Kerinduan Segala Zaman — 1

31/44

30 — “IA MENETAPKAN DUA BELAS ORANG”

“KEMUDIAN naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggi1 orang-orang J^yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia me-netapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.” KSZ1 308.1

Di bawah naungan pohon yang rindang di atas bukit, tetapi agak jauh dari Danau Galilea, di sanalah dua belas orang itu dipanggil untuk meng-ajar orang, dan khotbah di atas bukit diberikan. Ladang-ladang dan bukit-bukit adalah tempat yang disukai Yesus, dan banyak dari pengajaranNya diberikan di bawah langit terbuka, ketimbang di dalam Bait Suci atau rumah-rumah ibadah. Tidak ada rumah ibadah yang dapat memuat orang banyak yang mengikuti Dia; tetapi bukanlah karena alasan itu Ia memilih ladang-ladang dan kebun-kebun tempat untuk mengajar. Yesus menyukai pemandangan alam. Bagi-Nya setiap tempat indah dan tenang adalah sebuah bait suci. KSZ1 308.2

Adalah di bawah pohon-pohon di Taman Eden yang telah dipilih oleh penghuni yang pertama di dunia ini sebagai bait suci mereka. Di sana Kristus telah bersekutu dengan apa dari umat manusia. Setelah dikeluarkan dari Firdaus, orang tua kita yang pertama itu masih berbakti di ladang-ladang dan kebun-kebun, dan di sana Kristus yang berbicara dengan mereka oleh Injil kemurahan-Nya. Adalah Kristus yang berbicara dengan Abraham di bawah pohon jati di Mamre; dengan Ishak yang pergi berdoa di ladang-ladang pada petang hari; dengan Yakub pada kaki bukit di Betel; dengan Musa di antara gunung-gunung di padang Midian; dan dengan si pemuda Daud sementara menggembalakan dombanya. Adalah menurut petunjuk Yesus maka selama lima belas abad orang Ibrani telah meninggalkan rumah mereka satu minggu dalam setahun dan akan tinggal di dalam kemah yang dibuat dari cabang yang hijau “dari pohon-pohon yang elok, pelepah-pelepah pohon-pohon kurma, rantingranting dari pohon-pohon yang rimbun dan dari pohon-pohon gandarusa.” Imamat 23:40. KSZ1 308.3

Di dalam melatih murid-murid-Nya, Yesus telah memilih mengun-durkan diri dari kota ke tempat yang tenang di ladang-ladang dan bukit-bukit supaya lebih berpadanan dengan pelajaran penyangkalan diri sendiri yang Ia ingin ajarkan kepada mereka. Dan selama pekerjaan-Nya Ia senang mengumpulkan orang banyak bersama-Nya di bawah langit yang biru, di kaki bukit, atau di tepi danau. Di sini, dikelilingi oleh pekerjaan kejadian-Nya, Ia dapat mengembalikan pikiran pendengar-pendengar-Nya dari hal yang semu kepada alam yang sebenarnya. Di dalam pertumbuhan dan perkembangan alam dinyatakan prinsip-prinsip dari kerajaan-Nya. Sebagaimana manusia harus memandang ke gunung-gunung Tuhan, dan melihat akan keajaiban perbuatan tangan-Nya, mereka dapat mengambil pelajaran yang tidak ternilai dari kebenaran Ilahi. Pengajaran Kristus dapat diulangi kepada mereka di dalam perumpamaan alam. Demikian pula dengan semua mereka yang pergi ke ladangladang dengan Yesus di dalam hati mereka. Mereka akan merasa dikelilingi oleh pengaruh yang suci. Benda-benda di dalam alam mewarnai perumpamaan Tuhan kita, dan mengulangi nasihat-Nya. Oleh berhubungan dengan Allah di dalam alam, pikiran akan terangkat, dan hati pun teduh. KSZ1 309.1

Langkah pertama kini akan diambil dalam organisasi jemaat yang sesudah Kristus pergi jemaat itu adalah wakil-Nya di dunia ini. Bukannya bangunan gereja yang mahal yang disuruh mereka perbuat, tetapi Penebus memimpin murid-murid-Nya kepada tempat yang disu-kaiNya, dan di dalam pikiran mereka pengalaman yang suci pada hari itu disatukan bersama-sama dengan keindahan gunung, lembah dan laut. KSZ1 309.2

Kristus memanggil murid-murid-Nya agar menjadi saksi-saksi bagiNya, memberitahukan kepada dunia apa yang mereka lihat dan dengar dari pada-Nya. Jabatan mereka adalah yang terpenting yang pernah diamanatkan kepada manusia, dan adalah yang diterima langsung dari Kristus sendiri. Mereka bekerjasama dengan Allah untuk menyelamatkan dunia ini. Sebagaimana pada zaman Perjanjian Lama kedua belas bapa itu berdiri mewakili orang Israel, demikian pula kedua belas rasul berdiri mewakili jemaat Injil itu. KSZ1 310.1

Juruselamat mengetahui sifat-sifat mereka yang telah dipilih-Nya; segala kelemahan dan kesalahan mereka terbuka di hadapan-Nya; Ia mengetahui mara bahaya yang harus mereka lalui, tanggung jawab yang mereka pikul; dan hati-Nya hancur memikirkan mereka itu. Semalammalaman di atas gunung dekat Danau Galilea Ia berdoa bagi mereka, padahal mereka itu tertidur di kaki gunung. Pada waktu fajar menyingsing dipanggil-Nya mereka; karena ada sesuatu yang sangat penting untuk diberitahukan kepada mereka. KSZ1 310.2

Murid-murid ini kadang-kadang bekerja dengan Dia dalam pekerjaan yang giat. Yohanes dan Yakobus, Andreas dan Petrus, dengan Filipus, Natanael, dan Matius, lebih dekat kepada-Nya daripada murid yang lain dan telah banyak menyaksikan mukjizat-mukjizat yang diadakan-Nya. Petrus, Yakobus, dan Yohanes lebih dekat lagi hubungannya kepadaNya. Mereka hampir selamanya dengan Dia, menyaksikan mukjizatmukjizat-Nya, dan mendengar perkataan-Nya. Yohanes adalah yang paling dekat dengan Kristus, jadi ia dikenal sebagai seorang yang lebih dikasihi Yesus. Juruselamat mengasihi mereka semua, tetapi Yohanes memiliki sifat yang paling suka menerima. Ia adalah yang lebih muda dari yang lain, dan sebagaimana seorang anak yang berani ia membukakan hatinya kepada Yesus. Dengan demikian dia lebih bersimpati dengan Kristus dan melalui dialah pengajaran rohani yang terdalam dari Juruselamat telah dinyatakan kepada umat-Nya. KSZ1 310.3

Nama Filipus adalah salah satu dari rombongan di mana murid-murid telah dibagi-bagi. Ialah murid yang pertama kepada siapa Kristus tujukan perintah yang jelas, “Ikutlah Aku.” Filipus adalah dari Betsaida tempat Andreas dan Petrus. Ia telah mendengarkan pengajaran Yohanes Pem-baptis, dan mendengar pekabarannya mengenai Kristus Anak Domba Allah. Filipus adalah seorang yang sungguh-sungguh mencari kebenar an, akan tetapi lambat sekali untuk mempercayainya. Walaupun ia telah menggabungkan diri kepada Kristus; namun beritanya kepada Natanael menunjukkan bahwa ia tidak berkeyakinan penuh akan Keilahian Yesus. Sekalipun Kristus telah dimaklumkan oleh suara dari surga bahwa Ia adalah Anak Allah, untuk Filipus Ia adalah “Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Yohanes 1:45. Kemudian, apabila lima ribu orang diberi makan, kurangnya kepercayaan Filipus dinyatakan. Sekadar menguji dia Yesus bertanya “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Jawab Filipus adalah dari pihak orang yang kurang percaya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Yohanes 6:5, 7. Yesus berdukacita. Walaupun Filipus telah melihat pekerjaan-Nya, dan telah merasa kuasa-Nya, namun ia tidak mempunyai iman. Di waktu orang-orang Yunani bertanya kepada Filipus tentang Yesus, ia tidak menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan mereka kepada Juruselamat, tetapi pergi untuk menceritakan kepada Andreas. Kemudian pada jam-jam terakhir sebelum penyaliban, perkataan Filipus seperti melemahkan iman: Apabila Tomas berkata kepada Yesus; “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” Maka kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup . .. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.” Dari Filipus datanglah jawaban yang kurang percaya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.” Yohanes 14:5-8. Berpikir lambat, lemah dalam iman, adalah ciri murid yang telah bersama dengan Yesus selama tiga tahun itu. KSZ1 310.4

Berlawanan dengan sifat kurang percaya Filipus adalah sifat kekanakkanakan dari Natanael. Ia adalah seorang yang sangat sungguh-sungguh, seorang yang dapat mempercayai walaupun tidak dapat dilihat dengan fakta. Namun Filipus tetap merupakan murid dalam sekolah Kristus, dan Guru Ilahi itu tabah dengan kekurangan percayanya dan kebodohannya. Apabila Roh Kudus dituangkan ke atas murid-murid, Filipus menjadi seorang guru dalam pekerjaan Ilahi. Ia tahu apa yang dikatakannya, dan ia mengajar dengan jaminan yang memberikan keyakinan kepada pen-dengarnya. KSZ1 311.1

Pada waktu Kristus sedang menyediakan murid-murid-Nya untuk pelantikan, seorang yang tidak dipanggil mendesakkan dirinya di antara mereka. Itulah Yudas Iskariot, seorang yang mengaku dirinya pengikut Kristus. Ia tampil ke muka, meminta tempat di tengah-tengah murid-murid itu. Dengan kesungguhan yang sangat dan tampaknya ikhlas itu ia berkata: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Kristus bukan menolak dan bukan pula menerima dia, tetapi hanya mengeluarkan perkataan yang menyedihkan: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Matius 8:19, 20. Yudas percaya bahwa Yesus itulah Mesias; dan oleh bergabung dengan rasul-rasul, ia berharap akan memperoleh pangkat yang tinggi di dalam kerajaan yang baru itu. Kristus telah memutuskan pengharapannya itu oleh Kalimat tentang kemiskinan-Nya. KSZ1 312.1

Murid-murid-Nya ingin agar Yudas menjadi salah seorang di antara mereka. Ia kelihatan dapat memerintah, seorang yang cakap dan yang berkesanggupan, dan mereka menganjurkan dia kepada Yesus sebagai seorang yang dapat menolong di dalam pekerjaan-Nya. Mereka merasa kaget melihat penerimaan Yesus yang begitu dingin. KSZ1 312.2

Murid-murid itu merasa kecewa karena Kristus tidak menerima kerjasama dari pemimpin-pemimpin Israel. Mereka merasa bahwa adalah salah apabila tidak dikuatkan oleh menerima sokongan dari orang-orang yang berpengaruh ini. Jikalau Ia menolak Yudas, mereka akan mencurigai kebijaksanaan Guru mereka itu. Sejarah Yudas sesudah itu menunjukkan kepada mereka itu bahayanya pemikiran secara dunia untuk menentukan kelayakan seorang dalam pekerjaan Tuhan. Bekerja sama dengan orang yang demikian seperti yang diingini oleh murid-murid, akan memberikan jalan pengkhianatan kepada tangan musuh yang hebat. KSZ1 312.3

Sekalipun demikian bila Yudas menggabungkan diri dengan muridmurid itu, ia tidak dapat melihat tabiat Yesus yang indah itu. Ia merasa pengaruh kuasa Ilahi yang sedang menarik jiwa-jiwa kepada Juruselamat. Ia yang datang bukan untuk mematahkan gelagah yang lemah dan memadamkan sumbu lilin yang bernyala kecil tidak akan menekan jiwa yang hanya memiliki satu keinginan menuju kepada terang itu. Juruselamat membaca hati Yudas; Ia tahu betapa dalamnya kejahatan yang jika tidak dilepaskan oleh kemurahan Allah, Yudas akan tenggelam. Dalam menghubungkan orang ini kepada diri-Nya sendiri, Ia menempatkannya di mana ia boleh berhubungan dengan kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Jika ia mau membuka hati kepada Kristus, kemurahan Ilahi akan membuangkan hati yang mementingkan diri sendiri, dan Yudas akan menjadi warga kerajaan Allah. KSZ1 312.4

Allah menerima manusia sebagaimana adanya, dengan segala sifat kemanusiaannya, dan mendidik mereka untuk pekerjaan-Nya, jikalau mereka mau patuh dan belajar dari pada-Nya. Mereka tidak dipilih sebab mereka sempurna, tetapi sekalipun mereka tidak sempurna, melalui pe-ngetahuan dan perbuatan kebenaran, melalui kemurahan Kristus, mereka itu boleh diubahkan kepada peta-Nya. KSZ1 313.1

Yudas mempunyai kesempatan seperti murid-murid yang lain. Ia mendengarkan pelajaran yang sama. Akan tetapi praktik kebenaran yang dituntut oleh Yesus adalah berbeda dengan kehendak dan tujuan Yudas, dan ia tidak menyerahkan pikirannya agar dapat menerima akal budi dari surga. KSZ1 313.2

Juruselamat menunjukkan kelemahlembutan-Nya, walaupun ia mengkhianati-Nya. Di dalam pengajaran-Nya, Kristus merenungkan prinsip yang baik yang menegur akar ketamakannya. Ia memperlihatkan kepada Yudas keburukan tabiat yang loba, dan acapkali murid itu sadar bahwa tabiatnya telah dilukiskan, dan dosanya ditunjukkan; tetapi ia tidak mau mengaku dan meninggalkan kejahatannya. Ia seorang yang membesarkan dirinya saja, dan gantinya melawan pencobaan, ia selalu meneruskan penipuannya. Kristus ada di hadapannya, sebagai teladan yang hidup yang harus ia tiru jika ia mengambil manfaat dari meditasi dan pelayan Ilahi. KSZ1 313.3

Yesus tidak menyatakan teguran yang tajam atas kelobaannya, tetapi dengan kesabaran Ilahi menegur orang yang bersalah ini, bahkan ketika membuktikan bahwa Ia dapat membaca hatinya seperti buku yang terbuka. KSZ1 313.4

Ia menyatakan di hadapannya kesenangan yang tertinggi untuk berbuat baik; dan di dalam penolakan terhadap terang dari surga, Yudas tidak akan diampuni. KSZ1 313.5

Gantinya berjalan dalam terang, Yudas memilih tinggal dalam kesa-lahannya. Keinginan yang jahat, nafsu membalas, kegelapan dan kepala batu, adalah kegemarannya, sehingga Setan berkuasa sepenuhnya atas dia. Yudas mewakili musuh Kristus. KSZ1 314.1

Sewaktu ia bersama-sama dengan Yesus, ia memiliki sifat yang baik yang dapat menjadi berkat bagi jemaat. Jikalau ia rela memikul beban Kristus, ia mungkin menjadi pemimpin rasul-rasul; tetapi ia mengeraskan hatinya pada waktu kejahatannya ditunjukkan, dan dalam kesombongan dan pemberontakan memilih angan-angan hatinya sendiri, dan dengan demikian ia tidak layak dalam pekerjaan Tuhan. KSZ1 314.2

Semua murid-murid itu mempunyai kesalahan pada waktu Yesus me-manggil mereka ke dalam pekerjaan-Nya. Sekalipun Yohanes, yang ke-mudian terdekat kepada Pribadi yang lemah lembut itu, ia tidak dengan sendirinya memiliki hati yang lemah lembut, la dengan saudaranya dise-but “anak guruh.” Sedang mereka bersama-sama dengan Yesus, sesuatu penghinaan yang ditunjukkan kepada-Nya menimbulkan kemarahan dan perkelahian. Sifat yang tidak baik, pembalasan dendam, roh mengritik, berada pada murid yang dikasihi itu. Tadinya ia sombong, dan bertujuan akan menjadi yang pertama dalam kerajaan Allah. Tetapi hari demi hari berlawanan dengan jiwa kekerasannya itu, ia memandang kelemahlem-butan dan kesabaran Yesus, dan mendengar pelajaran tentang kerendahan hati dan kesabaran. Ia membuka hatinya kepada pengaruh Ilahi, dan menjadi bukan hanya pendengar, tetapi pelaku firman Juruselamat. Diri sendiri telah tertutup dengan Kristus. Ia belajar memakai kuk dari Kristus dan memikul beban-Nya. KSZ1 314.3

Kristus menegur murid-murid-Nya, Ia mengamarkan dan memperi-ngatkan mereka; tetapi Yohanes dan saudara-saudaranya tidak mening-galkan Dia; mereka memilih Yesus, sekalipun ada celaan. Yesus tidak undur dari mereka sebab mereka ada kelamahan dan kesalahan. Mereka meneruskan sampai kesudahan dan mengambil bagian dalam kesusahan-Nya serta mengikuti pelajaran dari hidup-Nya. Oleh memandang Kristus, mereka diubahkan di dalam tabiat. KSZ1 314.4

Rasul-rasul itu berbeda-beda dalam sifat dan pembawaan. Ada pemungut cukai, Matius-Lewi, dan Simon yang berapi-api dan cepat marah, seorang yang sangat benci kepada kekuasaan Roma; Petrus yang cakap dan gegabah, dan Yudas yang berhati hina; Tomas, berhati jujur tetapi pemalu dan penakut; Filipus, seorang yang berpikir lamban, dan cenderung kepada kekecewaan, dan anak-anak Zebedeus yang bertujuan keras dan berterusterang, dengan saudara-saudaranya. Inilah yang dikumpulkan bersama-sama, dengan berbagai kesalahan mereka, semuanya dengan warisan dan kecenderungan kepada kejahatan; tetapi di dalam dan melalui Kristus mereka tinggal bersama di dalam keluarga Allah, belajar menjadi satu dalam iman, pengajaran dan roh. Mereka mempunyai ujian, dukacita, perbedaan pendapat mereka; tetapi apabila Kristus tinggal di dalam hati, tak akan ada perselisihan. Kasih-Nya akan mendorong untuk mengasihi satu dengan yang lain; pelajaran yang dari Kristus mencocokkan segala perbedaan, membawa murid-murid ke dalam persatuan, sehingga satu dalam pikiran dan pendapat. Kristus adalah pusatnya, dan mereka akan semakin dekat satu sama lain sementara mereka mendekati pusat itu. KSZ1 314.5

Pada waktu Yesus mengakhiri petunjuk-Nya kepada murid-murid, Ia mengumpulkan mereka dekat kepada-Nya, bertelut di antara mereka itu dan meletakkan tangan-Nya ke atas kepala mereka, serta berdoa untuk mengasingkan mereka dalam pekerjaan yang suci. Demikianlah muridmurid itu diurapi untuk pekerjaan Injil. KSZ1 315.1

Sebagai wakil-wakil Kristus di antara manusia, Ia tidak memilih malaikat yang tidak pernah jatuh, tetapi manusia, manusia yang sama dengan mereka yang akan dicari untuk diselamatkan. Kristus mengambil kemanusiaan bagi-Nya, agar Ia dapat mencapai umat manusia. Keilahian memerlukan kemanusiaan, karena keduanya dituntut yaitu Keilahian dan kemanusiaan, untuk membawa keselamatan kepada dunia. Keilahian memerlukan kemanusiaan; supaya kemanusiaan boleh menjadi saluran antara Allah dan manusia. Demikian juga dengan hamba-hamba dan utusan-utusan Kristus. Manusia perlu suatu kuasa dari luar dirinya sendiri, untuk mengembalikan dia kepada peta Allah, dan menyanggupkan dia untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan; tetapi hal ini bukan membuat usaha manusia tidak penting. Kemanusiaan bergantung atas kuasa Ilahi, Kristus tinggal dalam hati oleh iman; dan melalui kerja sama dengan Ilahi, tenaga manusia akan berguna untuk kebaikan. KSZ1 315.2

Ia yang memanggil penangkap ikan dari Galilea masih memanggil manusia untuk melayani pekerjaan-Nya. Dan Ia ingin menyatakan kuasa-Nya kepada kita sebagaimana kepada murid-murid-Nya yang pertama. Bagaimanapun besarnya dosa kita, Tuhan menawarkan kepada kita untuk bekerja sama dengan Dia, belajar dari Kristus. Ia mengundang kita datang di bawah petunjuk Ilahi, untuk dipersatukan dengan Kristus, supaya kita bisa bekerja untuk Tuhan. KSZ1 316.1

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dan Allah, bukan dari diri kami.” 2 Korintus 4:7. Itulah sebabnya mengapa pekabaran Injil ini diberikan kepada manusia yang berdosa dan bukan kepada malaikatmalaikat. Nyatalah bahwa kuasa yang bekerja melalui kelemahan ke-manusiaan adalah kuasa Allah; jadi kita didorong untuk mempercayai bahwa kuasa yang dapat menolong orang lain yang lemah sebagaimana kita lemah akan dapat menolong kita. Dan bagi mereka sendiri yang di-liputi dengan kelemahan” akan dapat “mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat.” Ibrani 5:2. Oleh sebab telah pernah berada dalam bahaya, bertemu dengan kesukaran dan kesusahan, maka mereka dipanggil untuk menolong orang lain yang juga di dalam bahaya yang serupa. Banyak jiwa yang dikacaukan dengan keragu-raguan, penuh dengan kelemahan, lemah di dalam iman, tidak dapat mengerti akan yang Tiada Kelihatan; tetapi sahabat yang dapat mereka lihat, datang kepada mereka sebagai ganti Kristus, akan dapat menjadi tali penghubung yang mengencangkan iman mereka yang goyah kepada Kristus di dalam iman. KSZ1 316.2

Kita bekerja sama dengan malaikat-malaikat surga untuk menyaksi-kan Yesus kepada dunia. Hampir tidak sabar lagi malaikat-malaikat me-nunggu kerjasama kita; karena manusia harus menjadi saluran untuk berkomunikasi dengan manusia. Dan apabila kita menyerahkan diri kita kepada Kristus dalam penyerahan yang sungguh-sungguh, malaikatmalaikat surga bersukaria karena mereka boleh berbicara melalui suara kita untuk menyatakan kasih Allah. KSZ1 316.3