Kerinduan Segala Zaman — 1

24/44

23 — “KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT”

“DATANGLAH Yesus ke tanah Galilea memasyhurkan Injil Allah, serta berkata: Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Markus 1 :14, 15. KSZ1 237.1

Kedatangan Mesias telah diumumkan mulai di tanah Yudea. Dalam Bait Suci di Yerusalem, kelahiran seorang pelopor telah diberitahukan lebih dulu kepada Zakharia pada saat ia melayani di hadapan mezbah. Di atas bukit Betlehem malaikat memberitakan kelahiran Yesus. Orangorang Majus telah datang ke Yerusalem untuk mencari Dia. Dalam Bait Suci Simon dan Hana telah menyaksikan Keilahian-Nya. “Yerusalem dan seluruh Yudea” telah mendengar akan ajaran Yohanes Pembaptis; para utusan Sanhedrin, dan orang banyak telah mendengar kesaksiannya dari hal Yesus. Di Yudea Kristus telah menerima murid-Nya yang pertama. Di tempat inilah paling banyak dari pekerjaan-Nya yang mula-mula diadakan. Keilahian-Nya yang terpancar pada saat Ia menyucikan Bait Suci, mukjizat menyembuhkan penyakit, ajaran kebenaran Ilahi yang terbit dari bibir-Nya, semuanya itu menyatakan apa yang telah dinyatakan-Nya di hadapan Sanhedrin setelah penyembuhan di kolam Betesda,—bahwa Ia adalah Anak Allah. KSZ1 237.2

Jika pemimpin-pemimpin Israel telah menerima Kristus, maka Ia akan menghormati mereka, sebagai pesuruh-pesuruh-Nya untuk membawa kabar Injil ke seluruh dunia. Pada mereka mula-mula diberikan kesempatan untuk menjadi pewarta kerajaan dan rahmat Allah. Tetapi bangsa Israel tidak mengetahui saat kedatangan-Nya. Perasaan cemburu dan tidak percaya pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi telah menjadi matang dan menjelma menjadi kebencian yang terang-terangan, dan hati orang banyak itu pun berpaling dari Yesus. KSZ1 237.3

Sanhedrin telah menolak pekabaran Kristus, dan berusaha untuk membunuh Dia; oleh sebab itu Yesus meninggalkan Yerusalem, imamimam Bait Suci, pemimpin-pemimpin agama, orang-orang yang dididik dalam Taurat, dan menuju kepada suatu golongan manusia yang lain untuk membawa pekabaran-Nya, dan untuk mengumpulkan mereka yang harus membawa kabar Injil kepada segala bangsa. KSZ1 238.1

Sebagaimana terang dan kehidupan manusia ditolak oleh kekuasaan agama pada zaman Kristus, begitu pula akan berlaku pada generasi yang mengikutnya. Berulang-ulang hikayat penarikan diri Kristus dari Yudea disebut. Ketika para reformis mengajarkan firman Allah, mereka tidak mempunyai pikiran untuk memisahkan diri mereka dari jemaat yang telah didirikan; tetapi pemimpin-pemimpin agama itu tidak akan memperbolehkan terang itu, dan orang yang membawa terang itu dipaksa untuk mencari golongan manusia yang lain, yaitu yang rindu akan kebenaran. Dalam zaman kita ini terdapatlah beberapa orang yang mengaku pengikut Kristus, tetapi digerakkan oleh roh mereka sendiri. Hanya sedikit orang yang mendengar kepada suara Allah, dan sedia menerima kebenaran dalam cara apa pun kebenaran itu dikemukakan. Sering mereka yang mengikut jejak kaum reformis ini dipaksa untuk meninggalkan gereja yang mereka kasih i, untuk menyatakan ajaran firman Allah yang nyata. Sering kali mereka yang sedang mencari terang dan oleh ajaran yang sama terpaksa meninggalkan gereja nenek moyang mereka agar mereka dapat memberikan penurutan mereka. KSZ1 238.2

Orang-orang Galilea dihina oleh para rabi Yerusalem sebagai orang yang kasar dan tidak berpendidikan namun demikian merekalah suatu ladang yang lebih memberi pengharapan bagi pekerjaan Juruselamat. Mereka adalah lebih sungguh-sungguh, mereka kurang begitu dikendalikan oleh sifat berpura-pura; pikiran mereka lebih terbuka pada peneri maan kebenaran. Kepergian Yesus ke Galilea bukan memencilkan diri. Tidak ada suatu propinsi pada zaman itu yang begitu penuh sesak dengan penduduknya dan pelbagai bangsa dibandingkan dengan propinsi Yudea. KSZ1 238.3

Pada waktu Yesus berjalan melalui Galilea, mengajar dan menyembuhkan, orang banyak mengikut Dia dari kota ke kota dan dari kampung ke kampung. Sering Ia terpaksa menyembunyikan diri-Nya dari orang banyak. Semangat yang sangat berapi-api sehingga perlu mengambil tindakan pencegahan agar jangan pemerintah Roma didorong untuk mencurigai adanya suatu pemberontakan. KSZ1 239.1

Belum pernah terjadi dalam dunia suatu saat seperti ini. Surga telah diturunkan kepada manusia. Jiwa-jiwa yang lapar dan haus yang telah lama menunggu akan penebusan bangsa Israel kini dijamu dengan anugerah Juruselamat yang penuh kasihan. KSZ1 239.2

Inti dari pengajaran Kristus ialah “waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Maka dengan demikian, kabar Injil, sebagaimana yang diberikan oleh Juruselamat didasarkan atas nubuatan-nubuatan. “Waktu” yang dikatakannya akan digenapi ialah masa yang dinyatakan oleh malaikat Gabriel kepada Daniel. “Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi Yang Mahakudus.” Daniel 9:24. Satu hari dalam nubuatan adalah sama dengan setahun. (Bil 14:34; Yeh. 4:6). Tujuh puluh pekan atau empat ratus sembilan puluh hari adalah mengumpamakan empat ratus sembilan puluh tahun. Titik permulaan masa ini adalah: “Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa.” Enam puluh sembilan pekan atau empat ratus delapan puluh tiga tahun. Daniel 9:25. Perintah untuk memperbaiki dan membangunkan Yerusalem diberikan oleh titah Artaxerxes Langemanus (lihat Ezra 6:14; 7:1, 9), yang jatuh pada musim rontok tahun 457 S.M. Dari tahun ini jika ditambah dengan 483 tahun maka berakhir pada musim rontok tahun 27 T.M. Menurut nubuatan, masa ini sampai kepada Mesias, yang diurapi. Pada tahun 27 T.M. Yesus dalam baptisan-Nya telah menerima pengurapan Roh Suci, dan segera sesudah itu Ia mulai pekerjaan-Nya. Maka pekabaran diwartakan, “Waktunya telah genapi.” KSZ1 239.3

Lalu kata malaikat itu pula, “Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa.” Karena tujuh tahun setelah Juruselamat memasuki pekerjaan-Nya, Injil harus dikabarkan teristimewa kepada bangsa Yahudi, selama tiga setengah tahun oleh Kristus sendiri; dan sesudah itu oleh rasul-rasul. “Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan.” Daniel 9:27. Pada musim semi tahun 31 T.M., Kristus korban yang benar telah dipersembahkan di Golgota. Dan tirai Bait Suci itu koyak menjadi dua dari atas ke bawah, menunjukkan bahwa kesucian dan arti upacara korban telah selesai. Waktunya telah genap di mana korban dan persembahan makanan dunia ini harus berhenti. KSZ1 240.1

Satu pekan—tujuh tahun itu,—berakhir pada tahun 34 T.M. Kemudian waktu Stefanus dilempar dengan batu oleh orang Yahudi akhirnya memeteraikan penolakan mereka terhadap Injil; murid-murid yang telah tercerai-berai oleh sebab penganiayaan “menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil” (Kisah 8:4); dan sesudah itu Saulus si penganiaya itu ditobatkan dan telah menjadi Paulus, rasul bagi orang kafir. KSZ1 240.2

Waktu kedatangan Kristus, pengurapan-Nya oleh Roh Suci, kematian-Nya, dan pemberitaan kabar Injil kepada orang kafir dengan tegas ditunjukkan. Adalah menjadi kesempatan orang Y ahudi untuk memahami nubuatan-nubuatan ini dan untuk mengenal akan kegenapannya dalam pekerjaan Yesus. Kristus mendesak murid-murid-Nya akan pentingnya mempelajari nubuatan. Menunjukkan pada nubuatan yang diberikan oleh Daniel mengenai zaman mereka itu, Ia berkata, “para pembaca hendaklah memperhatikannya.” Matius 24:15. Sesudah kebangkitan-Nya Ia telah menerangkan kepada murid mengenai “segala kitab nabi-nabi,” “apa yang tertulis tentang Dia.” Lukas 24:27. Juruselamat telah berbicara melalui segala nabi. “Roh Kristus yang ada di dalam mereka itu,” “memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.” 1 Petrus 1:11. KSZ1 240.3

Adalah Gabriel, malaikat yang derajatnya setingkat lebih rendah daripada Anak Allah, yang telah datang membawa pekabaran Ilahi kepada Daniel. Gabriel, “malaikat-Nya,” yang telah diutus oleh Kristus untuk membuka tabir masa depan kepada Yohanes yang kekasih; dan suatu berkat diucapkan kepada mereka yang membaca akan perkataan nubuatnya ini dan yang memasukkan ke dalam hati segala sesuatu yang tersurat di dalamnya. Wahyu 1:3. KSZ1 240.4

“Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” Amos 3:7. “Halhal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya.” Ulangan 29:29. Allah telah memberikan perkara-perkara ini kepada kita, dan berkat-Nya akan menyertai orang yang dengan tekun dan setia mempelajari nubuatan-nubuatan Kitab Suci. KSZ1 241.1

Sebagaimana pekabaran kedatangan Kristus yang pertama kali meng-umumkan kerajaan anugerah-Nya, demikian pula pekabaran kedatangan-Nya yang kedua kali mengumumkan kerajaan kemuliaan-Nya. Pekabaran yang kedua, sebagaimana pekabaran yang pertama, dialaskan atas nubuatan. Perkataan malaikat kepada Daniel mengenai akhir zaman haruslah dipahami pada masa kesudahan. Pada masa itu, “banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” “Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.” Daniel 12:4,10. Juruselamat sendiri telah memberikan tanda-tanda kedatangan-Nya, dan Ia berkata, “Jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.” “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.” “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” Lukas 21:31,34, 36. KSZ1 241.2

Kita telah tiba pada masa yang dinubuatkan dalam Kitab Suci. Masa kesudahan sudah datang, khayal nabi-nabi dibuka, dan amaran-amaran mereka menunjukkan kita kepada kedatangan Tuhan dalam kemuliaan itu telah dekat. KSZ1 241.3

Orang-orang Yahudi telah salah menafsirkan dan menyalahgunakan firman Allah, dan mereka tidak mengetahui masa kegenapannya. Tahun pekerjaan Kristus dan rasul-rasul-Nya—tahun rahmat terakhir yang terindah bagi umat pilihan,—mereka telah gunakan dalam berkomplotan untuk membinasakan pesuruh-pesuruh Tuhan. Cita-cita duniawi telah memenuhi perhatian mereka itu, dan suguhan kerajaan rohani yang telah diberikan pada mereka itu sia-sia adanya. Begitu pula zaman ini kerajaan dunia ini telah memenuhi pikiran manusia, sehingga mereka tidak memperhatikan lagi kegenapan nubuatan itu dengan cepat dan tanda-tanda kerajaan Allah yang segera tiba itu. KSZ1 242.1

“Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.” Kita tidak mengetahui waktu kedatangan Tuhan, tetapi kita boleh tahu bilamana sudah dekat. “Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.” I Tesalonika 5:4-6. KSZ1 242.2