat dan kebaikan-Nya sebagaimana nyata dalam karya-karya ciptaan-Nya. Setelah itu pikiran bisa diarahkan melalui alam sampai kepada Aliahnya alam, dan berpusat pada surga yang telah disiapkan-Nya bagi mereka yang mengasihi Dia.— T., No. 32, hlm. 199. HM 311.4

1123. Para dokter yang ingin berhasil dalam penanganan penyakit harus mengetahui bagaimana mengatasi pikiran yang sakit. —T., jld. 3, hlm. 169. HM 312.1

1124. Haruslah menjadi tugas dari dokter yang takut akan Allah untuk menuntun pikiran para pasien kepada prinsip-prinsip yang benar. Jika pasien-pasien dibiarkan pada prasangka alami mereka sendiri, maka mereka akan menurutkan selera, karena itu suatu kebiasaan, yang mengorbankan kesehatan dan kehidupan.... Benar, selera mereka merindukan bahan-bahan makanan yang tidak sehat, dan tidak bergunanya makanan ini akan dirasakan dengan kuat. Namun satu-satunya jalan yang benar untuk diupayakan dalam keadaan ini adalah mendidik hati nurani, memaparkan di hadapan para pasien efek-efek hal ini terhadap kekuatan fisik dan mental untuk melemahkan jasmani dan menyebabkan penyakit.— U. T., 1 Februari 1888. HM 312.2

1125. Hendaknya pengaruh Anda meyakinkan, mengikat orang-orang ke hati Anda karena Anda mengasihi Yesus, dan karena jiwa-jiwa berharga ini adalah milik-Nya yang sudah terbeli. Ini adalah pekerjaan besar. Jika, dengan kata-kata dan perbuatan yang seperti Kristus, Anda membuat kesan yang akan mengobarkan dalam hati mereka suatu rasa lapar dan dahaga terhadap kebenaran dan kebajikan, maka Anda adalah rekan kerja Kristus.... Cerahkan pikiran mereka dengan nasihat dan ceramah, mengenai efek teh, kopi, dan daging hewan, dan dengan demikian menuntun mereka memperbaiki kebiasaannya.— Idem. HM 312.3

1126. Ketika ia telah memperoleh keyakinan si sakit dengan meringankan penderitaannya dan membawa mereka kembali dari ambang kematian, ia bisa mengajarkan kepada mereka bahwa penyakit itu adalah akibat dosa; dan bahwa musuh yang telah jatuhlah yang berusaha memikat mereka pada kebiasaan-kebiasaan yang menghancurkan jiwa dan kesehatan. Ia bisa menanamkan kesan pada pikiran mereka tentang perlunya menyangkal diri sendiri, dan menuruti hukum-hukum kehidupan dan kesehatan. Terutama dalam pikiran orang muda ia bisa menanamkan prinsip-prinsip yang benar.— T., No. 32, hlm. 200. HM 312.4

1127. Jarang menghasilkan kebaikan apabila berbicara dengan cara mengecam kepada pasien-pasien yang tubuh dan pikirannya sakit. Namun sedikit orang yang melangkah di tengah masyarakat dunia, dan yang memandang segala sesuatu dari sudut pandang duniawi, bersiap untuk menerima pernyataan fakta mengenai diri mereka sendiri dipaparkan di hadapan mereka. Sekalipun kebenaran tidak boleh dibicarakan di sepanjang waktu. Ada waktu dan kesempatan yang cocok untuk berbicara, ketika kata-kata tidak akan menyinggung perasaan.—T., jld. 3, hlm. 182. HM 313.1

1128. Dokter haruslah orang yang benar-benar bertarak.... Ia mengetahui bahwa banyak dari penderitaan yang ia coba ringankan adalah hasil dari tidak bertarak dan bentuk kesenangan diri lainnya. Ia terpanggil untuk menolong orang muda, dan dewasa di usia terbaik dan usia matang, yang membawa penyakit atas diri mereka sendiri dengan penggunaan tembakau. Jika ia seorang dokter yang cerdas, ia akan mampu menelusuri penyebab penyakit itu; namun kecuali ia terbebas dari penggunaan tembakau itu sendiri, maka ia akan enggan menaruh jarinya pada biang wabah itu, dan dengan tepat mengungkapkan kepada pasien-pasiennya penyebab dari penyakit mereka. Ia akan gagal mendesak orang muda tentang perlunya mengatasi kebiasaan itu sebelum jadi rumit.... Jika ia menggunakan tembakau itu sendiri, bagaimana ia bisa menyampaikan kepada orang muda yang tak berpengalaman tentang efeknya yang berbahaya, bukan hanya pada diri mereka sendiri, namun pada orang-orang di sekitarnya?— T., No. 32, hlm. 195. HM 313.2

1129. Bagaimana ia menempatkan kaki orang lain pada tangga kemajuan, sementara ia sendiri menapaki jalan menurun?— Idem, hlm. 197. HM 314.1

1130. Dokter praktisi mengajarkan mereka yang tidak mengerti bagaimana memelihara kekuatan dan kesehatan yang sudah mereka miliki, dan bagaimana mencegah penyakit dengan penggunaan bijak obat-obat surga,—udara bersih, air bersih, dan diet.— T., jld. 1, hlm. 490. HM 314.2

Hubungan Dokter dengan Masyarakat

1131. Jika ia melakukan pekerjaan yang diperintahkan padanya oleh Penguasa alam semesta, ia akan menentang segala bentuk dan tingkatan perbuatan salah; ia akan menggunakan wewenang dan pengaruhnya pada sisi penyangkalan diri dan kepatuhan yang ketat dan tak menyimpang terhadap persyaratan-persyaratan Allah yang benar.— T., No. 32, hlm. 197. HM 314.3

1132. Dokter seperti itu akan memiliki martabat yang berasal dari surga, dan akan menjadi agen kuat untuk kebaikan di dunia. Meskipun ia mungkin tidak dihargai oleh mereka yang tidak memiliki hubungan dengan Allah, namun ia akan dihormati oleh surga. Dalam pandangan Allah ia akan lebih berharga daripada emas, sekalipun itu emas dari Ophir.— Idem. HM 314.4

1133. Jika Anda seorang Kristen dan seorang dokter yang cakap, maka Anda memenuhi syarat untuk melakukan kebaikan sepuluh kali lipat lebih banyak sebagai seorang misionari bagi Allah daripada jika Anda maju hanya sebagai seorang pengkhotbah. —M. M., jld. 2, hlm. 216. HM 314.5

1134. Meskipun berhubungan dengan dunia, Anda harus berhati-hati agar Anda tidak terlalu bergairah terhadap tepuk tangan manusia, dan hidup menurut pendapat mereka.— T., jld. 4, hlm. 568. HM 314.6