Kerinduan Segala Zaman — 1

44/44

43 — PENGHALANG DIRUBUHKAN

SESUDAH berjumpa dengan orang Farisi, Yesus mengundurkan diri O dari Kapernaum, dan setelah menyeberangi Danau Galilea, Ia pergi ke negeri di bukit yang berbatasan dengan Fenisia. Ketika melihat ke arah barat, Ia dapat melihat kota-kota Tirus dan Sidon yang terhampar di dataran rendah, dengan kuil-kuil kafir, istana-istana yang indah serta pusat perdagangan dan pelabuhan yang penuh dengan kapal-kapal. Di seberangnya terdapatlah Laut Tengah yang luas lepas, yang harus diarungi oleh utusan-utusan Injil untuk membawa kabar baik ke pusat-pusat kerajaan dunia yang besar. Tetapi saatnya belum tiba. Pekerjaan yang dihadapi-Nya sekarang ialah mempersiapkan murid-murid-Nya untuk tugas mereka. Ketika datang ke daerah ini Ia mengharapkan untuk men-dapat perhentian yang tidak didapat-Nya di Betsaida. Meskipun demikian ini bukan satu-satunya maksud-Nya dalam mengadakan perjalanan ini. KSZ1 435.1

“Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan ber-seru: ‘Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan Setan dan sangat menderita.’” Mat. 15:22. Rakyat di distrik ini berasal dari bangsa Kanaan yang dahulu. Mereka adalah penyembah berhala, dan c pandang hina serta dibenci oleh orang Yahudi. Dari go-longan inilah asalnya perempuan yang kini datang kepada Yesus. Ia seorang kafir, dan itulah sebabnya ia tidak diperkenankan mendapat keun-tungan yang dinikmati oleh orang Yahudi sehari-hari. Banyak orang Ya-hudi tinggal di antara orang Fenisia dan kabar tentang pekerjaan Kristus telah tersebar di daerah ini. Beberapa dari orang-orang itu telah mende-ngar perkataan-Nya dan telah menyaksikan perbuatan-Nya yang ajaib. Perempuan ini telah mendengar tentang nabi itu, yang menurut laporan yang didengarnya, menyembuhkan segala jenis penyakit. Ketika ia men-dengar tentang kuasa-Nya, timbullah harapan dalam hatinya. Karena di-ilhami dengan kasih ibu, ia menentukan untuk menyampaikan keadaan anaknya kepada-Nya. Ia bertekad menyampaikan penderitaannya kepada Yesus. Ia harus menyembuhkan anaknya. Ia telah mencari pertolongan dari ilah-ilah kafir, tetapi tidak mendapat keringanan. Dan kadang-kadang ia tergoda untuk berpikir, Apakah yang dapat dilakukan oleh guru Yahudi ini bagi saya? Tetapi kabar sudah datang, Ia dapat menyembuhkan segala jenis penyakit, tidak menjadi soal apakah orangorang yang datang kepada-Nya kaya atau miskin. Ia bertekad dak akan kehilangan pengharapan yang satu-satunya ini. KSZ1 435.2

Kristus mengetahui keadaan wanita ini. Ia mengetahui bahwa wanita ini ingin melihat Dia, sebab itu Ia menjalani jalan yang ditempuh wanita itu. Dengan memperhatikannya, Ia dapat memberikan suatu gambaran yang hidup tentang pelajaran yang hendak diajarkan-Nya. Untuk maksud inilah Ia membawa murid-murid-Nya ke daerah ini. Ia menghendaki agar mereka melihat kebodohan yang terdapat di kota-kota dan di kampungkampung di dekat negeri Israel. Orang-orang yang telah diberi setiap kesempatan untuk mengerti kebenaran itu ternyata tidak mempunyai pengetahuan tentang keperluan orang-orang di sekeliling mereka. Tidak ada usaha diadakan untuk menolong jiwa-jiwa dalam kegelapan. Dinding pemisah yang telah didirikan oleh kesombongan orang Yahudi, mengasingkan murid-murid sekalipun dari simpati terhadap dunia kafir. Tetapi penghalang ini harus dirubuhkan. KSZ1 436.1

Kristus tidak menjawab permohonan wanita itu dengan segera. Ia menerima utusan dari bangsa yang dihinakan ini sebagaimana cara orang Yahudi melakukannya. Dalam hal ini Ia merencanakan agar muridmurid-Nya mendapat kesan dengan melihat cara yang dingin dan tidak berpengasihan yang digunakan oleh orang Yahudi dalam memperlakukan keadaan seperti itu seperti yang ditunjukkan oleh penerimaanNya akan wanita itu, serta cara yang penuh belas kasihan yang hendaknya mereka gunakan dalam memperlakukan kesengsaraan seperti itu, sebagaimana yang dinyatakan ketika pada akhirnya Ia mengabulkan permohonannya. KSZ1 436.2

Tetapi meskipun Yesus tidak menjawab, wanita itu tidak goyah imannya. Waktu Ia lewat, Ia seolah-olah tidak mendengarnya, wanita itu mengikuti Dia. seraya melanjutkan permohonannya. Karena terganggu dengan desakannya, murid-murid minta agar Yesus menyuruh dia pergi. Mereka melihat bahwa Tuhannya memperlakukan dia dengan sikap acuh tak acuh, dan itulah sebabnya mereka beranggapan bahwa prasangka orang Yahudi terhadap orang Kanaan berkenan pada-Nya. Tetapi sebe-narnya perempuan itu menyampaikan permohonannya kepada Jurusela-mat yang penuh belas kasihan, dan sebagai jawab terhadap permintaan murid-murid itu Yesus berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Meskipun jawab ini tampaknya sesuai dengan prasangka orang Yahudi, namun merupakan tempelakan tidak langsung kepada murid-murid, yang sesudah itu mereka mengerti juga sebagai sesuatu yang memperingatkan kepada mereka tentang ajaran yang sudah sering dikatakan-Nya kepada mereka—bahwa Ia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan semua orang yang mau menerima Dia. KSZ1 437.1

Wanita itu mendesakkan persoalannya dengan kesungguh-sungguhan yang kian bertambah, tunduk di kaki Kristus, seraya berseru, “Tuhan, tolongiah aku.” Yesus yang tampaknya masih menolak permohonannya, menurut prasangka orang Yahudi yang tidak berperasaan, menjawab, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak -anak dan me-lemparkannya kepada anjing.” Ucapan ini sebenarnya menyatakan bahwa tidak layak mengambil berkat-berkat yang dibawa kepada umat Allah yang disenangi dan memberikannya kepada orang asing dan bukan orang Israel. Jawaban ini dapat membuat tawar hati seseorang yang mencari Yesus dengan kurang tekun. Tetapi wanita itu melihat bahwa kesem-patannya sudah tiba. Dalam jawaban Yesus yang tampaknya sebagai penolakan itu. ia melihat belas kasihan yang tidak dapat disembunyikan-Nya. “Benar Tuhan,” jawabnya, “Namun, aniing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Sementara anak-anak dalam lingkungan keluarga makan dari meja sang ayah, anjing-anjing sekalipun tidak ditinggalkan dalam keadaan lapar. Anjing-anjing itu berhak mendapatkan remah-remah yang jatuh dari meja yang disediakan dengan limpahnya. Dengan demikian meski pun banyak berkat diberikan kepada bangsa Israel, tiadakah berkat baginya juga? Ia dipandang sebagai seekor anjing, dan kalau demikian halnya, bukankah anjing pun berhak mendapat remah-remah dari kedermawanan-Nya? KSZ1 437.2

Yesus baru saja meninggalkan tempat pekerjaan-Nya karena ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berusaha membunuh Dia. Mereka bersu-ngut-sungut dan mengeluh Mereka menunjukkan sikap kurang percaya dan kepahitan, dan menolak keselamatan yang ditawarkan kepada mereka dengan limpahnya. Di sini Kristus berjumpa dengan salah seorang dari suku bangsa yang malang dan dihinakan, yang tidak dikaruniai terang sabda Allah: meskipun demikian ia berserah dengan segera kepada pe-ngaruh Kristus, dan mempunyai iman sepenuhnya atas kesanggupanNya untuk mengabulkan kebajikan yang dimintanya. Ia meminta remahremah yang jatuh dari meja Tuhan. Jika ia boleh mendapat hak sebagai seekor anjing, maka ia rela dianggap sebagai seekor anjing. Ia tidak mempunyai prasangka nasional atau agama, maupun kesombongan untuk mempengaruhi tingkah lakunya dan dengan segera ia mengakui Yesus sebagai Penebus, dan yang sanggup melakukan segala sesuatu yang ia minta dari pada-Nya. KSZ1 438.1

Juruselamat merasa puas. Ia telah menguji iman perempuan itu kepada-Nya. Oleh perlakuan Yesus kepadanya, Ia telah menunjukkan bahwa dia yang telah di anggap sebagai seorang terbuang dari Israel bukan lagi seorang asing, melainkan seorang anak dalam keluarga Allah. Sebagai seorang anak ia mempunyai kesempatan mendapat bagian dalam pemberian Bapa. Kini Kristus mengabulkan permohonannya, dan menyelesaikan pelajaran kepada murid-murid. Sambil memandang kepadanya dengan pandangan yang penuh belas kasihan dan kasih, Ia berkata, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Sejak saat itu anaknya sembuhlah. Iblis tidak lagi meng-ganggu dia. Perempuan itu meninggalkan tempat itu sambil mengakui Juruselamatnya, dan bergembira karena doanya sudah terkabul. KSZ1 438.2

Inilah satu-satunya mukjizat yang diadakan Yesus sementara dalam perjalanan itu. Untuk melakukan perbuatan inilah Ia pergi ke perbatasan Tirus dan Sidon. Ia ingin meringankan derita wanita yang dirundung ma-lang itu, dan pada saat yang sama meninggalkan suatu teladan dalam pekerjaan kemurahan-Nya terhadap salah seorang yang dihinakan untuk kepentingan murid-murid-Nya bila Ia tidak lagi bersama-sama dengan mereka. Ia ingin memimpin mereka keluar dari sifat suka menyendiri orang Yahudi agar mereka menaruh minat untuk bekerja bagi orang lain selain dari bangsa mereka sendiri. KSZ1 438.3

Yesus ingin mengungkapkan tabir rahasia kebenaran yang dalam itu yang telah tersembunyi berabad-abad lamanya, agar orang Kafir “karena berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.” Ef. 3:6. Kebe-naran inilah yang sangat lambat dipahami oleh murid-murid, dan guru Ilahi itu memberi mereka pelajaran demi pelajaran. Ketika memberi upah atas iman sang perwira di Kapernaum, dan memasyhurkan Injil kepada penduduk Sikhar, Ia telah memberikan bukti bahwa Ia tidak mengambil bagian dari sikap orang Yahudi yang tidak mau menerima paham lain. Tetapi orang-orang Samaria mempunyai suatu pengetahuan akan Allah; dan perwira itu telah menunjukkan kebaikan kepada orang Israel. Seka-rang Yesus mempertemukan murid-murid dengan seorang kafir yang mereka anggap tidak mempunyai alasan melebihi seseorang dari bang-sanya untuk mengharapkan kebaikan dari pada-Nya. Ia hendak memberi-kan suatu teladan tentang bagaimana seorang seperti itu harus diperla-kukan. Murid-murid itu beranggapan bahwa Ia membagikan pemberian anugerah-Nya terlalu bebas. Ia hendak menunjukkan bahwa kasih-Nya tidak dibatasi suku atau bangsa. KSZ1 439.1

Ketika Ia berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hi-lang dari umat Israel,” Ia menegaskan kebenaran, dan dalam pekerjaan-Nya bagi perempuan Kanaan itu Ia sedang menunaikan tugas yang di-serahkan kepada-Nya. Perempuan ini adalah salah seorang dari domba yang sesat yang seharusnya diselamatkan oleh orang Israel. Itulah peker-jaan yang ditentukan bagi mereka, pekerjaan yang telah mereka lalaikan, yang sedang dilakukan oleh Kristus. KSZ1 439.2

Tindakan ini membuka pikiran murid-murid lebih luas terhadap pe-kerjaan yang terbentang di hadapan mereka di antara orang Kafir. Mereka melihat suatu ladang yang luas yang dapat diusahakan di luar Yudea. Mereka melihat jiwa-jiwa yang menanggung kesusahan yang tidak dikenal oleh mereka yang lebih disenangi. Di antara orang-orang yang dihinakan menurut ajaran mereka, terdapatlah jiwa-jiwa yang sedang merindukan pertolongan dari Penyembuh yang berkuasa itu, yang sedang lapar akan terang kebenaran, yang sudah diberikan kepada orang Yahudi dengan sangat limpahnya. KSZ1 439.3

Sesudah itu, ketika orang Yahudi masih tetap berbalik dari murid-mu-rid itu dengan lebih gigih lagi, karena mereka memaklumkan Yesus se-bagai Juruselamat dunia, dan ketika dinding pemisah antara orang Yahudi dan bangsa kafir dirubuhkan oleh kematian Kristus, maka pelajaran ini serta pelajaran-pelajaran lain seperti itu, yang menunjuk kepada pekerjaan Injil yang tidak dibatasi oleh adat-istiadat atau kebangsaan, mempunyai suatu pengaruh yang berkuasa atas wakil-wakil Kristus dalam menuntun pekerjaan mereka. KSZ1 440.1

Kunjungan Juruselamat ke Fenisia serta mukjizat yang diadakan di sana mempunyai suatu maksud yang malah lebih luas lagi. Pekerjaan itu dilakukan bukan saja bagi perempuan yang dirundung malang itu, atau-pun bagi murid-murid-Nva dan kepada yang menerima pekerjaan mereka; tetapi juga, “supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam namaNya.” Yoh. 20:31. Agen-agen yang sama yang menghalangi manusia untuk datang kepada Kristus seribu delapan ratus tahun yang lampau sedang bekerja juga dewasa ini. Roh yang mendirikan dinding pemisah antara Yahudi dan kafir masih giat. Kesombongan dan prasangka telah mendirikan dinding-dinding pemisah yang kuat antara bermacam-macam golongan manusia. Kristus dan tugas-Nya sudah digambarkan dengan salah, dan orang banyak merasa bahwa sebenarnya mereka dijauhkan dari pelayanan Injil. Tetapi jangan hendaknya mereka merasa dirinya dijauhkar dari Kristus. Tidak ada penghalang yang dapat dibangun oleh Setan atau manusia yang tidak dapat ditembusi oleh iman. KSZ1 440.2

Dengan iman wanita Fenisia itu menerobos penghalang yang sudah didirikan di antara orang Yahudi dan orang kafir. Terhadap kekecewaan tanpa menghiraukan keadaan yang mungkin telah membawa dia kepada kesangsian ia berharap pada kasih Juruselamat. Demikianlah Kristus merindukan agar kita berharap pada-Nya. Berkat-berkat keselamatan adalah bagi setiap jiwa. Tidak suatu pun kecuali pilihannya sendiri dapat mencegah seseorang untuk mengambil bagian dari janji dalam Kristus melalui Injil. KSZ1 440.3

Kasta dibenci oleh Allah. Ia tidak mengindahkan sesuatu yang bersifat seperti ini. Pada pemandangan-Nya jiwa-jiwa semua manusia sama nilainya. Ia “menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk men-diami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.” Tanpa membeda-bedakan umur, atau kedudukan, atau kebangsaan, atau kesempatan beragama, semuanya di-undang datang kepada-Nya dan hidup. “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan. Sebab tidak ada perbedaan.” “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka.” “Orang kaya dan miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah Tuhan.” “Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.” Kis. 17:26, 27; Gal. 3:28; Ams. 22:2; Roma 10:11-13. KSZ1 441.1