Membina Anak yang Bertanggung Jawab

80/84

Pasal 79— Sabat—Hari Kesukaan

Pelanggaran Terhadap Sabat Merajalela. Kepada saya telah ditunjukkan bahwa banyak sekali orangtua yang mengaku percaya akan pekabaran khidmat untuk zaman ini, tidak mendidik anak-anak mereka bagi Allah. Mereka tidak mengekang diri mereka sendiri dan merasa marah terhadap seseorang yang mencoba untuk mengekang mereka. Mereka tidak mengikat anak-anak mereka dengan iman yang hidup setiap hari di atas mezbah Tuhan. Banyak dari antara anak-anak muda ini dibiarkan melanggar hukum keempat, dengan mencari kesenangan mereka sendiri pada hari Allah yang suci ini. Mereka tidak merasakan adanya kegelisahan dalam hati nurani mereka dengan pergi berjalan- jalan pada hari Sabat untuk mencari kepelesiran mereka. Banyak yang pergi ke tempat yang mereka sukai; dan orangtua mereka demikian takut jangan-jangan akan menyakiti hati mereka sehingga, seperti cara pengaturan Eli, mereka tidak memberikan perintah apa-apa kepada anak-anak mereka itu. MABJ 555.1

Akhirnya anak-anak muda ini kehilangan hormat terhadap hari Sabat dan tidak mempunyai minat lagi terhadap kumpulan-kumpulan keagamaan atau terhadap hal-hal yang suci dan baka. 1 MABJ 556.1

Perhatikan Kata yang Pertama pada Hukum Keempat. Kata “ingat” ditempatkan pada permulaan Hukum Keempat. Orangtua, engkau sendiri harus mengingat hari Sabat itu agar engkau bisa memeliharanya sebagai hari yang suci. Dan jikalau engkau berbuat hal ini, engkau sedang memberikan pengajaran yang sepatutnya kepada anak-anakmu; mereka akan menghormati hari Allah yang suci itu. . . . Pendidikan keagamaan diperlukan di dalam rumah tanggamu. Sepanjang minggu ingatlah selalu akan hari Sabat Tuhan yang suci itu, oleh karena hari itu harus diabdikan bagi pelayanan akan Allah. Itu adalah satu hari bilamana tangan kita harus beristirahat dari pekerjaan duniawi, bilamana kebutuhan jiwa harus memperoleh perhatian istimewa. 2 MABJ 556.2

Bilamana hari Sabat itu diingat dengan cara demikian rupa, maka hal-hal yang fana tidak akan dibiarkan mengganggu yang rohani. Tidak ada pekerjaan yang berhubungan dengan enam hari kerja akan dilakukan pada hari Sabat. Sepanjang minggu tenaga kita tidak akan dihabiskan dalam pekerjaan yang fana sedemikian rupa sehingga pada hari di mana Tuhan beristirahat dan disegarkan, kita akan menjadi terlalu letih sehingga tidak bisa ikut serta dalam pelayanan kepada-Nya. 3 MABJ 556.3

Jadikan Hari Jumat Sebagai Hari Persediaan. Pada hari Jumat biarlah persiapan bagi hari Sabat diselesaikan. Usahakan agar segala pakaian sudah disiapkan, dan semua pekerjaan masak-memasak sudah diselesaikan. Biarlah sepatu-sepatu disemir, dan mandi dilakukan. Hal-hal ini semuanya dapat dilakukan. Jikalau engkau menjadikan hal itu sebagai satu peraturan, engkau akan dapat melaksanakannya. Hari Sabat janganlah digunakan untuk menjahit pakaian, untuk memasak makanan, untuk mencari kepelesiran, atau untuk sesuatu pekerjaan duniawi lainnya. Sebelum matahari terbenam, biarlah segala pekerjaan yang sekular ditinggalkan, dan semua surat-surat kabar disimpan. Para orangtua, terangkan tentang pekerjaanmu dan tujuannya kepada anak- anakmu, dan biarlah mereka ikut dalam pekerjaan persiapan untuk memelihara hari Sabat sesuai dengan hukum. 4 MABJ 556.4

Di dalam banyak keluarga (pada hari Sabat) sepatu-sepatu disikat dan disemir, dan pekerjaan menyulam diadakan, hanya karena hal-hal yang kecil ini tidak diselesaikan pada hari Jumat. Mereka tidak “mengingat hari Sabat dan menyucikannya.” MABJ 557.1

Pada hari Jumat pakaian anak-anak harus disiapkan. Sepanjang minggu semua pakaian itu harus diurus oleh tangan mereka sendiri di bawah pengawasan ibu, sehingga mereka dapat berpakaian dengan te-nang, tanpa ada keributan atau kekacauan dan kata-kata marah. 5 MABJ 557.2

Ada satu pekerjaan lain yang harus diperhatikan pada hari persediaan ini. Pada hari ini segala sengketa antara saudara bersaudara, apakah itu di dalam keluarga atau di jemaat, harus diselesaikan. 6 MABJ 557.3

Hari Sabat Dimulai dengan Kebaktian Keluarga. Sebelum matahari terbenam, biarlah anggota keluarga berkumpul untuk membaca Firman Allah, untuk menyanyi dan berdoa. Dalam hal ini perlu diadakan pembaruan, oleh karena banyak yang mengabaikannya. Kita perlu mengadakan pengakuan kepada Allah dan kepada satu dengan yang lain. Kita harus memulai dengan cara yang baru untuk mengadakan pengaturan yang khusus supaya setiap anggota keluarga dapat disiapkan untuk menghormati hari yang telah diberkati dan disucikan Allah. 7 MABJ 557.4

Jam-jam Hari Sabat Bukan Milik Kita Tetapi Milik Allah. Allah telah memberikan kepada kita seluruh enam hari di mana kita dapat melakukan segala pekerjaan kita, dan telah mengasingkan hanya satu untuk diri-Nya Sendiri. Hari ini harus menjadi satu hari berkat bagi kita—satu hari di mana kita harus meninggalkan segala urusan kita yang sekular dan memusatkan pikiran kita kepada Allah dan surga. 8 MABJ 557.5

Bilamana hari Sabat mulai, kita harus berjaga-jaga atas diri kita sendiri, atas perbuatan kita dan kata-kata kita, agar jangan kita merampok Allah dengan menggunakan bagi diri kita waktu yang adalah milik Tuhan. Kita sendiri, dan juga anak-anak kita tidak boleh mengerjakan pekerjaan untuk mencari nafkah atau untuk sesuatu perkara yang dapat dilaksanakan pada enam hari kerja itu. Hari Jumat adalah hari persediaan. Pada saat itu waktu dapat digunakan untuk mengadakan persiapan yang perlu untuk hari Sabat dan untuk memikir-mikirkan serta membicarakannya. Jangan ada sesuatu yang pada pemandangan surga merupakan pelanggaran terhadap hari Sabat yang suci dikatakan dan dilakukan pada hari Sabat. Allah menuntut bukan saja agar kita tidak melakukan pekerjaan jasmani pada hari Sabat, tetapi juga agar pikiran kita didisiplin untuk merenung-renungkan tema-tema yang suci. Hukum keempat dilanggar bila kita memperbincangkan urusan duniawi atau membicarakan tentang hal-hal yang remeh. Membicarakan sesuatu atau segala sesuatu yang mungkin datang kepada pikiran kita, berarti mengucapkan kata-kata kita sendiri. Setiap penyelewengan dari yang benar membawa kita kepada perhambaan dan hukuman. 9 MABJ 557.6

Jam-jam Hari Sabat Terlalu Mahal untuk Digunakan Sebagai Waktu untuk Tidur. Jangan seorang pun membiarkan dirinya, sepanjang minggu untuk menjadi begitu asyik dalam segala urusan duniawi, dan begitu diletihkan untuk mencari keuntungan duniawi, sehingga pada hari Sabat mereka tidak mempunyai kekuatan untuk mengadakan pelayanan bagi Allah. Kita sedang merampok Tuhan bilamana kita membuat diri kita sendiri tidak sanggup untuk berbakti kepada-Nya pada hari-Nya yang suci itu. Dan kita sedang merampok diri kita sendiri juga; oleh karena kita membutuhkan kehangatan serta kegembiraan dari persekutuan, sebagaimana juga kekuatan yang diperoleh dari hikmat dan pengalaman umat Tuhan yang lainnya. 10 Janganlah hendaknya jam-jam hari Sabat yang berharga itu dihambur-hamburkan di tempat tidur. Pada pagi hari Sabat seluruh keluarga harus bangun dengan cepat. Jikalau mereka bangun lambat, maka akan terjadi kegaduhan dan keributan dalam menyediakan makanan pagi dan untuk Sekolah Sabat. Akan ada ketergesa-gesaan, keributan dan ketidaksabaran. Dengan demikian perasaan-perasaan yang tidak suci masuk ke dalam rumah tangga. Hari Sabat, dinodai dengan cara demikian, akan menjadi sesuatu yang meletihkan, dan tibanya hari itu akan ditakuti gantinya disukai. 11 MABJ 558.1

Hadirilah Kumpulan Kebaktian Umum Bersama-sama dengan Anak-anakmu. Para bapa dan ibu harus menjadikan sebagai satu peraturan bahwa anak-anak mereka menghadiri kebaktian umum pada hari Sabat, dan harus menguatkan peraturan itu dengan teladan mereka sendiri. Tugas kitalah untuk memerintahkan anak-anak kita dan seisi rumah tangga kita supaya menurut kepada kita, sebagaimana halnya Abraham. Oleh teladan dan pengajaran, kita harus meyakinkan mereka akan pentingnya pengajaran keagamaan. Semua orang yang telah mengadakan janji baptisan dengan khidmat telah menyerahkan diri mereka kepada pelayanan akan Allah; mereka berada di bawah tanggung jawab untuk menempatkan diri mereka dan anak-anak mereka di mana mereka akan memperoleh segala daya tarik dan dorongan yang mungkin untuk diperoleh dalam hidup sebagai pengikut Tuhan. 12 MABJ 558.2

Tetapi sementara kita berbakti kepada Allah, janganlah kita menganggap hal ini sebagai sesuatu yang membosankan. Hari Sabat Tuhan harus dijadikan suatu berkat kepada kita dan kepada anak-anak kita. Mereka harus memandang hari Sabat sebagai satu hari kesukaan, satu hari yang telah disucikan Allah; dan mereka akan menganggapnya demikian rupa jikalau mereka diajar dengan sepatutnya. 13 MABJ 559.1

Pakailah Pakaian yang Baik untuk Rumah Sembahyang. Banyak orang memerlukan petunjuk bagaimana caranya mereka harus muncul di dalam kumpulan kebaktian pada hari Sabat. Janganlah mereka itu memasuki hadirat Allah dengan pakaian yang biasa mereka pakai sepanjang minggu. Semua harus mempunyai pakaian yang khusus untuk hari Sabat, yang akan dipakai pada waktu menghadiri upacara kebaktian di rumah Allah. Sementara kita tidak mengikuti mode-mode duniawi, janganlah hendaknya kita menjadi acuh tak acuh sehubungan dengan penampilan diri kita. Kita harus menjadi rapi dan menarik, sekalipun dengan tidak menggunakan perhiasan. Anak-anak Allah harus suci di dalam dan di luar. 14 MABJ 559.2

Terangkan Khotbah Hari Sabat kepada Anak-anak. Gembala-gembala jemaat terlibat dalam satu pekerjaan yang khidmat dan suci, tetapi di atas bahu orang-orang yang mendengarkan kepadanya terletak satu tanggung jawab yang sama sucinya. Mereka harus mendengar dengan satu tekad untuk mengikuti pengajaran yang harus diprak-tikkan oleh semua orang yang memperoleh hidup kekal. Setiap pendengar harus berusaha memahami bahwa setiap kebenaran Kitab Suci yang diberikan sebagai pekabaran Allah kepadanya, untuk diterima oleh iman dan dipraktikkan di dalam hidup mereka setiap hari. Orangtua harus menerangkan kepada anak-anak mereka kata-kata yang diucapkan dari atas mimbar, agar mereka juga dapat memahami dan memiliki pengetahuan yang jikalau diturut akan memberikan anugerah dan damai. 15 MABJ 559.3

Sediakan Makanan yang Istimewa pada Waktu Makan. Janganlah kita menyediakan makanan yang lebih banyak pada hari Sabat atau lebih banyak jenis makanan dari hari-hari biasa. Gantinya demikian, makanan itu harus lebih sederhana, dan dikurangi sedikit, supaya pikiran bisa jadi terang dan bergairah untuk memahami per-kara-perkara rohani. Makan dengan berlebih-lebihan akan meng-ge-lapkan pikiran. Kata-kata yang paling berharga mungkin didengar tetapi tidak dihargai, oleh karena pikiran dikacaukan oleh makanan yang tidak sepatutnya. Oleh makan terlalu banyak pada hari Sabat, banyak orang telah berbuat lebih banyak perkara yang tidak menghormati Allah daripada yang dipikirkannya. MABJ 560.1

Sementara pekerjaan memasak pada hari Sabat harus dihindari, tidak perlulah bagi kita memakan makanan yang dingin. Di dalam cuaca yang dingin biarlah makanan yang disediakan pada hari sebelumnya dipa-naskan. Dan biarlah makanan itu, sekalipun sederhana, disajikan dengan menarik dan lezat. Sediakanlah sesuatu yang akan diang-gap sebagai makanan yang istimewa, sesuatu yang tidak diperoleh anggota keluarga setiap hari.” 16 MABJ 560.2

Sisa Hari Itu Berharga. Sekolah Sabat dan kumpulan kebaktian hanyalah mengambil sebagian dari hari Sabat. Bagian yang sisa bagi keluarga dapat dijadikan sebagai waktu yang paling suci dan paling indah dari segala jam-jam hari Sabat itu. Sebagian besar dari waktu ini harus digunakan oleh orangtua bersama-sama dengan anak-anak mereka. 17 MABJ 560.3

Rencanakan Bacaan dan pembicaraan yang Patut. Hari Sabat— Oh! jadikanlah itu sebagai hari yang paling indah dan yang paling berbahagia dari hari-hari sepanjang minggu.... MABJ 560.4

Orangtua dapat dan harus memberikan perhatian kepada anak-anak mereka, membacakan kepada mereka bagian-bagian yang paling menarik dari sejarah Kitab Suci, sambil mendidik mereka untuk menghormati hari Sabat, dan memeliharanya sesuai dengan hukum itu. Hal ini tidak dapat dilaksanakan bilamana orangtua tidak merasakan perlunya menarik perhatian anak-anak mereka. Tetapi mereka dapat menjadikan hari Sabat sebagai hari kesukaan jikalau mereka me-ngadakan langkah-langkah yang patut. Anak-anak bisa dijadikan tertarik kepada bacaan yang baik atau pembicaraan yang baik tentang keselamatan jiwa mereka. Tetapi mereka harus dididik dan dilatih. Hati yang alamiah tidaklah suka untuk berpikir tentang Allah, tentang surga, atau tentang perkara-perkara surga. Harus ada usaha yang terus-menerus untuk membendung arus keduniawian dan kecenderungan kepada kejahatan dan membiarkan terang surga itu masuk. 18 MABJ 560.5

Jangan Bersikap Acuh tak Acuh Terhadap Kegiatan Anak-anak. Saya telah mendapati bahwa pada hari Sabat banyak orang yang bersikap acuh tak acuh dan tidak mengetahui di mana anak-anak mereka itu berada, dan apa yang mereka sedang lakukan. 19 MABJ 561.1

Para orangtua, di atas segala sesuatunya awasilah anak-anakmu pada hari Sabat. Jangan biarkan mereka melanggar hari Allah yang suci dengan bermain-main di dalam atau di luar rumah. Jikalau engkau membiarkan anak-anakmu itu berbuat demikian, maka itu berarti engkau sendiri mengadakan pelanggaran terhadap hari Sabat, dan bilamana engkau membiarkan anak-anakmu berjalan-jalan serta membiarkan mereka bermain-main pada hari Sabat, maka Allah menganggap kamu sebagai orang-orang yang melanggar hari Sabat. 20 MABJ 561.2

Di Luar Rumah Bersama-sama dengan Anak-anak. Orangtua dapat membawa anak-anak mereka keluar rumah untuk melihat Allah di alam. Mereka dapat dibimbing kepada bunga-bunga yang sedang mekar dan kuncup yang sedang berkembang, pepohonan yang tinggi dan rumput-rumput yang indah, dan mengajarkan bahwa Allah telah menjadikan semuanya ini dalam enam hari dan beristirahat pada hari yang ketujuh dan menyucikannya. Dengan demikian orangtua dapat menanamkan segala pelajaran ini ke dalam diri anak-anak mereka, sehingga bilamana anak-anak ini memandang kepada benda-benda alam itu, mereka akan dapat mengingat Khalik mereka yang agung itu. Pikiran mereka akan dituntun kepada Allah alam ini—kembali kepada saat dijadikannya dunia ini, bilamana dasar dari hari Sabat diletakkan, dan semua anak-anak Allah berseru-seru dalam kesukaan. Demikianlah pelajaran-pelajaran seperti itu harus ditanamkan di dalam pikiran anak-anak kita. MABJ 561.3

Janganlah kita mengajarkan kepada anak-anak kita bahwa mereka tidak boleh merasa senang pada hari Sabat, bahwa salahlah berjalan-jalan di luar rumah. Oh, tidak. Yesus menuntun murid-murid-Nya pergi ke luar ke tepi danau pada hari Sabat dan mengajar mereka. Khotbah-khotbah-Nya pada hari Sabat tidaklah selalu diberikan di dalam ruangan yang tertutup. 21 MABJ 561.4

Pelajaran-pelajaran Lain dari Alam—Bahan Pelajaran. Ajar anak-anak melihat Tuhan di dalam alam. Bawa mereka ke alam terbuka, di bawah pohon-pohon yang tinggi, ke taman; dan di alam kejadian yang indah itu ajar mereka untuk melihat pernyataan kasih-Nya. Ajar mereka bahwa Ia menjadikan undang-undang yang memerintah segala benda hidup, bahwa Ia telah menjadikannya sebagai undang-undang bagi kita, dan semua undang-undang ini adalah demi kebahagiaan dan kesenangan kita. Jangan jadikan mereka letih dengan doa yang pan-jang-panjang dan nasihat-nasihat yang membosankan, tetapi melalui bahan-bahan pelajaran dari alam ajar mereka menaati hukum Allah. 22 MABJ 562.1

Berikan Pandangan yang Benar Tentang Tabiat Allah. Bagaimanakah anak-anak dapat menerima suatu pengetahuan yang lebih tepat mengenai Allah, dan pikiran mereka dapat diyakinkan dengan lebih baik, selain dengan memakai sebagian dari waktu mereka di luar rumah, bukan untuk bermain-main, tetapi bersama dengan orangtua mereka? Biarlah pikiran mereka yang masih muda itu didekatkan dengan Allah dalam pemandangan-pemandangan yang indah dari alam; biarlah perhatian mereka diarahkan kepada bukti-bukti kasih-Nya kepada manusia di dalam hasil ciptaan-Nya, dan mereka pun akan menjadi tertarik. Mereka tidak akan berada dalam bahaya untuk menyamakan tabiat Allah dengan sesuatu yang bersifat keras dan kejam; tetapi apabila mereka melihat benda-benda yang indah yang telah diciptakan-Nya demi kebahagiaan manusia, mereka akan dituntun untuk memandang Dia sebagai seorang Bapa yang lemah lembut dan penuh kasih. Mereka akan melihat bahwa segala larangan dan nasihat-Nya dan penuh kasih. Mereka akan melihat bahwa segala larangan dan nasihat-Nya diadakan bukan sekadar untuk menunjukkan kuasa dan wewenang-Nya, tetapi bahwa Ia memikirkan kebahagiaan anak-anak-Nya. Apabila tabiat Allah terlihat dalam aspek-aspek kasih, dermawan, keindahan dan penuh dengan penarikan, maka mereka akan ditarik untuk mengasihi Dia. Engkau dapat mengarahkan pikiran mereka kepada burung-burung yang indah yang memenuhi udara dengan nyanyian-nyanyiannya yang menggembirakan, ke rumput-rumput dan bunga-bunga yang berwarna-warni di dalam kesempurnaan mereka menjadikan udara semerbak dengan harum baunya. Semuanya ini menyatakan kasih dan keahlian Seniman surga itu, dan menunjukkan kemuliaan Allah. MABJ 562.2

Orangtua, mengapa tidak menggunakan pelajaran-pelajaran indah yang telah diberikan Allah kepada kita di dalam buku alam, untuk memberikan kepada anak-anak kita suatu pendapat yang benar tentang tabiat-Nya? Mereka yang mengorbankan kesederhanaan kepada mode dan menutup diri mereka sendiri dan keindahan alam tidak bisa menjadi orang yang berpikiran rohani. Mereka tidak dapat memahami keahlian dan kuasa Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam hasil ciptaan-Nya; oleh sebab itu hati mereka tidak dipenuhi oleh kasih dan perhatian yang baru, dan mereka tidak dipenuhi dengan rasa kagum dan hormat apabila mereka melihat Allah di alam. 23 MABJ 563.1

Satu Hari untuk Mengalami Kehidupan di Eden. Nilai hari Sabat sebagai alat pendidikan adalah di luar perkiraan. Apa pun yang kita miliki dituntut Allah dari kita, Ia kembalikan lagi dengan lebih limpah, dan dipermuliakan dengan kemuliaan-Nya sendiri... MABJ 563.2

Hari Sabat dan rumah tangga sama-sama ditetapkan di Eden, dan di dalam rencana Allah keduanya itu berhubungan dengan eratnya sehingga tidak dapat dipisahkan. Pada zaman ini lebih dari yang lainnya, adalah mungkin bagi kita untuk mengalami kehidupan Eden. Rencana Allah dalam kebaktian dan rekreasi, bapa sebagai imam rumah tangganya, dan baik bapa dan ibu sebagai para guru dan sahabat anak-anak mereka. Tetapi akibat-akibat dosa, setelah mengubahkan keadaan hidup, sedemikian jauh telah menghalangi pergaulan seperti itu. Sering bapa sepanjang minggu tidak melihat wajah anak-anaknya. Ia hampir-hampir tidak mempunyai kesempatan untuk bersahabat atau untuk memberikan petunjuk. Tetapi kasih Allah telah menetapkan satu batas kepada tuntutan dari usaha pekerjaan. Ia telah meletakkan tangan-Nya yang penuh dengan rahmat itu ke atas hari Sabat. Pada hari-Nya sendiri Ia telah mengasingkan kesempatan bagi keluarga untuk berhubungan dengan Dia, dengan alam, dan satu dengan yang lainnya. 24 MABJ 563.3

Jadikan Hari Sabat Sebagai Satu Kesukaan. Semua orang yang mengasihi Allah harus berbuat apa yang mereka dapat lakukan untuk menjadikan hari Sabat sebagai suatu kesukaan, suci dan mulia. Mereka tidak dapat melakukan hal ini oleh mencari kesenangan mereka sendiri dalam hiburan-hiburan yang keji dan terlarang. Namun demikian mereka dapat berbuat banyak untuk meninggikan hari Sabat di dalam keluarga mereka dan menjadikannya sebagai hari yang paling menarik sepanjang minggu. Suatu perubahan akan memberikan satu pengaruh yang menyenangkan terhadap mereka. Kita bisa berjalan-jalan bersama-sama dengan mereka di udara terbuka; kita bisa duduk bersama dengan mereka di kebun-kebun dan di bawah sinar matahari, dan memberikan kepada pikiran mereka yang selalu bekerja itu sesuatu untuk dipikirkan dengan bercakap-cakap bersama-sama mereka tentang pekerjaan Allah, dan mengilhami mereka dengan kasih serta sikap hormat dengan menarik perhatian mereka kepada benda-benda yang indah di alam. MABJ 563.4

Hari Sabat harus dijadikan demikian menariknya kepada keluarga kita sehingga kedatangannya setiap minggu akan disambut dengan penuh kesukaan. Orangtua tidak dapat meninggikan dan memper-muliakan hari Sabat dengan cara yang lebih baik daripada dengan cara memberikan pengajaran-pengajaran yang patut kepada keluarga mereka dan menjadikan mereka tertarik dengan perkara-perkara rohani, sambil memberikan kepada mereka pandangan yang benar tentang tabiat Allah dan apa yang dituntut-Nya dari kita supaya dapat menyempurnakan tabiat Kristen dan memperoleh hidup kekal. Orangtua, jadikan hari Sabat sebagai satu kesukaan, agar anak-anakmu selalu menunggu-nunggu kehadirannya dan memberikan satu sambutan di dalam hati mereka terhadap hari itu. 25 MABJ 564.1

Tutup Hari Sabat dengan Doa dan Nyanyian. Apabila matahari terbenam, biarlah doa dan nyanyian pujian menandai akhir dari jam-jam yang suci itu, dan mengundang hadirat Allah sepanjang minggu kerja yang baru. MABJ 564.2

Dengan demikian orangtua dapat menjadikan hari Sabat sebagaimana harusnya, sebagai hari yang paling menyenangkan sepanjang minggu. Mereka dapat menuntun anak-anak mereka supaya memandangnya sebagai satu hari kesukaan, hari di atas segala hari, satu kesucian Tuhan, dan hari yang mulia. 26 MABJ 564.3