Khotbah Di Atas Bukit

1/54

KHOTBAH DI ATAS BUKIT

Kata Pendahuluan

Khotbah di Atas Bukit adalah ucapan berkat surga kepada dunia, — suatu suara dari takhta Allah. Kepada manusia, itu diberikan menjadi hukum kewajiban dan terang surga, pengharapan dan penghiburan dalam kemurungan, sukacita dan hiburan dalam segala perubahan dan perjalanan hidup. Di sini Raja para pengkhotbah, Guru besar itu, mengucapkan kata-kata yang diberikan Bapa kepada-Nya untuk disampaikan. KAB 5.1

Ucapan bahagia adalah salam Kristus, bukan hanya untuk orang-orang percaya, tetapi untuk semua keluarga umat manusia. Tampaknya Dia telah lupa sejenak bahwa Dia berada di dunia, bukan di surga; ketika Dia menggunakan salam pembukaan biasa dari dunia terang. Berkat mengalir dari bibir-Nya bagaikan arus kehidupan limpah yang telah begitu lama termeterai. KAB 5.2

Kristus tidak membiarkan kita ragu tentang ciri tabiat yang selalu Dia akui dan berkati. Dari orang-orang kegemaran dunia yang ambisius, Dia beralih kepada orang-orang mereka lecehkan, dan mengumumkan semua yang menerima terang dan hidup-Nya bahagia. Kepada orang-orang yang miskin dalam rohani, yang lembut hati, yang rendah hati; yang berduka, yang dihina dan yang dianiaya, Dia buka tangan-Nya yang melindungi dan berkata, “Datanglah kepada-Ku, . . . dan kepadamu akan Kuberikan perhentian.” KAB 5.3

Kristus dapat memandang kesengsaraan dunia tanpa suatu naungan dukacita karena telah menciptakan manusia. Dalam hati manusia Dia melihat lebih daripada dosa, lebih daripada kesengsaraan. Dalam kearifan dan kasih-Nya yang tak terbatas itu Dia melihat kemungkinan-kemungkinan manusia, keting- gian ke mana dia dapat capai. Dia tahu bahwa walaupun manusia telah menyalahgunakan kemurahan-kemurahan hati mereka dan membinasakan kemuliaan yang diberikan Allah kepada mereka, namun Khalik itu harus dimuliakan dalarn penebusan mereka. KAB 5.4

Sepanjang zaman kata-kata yang diucapkan Kristus dari bukit penyataan berkat-berkat itu akan mempertahankan kuasanya. Setiap kalimat merupakan suatu permata dari perbendaharaan kebenaran. Prinsip-prinsip yang diucapkan dalam ceramah ini adalah untuk sepanjang masa, dan untuk semua golongan manusia. Dengan tenaga Ilahi, Kristus menyatakan iman dan harapan-Nya apabila Dia menunjuk kepada golongan demi golongan sebagai yang berbahagia karena telah memben-tuk tabiat-tabiat yang benar. Dengan menghidupkan kehidupan pemberi Hidup itu, oleh percaya kepada-Nya, setiap orang dapat mencapai standar yang ditetapkan dalam kata-kataNya.Kata Pengantar KAB 6.1

Judul asli Khotbah di Atas Bukit ini adalah Thought from the Mount of Blessing. Khotbah Tuhan Yesus yang tertulis dalam Matius 5 ini semakin jelas dan menyentuh hati bila hamba Tuhan Nyonya E. G. White memberikan penjelasan-penjelasan yang diilhami Roh Allah. KAB 6.2

Ucapan-ucapan berbahagia ini telah mendidik, membina dan membimbing umat manusia kepada suatu kehidupan yang berbeda dari dunia ini. Suatu kehidupan yang tabah, suci dan pasrah seperti yang nyata dalam kehidupan Kristus, merupakan tujuan dari ucapan-ucapan berbahagia ini. KAB 6.3

Walaupun para pengikut Kristus akan mengalami berbagai macam kesusahan dan penganiayaan namun mereka merasa berbahagia karena mereka telah ikut sependeritaan dengan Kristus dan kelak ikut memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan bersama Kristus di dalam kerajaan-Nya. KAB 6.4

Mudah-mudahan buku yang baru diterjemahkan ini dapat dimiliki oleh setiap orang Kristen bahkan setiap orang yang ingin mengenal Kristus lebih dekat melalui ajaran-Nya yang mulia itu dan kelak ikut mewarisi kerajaan surga bila la datang untuk menjemput umat-Nya. KAB 7.1

Penerbit